IKLAN
Kontak Saya
300x250
Selamat Datang Di BiriBisi
Page Hits Counter

Jumat, 07 Juli 2017

Eugenol - Senyawa Alami Dan Manfaatnya - BiriBisi


Eugenol (Asam Eugenat / Asam Kariofilat) - BiriBisi

Eugenol merupakan cairan berwarna bening hingga kuning pucat,
dengan aroma khas yang menyegarkan dan pedas seperti bunga cengkeh kering, Saat ini eugenol banyak dibutuhkan oleh banyak industri (Kardinan, 2005).

Eugenol mempunyai rumus molekul C10H12O2  mengandung beberapa gugus fungsional yaitu alil (-CH2-CH=CH2), fenol (-OH) dan metoksi (-OCH3). Gugusan yang membentuk eugenol  memungkinkan senyawa ini dapat disintesis menjadi senyawa lain yang bernilai lebih tinggi seperti isoeugenol, eugenol asetat, isoeugenol asetat, benzil eugenol, benzil isoeugenol, metil  eugenol, eugenol metil eter, eugenol etil eter, isoeugenol metil eter, vanilin dan sebagainya (Bulan, 2004; Mustikarini, 2007).


Eugenol serta berbagai senyawa turunannya mempunyai peran yang strategis dalam berbagai industri, seperti industri farmasi, kosmetika, makanan dan minuman, rokok, pestisida nabati, perikanan, pertambangan, kemasan aktif dan industri kimia lainnya (Ogata et  al., 2000; Durville and Collet, 2001; Brechbill, 2005; Sumangat et al., 2005; Han, 2005; Stanfill et al., 2006; Wiratno, 2009; Pramod et al., 2010).


Eugenol merupakan suatu alkohol siklis monohidroksi atau fenol sehingga dapat bereaksi dengan basa kuat. Eugenol bersifat mudah menguap tidak berwarna atau berwarna agak kuning dan mempunyai rasa getir (Guenther, 1990).


Eugenol digunakan sebagai bahan baku parfum, pemberi flavor, dan dalam bidang pengobatan sebagai antiseptik dan anestesi. Eugenol juga digunakan pada pembuatan isoeugenol untuk memproduksi vanilin sintetis. 


Eugenol termasuk senyawa fenol, akan bereaksi dengan alkali hidroksida membentuk senyawa fenolat yang meningkat kelarutannya dalam air. Prinsip ini dipakai untuk memisahkan eugenol dari senyawa lainnya. Fenol adalah senyawa alkohol, dimana gugus alkilnya berupa aril atau sikloalkil. Struktur fenol adalah sebagai berikut: 


Senyawa turunan fenol lainnya yang terdapat pada bumbu dapur dan bisa dijumpai pada cengkeh, vanila dan lainnya adalah isoeugenol, eugenol, vanili dan timol. 


Eugenol (C10H12O2) merupakan turunan guaiakol yang mendapat tambahan rantai alil, dikenal dengan nama IUPAC 2-metoksi-4-(2-propenil)fenol. Ia dapat dikelompokkan dalam keluarga alilbenzena dari senyawa-senyawa fenol. 


Warnanya bening hingga kuning pucat, kental seperti minyak, ia dapat diekstrak dari minyak esensial tertentu terutama dari minyak cengkeh,  buah pala, kayu manis, kemangi, daun teluk, dan lain-lain. Eugenol sedikit larut dalam air, namun mudah larut dalam pelarut organik.


Aromanya menyegarkan dan pedas seperti bunga cengkeh kering, sehingga sering menjadi komponen untuk menyegarkan mulut. Nama eugenol sendiri berasal dari nama ilmiah untuk cengkeh, yaitu Eugenia aromaticum atau Eugenia caryophyllata.


Eugenol adalah senyawa yang bertanggung-jawab atas aroma cengkeh. Eugenol merupakan komponen utama dalam minyak esensial yang diekstrak dari cengkeh, total kandungannya bisa mencapai 72–90 %.


Nama Lain Eugenol - BiriBisi

Eugenol dikenal juga dengan nama IUPAC 2-metoksi-4-(2-propenil)fenol, 4-Alil-2-metoksifenol, 2-Metosi-4-(2-propenil)fenol, Asam eugenat, Asam kariofilat, 1-Alil-3-metoksi-4-hidroksibenzen, Alilguaiakol, 2-Metoksi-4-alilfenol, 4-Alilkatekol-2-metil eter, 2-metoksi-4-(2-propen-1-il)fenol.

Sifat-Sifat Eugenol - BiriBisi

Rumus molekul: C10H12O2
Berat molekul: 164,20 gr/mol
Densitas: 1,06 gr/cm3
Penampilan: Cairan berminyak warna kuning pucat
Titik leleh: −7,5 °C; 18,5 °F; 265,6 K
Titik didih: 254 °C; 489 °F; 527 K
Keasaman (pKa): 10,19 pada 25 °C
Titik nyala: 104 °C; 219 °F; 377 K

Kegunaan Eugenol - BiriBisi

Eugenol digunakan dalam industri minyak wangi (parfum), penyedap, minyak asiri *[1], dan industri farmasi, sebagai pencuci hama (antiseptik) dan pembiusan lokal (anastesi lokal). 

Eugenol juga mengjadi komponen utama dalam produksi rokok kretek (rokok yang bercengkeh) yang banyak diproduksi di Indonesia. Dalam industri, eugenol dapat digunakan dalam produksi isoeugenol untuk pembuatan vanillin, meskipun vanillin yang paling baik saat ini dihasilkan dari fenol dan lignin.


Campuran eugenol dengan seng oksida (ZnO) dipakai dalam kedokteran gigi untuk membentuk suatu bahan—yang dikenal sebagai seng oksida eugenol—yang memiliki aplikasi-aplikasi restoratif dan prostodontik dalam kedokteran gigi.


Eugenol dapat membasmi sel kanker kolon tertentu pada tubuh manusia melalui jalur in vitro.


Metil Eugenol - BiriBisi




Turunan Eugenol atau turunan metoksifenol dalam klasifikasi yang lebih luas dimanfatkan dalam minyak wangi dan penyedap juga. Metil eugenol digunakan dalam meracik atraktan serangga. Senyawa ini juga dapat digunakan untuk mereduksi adanya Listeria monocytogene dan Lactobacillus sakei pada makanan.


Ia juga digunakan dalam pembuatan penyetabil dan antioksidan untuk plastik dan karet. Upaya telah dibuat untuk mengembangkan eugenol derivatif untuk injeksi intra vena, seperti propanidid dan G.29.505. Yang diproduksi terakhir efek-sampingnya tak dapat diterima sekitar tempat injeksi pada banyak pasien.


Metil eugenol merupakan salah satu dari banyak senyawa yang dapat menarik pejantan dari berbagai spesies serangga, seperti lalat buah dan lebah, karena senyawa ini merupakan feromon*(2) seks yang dikeluarkan oleh betina. Senyawa ini juga biasa digunakan sebagai umpan untuk menarik dan mengumpulkan serangga tersebut untuk keperluan penelitian.


Selain itu, beberapa jenis bunga juga melepaskan metil eugenol keudara untuk memikat serangga agar mau menghampirinya untuk membantu penyerbukan. Turunan lainnya dipakai sebagai penyerap UV, analgesika, biosida, dan antiseptika.


Tanaman Sumber Eugenol

Beberapa tanaman dibawah ini menunjukkan adanya senyawa yang bernama “Eugenol” didalamnya. Tanaman tersebut adalah:
Cengkeh (Syzygium aromaticum), Kayu manis, Wormwood, Cinnamomum tamala, Buah pala (Myristica fragrans), Selasih (Ocimum basilicum), Kemangi Afrika (Ocimum gratissimum), Tulsi atau kemangi kudus (Ocimum tenuiflorum) atau, Ocimum sanctum, Balsem jeruk lemon, Jintan, Pimenta racemosa, Adas bintang Jepang, Vanila, Daun salam (Sizigium polianthum), Seledri (daun sup).

Efek Samping (Kontraindikasi) Eugenol

Overdosis eugenol menyebabkan gangguan yang disebabkan oleh darah seperti diare, nausea, ketidaksadaran, pusing, atau meningkatnya denyut jantung. Terdapat juga alergi yang disebabkan oleh eugenol.

Demikianlah uraian tentang eugenol dan manfaatnya yang bisa saya sampaikan kepada anda. Semoga bermanfaat. Amin!


*(1) Minyak yang mudah menguap pada temperatur yang relatif rendah

*(2) Aroma yang dikeluarkan oleh spesies binatang saat birahi, berfungsi untuk menarik pasangan saat musim kawin, seperti feromon yang dikeluarkan oleh kucing betina.

Referensi

Dari berbagai sumber.

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: