IKLAN
Kontak Saya
300x250
Selamat Datang Di BiriBisi
Page Hits Counter

Rabu, 01 November 2017

Vitamin - Senyawa Alami Dan Manfaatnya - BiriBisi


Vitamin - BiriBisi
Vitamin adalah sekelompok senyawa organik berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme, dan tidak dapat dihasilkan oleh tubuh.

Nama ini berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita yang artinya "hidup" dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus fungsi yang memiliki atom nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian. Kelak diketahui bahwa banyak vitamin yang sama sekali tidak memiliki atom N.
Baca juga Eugenol - Senyawa Alami Dan Manfaatnya - BiriBisi.

Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Pada dasarnya, senyawa vitamin ini digunakan tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara normal.

Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Vitamin tersebut antara lain vitamin A, C, D, E, K, dan B (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin, vitamin B6, vitamin B12, dan folat). 

Walau memiliki peranan yang sangat penting, tubuh hanya dapat memproduksi vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif.

Sumber berbagai vitamin ini dapat berasal dari makanan, seperti buah-buahan, sayuran, dan suplemen makanan.

Manfaat Vitamin - BiriBisi



Vitamin memiliki peranan spesifik didalam tubuh dan dapat memberi manfaat bagi kesehatannya. Bila kadar senyawa ini tidak tercukupi, maka tubuh dapat mengalami suatu penyakit.

Sebenarnya tubuh hanya memerlukan vitamin dalam jumlah yang sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan, maka metabolisme didalam tubuh akan terganggu, karena fungsi vitamin tidak dapat tergantikan oleh senyawa lain. 

Gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kekurangan asupan vitamin ini dikenal dengan istilah avitaminosis. Contohnya adalah bila seseorang kekurangan vitamin A, maka dia akan mengalami kerabunan.

Akan tetapi, asupan vitamin juga tidak boleh berlebihan, karena dapat menyebabkan gangguan metabolisme pada tubuh.

Secara ringkas manfaat vitamin dapat disebutkan sebagai berikut:
  • Untuk mengatur zat dalam tubuh
  • Untuk menguatkan gigi dan tulang
  • Untuk mempercepat pertumbuhan
  • Untuk memperkuat daya tahan tubuh terhadap penyakit
  • Untuk mempercepat proses dalam penyembuhan penyakit
  • Untuk menjaga dan meningkatkan kebugaran tubuh
  • Untuk memperlambat dalam proses penuan
  • Untuk membangun sistem kekebalan tubuh atau sistem imun
  • Untuk menjaga tubuh tetap segar
  • Untuk menghilangkan rasa capek
  • Sebagai katalisator dalam reaksi biokimia tubuh
  • Dan lain-lain

Sejarah Vitamin - BiriBisi
Vitamin merupakan suatu senyawa yang telah lama dikenal oleh peradaban manusia. Sudah sejak ribuan tahun yang lalu, manusia telah mengenal vitamin sebagai salah satu senyawa yang dapat memberikan efek kesehatan bagi tubuh.

Seiring dengan berkembangnya zaman dan ilmu pengetahuan, berbagai hal dan penelusuran lebih mendalam mengenai vitamin pun turut diperbaharui.

Secara ringkas, sejarah vitamin dapat dibagi menjadi 5 masa penting sebagai berikut, dimana pada setiap masanya, terjadi suatu kemajuan besar terhadap senyawa vitamin yang disebabkan oleh adanya kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan:
1. Masa penyembuhan empiris
Masa pertama dimulai pada sekitar tahun 1500-1570 sebelum masehi. Pada masa itu, banyak ahli pengobatan dari berbagai bangsa, seperti Mesir, Cina, Jepang, Yunani, Roma, Persia, dan Arab, telah menggunakan ekstrak senyawa yang diduga vitamin dari hati yang digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit kotok ayam (rabun pada malam hari).

Walau pada masa itu ekstrak hati tersebut banyak digunakan, namun para ahli pengobatan masih belum dapat mengidentifikasi senyawa yang dapat menyembuhkan penyakit kotok ayam (rabun pada malam hari) tersebut. Kini, penyakit kotok ayam (kerabunan pada malam hari) ini telah diketahui penyebabnya, yaitu karena defisiensi vitamin A. Oleh karena itu, masa pertama ini dikenal dengan masa penyembuhan empiris atau berdasarkan pengalaman.

2. Masa karakterisasi defisiensi
Perkembangan besar berikutnya mengenai vitamin terjadi pada tahun 1890-an. Penemuan ini diprakarsai oleh Lunin dan Christiaan Eijkman yang melakukan penelitian mengenai penyakit defisiensi pada hewan.

Masa penemuan ini kemudian dikenal dengan awal masa kedua dari lima sejarah vitamin didunia. Penelitian mereka terfokus pada pengamatan penyakit akibat defisiensi senyawa tertentu. 

Beberapa tahun berselang, ilmuwan Sir Frederick G. Hopkins yang sedang melakukan analisis penyakit beri-beri pada hewan menemukan bahwa hal ini disebabkan oleh kekurangan suatu senyawa faktor pertumbuhan (growth factor).

Pada tahun 1911, seorang ilmuwan kelahiran Amerika bernama Dr. Casimir Funk berhasil mengisolasi suatu senyawa yang telah dibuktikan dapat mencegah peradangan saraf (neuritis) untuk pertama kalinya.

Dr. Casimir juga berhasil mengisolasi senyawa aktif dari sekam beras yang pada tahun berikutnya diyakini memiliki aktivitas antiberi-beri. Pada saat itulah untuk pertama kalinya, Dr Funk mempublikasikan senyawa aktif hasil temuannya tersebut dengan istilah vitamine (vital dan amines).

Pemberian nama amines pada senyawa vitamin ini karena diduga semua jenis senyawa aktif ini memiliki gugus amina (amine). Namun pada tahun 1920, hal itu disanggah dan namanya segera diganti menjadi vitamin, yaitu dengan menghilangkan hurup terakhir dari kata vitamine saja, huruf "e".

3. Masa keemasan
Masa ketiga sejarah vitamin terjadi beberapa dekade berikutnya. Pada masa tersebut, terjadi banyak penemuan besar mengenai vitamin, meliputi penemuan vitamin jenis baru, metode penapisan yang diperbahurui, penggambaran struktur lengkap vitamin, dan síntesis vitamin B12. 

Oleh karena itu, masa ketiga dari sejarah vitamin ini dikenal dengan masa keemasan (golden age). Banyak penelti yang mendapatkan hadiah nobel atas penemuannya dibidang vitamin ini. Sir Walter N. Hawort mendapatkan nobel dibidang kimia atas penemuan vitamin C pada tahun 1937.

Hadiah nobel lainnya diperoleh oleh Carl Peter Henrik Dam dibidang Fisiologi-Pengobatan pada tahun 1943 atas penemuan vitamin K. Fritz A Litmann juga turut memenangkan nobel atas dedikasinya dibidang penelitian mengenai penemuan koenzim A dan perannya didalam metabolisme tubuh.

4. Masa karakterisasi fungsi dan produksi
Masa keempat ditandai dengan banyaknya penemuan mengenai fungsi biokimia vitamin didalam tubuh, perannya dalam makanan yang kita konsumsi sehari-hari, dan produksi komersial vitamin untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Pada tahun 1930-an, para peneliti menemukan bahwa vitamin B2 merupakan bagian dari “enzim kuning”. Vitamin B2 ini sendiri diperoleh dari ekstrak ragi. Melalui penelitian ini juga, kelompok vitamin B diketahui berperan sebagai koenzim yang penting didalam tubuh manusia.

Produksi massal vitamin untuk pertama kalinya juga terjadi pada masa ini. Dikomersilkan pertama kali oleh Tadeus Reichstein pada tahun 1933, vitamin C telah dijual kepada masyarakat luas dengan harga yang relatif murah sehingga terjangkau bagi khalayak ramai.

Vitamin C yang juga dikenal dengan istilah asam askorbat ini kemudian banyak dipakai sebagai suplemen makanan, penelitian, dan gizi tambahan bagi hewan ternak. Atas hasil penemuan ini, Tadeus Reichstein mendapatkan nobel dibidang Fisiologi–Pengobatan pada tahun 1950.

5. Masa penemuan nilai kesehatan vitamin
Hanya dalam waktu 1 dekade berikutnya setelah era vitamin keempat, perkembangan ilmu pengetahuan telah membawa vitamin kemasa berikutnya, yaitu masa kelima dari sejarah vitamin, dimana pada masa ini banyak ditemukan nilai kesehatan dari masing-masing jenis vitamin dan penemuan baru mengenai fungsi biokimia vitamin bagi tubuh.

Masa ini dimulai pada tahun 1955 ketika Rudolf Altschul menemukan bahwa niacin (vitamin B3) dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Peranan kesehatan ini terlepas dari efek defisiensi vitamin B3 itu sendiri maupun perannya sebagai koenzim dalam metabolisme tubuh.

Vitamin Bisa Turunkan Kemampuan Tubuh - BiriBisi


Mengkonsumsi berbagai suplemen vitamin ternyata bisa menyulitkan kita untuk berolahraga yang membutuhkan ketahanan tubuh panjang, seperti maraton. Begitulah hasil penelitian terbaru para ilmuwan Norwegia. Menurut mereka, vitamin C dan E harus digunakan dengan peringatan khusus. Sebab, kedua vitamin itu bisa membuntukan jalan otot yang merespon olahraga.

Dalam temuan yang dipublikasikan di The Journal of Physiology, tim dari Norwegian School of Sport, Oslo, ini meneliti 54 partisipan. Seluruh responden itu mendapatkan 1.000 miligram vitamin C dan 235 miligram vitamin E atau pil gula selama 11 pekan. "Selama itu, para responden berlatih empat kali sepekan," tulis situs BBC, Senin, 3 Februari 2014.

Hasilnya, tidak ada perbedaan performa para partisipan dalam tes Beep, berlari cepat dan semakin cepat antara dua titik yang berjarak 20 meter. Namun, contoh darah dan pengambilan jaringan menunjukkan ada perbedaan perkembangan didalam otot. Masing-masing sel otot terdiri dari banyak mitokondria berukuran sangat kecil yang berfungsi memberikan energi pada sel-sel otot.

"Mereka yang mengkonsumsi suplemen ternyata memproduksi lebih sedikit mitokondria untuk mengatasi kenaikan permintaan penempatan didalam otot," ujar Dr Goran Paulsen, salah seorang peneliti. "Penelitian menunjukkan vitamin C dan E menutup kenaikan atas ketahanan olahraga akibat protein mitokondria, yang sesungguhnya diperlukan untuk meningkatkan ketahanan otot."

Konsumsi Suplemen Tindakan Sia-sia - BiriBisi
Hasil studi St George Hospital menunjukkan, jutaan konsumen hanya membuang-buang uang untuk mengkonsumsi suplemen 

Jutaan orang diseluruh dunia setiap harinya mengkonsumsi suplemen dengan harapan memiliki tubuh yang lebih sehat. 

Namun, baru-baru ini kalangan peneliti mengungkap fakta yang sangat mengejutkan. Menurut kalangan ini, kegiatan mengkonsumsi suplemen sama sekali tak menguntungkan.

Setelah melakukan penelitian terhadap delapan ribu orang relawan, kalangan peneliti menemukan kenyataan, kesempatan orang yang menjadi obyek penelitian mereka untuk terkena penyakit jantung atau kanker ternyata tak berkurang. 

Selain itu, saat relawan ditanyakan mengenai ada tidaknya perubahan yang terjadi saat mereka mengkonsumsi suplemen, para relawan mengakui tidak mengalami perubahan apa pun.

Seperti dikutip dari laman Dailymail, hasil studi ini menunjukkan, jutaan konsumen hanya membuang-buang uang untuk konsumsi suplemen semacam ini. 

Menurut Catherine Collins dari St George's Hospital, kebanyakan orang memiliki keyakinan bahwa mengkonsumsi pil atau tablet suplemen  dapat memastikan diri mereka terhindar dari penyakit mematikan.

"Kenyataannya, mereka hanya buang-buang uang dengan iming-iming mampu memenuhi tingkat nutrisi tubuh. Namun hasil dari serangkaian studi dan penelitian, suplemen juga bisa membahayakan," katanya. 

Meskipun bukti vitamin membahayakan masih terbatas, hasil studi terbaru juga memastikan, kebanyakan orang diseluruh dunia mengkonsumsi vitamin yang sebenarnya tak dibutuhkan.

"Peran suplemen vitamin sebenarnya hanya untuk mencegah kekurangan vitamin," tambah Carrie Ruxton, Juru Biacara Rumah Sakit tersebut. 

"Tak ada dampak yang luar biasa, walaupun anda merasa telah mengkonsumsi berbagai suplemen tersebut setiap hari," tutupnya.

Jenis, Manfaat, Dan Sumber Vitamin - BiriBisi
Secara ringkas, vitamin dapat dikategorikan menjadi 2 jenis, yaitu jenis vitamin yang larut dalam air dan jenis vitamin yang larut dalam lemak. Hanya terdapat 2 vitamin yang larut dalam air, yaitu vitamin B dan vitamin C, sedangkan vitamin lainnya, yaitu vitamin A, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K bersifat larut dalam lemak.

Vitamin yang larut dalam lemak akan disimpan didalam jaringan adiposa (lemak) dan didalam hati. Vitamin ini kemudian akan dikeluarkan dan diedarkan keseluruh tubuh saat dibutuhkan. Beberapa jenis vitamin hanya dapat disimpan beberapa hari saja di dalam tubuh, sedangkan jenis vitamin lain dapat bertahan hingga 6 bulan lamanya di dalam tubuh.

Berbeda dengan vitamin yang larut dalam lemak, jenis vitamin larut dalam air hanya dapat disimpan dalam jumlah sedikit dan biasanya akan segera hilang bersama aliran makanan. Saat suatu bahan pangan dicerna oleh tubuh, vitamin yang terlepas akan masuk kedalam aliran darah dan beredar keseluruh bagian tubuh.

Apabila tidak dibutuhkan, vitamin ini akan segera dibuang tubuh bersama urin. Oleh karenanya, tubuh membutuhkan asupan vitamin yang larut dalam air secara terus-menerus.
Baca juga  Mengenal Jenis-Jenis Anti-oksidan - BiriBisi.

Vitamin A
Vitamin A, yang juga dikenal dengan nama retinol, merupakan vitamin yang berperan dalam pembentukkan indra penglihatan yang baik, terutama dimalam hari, dan sebagai salah satu komponen penyusun pigmen mata di retina.

Selain itu, vitamin ini juga berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan imunitas tubuh. Vitamin ini bersifat mudah rusak oleh paparan panas, cahaya matahari, dan udara. 

Vitamin A banyak ditemukan pada susu, ikan, sayur-sayuran (terutama yang berwarna hijau dan kuning), dan juga buah-buahan, terutama yang berwarna merah dan kuning, seperti cabai merah, wortel, pisang, dan pepaya.

Defisiensi vitamin A dapat menyebabkan rabun senja, katarak, infeksi saluran pernapasan, dan penurunan daya tahan tubuh. Kelebihan vitamin A di dalam tubuh dapat menyebabkan keracunan.

Penyakit yang dapat ditimbulkan antara lain pusing-pusing, kerontokan rambut, kulit kering bersisik, dan pingsan.

Selain itu, bila sudah dalam kondisi akut, hal ini dapat menyebabkan kerabunan, terhambatnya pertumbuhan tubuh, pembengkakan hati, dan iritasi kulit.

Vitamin B
Secara umum, jenis vitamin B berperan penting dalam metabolisme didalam tubuh, terutama dalam hal pelepasan energi saat beraktivitas. Hal ini terkait dengan peranannya didalam tubuh, yaitu sebagai senyawa koenzim yang dapat meningkatkan laju reaksi metabolisme tubuh terhadap berbagai jenis sumber energi.

Beberapa macam vitamin yang tergolong dalam jenis vitamin B ini juga berperan dalam pembentukan sel darah merah (eritrosit).

Sumber utama vitamin B berasal dari susu, gandum, ikan, dan sayur-sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

Vitamin B1
Vitamin B1, yang dikenal juga dengan nama tiamin, merupakan salah satu macam vitamin yang memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan membantu mengkonversi karbohidrat menjadi energi yang diperlukan tubuh untuk rutinitas sehari-hari.

Disamping itu, vitamin B1 juga membantu proses metabolisme protein dan lemak. Bila terjadi defisiensi vitamin B1, kulit akan mengalami berbagai gangguan, seperti kulit kering dan bersisik.

Tubuh juga dapat mengalami beri-beri, gangguan saluran pencernaan, jantung, dan sistem saraf. Untuk mencegah hal tersebut, kita perlu banyak mengonsumsi banyak gandum, nasi, daging, susu, telur, dan tanaman kacang-kacangan. Bahan makanan inilah yang telah terbukti mengandung vitamin B1.

Vitamin B2
Vitamin B2 (riboflavin) banyak berperan penting dalam metabolisme ditubuh manusia. Didalam tubuh, vitamin B2 berperan sebagai salah satu kompenen koenzim flavin mononukleotida (flavin mononucleotide, FMN) dan flavin adenine dinukleotida (adenine dinucleotide, FAD). 

Kedua enzim ini berperan penting dalam regenerasi energi bagi tubuh melalui proses respirasi. Vitamin ini juga berperan dalam pembentukan molekul steroid, sel darah merah, dan glikogen, serta menyokong pertumbuhan berbagai macam organ tubuh, seperti kulit, rambut, dan kuku.

Sumber vitamin B2 banyak ditemukan pada sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur, dan susu. Defisiensinya dapat menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh, kulit kering bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah, dan sariawan.

Vitamin B3
Vitamin B3 juga dikenal dengan istilah niasin. Vitamin ini berperan penting dalam metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan energi, metabolisme lemak, dan protein. Didalam tubuh, vitamin B3 memiliki peranan besar dalam menjaga kadar gula darah, tekanan darah tinggi, penyembuhan migrain, dan vertigo. 

Berbagai jenis senyawa racun dapat dinetralisir dengan bantuan vitamin ini. Vitamin B3 termasuk salah satu jenis vitamin yang ditemukan pada ragi dan pada makanan hewani, seperti hati, ginjal, daging unggas, dan ikan.

Akan tetapi, terdapat beberapa sumber pangan lainnya yang juga mengandung vitamin ini dalam kadar tinggi, antara lain gandum dan kentang manis. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan tubuh mengalami kekejangan, keram otot, gangguan sistem pencernaan, muntah-muntah, dan mual.

Vitamin B5
Vitamin B5 (asam pantotenat) banyak terlibat dalam reaksi enzimatik didalam tubuh. Hal ini menyebabkan vitamin B5 berperan besar dalam berbagai jenis metabolisme, seperti dalam reaksi pemecahan nutrisi makanan, terutama lemak.

Peranan lain vitamin ini adalah menjaga komunikasi yang baik antara sistem saraf pusat dan otak dan memproduksi senyawa asam lemak, sterol, neurotransmiter, dan hormon tubuh. Vitamin B5 dapat ditemukan dalam berbagai jenis variasi makanan hewani, mulai dari daging, susu, ginjal, dan hati, hingga makanan nabati, seperti sayuran hijau dan kacang hijau. Seperti halnya vitamin B1 dan B2, defisiensi vitamin B5 dapat menyebabkan kulit pecah-pecah dan bersisik. Selain itu, gangguan lain yang akan diderita adalah keram otot serta kesulitan tidur.

Vitamin B6
Vitamin B6, atau dikenal juga dengan istilah piridoksin, merupakan vitamin yang esensial bagi pertumbuhan tubuh. Vitamin ini berperan sebagai salah satu senyawa koenzim A yang digunakan tubuh untuk menghasilkan energi melalui jalur sintesis asam lemak, seperti spingolipid dan fosfolipid.

Selain itu, vitamin ini juga berperan dalam metabolisme nutrisi dan memproduksi antibodi sebagai mekanisme pertahanan tubuh terhadap antigen atau senyawa asing yang berbahaya bagi tubuh.

Vitamin ini merupakan salah satu jenis vitamin yang mudah didapatkan karena vitamin ini banyak terdapat didalam beras, jagung, kacang-kacangan, daging, dan ikan.

Kekurangan vitamin dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kulit pecah-pecah, keram otot, dan insomnia.

Vitamin B12
Vitamin B12 yang disebut juga dengan sebutan sianokobalamin merupakan jenis vitamin yang hanya khusus diproduksi oleh hewan dan tidak ditemukan pada tanaman. Oleh karena itu, vegetarian sering kali mengalami gangguan kesehatan tubuh akibat kekurangan vitamin ini.

Vitamin ini banyak berperan dalam metabolisme energi didalam tubuh. Vitamin B12 juga termasuk dalam salah satu jenis vitamin yang berperan dalam pemeliharaan kesehatan sel saraf, pembentukkan molekul DNA dan RNA, pembentukkan platelet darah.

Telur, hati, dan daging merupakan sumber makanan yang baik untuk memenuhi kebutuhan vitamin B12. Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan anemia (kekurangan darah), mudah lelah lesu, dan iritasi kulit.

Vitamin C
Vitamin C yang juga dikenal dengan asam askorbat banyak memberikan manfaat pada kesehatan tubuh kita. Didalam tubuh, vitamin C juga berperan sebagai senyawa pembentuk kolagen yang merupakan protein penting penyusun jaringan kulit, sendi, tulang, dan jaringan penyokong lainnya.

Vitamin C merupakan senyawa antioksidan alami yang dapat menangkal berbagai radikal bebas dari polusi disekitar lingkungan kita. Terkait dengan sifatnya yang mampu menangkal radikal bebas, vitamin C dapat membantu menurunkan laju mutasi dalam tubuh, sehingga resiko timbulnya berbagai penyakit degenaratif, seperti kanker, dapat diturunkan.

Selain itu, vitamin C berperan dalam menjaga bentuk dan struktur dari berbagai jaringan didalam tubuh, seperti otot. Vitamin ini juga berperan dalam penutupan luka saat terjadi pendarahan dan memberikan perlindungan lebih dari infeksi mikroorganisme patogen.

Melalui mekanisme inilah vitamin C berperan dalam menjaga kebugaran tubuh dan membantu mencegah berbagai jenis penyakit. Defisiensi vitamin C dapat menyebabkan gusi berdarah dan nyeri pada persendian. Sedangkan akumulasi vitamin C yang berlebihan didalam tubuh dapat menyebabkan batu ginjal, gangguan saluran pencernaan, dan rusaknya sel darah merah.

Vitamin D
Vitamin D juga merupakan salah satu jenis vitamin yang banyak ditemukan pada makanan hewani, antara lain pada ikan, telur, susu, serta produk olahannya, seperti keju. Bagian tubuh yang paling banyak dipengaruhi oleh vitamin ini adalah tulang. 

Vitamin D ini dapat membantu metabolisme kalsium dan mineralisasi tulang. Sel kulit akan segera memproduksi vitamin D saat terkena cahaya matahari (sinar ultraviolet). Bila kadar vitamin D rendah maka tubuh akan mengalami pertumbuhan kaki yang tidak normal, dimana betis kaki akan membentuk huruf O dan X.

Disamping itu, gigi akan mudah mengalami kerusakan dan otot pun akan mengalami kekejangan. Penyakit lainnya adalah osteomalasia, yaitu hilangnya unsur kalsium dan fosfor secara berlebihan didalam tulang. 

Penyakit ini sering ditemukan pada remaja, sedangkan pada manula, penyakit yang dapat ditimbulkan adalah osteoporosis, yaitu kerapuhan tulang akibatnya berkurangnya kepadatan tulang.

Kelebihan vitamin D dapat menyebabkan tubuh mengalami diare, berkurangnya berat badan, muntah-muntah, dan dehidrasi berlebihan.

Vitamin E


Struktur molekul vitamin E

Vitamin E berperan dalam menjaga kesehatan berbagai jaringan didalam tubuh, mulai dari jaringan kulit, mata, sel darah merah hingga hati. Selain itu, vitamin ini juga dapat melindungi paru-paru manusia dari polusi udara. Nilai kesehatan ini terkait dengan kerja vitamin E didalam tubuh sebagai senyawa antioksidan alami.

Vitamin E banyak ditemukan pada ikan, ayam, kuning telur, ragi, dan minyak tumbuh-tumbuhan. Walaupun hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit, namun kekurangan vitamin E dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang fatal bagi tubuh, antara lain kemandulan baik bagi pria maupun wanita. Selain itu, saraf dan otot akan mengalami gangguan yang berkepanjangan.

Vitamin K
Vitamin K berperan dalam pembentukan sistem peredaran darah yang baik dan penutupan luka. Defisiensi vitamin ini akan berakibat pada pendarahan didalam tubuh dan kesulitan pembekuan darah saat terjadi luka atau pendarahan.

Selain itu, vitamin K juga berperan sebagai kofaktor enzim untuk mengkatalis reaksi karboksilasi asam amino asam glutamat. Oleh karena itu, diperlukan banyak mengonsumsi susu, kuning telur, dan sayuran segar yang merupakan sumber vitamin K yang baik bagi pemenuhan kebutuhan didalam tubuh.


Tahun penemuan vitamin alami dan sumbernya
Tahun penemuanVitaminNama biokimiaDitemukan di
1909Vitamin ARetinolWortel
1912Vitamin B1TiaminSusu
1912Vitamin CAsam askorbatJeruk sitrun
1918Vitamin DKalsiferolKeju
1920Vitamin B2RiboflavinTelur
1922Vitamin ETokoferolMinyak mata bulir gandum,
1926Vitamin B12SianokobalaminTelur
1929Vitamin KFilokuinonaKuning telur
1931Vitamin B5Asam pantotenatSusu
1931Vitamin B7BiotinHati
1934Vitamin B6PiridoksinKacang
1936Vitamin B3NiasinRagi
1941Vitamin B9Asam folatHati

Senyawa-Senyawa Serupa Vitamin - BiriBisi
Selain vitamin, tubuh juga memproduksi senyawa lain yang juga berperan dalam kelancaran metabolisme didalamnya. Senyawa ini memiliki karakteristik dan aktivitas yang mirip dengan vitamin, sehingga seringkali disebut dengan istilah senyawa serupa vitamin.

Perbedaan utamanya dengan vitamin adalah senyawa ini diproduksi tubuh dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Beberapa senyawa ini pernah diklasifikasikan kedalam kelompok vitamin B kompleks, karena kemiripan fungsi dan sumber makanannya. Akan tetapi, secara umum peranan senyawa serupa vitamin ini tidaklah sepenting vitamin.

Berikut ini nama-nama senyawa tersebut:
1. Kolina
Kolina merupakan salah satu senyawa yang termasuk dalam golongan senyawa serupa vitamin. Senyawa ini dapat ditemukan disetiap sel mahluk hidup dan berperan dalam pengaturan sistem saraf yang baik dan beberapa metabolisme sel.

2. Mioinositol
Mioinositol (myoinositol) juga termasuk dalam golongan senyawa serupa vitamin yang larut dalam air. Peranannya dalam tubuh secara spesifik belum diketahui.

3. Asam para-aminobenzoat
Asam para-aminobenzoat (4-aminobenzoic acid, PABA) yang berperan sebagai senyawa antioksidan dan penyusun sel darah merah.

4. Karnitina
Karnitina merupakan senyawa lain yang berperan dalam sistem transportasi asam lemak dan pembentukkan otot tubuh.

Radikal Bebas - BiriBisi
Semua jenis kehidupan dibumi memerlukan energi untuk dapat bertahan hidup. Untuk menghasilkan energi ini, makhluk hidup memerlukan bantuan berbagai substansi, salah satunya adalah oksigen.

Oksigen terlibat secara langsung dalam metabolisme energi didalam tubuh. Sebagai produk sampingannya, oksigen dilepaskan dalam bentuk yang tidak stabil. Molekul inilah yang dikenal dengan nama radikal bebas (free radicals).

Oksigen yang tidak stabil memiliki elektron bebas yang tidak berpasangan, sehingga bersifat reaktif. Kereaktifan oksigen ini sangat berbahaya bagi tubuh, karena dapat mengoksidasi dan merusak DNA, protein, karbohidrat, asam lemak, dan membran sel didalam tubuh.

Sumber radikal bebas lainnya adalah asap rokok, polusi lingkungan, dan sinar ultraviolet.

Antioksidan Alami - BiriBisi
Tubuh memiliki beberapa mekanisme pertahanan terhadap senyawa radikal bebas untuk menetralkan efek negatifnya. Kebanyakan diantaranya adalah senyawa antioksidan alami, seperti enzim superoksida dismutase, katalase, dan glutation peroksidase.

Antioksidan adalah senyawa yang dapat mencegah terjadinya peristiwa oksidasi atau reaksi kimia lain yang melibatkan molekul oksigen (O2). Senyawa lain yang juga dapat berperan sebagai antioksidan adalah glutation, CoQ10, dan gugus tiol pada protein, serta vitamin.

Beberapa jenis vitamin telah terbukti memiliki aktivitas antioksidan yang cukup tinggi. Contoh vitamin yang berperan sebagai senyawa antioksidan didalam tubuh adalah vitamin C dan vitamin E.

Vitamin E dapat membantu melindungi tubuh dari oksidasi senyawa radikal bebas. Vitamin ini juga mampu bekerja dalam kondisi kadar senyawa radikal bebas yang tinggi, sehingga mampu dengan efisien dan efektif menekan reaksi perusakan jaringan didalam tubuh melalui proses oksidasi.

Disamping vitamin E, terdapat satu jenis vitamin lagi yang juga memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi, yaitu vitamin C. Vitamin ini berinteraksi dengan senyawa radikal bebas dibagian cairan sel. Selain itu, vitamin C juga dapat memulihkan kondisi tubuh akibat adanya reaksi oksidasi dari berbagai senyawa berbahaya.

Apabila kadar radikal bebas didalam tubuh menjadi sangat berlebih dan tidak lagi dapat diantisipasi oleh senyawa antioksidan, maka akan timbul berbagai penyakit kronis, seperti kanker, arterosklerosis, penyakit jantung, katarak, alzhemeir, dan rematik.

Bagi orang yang memiliki sejarah penyakit kronis tersebut dalam garis keturunannya, dianjurkan untuk mengkonsumsi banyak makanan yang mengandung vitamin C dan vitamin E sebagai sumber senyawa antioksidan. Selain itu, suplemen makanan juga dapat turut membantu mengatasi masalah tersebut.

Penuaan Tubuh - BiriBisi
Penuaan tubuh merupakan hasil akumulasi dari berbagai kerusakan sel dan jaringan yang tidak dapat diperbaiki. Pada keadaan normal, kerusakan pada sel dan jaringan tubuh dapat diperbaiki melalui proses replikasi sel tubuh yang juga dikenal dengan istilah mitosis.

Akan tetapi, pada berbagai kasus sel yang rusak tidak lagi dapat diperbaharui, melainkan terus terakumulasi. Hal inilah yang berpotensi menyebabkan penuaan pada tubuh. Senyawa radikal bebas merupakan salah satu agen yang berkontribusi besar dalam peristiwa ini.

Mitokondria merupakan salah satu organel sel yang paling rentan mengalami kerusakan oleh senyawa oksigen reaktif (radikal bebas). Hal ini terkait dengan banyaknya reaksi pelepasan oksigen bebas didalam organel ini yang merupakan pusat metabolisme energi tubuh.

Banyak penelitian telah membuktikan bahwa tingkat kerusakan mitokondria ini berhubungan langsung dengan proses penuaan tubuh atau panjangnya umur suatu makhluk hidup. Selain itu, kerusakan DNA akibat reaksi oksidasi oleh radikal bebas juga turut berperan besar dalam peristiwa ini.

Oleh karena itu, tubuh memerlukan suatu senyawa untuk menekan efek perusakan oleh radikal bebas.

Vitamin merupakan satu dari berbagai jenis senyawa yang dapat menghambat reaksi perusakan tubuh best bodybuilding supplements oleh senyawa radikal bebas terkait dengan aktivitas antioksidannya. 

Asupan vitamin antioksidan yang cukup akan membantu tubuh mengurangi efek penuaan oleh radikal bebas, terutama oleh oksigen bebas yang reaktif.

Selain itu, vitamin juga berkontribusi dalam menyokong sistem imun yang baik sehingga resiko terkena berbagai penyakit degeneratif dan penyakit lainnya dapat ditekan, terutama pada manula.

Jadi, secara tidak langsung, asupan vitamin yang cukup dan seimbang dapat menciptakan kondisi tubuh yang sehat dan berumur panjang. Namun dalam memberi asupan vitamin pada tubuh, usahakanlah mengambil dari sumbernya, bukan dari vitamin sintetis.
Baca juga Tanin - Senyawa Alami Dan Manfaatnya - BiriBisi.

Demikianlah uraian lengkap mengenai viatmin, senyawa alami dan manfaatnya yang bisa saya sampaikan kepada anda. Semoga bermanfaat. Amin!

Referensi:
Dari berbagai sumber

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: