IKLAN
Kontak Saya
300x250
Selamat Datang Di BiriBisi
Page Hits Counter

Jumat, 29 Desember 2017

Pengobatan Demam Dengan Obat Alami


Demam, Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi
Daftar Isi
Bab I    : Definisi Demam
Bab II   : Suhu Rata-Rata Tubuh Manusia
Bab III  : Kategori Demam
Bab IV   : Sebab Demam
Bab V    : Gejala Demam
Bab VI   : Perawatan Demam
Bab VII  : Pengobatab Demam Dengan Obat Alami

Bab VII
Pengobatan Demam Dengan Obat Alami - BiriBisi
Berikut ini beberapa pilihan resep obat Alami pereda demam (panastis) yang dapat dicoba. Dosis yang tercantum pada ramuan-ramuan berikut adalah dosis untuk orang dewasa. Apabila akan diberikan kepada anak-anak, maka bacalah Dosis Aman Untuk Anak-Anak dibagian akhir Bab VII ini, lalu sesuaikan dengan tingkatan usianya:

1. Resep Komplit.

Resep komplit ini sangat efektif untuk mengatasi demam dan memulihkan kondisi tubuh yang terasa meriang, tidak enak, lemah, lesu, mual, pusing, hilang nafsu makan, dll.
5 gram meniran,
5 gram pegagang,
5 gram daun kaca piring,
7 gram daun sambung legi,
3 gram daun tapak liman dan akarnya,
5 gram kayu manis,
5 gram babakan pule,
4 gram kulit kina,
6 gram jahe.

Direbus dengan air sebanyak 2 ½ gelas hingga mendidih, untuk diminum 3 kali dalam sehari.














2. Lempuyang Emprit (Zingiber Amaricans).

Lempuyang emprit memiliki kandungan senyawa sekuiterpenketon dalam minyak atsirinya, dan salah satu manfaat dari senyawa tersebut adalah untuk menurunkan panas, sehingga lempuyang sangat efektif untuk meredakan demam. Namun penggunaan lempuyang untuk pengobatan demam ini harus dengan dosis yang tepat, sehingga keefektifannya dapat dijamin.

Caranya, cuci bersih 10 gram lempuyang emprit, parut dan tambahkan ½ gelas air panas, aduk rata, dingin, peras, dan ambil sarinya, campur dengan 2 sendok makan madu (opsional), aduk rata. Minum 3 kali sehari.

3. Kunyit (Curcuma Domestica Val.).

Kunyit memiliki kandungan minyak atsiri, curcumin, turmeron dan zingiberen yang dapat bermanfaat sebagai antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi (anti-peradangan). Selain sebagai pereda demam, ramuan ini juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Caranya, cuci bersih 10 gram kunyit, parut dan tambahkan ½ gelas air panas, aduk rata, dinginkan, peras, tambahkan air perasan jeruk nipis sebanyak ½ sendok makan, campur 2 sendok makan madu (opsional), aduk rata, bagi menjadi 3 bagian. Minum 3 kali sehari.

4. Sambiloto (Andrographis Paniculata).

Seluruh bagian tanaman ini dapat digunakan. Sambiloto memiliki kandungan andrografolid lactones (zat pahit), diterpene, glucosides dan flavonoid yang dapat meredakan deman. Sebuah riset yang dilakukan pada tahun 1991 di Thailand membuktikan bahwa 6 gram sambiloto per hari sama efektifnya dengan penggunaan paracetamol.

Caranya, rebus 10 gram daun sambiloto kering, 25 gram kunyit kering (2,5 ibu jari), dan 200 cc air. Rebus hingga tersisa 100 cc, dinginkan saring, tambahkan madu secukupnya, aduk rata, bagi menjadi 3 bagian. Minun 3 kali sehari.

5. Pegagan (Centella Asiatica L.).

Tumbuhan yang dikenal juga dengan nama daun kaki kuda ini tumbuh merayap menutupi tanah. Daunnya berwarna hijau dan berbentuk seperti kipas ginjal. Tumbuhan ini memiliki kandungan triterpenoid, saponin, hydrocotyline, dan vellarine, karena itu tumbuhan ini bermanfaat untuk menurunkan panas demam, revitalisasi tubuh dan pembuluh darah serta mampu memperkuat struktur jaringan tubuh. Pegagan juga bersifat menyejukkan atau mendinginkan, menambah tenaga dan menambah selera makan.

Caranya, rebus 1 genggam daun pegagan segar dengan 2 gelas air hingga tertinggal 1 gelas, untuk diminum 3 kali sehari, pagi, sore, dan malam hari menjelang tidur.

6. Temulawak (Curcuma Xanthorhiza Roxb.).

Penampilan tumbuhan temulawak ini menyerupai temu putih, hanya warna bunga dan rimpangnya saja yang berbeda. Bunga temulawak berwarna putih kuning atau kuning muda, sedangkan temu putih berwarna putih dengan tepi merah. Rimpang temulawak berwarna jingga kecokelatan, sedangkan rimpang bagian dalam temu putih berwarna kuning muda.

Temulawak memiliki zat aktif germacrene, xanthorrhizol, alpha betha curcumena, dan lain-lain. Manfaatnya sebagai antiinflamasi (antiperandangan), antibiotik, serta meningkatkan produksi dan sekresi empedu. Temulawak sejak zaman dahulu sudah banyak digunakan sebagai obat penurun panas demam, merangsang nafsu makan, mengobati sakit kuning, diare, mag, perut kembung, pegal-pegal, dan lain-lain.

Caranya, cuci bersih 10 gram rimpang temulawak, parut dan tambahkan ½ gelas air panas, aduk rata, dinginkan, peras dan saring, campurkan 2 sendok makan madu atau gula aren, aduk rata. Untuk diminum 3 kali sehari, pagi ± setengah jam sebelum sarapan, sore, dan malam hari menjelang tidur.

7. Bawang Merah (Allium Cepa L.).


Bawang merah ini merupakan bumbu dapur yang hampir selalu digunakn dalam setiap masakan. Bawang merah memiliki kandungan minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, kaemferol, kuersetin, dan floroglusin.

Selain itu juga mengandung thiosulfinat, sulfida, sulfur oksida, carbohydrates, sugars, dietary fiber, fat, protein, water, thiamine, riboflavin, niacin, pantothenic, vitamin, folate, vitamin C, calcium, iron, magnesium, manganese, phosphorus, potassium, zinc, fluoride.

Caranya, kupas 5 butir bawang merah, parut kasar dan tambahkan minyak kelapa secukupnya, lalu balurkan keubun-ubun dan seluruh tubuh.

8. Daun Kembang Sepatu (Hibiscus Rosa Sinensis).

Selain daun kembang sepatu, anda juga dapat memanfaatkan daun kapuk atau daun sirih. Kembang sepatu mengandung flavonoida, saponin dan polifenol. Daun kapuk mengandung flavonoida, saponin dan tanin. Daun sirih mengandung flavonoida, saponin, polifenol, dan minyak atsiri.

Caranya, cuci bersih daun kembang sepatu, keringkan dengan lap bersih, lalu panaskan sebentar diatas api agar layu (lemas). Remas-remas, olesi dengan minyak kelapa, kemudian gunakan untuk mengompreskan perut dan kepala.

9. Meniran (Phyllanthus niruri L.).

Tinggi tanaman meniran ini pada umumnya sekitar 20 cm, tumbuhan liar, daunnya berbentuk bulat dan tergolong daun majemuk bersirip genap. Seluruh bagian tanaman ini dapat digunakan. Memiliki kandungan lignan, flavonoid, alkaloid, triterpenoid, tanin, vitamin C, dan lain-lain. Karena itu meniran bermanfaat untuk menurunkan panas dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Caranya: Rebus 1 genggam meniran segar dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Bagi menjadi 3 bagian, lalu diminum 3 kali sehari.

10. Air Kelapa (Cocos Nucifera Linn) Muda.

Kelapa mengandung glucose dan sacharose (5-7 %), sedikit zat putih telor, asam arang, enzyma, oxydase, dan katalase yang membikin gula, dan tanin, sehingga selain segar diminum disaat terik matahari, air kelapa muda juga dipercaya sebagai sumber cairan yang baik untuk hidrasi tubuh dan juga untuk penawar berbagai macam racun.

Ketika seseorang mengalami demam, tubuhnya akan lebih banyak mengeluarkan keringat. Untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang tersebut, anak-anak maupun orang dewasa yang sedang demam disarankan untuk meminum air kelapa muda. Saat tubuh terhidrasi, maka lama kelamaan panas tubuh akan turun dengan sendirinya hingga menjadi normal kembali.

11. Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia Swingk).

Seperti varian jeruk lainnya, jeruk nipis mengandung kadar vitamin C yang tinggi serta kandungan biokimia lain yang bermanfaat untuk tubuh manusia. Sari jeruk nipis mengandung air dan minyak volatil yang didalamnya terkandung nutrien, vitamin dan mineral.

Karena itu jeruk nipis sangat efektif untuk meredakan demam, namun agar manfaatnya bisa dirasakan secara cepat, maka perlu dikombinasikan dengan telur ayam kampung dan madu murni. Untuk menjadikan ketiga bahan alami ini menjadi obat tradisional penurun panas, kita harus meraciknya sesuai dengan dosis, sebagai berikut:
Siapkan ½ buah jeruk nipis, madu murni, dan 1 butir telur ayam kampung. Ambil bagian kuning telurnya saja. Kemudian masukkan perasan jeruk nipis kedalam gelas dan tuangkan ½ gelas air panas, lalu aduk.

Selanjutnya, masukkan kuning telur dan madu secukupnya. Madu digunakan untuk memberikan rasa manis pada ramuan, sehingga akan terasa enak dan lezat saat diminum. Anda bisa menyesuaikan takarannya sesuai selera. Aduk semua bahan didalam gelas dan minum sekaligus sampai habis.

12. Cuka Apel.

Cuka yang diekstrak dari buah apel ternyata bisa menurunkan panas tanpa perlu diminum. Anda hanya perlu memanfaatkannya sebagai bahan kompres pereda demam saja.

Caranya cukup mudah, cukup tuangkan 1 ½ cangkir cuka apel kedalam air panas untuk mandi. Selanjutnya, berendamlah didalam air campur cuka sari apel tersebut selama 10 – 20 menit. Suhu tubuh yang tinggi akan berangsur-angsur turun, apabila anda berendam dengan air cuka apel ini. Jika tubuh kembali panas, tak ada salahnya bila anda kembali berendam.

Perhatian…!
Demam juga ada yang berbahaya, yaitu saat timbulnya wabah polio. Sulit sekali untuk dapat membedakan antara demam biasa dan demam polio. Apabila ada anak yang terkena demam pada saat demikian, maka segeralah dibawa kerumah sakit.

Dosis Aman Untuk Anak-Anak - BiriBisi
Penggunaan tanaman obat dengan dosis yang tepat tidak akan menimbulkan efek samping dan tentu sangat aman. Berikut dosis yang direkomendasikan untuk anak-anak:




Demikianlah penjelasan mengenai pengobatan demam Dengan Obat Alami yang bisa saya sampaikan kepada anda. Semoga bermanfaat. Amin!

Referensi:
Dari berbagai sumber

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: