IKLAN
Kontak Saya
300x250
Selamat Datang Di BiriBisi
Page Hits Counter

Sabtu, 06 Januari 2018

Cara Membuat Minyak Kelapa Murni

17 Manfaat Minyak Kelapa Murni Untuk Kesehatan Dan Kecantikan
Daftar Isi
Bab I        : Minyak Kelapa Murni (VCO)
Bab II       : Sejarah Minyak Kelapa Murni
Bab III      : Cara Membuat Minyak Kelapa Murni
Bab IV       : Kandungan Minyak Kelapa Murni
Bab V        : Manfaat Minyak Kelapa Murni

Bab III
Cara Membuat Minyak Kelapa Murni (VCO) - BiriBisi
Minyak kelapa bisa memberikan sejumlah manfaat kepada penggunanya, dapat digunakan untuk memasak, dapat digunakan untuk perawatan kulit, dapat digunakan untuk perawatan rambut, dan dapat digunakan untuk perawatan kesehatan dan perawatan kecantikan lainnya.

Minyak kelapa murni dipercaya memiliki kualitas yang sangat tinggi, karena dibuat secara alami dan bebas dari zat-zat kimia. Berikut ini beberapa cara pembuatannya:
1. Cara Tradisional
Cara ini sudah sejak ribuan tahun yang lalu dipraktekkan oleh masyarakat dipedesaan Indonesia, sejak masa-masa kerajaan kuno dulu.

VCO yang dihasilkan dengan cara tradisional ini berwarna agak kekuningan dan memiliki daya simpan yang tidak lama. Kandungan antioksidan dan asam lemak rantai sedangnya juga sudah banyak yang hilang. 

Cara pembuatannya adalah:
  • Kupas sabut kelapanya, kemudian dibelah atau dipatiki (membuang batoknya dengan cara dibacok sedikit-sedikt pakai golok, sehingga daging kelapanya masih utuh)
  • Bersihkan daging kelap dengan air mengalir, lalu tiriskan, kemudian parut dengan parut halus
  • Campur hasil parutan dengan air, dengan perbandingannya 10:6, kemudian peras untuk diambil santannya
  • Endapkan santan sekitar 1 jam sampai terbentuk krim dan skim santan
  • Ambil krim santannya dan panaskan hingga mendidih, pada suhu sekitar 100-110° C
  • Bila sudah terbentuk minyak dan blendo, maka segera matikan apinya. Kemudian disaring menggunakan kain dan kertas saring untuk memisahkan minyak dari blendonya. Lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat minyak kelapa dengan cara ini sekitar 3-4 jam.

Ampas dari pembuatan minyak kelapa yang biasa disebut "blendo" oleh masyarakat didaerah saya, Brebes Jawa Tengah ini diperjual belikan, karena rasanya cukup enak, yaitu agak manis dan gurih. Mereka sering kali mengkonsumsinya secara langsung sebagai cemilan atau untuk dijadikan bumbu penyedap masakan.

Pada umumnya masyarakat Indonesia yang berada dipedasaan membuat minyak kelapa murni ini disamping untuk keperluan memasak lauk-pauk, juga untuk keperluan merawat rambut, untuk dikonsumsi oleh ibu-ibu yang sedang hamil tua agar proses melahirkannya diberi kemudahan oleh yang maha kuasa, Alloh SWT, biasanya para ibu hamil mengkonsumsi minyak kelapa murni secara langsung, sebanyak 1 sendok makan setiap hari, pada saat usia kehamilan mereka sudah mencapai bulan kesembilan, dan untuk pengobatan berbagai macam penyakit kulit.

Namun pada masa sekarang sudah sangat jarang orang yang membuat minyak kelapa sendiri. Mereka kebanyakan lebih memilih membeli minyak kelapa murni yang sudah jadi dari para produsen minyak kelapa.

Alasannya sangat beragam, mulai dari semakin mudahnya memperoleh obat-obatan, hingga salah satunya karena pohon kelapa sudah mulai jarang dan kebanyakan penduduk sudah tidak memiliki pohon kelapa lagi, khususnya didaerah-daerah padat penduduk, seperti dipulau Jawa.

2. Cara Pemanasan Bertahap
Cara ini dilakukan untuk menyempurnakan pembuatan VCO cara tradisonal. Minyak yang dihasilkan dengan cara ini memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan yang dihasilkan dengan cara tradisional, berwarna bening seperti kristal dan memiliki daya simpan yang lebih lama, yaitu berkisar 10-12 bulan. 

Kandungan asam lemaknya tidak banyak yang berubah dan kandungan antioksidannya pun masih lengkap dalam jumlah yang seimbang. Cara pembuatan dengan metode ini sama dengan cara pembuatan dengan cara tradisional, yang berbeda terletak pada suhu pemanasan saja. 

Dalam pemanasan bertahap suhu yang dibutuhkan sekitar 60-75° C. Jadi apabila suhu mendekati angka 75° C, maka apinya harus dimatikan dan apabila suhu mendekati angka 60° C, maka apinya harus dinyalakan lagi.

Begitulah seterusnya sampai minyak dan blendo terbentuk. Setelah itu dilakukan penyaringan untuk mendapatkan minyak yang bersih dari blendo.

3. Cara Enzimatis
Cara ini merupakan cara pembuatan VCO tanpa proses pemanasan. Dan minyak yang dihasilkannya berwarna bening seperti kristal. Kandungan asam lemak rantai sedang dan antioksidannya tidak banyak berubah, sehingga tidak mudah tengik. 

Enzim yang dibutuhkan adalah enzim protease, enzim papain (daun papaya), enzim bromelin (buah nanas), dan enzim protease dari kepiting sungai. 

Cara pembuatan santannya sama dengan dua metode diatas. Setelah terbentuk santan, diamkan selama 1 jam sampai terbentuk krim dan skim santan. Buang bagian skim santannya menggunakan selang. Lalu parut nanas hingga halus.

Jika menggunakan daun papaya, maka iris tipis-tipis sampai mengeluarkan getah. Dan jika menggunakan kepiting sungai, maka kepiting tersebut dihaluskan terlebih dulu. Kemudian campurkan enzim bromelin (buah nanas), enzim papain (daun pepaya), atau enzim protease pada santan dengan cara diaduk-aduk.

Kemudian diamkan selama 20 jam hingga terbentuk 3 lapisan, yaitu lapisan minyak, lapisan blendo, dan lapisan air. Buang airnya dengan selang dan ambil minyaknya dengan sendok besar secara hati-hati, agar blendonya tidak ikut terbawa. Lalu disaring agar minyaknya benar-benar bersih dari blendo.

4. Cara Pengasaman
Cara ini tidak memerlukan pemanasan, sehingga minyak yang dihasilkan berwarna bening, tidak cepat tengik, dan daya simpannya ± 10 tahun.

Cara pembuatan santannya sama dengan cara diatas. Lalu diamkan santan sampai berbentuk krim dan skim, lalu buang bagian skimnya, kemudian tambahkan beberapa mili liter asam cuka kedalam krim santan tersebut. 

Ambil kertas lakmus, celupkan kedalam campuran santan-cuka. Cek pH-nya, jika kurang dari 4,3, maka tambahkan lagi asam cuka. Sebaliknya jika lebih dari 4,3, maka tambahkan lagi air. Dan jika pH sudah cocok,  maka diamkan campuran tersebut selama 10 jam hingga terbentuk minyak, blendo, dan air. Buang bagian air dan ambil bagian minyaknya, kemudian lakukan penyaringan.

5. Cara Sentrifugasi
Sentrifugasi adalah cara pembuatan VCO dengan cara mekanik. Cara ini membutuhkan biaya yang mahal, karena menggunakan alat yang mahal. Namun waktu yang diperlukan untuk pembuatannya relatif sangat cepat, yaitu ± 15 menit. Cara ini lebih cocok digunakan dalam skala besar, seperti dalam pabrik.

Cara pembuatan santannya sama saja dengan yang diatas. Lalu diamkan santan selama 1 jam, kemudian masukkan krim santan kedalam alat sentrifuse. Atur pada angka 20.000 rpm dan waktunya pada angka 15  menit, kemudian nyalakan alat sentrifuse. 

Setelah itu matikan sentrifuse, lalu ambil tabung, dan didalamnya akan terbentuk 3 lapisan. Lalu ambil bagian minyak (VCO)-nya dengan menggunakan pipet tetes.

6. Cara Pemancingan
Cara ini ditemukan untuk memperbaiki cara-cara pembuatan VCO santan sebelumnya. Untuk mendapatkan VCO yang baik, maka pada cara ini memerlukan VCO sebagai umpan.

Cara pembuatan santannya sama saja dengan cara diatas. Lalu diamkan santan sampai terbentuk krim dan skim. Buang bagian skimnya, kemudian tambahkan minyak kelapa murni (VCO) kedalam bagian krimnya dengan perbandingan 1:3. 

Aduk-aduk sampai rata ± 7 menit, lalu diamkan selama 10 jam sampai terbentuk VCO, blendo, dan air. Buang bagian airnya dengan selang, dan ambil bagian VCO-nya dengan sendok, kemudian lakukan penyaringan agar mendapatkan VCO yang bersih dari blendo.

Demikianlah informasi mengenai cara membuat minyak kelapa murni yang bisa saya sampaikan kepada anda. Semoga bermanfaat. Amin!

Refernsi:
Dari berbegai sumber

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: