IKLAN
Kontak Saya
300x250
Selamat Datang Di BiriBisi
Page Hits Counter

Selasa, 09 Mei 2017

Wasir - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi


Penyakit Wasir (Ambeien) - BiriBisi
Wasir atau ambeien adalah kondisi patologis membengkak atau meradangnya Hemorrhoid,
struktur vaskular dalam saluran anus yang membantu kontrol buang air besar. Dalam kondisi fisiologisnya, bagian ini bertindak sebagai bantalan yang tersusun atas saluran arterio-vena dan jaringan ikat. Baca juga Kencing Nanah - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi.

Gejala patologis wasir bergantung pada jenisnya. Wasir internal biasanya timbul bersama perdarahan rektum tanpa rasa nyeri, sedangkan wasir eksternal dapat menunjukkan beberapa gejala atau jika terkena trombosis akan ada nyeri signifikan dan pembengkakan di area anus.

Banyak orang yang secara keliru menganggap semua gejala yang muncul di sekitar area anus dan rektum sebagai "wasir" dan bahwa penyebab serius gejala tersebut harus disingkirkan. Sementara penyebab wasir yang sesungguhnya belum diketahui, sejumlah faktor yang meningkatkan tekanan intra-abdomen, khususnya konstipasi, dipercaya mempunyai andil dalam perkembangan kondisi ini.

Perawatan awal untuk penyakit yang ringan hingga sedang meliputi peningkatan konsumsi serat, cairan oral untuk menjaga hidrasi, NSAID untuk membantu mengatasi nyeri, dan istirahat. Beberapa prosedur kecil dapat dilakukan jika gejalanya parah atau tidak membaik dengan penanganan konservatif. Pembedahan dibatasi hanya untuk pasien yang tidak membaik setelah berbagai tindakan tersebut dilakukan. Setengah dari seluruh populasi manusia didunia dapat mengalami wasir suatu saat di dalam hidupnya. Hasil akhirnya biasanya baik.

Penyebab Penyakit Wasir
Penyebab sesungguhnya dari wasir yang bergejala tidak diketahui dengan jelas. Sejumlah faktor dipercaya turut berperan termasuk: kebiasaan buang air besar yang tidak teratur (konstipasi atau diare), kurang olah raga, faktor nutrisi (diet rendah serat), peningkatan tekanan intra-abdomen (kembung berkepanjangan, ascitis, adanya massa intra-abdomen, atau kehamilan), genetik, tidak adanya katup di dalam pembuluh-pembuluh hemoroid, dan usia lanjut. Faktor lain yang diduga meningkatkan resikonya termasuk obesitas, duduk dalam jangka waktu lama, batuk kronik, dan gangguan fungsi dasar panggul. Namun, sangat sedikit bukti mengenai keterkaitan ini.

Selama kehamilan, tekanan dari fetus pada abdomen dan perubahan hormonal menyebabkan pembuluh hemoroid membesar. Proses melahirkan juga menyebabkan peningkatan tekanan intra-abdomen. Wanita hamil jarang memerlukan pembedahan, karena gejalanya biasanya hilang setelah melahirkan.

Patofisiologi
Bantalan hemoroid merupakan bagian normal anatomi manusia dan menjadi penyakit patologis hanya ketika bagian ini mengalami perubahan abnormal. Terdapat tiga bantalan utama dalam saluran anus normal. Biasanya bantalan ini terletak di posisi lateral kiri, anterior kanan, dan posterior kanan. Semuanya tidak tersusun atas arteri atau vena tetapi pembuluh darah yang disebut sinusoid, jaringan ikat, dan otot polos. Sinusoid tidak mempunyai jaringan otot di dindingnya, seperti yang ada pada vena. Kelompok pembuluh darah ini dikenal sebagai pleksus hemoroid.

Bantalan hemoroid penting untuk kontinensia. Bagian ini berperan dalam memberikan 15–20% tekanan penutupan anus saat istirahat dan melindungi otot sfingter ani selama pengeluaran kotoran. Ketika seseorang mengejan (ngeden), tekanan intra-abdomen meningkat, dan bantalan hemoroid membesar membantu mempertahankan agar anus tetap tertutup. Dipercaya bahwa gejala wasir terjadi ketika struktur vaskuler ini turun ke bawah atau ketika tekanan vena meningkat secara berlebihan. Peningkatan tekanan sfingter ani juga dapat berperan dalam gejala wasir. Ada dua jenis gejala wasir yang dapat timbul: internal dari pleksus hemoroid superior dan eksternal dari pleksus hemoroid inferior. Garis dentata membagi kedua daerah tersebut.

Gejala (Tanda) Penyakit Wasir
Wasir eksternal yang tampak di sekitar anus manusia
Wasir internal dan eksternal dapat muncul berbeda, namun banyak orang dapat mengalami keduanya.  Jarang dijumpai perdarahan yang signifikan hingga menyebabkan anemia, dan lebih jarang lagi perdarahan yang mengancam nyawa. Banyak orang merasa malu ketika menghadapi masalah ini dan biasanya baru mencari perawatan medis ketika kasusnya sudah lanjut. Baca juga Sipilis - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya.

Penyakit Wasir Internal
Wasir internal biasanya muncul tanpa nyeri, perdarahan dari rektum berwarna merah terang selama atau setelah buang air besar. Darahnya biasanya menutupi feses, kondisi yang dikenal sebagai hematokezia, ada pada kertas toilet, atau menetes ke dalam kloset. Fesesnya sendiri biasanya berwarna normal. Tanda lain di antaranya dapat berupa keluarnya lendir, massa disekitar anus jika lendir ini turun ke anus, gatal pada anus, dan inkontinensia feses. Wasir internal biasanya hanya terasa sakit jika terjadi trombosis atau nekrosis.

Wasir internal adalah jenis yang timbul di atas garis dentata. Jenis ini tertutup oleh epitel kolumnar yang tidak mempunyai reseptor nyeri. Jenis ini dikelompokkan pada tahun 1985 ke dalam empat tingkat berdasarkan derajat prolaps.

Tingkat I: Tanpa prolaps. Hanya penonjolan pembuluh darah.
Tingkat II: Prolaps ketika mengejan tetapi berkurang secara spontan.
Tingkat III: Prolaps ketika mengejan dan perlu didorong kembali secara manual.
Tingkat IV: Prolaps dan tidak dapat didorong kembali secara manual.

Penyakit Wasir Eksternal
Jika tidak terkena trombosis, wasir eksternal dapat menyebabkan beberapa masalah. Namun, jika terkena trombosis, wasir dapat sangat menyakitkan. Namun, nyeri ini biasanya hilang dalam 2 – 3 hari. Sedangkan pembengkakannya memerlukan beberapa minggu untuk hilang. Dapat tersisa suatu akrokordon setelah sembuh. Jika wasir besar dan menimbulkan masalah higiene, kondisi ini dapat menimbulkan iritasi pada kulit di sekelilingnya dan gatal di sekitar anus.

Wasir eksternal adalah jenis yang timbul di bawah dentata atau garis pektinatus. Wasir ini terliputi di dekatnya oleh anoderma dan disisi jauhnya oleh kulit, keduanya sensitif terhadap nyeri dan suhu.

Diagnosis Penyakit Wasir
Penyakit wasir biasanya didiagnosis melalui pemeriksaan fisik. Pemeriksaan visual pada anus dan area sekitarnya dapat mendiagnosis wasir eksternal atau prolaps. Colok dubur dapat dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya tumor rektal, polip, pembesaran prostat, atau adanya abses. Pemeriksaan ini mungkin tidak dapat dilakukan tanpa sedasi yang sesuai karena nyeri yang timbul, walaupun kebanyakan wasir internal tidak menyebabkan nyeri. Konfirmasi visual wasir internal mungkin perlu dilakukan dengan anoskopi, suatu alat berbentuk tabung berlubang yang dilengkapi lampu pada satu sisinya. Terdapat dua jenis wasir: eksternal dan internal. Kedua jenis ini dibedakan atas posisinya relatif terhadap garis dentata. Beberapa orang tertentu dapat menunjukkan versi simtomatis keduanya. Jika disertai nyeri, kondisinya lebih menyerupai fisura ani atau wasir eksternal dan bukan wasir internal.

Diagnosis Banding
Banyak masalah anorektal, termasuk fisura, fistula, abses, kanker kolorektal, varises rektal dan gatal-gatal mempunyai gejala serupa dan dapat secara keliru dianggap wasir. Perdarahan melalui rektum juga dapat terjadi karena kanker kolorektal, kolitis termasuk penyakit radang usus, penyakit divertikular, dan angiodisplasia. Jika ada anemia, penyebab potensial lainnya harus dipertimbangkan.

Kondisi lain yang menyebabkan terjadinya massa pada anus termasuk: akrokordon, kutil pada anus, prolaps rektum, polip, dan pembesaran papilla anus. Varises anorektal akibat peningkatan hipertensi portal (tekanan darah dalam sistem vena portal) dapat timbul menyerupai wasir tetapi merupakan kondisi yang berbeda.

Pencegahan Penyakit Wasir (Ambeien)
Disarankan sejumlah langkah pencegahan termasuk menghindari mengejan (ngeden) ketika buang air besar, menghindari konstipasi dan diare dengan mengonsumsi makanan serat tinggi dan meminum banyak cairan atau meminum suplemen serat, dan cukup berolahraga. Disarankan juga untuk mengurangi waktu yang digunakan untuk mencoba buang air besar, menghindari membaca ketika di toilet, juga menurunkan berat badan bagi orang yang kelebihan berat badan dan menghindari mengangkat beban berat.

Pengobatan Penyakit Wasir (Ambeien) Dengan Resep Obat Tradisional.
Pengobatan penyakit wasir bisa dilakukan secara medis dan bisa juga dilakukan secara tradisional. Dan bagi anda yang ingin melakukan pengobatan secara tradisional, maka berikut ini saya sajikan untuk anda sekaligus beberapa resep obat tradisional untuk penyakit wasir (ambeien), sehingga anda bisa memilih resep mana yang paling mudah untuk anda dapatkan disekitar anda:

Untuk Obat Luar:
1. Tembakau.
Tembakau yang baik sebesar kemiri, di rendam dalam air bersih selama 1 menit, lalu disumbatkan kedalam lubang dubur tiap2 malam ketika akan tidur.
Baca juga Asma - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya.



2. Bawang merah.
Bawang merah 3 butir, digiling halus dengan dibubuhi belerang 1 sendok teh, lalu diremas dengan minyak kelapa 1,5 sendok makan. Lumaskan disekitar bagian dubur yang sakit. 2 kali sehari secukupnya. Baca juuga 





3. Bawang Putih.
Ambil beberapa siung bawang putih, kupas dan haluskan. Oleskan ramuan ini pada sekitar anus. Lakukan secara rutin setiap hari sampai sembuh.



Untuk Obat Minum:
4. Lempuyang.
Lempuyang 2 jari, diparut, diberi air masak ½ gelas dan sedikit garam, peras,saring. Minum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas.




5. Tapak Kuda.
Daun tapak kuda 10 helai, Batang tapak kuda 8 jari, Akar 10 jari, Bunga tapak kuda 10 kuntum. Rebus semuanya dengan air sebanyak 4 gelas hingga tersisa setengahnnya, saring. Minum 2 kali sehari, masing-masing 2 gelas



6. Patikan kebo.
Daun Patikan kebo (kerbau) ⅓ genggam, Daun patikan cina ⅓ genggam, Kunyit 2 jari. Semua ditumbuk. Rebus dengan air sebanyak 4 gelas hingga tersisa setengahnya, saring, tambahka gula enau (aren) secukupnya. Minum 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas.






7. Daun sirsak.
Daun sirsak sangat baik bagi kesehatan tubuh karena kandungan yang dimilikinya ini dapat menghilangkan bengkak pada anus atau ambeien. Cara dari pengobatan ini adalah ambil 10 lembar daun sirsak yang utuh dan tidak terlalu tua, lalu cuci sampai bersih. Rebus dengan air sebanyak 1 gelas hingga mendidih, saring. Minum 2 kali sehari, pagi sebelum sarapan dan sore hari, masing-masing 1 gelas.



8. Kulit Manggis.
Kulit buah manggis juga dapat digunakan sebagai obat alami untuk penyakit wasir (ambeien). Cara pengolahannya sama seperti pengolahan daun sirsak, yaitu ambil kulit manggis yang masih segar (tidak busuk), dicuci dan dipotong kecil-kecil. Rebus dengan air sebanyak 2 gelas hingga mendidih, angkat, saring. Minum 2 kali sehari, pagi ± ½ jam sebelum sarapan dan sore hari, masing-masing 1 gelas. Lakukan pengobatan ini secara rutin dan teratur hingga wasir sembuh.



9. Akar Jeruk Nipis.
Ambillah 3 jari akar jeruk nipis, cuci sampai bersih, potong kecil-kecil. Rebus dengan air sebanyak 2 gelas hingga tersisa 1 gelas, angkat, saring, dinginkan. Minum 1 kali sehari setiap pagi ± ½ jam sebelum sarapan, sebanyak 1 gelas.



10. Daun Jambu Biji.
Daun jambu biji juga bisa untuk mengobati wasir (ambeien). Caranya cukup mudah, ambil pucuk daun jambu biji secukupnya, lalu ditumbuk bersama dengan sebuah pisang batu (gedang klutuk) yang sudah matang. Minum 1 kali sehari.



11. Pegagan.
Tanaman pegagan atau sering disebut juga sebagai kaki kuda, merupakan tanaman rumput liar yang biasa tumbuh di kebun dan pekarangan rumah. Meski begitu, ini merupakan tanaman berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit. Termasuk mengobati ambeien. Satu genggam tanaman pegagan beserta akarnya dicuci bersih. Rebus dengan 2 gelas air selama 5 menit. Setelah dingin, airnya disaring dan air rebusan tersebut diminum 2 kali sehari, sebanyak 1 gelas setiap kali minum.




12. Daun Komfrey.
Ambil daun komfrey secukupnya, dicuci sampai bersih, lalu dicampur garam, remas-remas secukupnya. Konsumsi secara rutin dan teratur sebagai lalapan, cukup 1 kali saja sehari. Bila tak suka dengan lalapan, maka bisa direbus dengan air swbanyak 1 gelas hingga mendidih, angkat, saring. Minum habis 1 kali sehari. Lakukan pengobatan ini secara rutin dan teratur sampai penyakit wasirnya sembuh.



13. Daun Sosor Bebek.
Sosor bebek merupakan salah satu tanaman hias yang bermanfaat untuk mengobati ambeien. Ambil 50 lembar daun sosor bebek, cuci bersih lalu dikeringkan. Setelah benar-benar kering, lalu ditumbuk hingga halus. Ambil bubuk daun sosor bebek sebanyak 1 sendok makan, lalu seduh dengan ¾ gelas air panas, aduk. Minum selagi masih hangat. Lakukan pengobatan ini 3 kali sehari sampai sembuh. Agar rasanya lebih enak, bisa menambahkan 1 sendok makan madu ke dalam air seduhan.
Baca juga Masuk Angin - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya.




14. Adas.
Adas merupakan tanaman yang tumbuh di daerah pegunungan atau tempat berudara sejuk. Dengan dikombinasikan bahan-bahan lainnya, adas dapat dipergunakan untuk mengobati penyakit wasir (ambeien). Caranya, 3 sendok teh adas, 10 cm pulasari, 5 pucuk daun jambu biji. Semua bahan dicuci bersih dan dimemarkan. Rebus dengan air sebqnyak 2 gelas hingga tersisa 1 gelas. Minum 2 kali sehari, pagi ± jam sebelum sarapan dan malam menjelang tidur, masing-masing 1 gelas. Lakukan pengobatan ini hingga wasir hilang.




15. Daun Wungu.
Daun wungu atau biasa disebut handeuleum oleh orang Sunda, tercatat sebagai obat tradisional untuk mengobati bisul. Tapi bisa juga digunakan untuk mengobati wasir (ambeien). Caranya, rebus 15 lembar daun wungu, 1 ruas jari kunyit dan sedikit gula aren. Rebus dengan air sebanyak 4 hingga tersisa 2 gelas, angkat, saring. Minum 2 kali sehari, pagi ± ½ jam sebelum sarapan da sore hari, masing-masing 1 gelas.



16. Daun Iler (Miana).
Daun iler mirip dengan daun wungu, dan ternyata keduanya sama-sama berkhasiat untuk mengobati wasir (ambeien). Caranya, sediakan 17 helai daun iler, 7 helai daun handeuleum (wungu/ungu), dan ½ cangkir daun pegagan/antanan gede. Semua bahan dicuci bersih kemudian dihaluskan dan tambahkan ½ gelas air, aduk rata, saring. Minum 1 kali sehari, pagi ± ½ jam sebelum sarapan.



17. Daun Binahong.
Selain tanaman-tanaman yang telah disebutkan diatas, daun binahong juga bisa dipergunakan untuk mengobati wasir (ambeien). Caranya, siapkan daun binahong sebanyak 16 Lembar, bersihkan dan rebus dengan air sebanyak 2 gelas hingga tersisa ± 1 gelas, angkat, saring, minum 1 kali sehari. Lakukan pengobatan ini secara rutin dan teratur setiap hari sampai penyakit wasir sembuh.


18. Akar Bursera simaruba 
20 gr akar simaruba, 20 gr daun patikan cina, 50 gr daun sembung, dan 10 gr klembak. Semua bahan dicuci bersih dan direbus dalam 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Minum 3 kali sehari, pagi ± ½ jam sebelum makan, sore, dan malam hari sebelum tidur, masing-masing sebanyak 1 gelas.




19. Lidah Buaya.
½ batang lidah buaya ukuran sedang dan 2 sendok makan madu. Duri-duri lidah buaya dibuang lalu batangnya dicuci dan diparut. Hasil parutan dicampur dengan setengah cangkir air masak, peras, saring, lalu campurkan madu. Minum habis 3 kali sehari, pagi ½ jam sebelum sarapan, sore, dan malam hari sebelum tidur.


20. Pepaya Jantan (Gandul Lanang).
½ buah pepaya gantung, 2 lembar daun pepaya muda, dan daun jambu mete secukupnya. Semua bahan direbus hingga empuk. Makan sebagai lalapan tanpa sambal setiap hari. Untuk menghilangkan rasa pahit, sewaktu merebus langsung dicampur dengan daun jambu mete.
Baca juga Katarak - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya.



Demikianlah penjelasan mengenai seputar penyakit wasir (ambeien) dan pengobatannya yang bisa saya sajikan untuk anda. Semoga bermanfaat. Amin!

Referensi:
Dari berbagai sumber.

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: