IKLAN
Kontak Saya
300x250
Selamat Datang Di BiriBisi

Minggu, 17 September 2017

Demam - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi


Demam (Fever) - BiriBisi
Demam (naiknya suhu tubuh) adalah suatu gejala dari berbagai macam penyakit.
Ada demam yang naik-turun, ada demam yang terus-menerus, dan lain sebagainya. Biasanya seseorang, baik anak-anak ataupun orang dewasa pada saat mengalami demam, maka suhu tubuhnya akan meningkat hingga melebihi 37,2° celcius, apabila diukur dibagian ketiaknya. Baca juga Bisul - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya.

Demam merupakan bagian dari proses kekebalan tubuh yang sedang melawan infeksi akibat virus, bakteri, atau parasit. Demam juga bisa terjadi pada kondisi hipertiroidisme, artritis, atau karena penggunaan beberapa jenis obat-obatan, termasuk antibiotik. Kenaikan suhu tubuh akibat konsumsi obat ini disebut dengan istilah demam obat atau “drug fever”.

Suhu Rata-Rata Tubuh Manusia Normal - BiriBisi
Suhu tubuh manusia dapat berubah-ubah, suhu tubuh akan rendah saat pagi hari dan akan meningkat saat sore serta malam hari. Suhu rata-rata tubuh manusia normal berada dikisaran 35,5° - 37,0° celcius, namun beberapa hal dapat memengaruhinya, seperti aktivitas olahraga, siklus menstruasi, dan lain sebagainya.

Secara umum suhu tubuh manusia dapat diketahui melalui empat bagian tubuhnya, yaitu rektum (anus/dubur), mulut (oral), telinga (otik), dan ketiak (aksila). Berikut ini suhu rata-rata tubuh manusia normal bila diukur melalui empat bagian tubuh tersebut:
Suhu dubur normal 34,4° - 37,8°C
Suhu mulut normal 33,2° - 38,2°C.
Suhu telinga normal 35,4° - 37,8°C
Suhu ketiak normal 35,5° - 37,0°C

Namun sejatinya suhu tubuh normal itu bergantung pada banyak faktor, seperti jenis kelamin, usia, kegiatan, dan hal-hal lain. Karena itu, suhu tubuh yang tinggi dari seseorang belum tentu berarti dia sedang mengalami demam, seperti ketika dia sedang berolahraga, suhu tubuhnya memiliki kecenderungan untuk naik dari suhu dasarnya, tetapi akan tetap dianggap normal.

Sedangkan pada sebagian orang, bahkan rentang suhu normal yang sudah disebutkan diatas sudah dapat dianggap sebagai demam. Dengan demikian, untuk menentukan seseorang dianggap mengalami demam perlu adanya pencatatan suhu dasarnya terlebih dahulu.

Kategori Demam - BiriBisi
Demam dapat digolongkan kedalam berbagai kategori yang berbeda-beda sesuai dengan lama atau tingkat suhunya. Berikut ini beberapa kategori demam yang perlu anda ketahui:
  • Hiperpireksia, yaitu ketika suhu tubuh mencapai atau melebihi 41,5° c. Kasus ini sudah dianggap sebagai kasus darurat.
  • Demam kronis, yaitu apabila demam berlangsung secara terus-menerus selama lebih dari tiga hari.
  • Demam antara (intermitten), yaitu ketika suhu tubuh naik, kemudian turun ke tingkat normal kembali setelah 1 hingga 3 hari.
  • Remiten, yaitu demam yang selalu berulang secara berkala.
  • Demam Tetap, yaitu demam ringan yang tidak meningkat atau menurun lebih dari 1° celcius dalam waktu 24 jam.

Demam tingkat rendah, yaitu ketika suhu tubuh lebih tinggi dari suhu dasarnya hingga 38° celcius. Pada tingkatan ini, demam belum perlu diobati, karena masih dianggap sebagai upaya alami tubuh dalam menghalau virus atau bakteri yang sedang menyerangnya.

Demam tingkat tinggi, yaitu ketika suhu tubuh lebih tinggi dari 38° celcius, pada tingkatan ini, demam sudah dianggap perlu untuk diobati. Sedangkan demam yang mencapai 40° celcius atau lebih tinggi lagi yang disebut dengan istilah hiperpireksia  dianggap sebagai kondisi berbahaya (darurat) dan harus segera diberikan bantuan medis, karena demam diatas 40 derajat celcius ini beresiko menyebabkan gangguan fungsi otak dan kejang-kejang, terutama pada bayi, anak-anak, dan lanjut usia.

Sebab-Sebab Demam - BiriBisi
Timbulnya demam ini sebagai reaksi dari tubuh akibat terjadinya gangguan kesehatan yang disebabkan oleh bermacam-macam hal. Berikut ini hal-hal yang dapat menyebabkan timbulnya demam:
  • Nifas
  • Luka
  • Kehabisan tenaga
  • Encok
  • Bronchitis
  • Giigitan binatang berbisa
  • Masuk angin
  • Imunisasi, seperti setelah menerima vaksin pneumokokus atau vaksin TB (tuberkulosis)
  • Infeksi virus, bakteri, dan parasit, seperti sakit tenggorokan, keracunan makanan, meningitis, tifus, disentri, cacar air, dan infeksi saluran kemih
  • Gigitan nyamuk, seperti gigitan nyamuk penyebab demam berdarah, nyamuk malaria, dan nyamuk chikungunya
  • Obat-obatan, seperti antibiotik, antihipertensi, dan antidepresan.
  • Berdiri terlalu lama dibawah sinar matahari
  • Penyakit, seperti arthritis dan hipertiroidisme (kelenjar tiroid yang terlalu aktif)
  • Kanker, misalnya leukimia, kanker hati, dan kanker paru-paru

Gejala Dan Tanda-Tanda Demam - BiriBisi
Gejala yang umum dari demam adalah:
  • Merasa dingin (bukan karena cuaca)
  • Menggigil
  • Kulit terasa panas jika disentuh
  • Sakit kepala
  • Kehilangan selera makan
  • Dehidrasi
  • Depresi
  • Sulit konsentrasi
  • Kantuk
  • Berkeringat dingin

Perawatan Medis - BiriBisi
Seorang yang sedang mengalami demam akan memerlukan perawatan medis, apabila memiliki salah satu dari gejala-gejala berikut:
  • 1. Demam lebih dari 40 derajat dan tidak dapat diobati dengan obat yang beredar di pasaran
  • 2. Demam yang berlangsung selama lebih dari 48 sampai 72 jam
  • 3. Adanya penyakit serius, seperti masalah jantung, diabetes, atau cystic fibrosis
  • 4. Ruam atau memar
  • 5. Sakit tenggorokan, sakit kepala, atau batuk

Perwatan Dan Pengobatan Demam - BiriBisi
Selain minum obat, penderita demam juga perlu mendapatkan perawatan sebagai berikut, agar dia bisa beristirahat lebih nyaman selama demam. Simak juga Pilek - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi.

1. Mengkondunsi air minum
Sering minum air putih bisa membantu mengendalikan suhu tubuh agar tidak terlalu panas. Selain itu, sering minum air bisa membuang berbagai kuman, bakteri, dan racun dari dalam tubuh. Dengan begitu, sistem kekebalan tubuh dapat meningkat, sehingga tubuh akan mampu melawan virus dan bakteri penyebab demam.

2. Berpakaian dan berselimut dengan yang tidak terlalu tebal
Waktu tidak enak badan, insting seseorang mungkin langsung menyuruhnya untuk mengenakan baju hangat dan meringkuk dibalik selimut yang sangat tebal. Cara ini kurang tepat. Sebab memakai baju dan selimut yang sangat tebal mungkin justru akan memerangkap udara panas didalam tubuhnya, sehingga demam tidak kunjung turun.

Jadi sebaiknya memakai pakaian dan selimut yang tidak terlalu tebal dan yang mampu menyerap keringat. Jangan lupa atur suhu kamar supaya cukup nyaman, tidak terlalu dingin. Kalau menggigil, maka segera minum air hangat. Jangan cuma menyelimuti atau membungkus tubuh dengan kain.

Namun beberapa orang mempunyai alasan yang cukup logis dalam berselimut dengan kain yang sangat tebal sesaat setelah minum obat agar tubuhnya bisa berkeringat, setelah itu kemudian membuka selimutnya. Ini tentu baik, sebab dengan keluarnya keringat biasanya demam akan sedikit mereda.

3. Mandi air hangat
Demam dan panas tinggi mungkin bisa membuat anda berkeringat dingin. Karena itu, anda bisa mandi dengan air hangat atau air suam-suam kuku. Pastikan suhu airnya tak terlalu panas atau dingin. Selain itu, mandi air hangat juga bisa membantu meredakan nyeri otot ketika demam menyerang.

4. Lebih banyak tidur
Orang sakit harus banyak tidur. Sebab saat anda tidur, tubuh memproduksi sel-sel darah putih. Sel-sel darah putih tersebut sangat dibutuhkan oleh sistem kekebalan tubuh guna melawan virus atau bakteri penyebab demam.

Kalau anda tidak bisa tidur saat demam, maka redupkan lampu kamar dan coba tarik napas dalam-dalam, kemudian dilepaskan pelan-pelan, tujuannya agar supaya tubuh anda bisa lebih rileks, sehingga anda bisa tertidur dengan pulas.

5. Tidak perlu dipijat
Ketika demam, sebenarnya anda tidak perlu dipijat untuk meredakan nyeri otot. Menurut para ahli, dipijat ketika demam justru akan memberikan stimulasi berlebihan pada badan. Padahal badan anda sedang membutuhkan istirahat yang cukup supaya bisa melawan penyakit.

Dan juga sebenarnya obat demam yang anda minum, misalnya paracetamol, sudah mengandung pereda nyeri. Karenanya anda cukup beristirahat saja dan biarkan tubuh bekerja sendiri untuk mengatasi demam.

6. Kompres hangat
Kompres dingin jadi pilihan banyak orang untuk menurunkan demam, padahal cara ini kurang tepat. Kompres dingin justru akan membuat badan menggigil dan semakin panas. Pasalnya, suhu tubuh jadi panas supaya bisa menyerang bakteri atau virus penyebab penyakit. Bila dilawan dengan kompres dingin, tubuh melihat adanya ancaman sehingga otak akan semakin meningkatkan suhu tubuh.

Jadi kalau anda memang ingin dikompres saat tidak enak badan, maka pakai saja kompres hangat. Kompres hangat didahi lebih efektif untuk melancarkan peredaran darah dan mengurangi pusing atau sakit kepala.

Berikut ini cara kompres yang baik untuk menurunkan panas tubuh:
  • Pastikan suhu air yang digunakan untuk mengompres adalah 38° C Kemudian, rendam lap atau handuk didalam air panas tersebut.
  • Lepaskan pakaian penderita demam sebelum dikompres.
  • Letakkan handuk yang sudah direndam dengan air panas tersebut didahi, ketiak, dan lipatan paha. Pasalnya, pembuluh darah besar terdapat diketiak dan lipatan paha. Jadi, ketika anda mengompres dibagian tersebut, maka pembuluh darah akan mengirim sinyal untuk menurunkan panas keotak.
  • Setelah 10 menit, basahi kembali handuk dengan air panas.
  • Keringkan tubuh setelah dikompres dan kenakan pakaian yang tipis agar tidak berkeringat

Resep-Resep Obat Tradisional Pereda Demam - BiriBisi
Berikut ini beberapa pilihan resep obat tradisional pereda demam yang dapat dicoba. Dosis yang tercantum pada ramuan-ramuan berikut adalah dosis untuk orang dewasa. Apabila akan diberikan kepada anak-anak, maka bacalah Dosis Aman Untuk Anak-Anak dibagian akhir artikel ini, lalu sesuaikan dengan tingkatan usianya.

1. Resep Komplit.

Resep komplit ini sangat efektif untuk mengatasi demam dan memulihkan kondisi tubuh yang terasa meriang, tidak enak, lemah, lesu, mual, pusing, hilang nafsu makan, dll.
5 gram meniran,
5 gram pegagang,
5 gram daun kaca piring,
7 gram daun sambung legi,
3 gram daun tapak liman dan akarnya,
5 gram kayu manis,
5 gram babakan pule,
4 gram kulit kina,
6 gram jahe.

Direbus dengan air sebanyak 2 ½ gelas hingga mendidih, untuk diminum 3 kali dalam sehari.













Baca juga Demam Berdarah - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi.

2. Lempuyang Emprit (Zingiber Amaricans).

Lempuyang emprit memiliki kandungan senyawa sekuiterpenketon dalam minyak atsirinya, dan salah satu manfaat dari senyawa tersebut adalah untuk menurunkan panas, sehingga lempuyang sangat efektif untuk meredakan demam. Namun penggunaan lempuyang untuk pengobatan demam ini harus dengan dosis yang tepat, sehingga keefektifannya dapat dijamin.

Caranya, cuci bersih 10 gram lempuyang emprit, parut dan tambahkan ½ gelas air panas, aduk rata, dingin, peras, dan ambil sarinya, campur dengan 2 sendok makan madu (opsional), aduk rata. Minum 3 kali sehari.

3. Kunyit (Curcuma Domestica Val.).

Kunyit memiliki kandungan minyak atsiri, curcumin, turmeron dan zingiberen yang dapat bermanfaat sebagai antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi (anti-peradangan). Selain sebagai pereda demam, ramuan ini juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Caranya, cuci bersih 10 gram kunyit, parut dan tambahkan ½ gelas air panas, aduk rata, dinginkan, peras, tambahkan air perasan jeruk nipis sebanyak ½ sendok makan, campur 2 sendok makan madu (opsional), aduk rata, bagi menjadi 3 bagian. Minum 3 kali sehari.

4. Sambiloto (Andrographis Paniculata).

Seluruh bagian tanaman ini dapat digunakan. Sambiloto memiliki kandungan andrografolid lactones (zat pahit), diterpene, glucosides dan flavonoid yang dapat meredakan deman. Sebuah riset yang dilakukan pada tahun 1991 di Thailand membuktikan bahwa 6 gram sambiloto per hari sama efektifnya dengan penggunaan paracetamol.

Caranya, rebus 10 gram daun sambiloto kering, 25 gram kunyit kering (2,5 ibu jari), dan 200 cc air. Rebus hingga tersisa 100 cc, dinginkan saring, tambahkan madu secukupnya, aduk rata, bagi menjadi 3 bagian. Minun 3 kali sehari.

5. Pegagan (Centella Asiatica L.).

Tumbuhan yang dikenal juga dengan nama daun kaki kuda ini tumbuh merayap menutupi tanah. Daunnya berwarna hijau dan berbentuk seperti kipas ginjal. Tumbuhan ini memiliki kandungan triterpenoid, saponin, hydrocotyline, dan vellarine, karena itu tumbuhan ini bermanfaat untuk menurunkan panas demam, revitalisasi tubuh dan pembuluh darah serta mampu memperkuat struktur jaringan tubuh. Pegagan juga bersifat menyejukkan atau mendinginkan, menambah tenaga dan menambah selera makan.

Caranya, rebus 1 genggam daun pegagan segar dengan 2 gelas air hingga tertinggal 1 gelas, untuk diminum 3 kali sehari, pagi, sore, dan malam hari menjelang tidur.

6. Temulawak (Curcuma Xanthorhiza Roxb.).

Penampilan tumbuhan temulawak ini menyerupai temu putih, hanya warna bunga dan rimpangnya saja yang berbeda. Bunga temulawak berwarna putih kuning atau kuning muda, sedangkan temu putih berwarna putih dengan tepi merah. Rimpang temulawak berwarna jingga kecokelatan, sedangkan rimpang bagian dalam temu putih berwarna kuning muda.

Temulawak memiliki zat aktif germacrene, xanthorrhizol, alpha betha curcumena, dan lain-lain. Manfaatnya sebagai antiinflamasi (antiperandangan), antibiotik, serta meningkatkan produksi dan sekresi empedu. Temulawak sejak zaman dahulu sudah banyak digunakan sebagai obat penurun panas demam, merangsang nafsu makan, mengobati sakit kuning, diare, mag, perut kembung, pegal-pegal, dan lain-lain.

Caranya, cuci bersih 10 gram rimpang temulawak, parut dan tambahkan ½ gelas air panas, aduk rata, dinginkan, peras dan saring, campurkan 2 sendok makan madu atau gula aren, aduk rata. Untuk diminum 3 kali sehari, pagi ± setengah jam sebelum sarapan, sore, dan malam hari menjelang tidur. Lihat juga Eksim - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi.

7. Bawang Merah (Allium Cepa L.).


Bawang merah ini merupakan bumbu dapur yang hampir selalu digunakn dalam setiap masakan. Bawang merah memiliki kandungan minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, kaemferol, kuersetin, dan floroglusin.

Selain itu juga mengandung thiosulfinat, sulfida, sulfur oksida, carbohydrates, sugars, dietary fiber, fat, protein, water, thiamine, riboflavin, niacin, pantothenic, vitamin, folate, vitamin C, calcium, iron, magnesium, manganese, phosphorus, potassium, zinc, fluoride.

Caranya, kupas 5 butir bawang merah, parut kasar dan tambahkan minyak kelapa secukupnya, lalu balurkan keubun-ubun dan seluruh tubuh.

8. Daun Kembang Sepatu (Hibiscus Rosa Sinensis).

Selain daun kembang sepatu, anda juga dapat memanfaatkan daun kapuk atau daun sirih. Kembang sepatu mengandung flavonoida, saponin dan polifenol. Daun kapuk mengandung flavonoida, saponin dan tanin. Daun sirih mengandung flavonoida, saponin, polifenol, dan minyak atsiri.

Caranya, cuci bersih daun kembang sepatu, keringkan dengan lap bersih, lalu panaskan sebentar diatas api agar layu (lemas). Remas-remas, olesi dengan minyak kelapa, kemudian gunakan untuk mengompreskan perut dan kepala.

9. Meniran (Phyllanthus niruri L.).

Tinggi tanaman meniran ini pada umumnya sekitar 20 cm, tumbuhan liar, daunnya berbentuk bulat dan tergolong daun majemuk bersirip genap. Seluruh bagian tanaman ini dapat digunakan. Memiliki kandungan lignan, flavonoid, alkaloid, triterpenoid, tanin, vitamin C, dan lain-lain. Karena itu meniran bermanfaat untuk menurunkan panas dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Caranya: Rebus 1 genggam meniran segar dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Bagi menjadi 3 bagian, lalu diminum 3 kali sehari.

10. Air Kelapa (Cocos Nucifera Linn) Muda.

Kelapa mengandung glucose dan sacharose (5-7 %), sedikit zat putih telor, asam arang, enzyma, oxydase, dan katalase yang membikin gula, dan tanin, sehingga selain segar diminum disaat terik matahari, air kelapa muda juga dipercaya sebagai sumber cairan yang baik untuk hidrasi tubuh dan juga untuk penawar berbagai macam racun.

Ketika seseorang mengalami demam, tubuhnya akan lebih banyak mengeluarkan keringat. Untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang tersebut, anak-anak maupun orang dewasa yang sedang demam disarankan untuk meminum air kelapa muda. Saat tubuh terhidrasi, maka lama kelamaan panas tubuh akan turun dengan sendirinya hingga menjadi normal kembali.

11. Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia Swingk).

Seperti varian jeruk lainnya, jeruk nipis mengandung kadar vitamin C yang tinggi serta kandungan biokimia lain yang bermanfaat untuk tubuh manusia. Sari jeruk nipis mengandung air dan minyak volatil yang didalamnya terkandung nutrien, vitamin dan mineral.

Karena itu jeruk nipis sangat efektif untuk meredakan demam, namun agar manfaatnya bisa dirasakan secara cepat, maka perlu dikombinasikan dengan telur ayam kampung dan madu murni. Untuk menjadikan ketiga bahan alami ini menjadi obat tradisional penurun panas, kita harus meraciknya sesuai dengan dosis, sebagai berikut:
Siapkan ½ buah jeruk nipis, madu murni, dan 1 butir telur ayam kampung. Ambil bagian kuning telurnya saja. Kemudian masukkan perasan jeruk nipis kedalam gelas dan tuangkan ½ gelas air panas, lalu aduk.

Selanjutnya, masukkan kuning telur dan madu secukupnya. Madu digunakan untuk memberikan rasa manis pada ramuan, sehingga akan terasa enak dan lezat saat diminum. Anda bisa menyesuaikan takarannya sesuai selera. Aduk semua bahan didalam gelas dan minum sekaligus sampai habis.

12. Cuka Apel.

Cuka yang diekstrak dari buah apel ternyata bisa menurunkan panas tanpa perlu diminum. Anda hanya perlu memanfaatkannya sebagai bahan kompres pereda demam saja.

Caranya cukup mudah, cukup tuangkan 1 ½ cangkir cuka apel kedalam air panas untuk mandi. Selanjutnya, berendamlah didalam air campur cuka sari apel tersebut selama 10 – 20 menit. Suhu tubuh yang tinggi akan berangsur-angsur turun, apabila anda berendam dengan air cuka apel ini. Jika tubuh kembali panas, tak ada salahnya bila anda kembali berendam.

Perhatian…!
Demam juga ada yang berbahaya, yaitu saat timbulnya wabah polio. Sulit sekali untuk dapat membedakan antara demam biasa dan demam polio. Apabila ada anak yang terkena demam pada saat demikian, maka segeralah dibawa kerumah sakit.

Dosis Aman Untuk Anak-Anak - BiriBisi
Penggunaan tanaman obat dengan dosis yang tepat tidak akan menimbulkan efek samping dan tentu sangat aman. Berikut dosis yang direkomendasikan untuk anak-anak:


Demikianlah penjelasan mengenai demam, sebab, gejala, dan pengobstannya yang bisa saya utarakan kepada anda. Semoga bermanfaat. Amin!

Referensi:
Dari berbagai sumber

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: