IKLAN
Kontak Saya
300x250
Selamat Datang Di BiriBisi
Page Hits Counter

Jumat, 22 September 2017

Rematik - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi


Rematik - BiriBisi
Rematik (Encok) atau yang dalam dunia kedokteran disebut juga dengan rheumatoid arthritis adalah suatu peradangan kronis pada persendian yang disebabkan oleh terganggunya sistem kekebalan tubuh.
Gangguan itu sendiri bisa terjadi saat sistem kekebalan tubuh yang berfungsi sebagai pertahanan dari serbuan penyusup, seperti virus, bakteri, ataupun jamur salah menyerang sel dan jaringan tubuh sendiri. Baca juga Pilek - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi.

Sehingga mengakibatkan bertumpuknya cairan yang dianggap jahat (mukus) yang mengalir dari otak kepersendian tersebut dan struktur lain dalam tubuh. Karenanya, para ahli kedokteran memasukkan penyakit ini dalam kelompok penyakit pada persendian atau reumatologi.

Penyakit rematik atau yang dalam bahasa medisnya disebut rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit yang menimbulkan rasa ngilu dan nyeri akibat otot atau persendian yang mengalami peradangan dan pembengkakan.

Rematik itu suatu penyakit yang bisa berakibat pada mara bahaya, karena ketika telah mencapai tingkat kronisnya rematik bisa menjadi salah satu penyebab kelumpuhan pada anggota tubuh penderitanya.

Penyebab rematik sampai saat ini belum diketahui secara pasti, tetapi diduga diakibatkan oleh kombinasi berbagai macam faktor, termasuk diantaranya adalah kerentanan genetik, infeksi suatu virus atau terjadinya perubahan hormon.

Menurut sebuah riset seorang wanita lebih memungkinkan untuk terkena serangan penyakit rematik dibandingkan seorang laki-laki. Dan bagi wanita yang sudah terkena penyakit rematik, maka kehamilan dan menyusui bisa memperparah kondisinya.

Rematik memiliki tiga keluhan utama yaitu nyeri, kaku, dan lemah di bagian persendian dan alat gerak. Keluhan tersebut disertai dengan tiga tanda-tanda yaitu persendian bengkak, otot lemah dan gangguan otak.

Sebagian besar penderita rematik adalah orang yang telah berusia diatas 60 tahun. Dan jika usia sesorang telah melewati angka 50, maka seyogyanya jangan terlalu banyak melakukan aktivitas yang membebani anggota tubuhnya. Dan bagi penderita rematik yang bertubuh gemuk dan tambun sebaiknya segera menurunkan berat tubuhnya agar lututnya tidak menanggung beban yang terlalu berat.

Rematik merupakan gangguan kesehatan yang berkaitan dengan persendian. Dan kesehatan persendian yang sudah terganggu akan sulit untuk digerakkan, karena kondisi persendiannya menjadi kaku dan bengkak, sehingga keadaan ini akan membuat penderitanya merasa kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-harinya.

Penderita rematik jumlahnya tidak sedikit, dan dari jumlah tersebut didominasi oleh kalangan usia lanjut, sedangkan penderitanya dari kalangan usia muda itu amat jarang. Itu karena terjadinya penyakit rematik itu disebabkan oleh pengaruh dari gaya hidup yang dilakukan sejak muda dan juga disebabkan oleh penurunan fungsi persendian seiring bertambahnya usia seseorang. Kondisi yang menyebabkan terjadinya rematik itu bisa dikarenakan oleh banyak hal, karena itu sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan persendian sejak dini. Baca juga Demam Berdarah - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi.

Sebab-Sebab Rematik - BiriBisi
Perlu diketahui bahwa serangan rematik itu paling sering terjadi pada bagian kaki dan tangan, karena didaerah tersebut banyak sekali persendiannya. Dan apabila salah satu persendian atau seluruh persendian pada bagian tersebut mengalami serangan rematik, maka gerakannya tidak bisa leluasa lagi dan akan menjadi terhambat.

Banyaknya serangan rematik pada daerah persendian, baik yang berada ditangan ataupun yang berada dikaki itu bukan berarti ia hanya akan menyerang pada bagian persendian saja, sebab pada kenyataanya rematik itu bisa juga menyerang pada bagian lainnya disekitar persendian, seperti ligamen (jaringan ikat yang kuat yang mengikat tulang pada persendian), otot, dan tendon (jaringan ikat berwarna putih berbentuk tali atau pita yang merupakan ujung otot untuk melekat pada tulang atau struktur lain yang disebut juga dengan urat otot). Dan akibat dari serangan tersebut kondisi persendian dan lain-lain yang terkena serangan tersebut akan mengalami peradangan.

Penyebab terjadinya peradangan pada persendian itu sendiri adalah akibat lemahnya sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh yang lemah atau tidak berfungsi dengan baik itu tidak bisa melakukan penyerangan secara akurat untuk melindungi persendian dari virus, bakteri atau jamur yang menyusup, tetapi justru serangannya yang secara terus menerus itu mengenai persendian sendiri, karena sebuah kekeliruan, hingga menyebabkan seseorang terkena penyakit rematik.

Sistem kekebalan tubuh yang secara error terus menerus menyerang persendian sendiri lama kelamaan akan mengakibatkan persendian yang dierang tersebut akan mengalami peradangan. Dan jika sistem kekebalan tubuh masih tetap error dan terus berlanjut melakukan penyerangan, maka akan menyebabkan bagian lainnya disekitar persendian tersebut juga mengalami kerusakan. Karena itu  seyogyanya penyakit rematik ini jangan dianggap remeh, karena pada akhirnya bisa berdampak sangat fatal bagi si penderita.

Selain itu bisa juga terjadinya penyakit rematik itu disebabkan oleh faktor usia yang sudah mulai lanjut. Seperti yang telah disinggung diatas bahwa usia yang semakin bertambah tua akan menyebabkan mudah terserang oleh penyakit rematik. Karena itu penderita rematik kebanyakan terdiri dari kalangan usia 40 tahun keatas.

Sebab ketika usia seseorang semakin bertambah tua, maka kesehatan tubuhnya pun secara perlahan-lahan mulai menurun, karena pada saat menginjak usia tersebut sudah sangat mungkin akan adanya organ tubuh yang kinerjanya mengalami penurunan. Lihat juga Eksim - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi.

Tetapi meskipun serangan rematik itu lebih banyak terjadi terhadap orang yang usianya mulai lanjut, namun itu tidak berarti orang yang usianya lebih muda akan aman-aman saja dari teror rematik, karena faktor keturunan dan genetik juga merupakan salah satu penyebab terjadinya serangan rematik. Disamping faktor usia terjadinya serangan rematik juga lebih banyak menimpa pada kalangan wanita dibandingkan dari kalangan pria.

Dari penjelasan diatas bisa diketahui bahwa faktor penyebab terjadinya penyakit rematik itu ada berbagai macam, diantaranya adalah:
  • Faktor genetik. Memiliki orang tua atau saudara kandung yang menderita penyakit rematik juga merupakan peringatan akan adanya kemungkinan terjadinya teror rematik pada seseorang dikemudian hari, apabila dia tidak mau memperhatikan kesehatan persendiannya dengan baik dan secara berkesinambungan.
  • Faktor usia. Penderita penyakit rematik ini sekitar 90% adalah orang yang berusia di atas 60 tahun. Jika usia kita telah melewati 50 tahun, sebaiknya jangan terlalu banyak melakukan aktivitas yang membebani anggota badan. Seseorang yang usianya sudah mulai lanjut harus hati-hati dan waspada terhadap serangan penyakit rematik. Apabila gejala-gejalanya ada yang nampak, maka harus segera ditanggulangi, jangan meremehkan dan menganggap sepele terhadap gejala-gejala tersebut. Lakukan perenggangan pada daerah persendian secara rutin untuk memperlancar peredaran darah di daerah tersebut dan rutinlah melakukan olah raga ringan. Dan bagi penderita rematik yang berbadan gemuk sebaiknya segera menurunkan berat badannya agar beban lutut tidak terlalu berat.
  • Faktor perokok. Terjadinya teror rematik pada seseorang juga bisa diakibatkan oleh kebiasaan merokok, sebab merokok itu bisa menyebabkan berbagai macam penyakit, bukan hanya penyakit paru-paru saja, tetapi juga penyakit-penyakit lain termasuk penyakit yang menyerang persendian ini, yaitu rematik. Karena rokok itu memiliki racun yang bisa menyerang seluruh bagian tubuh.

Gejala Rematik- BiriBisi
Penyakit rematik atau rheumatoid arthritis (RA) ini mengakibatkan sendi-sendi yang terserang akan mengalami peradangan. Dan terjadinya penyakit rematik akan diketahui dengan timbulnya gejala-gejalanya. Tetapi gejala-gejala rematik itu tidak akan bisa diketahui secara cepat atau tiba-tiba, karena gejala-gejalanya itu akan timbul secara perlahan-lahan dan akan berkembang seiring dengan bertambahnya tingkat keparahan penyakit rematik tersebut.

Gejala-gejala penyakit rematik yang umum adalah:
  • Kekakuan pada persendian yang terjadi karena ulah sistem kekebalan tubuh yang terganggu yang justru menyerang pada persendian sendiri secara terus menerus, sehingga dampaknya membuat persendian menjadi kaku. Dan kakunya persendian tersebut akan membuat penderitanya sulit untuk melakukan aktivitasnya dengan anggota tubuhnya yang terserang, dan apabila rematik yang dideritanya itu semakin parah, maka kekakuan pada persendian akan semakin menjadi-jadi.
  • Pembengkakan pada persendian yang terserang. Pembengkakan pada penyakit rematik ini sama saja dengan pembengkakan pada penyakit radang persendian biasa ataupun penyakit asam urat.
  • Kemerah-merahan pada bagian permukaan kulit persendian yang membengkak yang akan terasa hangat apabila disentuh.
  • Sakit, ngilu atau nyeri pada bagian persendian yang mengalami peradangan. Rasa nyeri dan ngilu yang dirasakan itu bisa terjadi kapan saja, tetapi pada saat beristirahat dan saat udara lingkungan sangat dingin, seperti dipagi hari rasa nyeri dan ngilu itu akan menjadi-jadi. Karenanya pada saat itu sangat disarankan bagi penderitanya untuk memakai baju hangat, jaket atau mantel.

Penyaki rematik yang terus berkembang bisa menyebabkan kerusakan dan perubahan bentuk permanen pada persendian. Akibatnya pergerakan sendi mulai terbatas dan fungsi sendi bisa hilang sepenuhnya. Baca juga Gatal-Gatal - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi.

Selain pada sendi, penyakit rematik ini juga bisa menyebabkan gejala-gejala lain, seperti kelelahan, demam, nyeri otot dan nafsu makan yang berkurang. Dan rheumatoid arthritis ini juga bisa berkembang diluar persendian tubuh dan menyerang organ lain seperti mata, kulit, ginjal dan jantung.

Pengobatan Rematik - BiriBisi
Apabila gejala-gejala penyakit rematik yang telah disebutkan diatas tampak, maka segeralah diobati. Jangan dianggap remeh dan dibiarkan begitu saja, karena mengatasi penyakit rematik yang masih belum parah lebih mudah dari pada yang sudah parah, sebab untuk mengatasi penyakit rematik itu bisa memerlukan waktu sampai bertahun-tahun lamanya.

Pengobatan penyakit rematik ini harus dilakukan luar dan dalam, yaitu dengan menggunakan obat gosok atau param sebagai obat luarnya dan menggunakan obat minum atau ramuan jamu sebagai obat dalamnya.

Berikut ini resep-resep obat luar yang bisa di pilih:
1. Parutan jahe 2 sendok makan, spirtus 3 sendok makan. Keduanya dicapur, untuk menggosok bagian yang sakit, 3 kali sehari.



2. Daun kecubung wulung (hitam) 5 helai, dipipis halus dengan air secukupnya dan sedikit garam. Untuk menggosok atau mengurut bagian yang sakit.



3. Air jeruk nipis 1 sendok makan, Minyak jarak 1 sendok makan. Dicampur jadi satu. Untuk mengurut bagian yang sakit, dipakai secukupnya.



4. Daun kecubung wulung 4 helai, Daun kemangi 20 helai. Keduanya digiling halus, dicampur minyak kayu putih 1 sendok teh. Untuk mengurut bagian yang sakit dan dibalurkan sebagai paramnya.



Dan berikut ini resep-resep obat rematik untuk bagian dalam tubuh atau ramuan jamu untuk diminum yang bisa di pilih:
1. Sirup Lenguas.


Lengkuas (laos) segar 1 kg, diparut atau digiling, Gula aren 1 kg, diiris kecil-kecil atau dihaluskan. Kedua bahan tersebut dicampur jadi satu dan ditempatkan pada wadah semacam toples, kemudian ditutup rapat pakai kertas, ingat pakai kertas, jangan pakai plastik. Lalu didiamkan selama 7 hari 7 malam, setelah itu diaduk sampai merata, kemudian diperas untuk diambil cairannya. Sirup obat rematik ini di minum tiap hari sebelum sarapan pagi sebanyak 1 sendok makan. Lakukan pengobatan ini secara rutin tanpa henti sampai sembuh total. Oh iya, obat sirup ini harus disimpan dalam freezer (pembeku) agar tidak basi. Ingat difreezer, jangan dikulkas.

2. Lengkuas Dan Telur Ayam Kampung.


Caranya, 2 rimpang lengkuas sebesar ibu jari dan 1 butir telur ayam kampung. Parut lengkuas, peras. Campurkan kuning telur ayam kampung mentah dipecah, aduk-aduk sampai merata. Minum 1 kali sehari.

 3. Lengkuas, Merica (Lada Putih).




Caranya, 3 rimpang lengkuas, masing-masing sebesar ibu jari, diparut, ½ sendok teh merica bubuk, 1 potong gula Jawa (gula kelapa / gula aren), 2 gelas air santan kelapa. Rebus semua bahan hingga tersisa 1 gelas. Minum 3 kali sehari masing-masing 1 sendok makan. Lakukan ini setiap hari sampai rematik hilang.

5. Daun kumis kucing 1 genggam direbus dengan air sebanyak 4 gelas hingga tinggal setengahnya. Minum 1 gelas, 2 kali sehari.


6. Kulit masoyi bubuk 6 gram, Kulit sintok bubuk 4 gram, Jahe kering 6 gram, Daun kiurat segar 20 gram, Daun saga manis segar 15 gram. Semuanya direbus dengan air 3 gelas hingga mendidih. Untuk diminum dalam 1 hari.





Catatan
Kalau rheumatik atau encok membengkak, supaya dikompres dengan dengan handuk yang dicelup air panas dengan ditetesi minyak gandapura secukupnya.

Berusahalah supaya bisa keluar keringat, misalnya dengan melakukan gerak badan atau olah raga ringan.

Pantangan Rematik - BiriBisi
Agar penyakitnya tidak menjadi parah dan bisa cepat sembuh, maka penderita penyakit rematik sangat dianjurkan untuk menghindari makanan dan minuman beralkohol, kopi, daging merah, daging sapi, daging kambing, daging bebek, jeroan dan beberapa jenis ikan seperti ikan tuna, makarel, dan ikan sarden.

Makanan seafood seperti kepiting dan udang juga dianjurkan agar dihindari, begitu juga makanan yang manis dan makanan ringan dengan kadar gula fruktosa tinggi didalamnya, juga makananan dengan kandungan ragi didalamnya, seperti roti dan tapai atau peuyeum.

Pendek kata penderirita penyakit rematik itu harus merubah pola makan dan menu makanan sehari-harinya, karena sudah terbukti bahwa pola makan dan menu makanan sehari-harinya selama ini telah mengakibatkan penyakit ini. Lihat juga Demam - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi.

Demikianlah penjelasan mengenai rematik, sebab, gejala, dan pengobatannya yang bisa saya sampaikan kepada anda. Semoga bermanfaat. Amin!

Referensi:
Dari berbagai sumber

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: