IKLAN
Kontak Saya
300x250
Selamat Datang Di BiriBisi
Page Hits Counter

Minggu, 23 Juli 2017

Mengenal Jenis-Jenis Anti-oksidan - BiriBisi


Nutrisi Dan Manfaatnya - BiriBisi
Anti-oksidan adalah nutrisi dalam makanan yang bermanfaat untuk melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas
(molekul reaktif dengan satu atau beberapa elektron tidak berpasangan yang bisa merusak membran sel, DNA, lemak, dan protein), dan mungkin berperan untuk mengatasi dan menangkal penyakit jantung, kanker, penuaan dini, kerentanan terhadap virus, dan kondisi lainnya seperti asma, masalah penglihatan, dan Alzheimer. Lihat juga Eugenol - Senyawa Alami Dan Manfaatnya - BiriBisi.

Faktor-faktor seperti polusi, paparan sinar matahari, stres, merokok, dan alkohol bisa semakin mempercepat pembentukan radikal bebas.

Jenis Anti-oksidan Paling Dikenal - BiriBisi
Ada banyak jenis zat anti-oksidan, namun yang paling dikenal terdapat dalam 2 kategori, yaitu flavonoid dan non flavonoid.

Anti-oksidan Flavonoid - BiriBisi
Flavonoid adalah anti-oksidan dibawah kelas polifenol, yaitu senyawa anti-oksidan yang terutama ditemukan dalam tumbuh-tumbuhan. Ia diketahui sebagai pigmen yang membentuk warna kuning, biru, ungu, atau merah pada daun, buah, umbi, dan bunga.

Terdapat lebih dari 4.000 flavonoid yang telah dikenal oleh manusia, tetapi dari semuanya itu bisa dibagi menjadi beberapa kelompok:

1. Antocianidin.
Kelompok anti-oksidan ini pada umumnya ditemukan dalam makanan yang berwarna merah dan biru, seperti buah berry, dan anggur. Kelompok jenis ini bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan pembuluh darah, sehingga pada akhirnya bisa mencegah penyakit stroke, darah tinggi, dan jantung.

2. Flavanol.
Jenis anti-oksidan ini bisa dipecah lagi menjadi tiga kelas, yaitu:
Katekin
Theaflavin
Proantocianidin

Antioksidan katekin dan theaflavin ditemukan dalam teh dalam kadar yang cukup banyak, namun tidak semua jenis teh mempunyai kandungan yang sama, karena teh hijau diketahui mengandung katekin yang cukup tinggi, sedangkan teh hitam lebih banyak kandungan theaflavinnya.

Salah satu senyawa flavanol, khususnya epikatekin telah terbukti bermanfaat meningkatkan aliran darah, dan mungkin juga baik bagi kesehatan jantung. Kakao, yang merupakan bahan utama untuk membuat dark chocolate diketahui mengandung epikatekin yang cukup tinggi. 

Sedangkan anti-oksidan proantocianidin ditemukan terkandung dalam kadar yang cukup banyak pada coklat, buah apel, berry, anggur dan anggur merah. Nutrisi ini bisa meningkatkan vitamin C dalam sel, serta bisa menghambat kerusakan kolagen, yaitu protein yang paling banyak terdapat dalam tubuh.

3. Flavanon.
Kelompok anti-oksidan ini banyak ditemukan pada buah jeruk dan lemon.

4. Flavonol.
Flavonoid jenis ini adalah jenis anti-oksidan yang paling banyak ditemukan. Dalam kelompok ini terdapat quercetin, yang banyak ditemukan dalam bawang, daun bawang, kale, brokoli, buah apel, dan teh. Anggur merah juga diketahui mengandung quercetin yang cukup tinggi.

5. Flavon.
Dibanding kelompok lain sumber dari kelompok anti-oksidan ini relatif lebih sedikit. Flavon terutama ditemukan pada kulit buah jeruk, juga pada makanan seperti peterseli, thyme, seledri dan cabai.

6. Isoflavon.
Kelompok anti-oksidan ini adalah kelompok anti-oksidan yang paling banyak terdapat dalam sumber makanan daripada antioksidan flavonoid lainnya. Kedelai mengandung genistein flavonoid, dan kacang-kacangan juga mengandung isoflavon.

Beberapa studi telah menemukan bahwa flavonoid dalam kedelai bisa mengurangi kadar kolesterol dalam darah, mencegah osteoporosis, dan bisa meringankan gejala menopause.

Kesehatan manusia sangat bergantung pada flavonoid sebagai antioksidan untuk mencegah kanker. Manfaat utama flavonoid adalah untuk melindungi struktur sel, membantu memaksimalkan manfaat vitamin C, mencegah keropos tulang, sebagai antibiotik dan anti-inflamasi (Winarsi 2007 dalam Sudirman 2011).

Flavonoid juga dapat berperan dalam pencegahan dan pengobatan penyakit umum lainnya, seperti periodontitis (infeksi pada gusi yang merusak jaringan lunak, menghancurkan tulang yang menyangga gigi, dapat menyababkan kerusakan gigi atau bahkan peningkatan resiko serangan jantung, stroke, dan masalah kesehatan serius lain),, wasir (ambeien), encok, rematik, diabetes melitus, katarak dan asma.

Antioksidan Non flavonoid - BiriBisi
Antioksidan non flavonoid bisa dipecah menjadi tiga kategori, yaitu vitamin, mineral dan pigmen atau warna pada tumbuhan.

Vitamin C dan E adalah vitamin utama yang bersifat antioksidan. Vitamin C banyak ditemukan dalam buah jeruk dan sayuran hijau seperti brokoli.

Vitamin E pada umumnya ditemukan dalam makanan yang mengandung lemak sehat, seperti kacang-kacangan, biji-bijian dan minyak, seperti minyak safflower, minyak jagung, dan juga minyak biji-bijian.

Selenium adalah mineral yang merupakan unsur dari antioksidan, yang ditemukan dalam daging, ikan, telur dan biji-bijian.

Ada tiga jenis utama dari warna tanaman yang mengandung antioksidan, yaitu karotenoid, betakaroten, dan likopen. Karotenoid adalah pigmen warna oranye yang ditemukan dalam makanan seperti labu, wortel dan ubi jalar. Beta karoten adalah prekursor vitamin A.

Lutein ditemukan dalam sayuran hijau tua seperti kale, brokoli, kiwi, dan bayam. Lutein dikenal sebagai nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan mata.

Likopen adalah pigmen yang memberikan warna merah yang ditemukan pada buah tomat, jeruk dan semangka.

Banyak penelitian telah dilakukan untuk mengetahui manfaat antioksidan bagi kesehatan, namun kebanyakan para ahli setuju (mufakat) bahwa nutrisi yang bersifat anti-oksidan harus diambil dari makanan yang dikonsumsi, bukan dari suplemen.

Demikianlah uraian tentang jenis-jenis anti-oksidan yang dapat saya sampaikan kepada anda. Semoga bermanfaat. Amin!

Referensi
Dari berbagai sumber.

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: