IKLAN
Kontak Saya
300x250
Selamat Datang Di BiriBisi
Page Hits Counter

Kamis, 04 Mei 2017

Katarak - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi


Katarak - BiriBisi
Katarak adalah suatu keadaan dimana lensa tidak bisa menerima cahaya dari luar, lensa kristalina yang normalnya jernih.
Biasanya terjadi akibat penuaan tapi dapat timbul pada saat kelahiran (katarak kongital). (Brunner dan Suddarth: KMB vol 3). Baca juga Malaria - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi.

Katarak adalah setiap keadan kekeruhan lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa, atau akibat kedua-duanya. (Fakultas Kedokteran UI: 2001)

Katarak adalah keburaman atau kekeruhan lensa. Lensa normalnya transfaran dan dilalui cahaya melalui retina. Saat kekeruhan, terjadi kerusakan penglihatan (Barbara Engram 2000: 490).

Katarak adalah setiap kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa. Denaturasi protein lensa atau akibat kedua‑duanya yang disebabkan oleh berbagai keadaan (Sidarta. 1, 2004 )

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa katarak adalah suatu kekeruhan lensa akibat hidrasi cairan lensa atau denaturasi protein,sehingga menimbulkan kekeruhan pada lensa tanpa nyeri yang berangsur-angsur kabur dan akhirnya tidak dapat menerima cahaya.

Anatomi Fisiologi Mata
Pengertian mata



Mata (indera penglihatan) adalah salah satu indera manusia yang sangat penting. Mata berfungsi sebagai indera penglihatan yang menerima rangsangan berkas-berkas cahaya pada retina dengan perantara serabut-serabut nervus optikus, menghantarkan rangsangan ini ke pusat penglihatan pada otak untuk di tafsirkan(Syarifudin. B. Ac, 2001:186)

Bagian-Bagian Mata



1. Alis
Dua potong kulit tebal yang melengkung ditumbuhi oleh bulu yang berfungsi sebagai pelindung mata dari sinar matahari yang sangat terik sebagai alat kecantikan.

2. Kelopak mata
Terdiri dari dua bagian, yaitu kelopak mata atas dan kelopak mata bawah. Fungsinya adalah pelindung mata sewaktu‑waktu kalau ada gangguan pada mata (menutup dan membuka mata).

3. Lensa
Adalah sebuah transparan bikonvek (cembung depan belakang) yang terdiri dari beberapa lapisan lensa terletak persis di belakang iris, membrane yang dikenal sebagai ligamentum suspensoriun terdapat di depan maupun di belakang lensa tersebut yang berfungsi untuk mengaitkan lensa pada badan siliad. Apabila ligamentum suspensorium mengendor, maka lensa mengerut dan menebal, sebaliknya apabila ligament menegang, maka lensa menjadi gepeng. Mengendornya lensa dikembalikan oleh kontraksi otot siliari.

Fungsi utama lensa adalah memfokuskan cahaya yang datang dari jauh otot‑otot siliaris relaksasi, menegangkan serat zonula. dan memperkecil diameter Artero Posterior lensa sampai ukurannya yang terkecil sehingga berkas cahaya parallel akan terfokus ke retina (Pearce. E. C, 1999: 317‑318).

4. Sklera
Adalah lapisan fibrous yang elastis yang merupakan bagian penting dari bola mata dan membentuk bagian putih mata. Bagian depan sklera tertutup kantung konjungtiva, sklera melindungi struktur mata yang sangat halus serta membantu mempertahankan bentuk biji mata.

5. Koroid
Adalah selaput yang tipis dan lembab merupakan bagian belakang Tunika Vaskulosa fungsinya memberikan nutrisi pada Tunika. Korodi atau lapisan tengah berisi pembuluh darah yang merupakan ranting‑ranting arteria oftalmika, cabang dari arteria karotis interna.

6. Retina
Adalah lapisan saraf pada mata yang terdiri dari sejumlah lapisan serabut yaitu sel-sel saraf, batang-batang dan kerucut. Retina merupakan jaringan sangat halus yang menghantarkan impuls saraf dari luar menuju diskus optik yang merupakan titik dimana saraf optik meninggalkan biji mata.

7. Kornea
Merupakan bagian depan yang transparan dan bersambung dengan sklera yang putih dan tidak tembus cahaya. Kornea terdiri atas beberapa lapisan. Lapisan tepi adalah Epitelium berlapis yang bersambung dengan konjungtiva.

8. Iris
Adalah tirai berwarna di depan lensa yang bersambung dengan selaput khorid. Iris berisi dua kelompok serabut otot tak sadar atau otot polos. Kelompok yang satu mengecilkan ukuran pupil. Sementara kelompok lain melebarkan ukuran pupil itu. Fungsi dari iris adalah untuk mengatur cahaya yang masuk ke dalam mata.

9. Bilik posterior
Terletak diantara iris dan lensa baik bilik artedor maupun bilik pasterior diisi dengan Aqueus Humor.

10. Bilik Arterior
Terletak diantara kornea dan iris.

11. Pupil
Merupakan bintik tengah yang berwarna hitam yang merupakan celah dalam iris.

12. Aqueus Humor
Cairan ini berasal dari Badan Siliari dan diserap kembali kedalam aliran darah pada sudut antara iris dan kornea melalui vena halus yang dikenal sebagai saluran schlemm.

13. Korpus Siliaris
Merupakan lapisan yang tebal terbentang mulai dari Ora Serata sampai ke iris.

14. Iterus Humor
Daerah sebelah belakang biji mata mulai dari lensa hingga retina, diisi dengan cairan penuh albumen berwarna keputih‑putihan seperti agar‑agar, yaitu humor vitreus. Humor vitreas berfungsi untuk memberi bentuk dan kekokohan pada mata serta mempertahankan hubungan antara retina dengan selaput khoroid dan slderotik. (Pearce. E. C, 2002).

Saraf‑Saraf Mata



Saraf-saraf pada mata yaitu:
a. Nervus Optikus
Sifatnya sensoris mensarafi bola mata membawa rangsangan penglihatan ke otak.

b. Nervus Okulomotoris
Sifatnya motoris mensarafi otot‑otot orbital (otot penggerak bola mata).

c. Nervus Troklearis
Sifatnya motoris dan mensarafi otot‑otot orbital. Fungsi dari Nervus Troklearis yaitu sebagai saraf pemutar mata.

d. Nervus Optalmikus
Sifatnya sensorik mensarafi kulit kepala bagian depan kelopak mata atas, selaput lendir kelopak mata dan bola mata.

e. Nervus Abdusen
Sifatnya motoris fungsinya sebagai saraf penggoyang sisi mata. (Syaifuddin, B, Ac, 2001). Baca juga Kencing Nanah - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi.

Patofisiologi
Lensa yang normal adalah struktur posterior iris yang jernih, transparan berbentuk seperti kancing baju, mempunyai kekuatan refraksi yang besar. Lensa mengandung tiga komponen anatomis. Pada zona sentral terdapat nuclus dan posterior. Dengan bertambahnya usia, nucleus mengalami perubahan warna menjadi coklat kekuningan.

Disekitar opasitas terdapat densitas seperti duri dianterior dan posterior nucleus. Opasitas pada kapsul posterior merupakan bentuk katarak yang paling bermakna nampak seperti kristal salju pada jendela.

Perubahan fisik dan kimia dalam lensa mengakibatkan hilangnya transparasi. Perubahan pada serabut halus multiple ( zonula ) yang memanjang dari badan silier kesekitar daerah diluar lensa misalnya dapat menyebabkan penglihatan mengalami distorsi.

Perubahan kimia dalam perubahan lensa dapat menyebabkan koagulasi, sehingga mengaburkan pandangan dengan menghambat jalanya cahaya ke retina. Salah satu teori menyebutkan terputusnya protein lensa normal terjadi  disertai influks air kedalam lensa. Proses ini mematahkan serabut lensa yang tegang dan mengganggu lensa transmisi sinar. Teori lain mengatakan bahwa suatu enzim mempunyai peran dalam melindungi lensa dari degenerasi, jumlah enzim akan menurun dengan bertambahnya usia.

Katarak biasanya terjdi bilateral, namun mempunyai kecepatan yang berbeda, dapat disebabkan oleh kejadian trauma maupun sistemis, seperti diabetes dan hipertensi. Namun sebenarnya katarak merupakan konsekuensi dari proses penuaan yang normal. (Brunner & Suddarth,2002).

Klasifikasi Penyakit Katarak
A. Katarak Kongenital
Katarak kongenital merupakan kekeruhan lesan yang didapat sejak lahir dan terjadi akibat gangguan perkembangan embrio intra uterin, letak kekeruhan sangat tergantung pada saat terjadinya gangguan metabolisme serat lensa. Terlihat segera setelah bayi lahir sampai berusia satu tahun. Katarak ini terjadi karena gangguan metabolisme jaringan lensa pada saat bayi masih di dalam kandungan dan gangguan metabolisme oksigen.

Katarak kongenital merupakan katarak perkembangan sehingga sel‑sel atau serat lensa masih muda dan berkonsistensi cair. Untuk mengetahui penyebab katarak congenital diperlukan pemeriksaan riwayat prenatal infeksi ibu seperti rubella pada kehamilan trimoster pertama dan pemakaian obat selama kehamilan. (Sidarta I, 2004).

Bentuk‑bentuk katarak kongenital yang dikenal adalah:
1. Katarak Polar (Piramidalis) Anterior
Katarak polar atau piramidalis anterior terjadi akibat gangguan perkembangan lensa pada saat mulai terbentuknya plakoda lensa. Pada saat ini apabila ibu dengan kehamilan kurang dari 3 bulan terdapat infeksi virus, maka amnionnya akan mengandung virus.

Gambaran klinis yang akan terjadi ialah adanya keluhan ibu karena anaknya mempunyai leukokoria. Pada pemeriksaan objektifakan terlihat kekeruhan pada kornea dan terdapatnya jaringan fibrosis di dalam bilik mata depan yang menghubungkan kekeruhan kornea dengan lensa terletak di polus didalam bilik mata depan. Kekeruhan lensa pada katarak polar anterior ini tidak progresif.

Pengobatan dilakukan bila kekeruhan mengakibatkan tidak terlihatnya fundus okuli pada pemeriksaan funsus bayi tersebut. Tindakan bedah yang dilakukan adalah disisio lentis atau suatu ekstraksi linier.

2. Katarak Polar (Piramidalis) posterior
Katarak ini terjadi akibat arteri hialoid yang menetap (persisten) pada saat tidak dibutuhkan lagi oleh lensa untuk metabolismenya.

Ibu bayi akan melihat adanya leukokoria pada mata tersebut. Pada pemeriksaan akan terlihat kekeruhan didataran belakang lensa. Bila dilakukan pemeriksaan funduskopi akan terlihat serat sisa arteri hialoid yang menghubungkan lensa bagian belakang dengan pail saraf optik. Adanya arteri Iiialoid yang menetap ini dapat dilihat dengan pemeriksaan ultrasonografi.

Bila fundus okuli masih terlihat, maka tidak perlu tindakan bedah pada katarak polar posterior ini. Bila fundus okuli tidak tampak, maka dilakukan tindakan bedah iridektomi optik atau bila mungkin dilakukan lensektomi. Ekstraksi linier ataupun disisio lentis merupakan kontra indikasi karena akan terjadi tarikan arteri hialoid dengan papil yang dapat mengakibatkan ablasi retina.

3. Katarak Lamelar / Zonular
Bila pada permulaan perkembangan serat lensa normal dan kemudian terjadi gangguan perkembangan serat, maka akan terlihat kekeruhan serat lensa pada suatu zona serat di dalam lensa. Biasanya perkembangan serta lensa selanjutnya normal kembali sehingga nyata terlihat adanya gangguan perkembangan lensa tersebut.

Katarak lamellar ini bersifat herediter yang diturunkan secara dominan dan biasanya bilateral. Tindakan pengobatan atau pembedahan dilakukan bila fundus okuli tidak tampak pada pemeriksaan funduskopi.

4. Katarak Sentral
Katarak sentral merupakan katarak halus yang terlihat ada bagian nukleus. Katarak ini terdapat pada 80% orang normal dan tidak mengganggu tajam penglihatan.

Tindakan pengobatan pada katarak sentral adalah operasi. Operasi dapat dilakukan pada usia 2 bulan atau lebih atau bila telah dapat dilakukan pembiusan. Tindakan bedah adalah disisio lensa.

B. Katarak Juvenil
Katarak Juvenil adalah katarak yang terdapat pada orang muda yang mulai terbentuk pada usia kurang dari 9 tahun dan lebih dari 3 bulan. Katarak juvenil merupakan kelanjutan dari katarak kongenital, trauma tindakan bedah yang dilakukan adalah ekstraksi linier.

C. Katarak Senil
Katarak senile biasanya mulai timbul pada usia di atas 40 tahun. Pada katarak senile akan terjadi degenerasi lensa secara perlahan‑lahan, tajam penglihatan akan menurun, secara beranggsur‑angsur. Katarak senila merupakan katarak yang terjadi akibat terjadinya degenerasi serat lensa karena proses penuaan. Penyebabnya sampai sekarang tidak diketahui secara pasti.

Katarak senile dapat dibagi dalam 4 stadium yaitu:
1. Stadium Insipien
Dimana dimulai timbul katarak akibat proses degenerasi. Kekeruhan yang tidak teratur pasien akan mengeluh gangguan penglihatan seperti melihat ganda dengan satu matanya, tajam pengelihatan ganda dengan satu matanya, tajam pengelihatan pasien belum terganggu.
2. Stadium Imatur
Dimana pada stadium ini lensa yang degeneratif mulai menyerap cairan mata ke dalam lensa sehingga lensa menjadi cembung. Pada stadium ini terjadi pembengkakan lensa yang sebagai katarak intumesen. Akibat lensa yang bengkak iris terdorong ke depan.
3. Stadium Matur
Merupakan proses degenerasi lanjut lensa. Pada stadium ini terjadi kekeruhan seluruh lensa. Tekanan cairan di dalam lensa sudah dalam mata sehingga ukuran lensa akan menjadi normal.
4. Stadium Hipermatur
Dimana pada stadium ini terjadi proses degenerasi lanjut lensa dan korteks lensa dapat mencair sehingga nukleus lensa tenggelam di dalam korteks lensa.

D. Katarak Komplikata
Katarak komplikata terjadi akibat gangguan keseimbangan susunan sel lensa oleh faktor fisik atau kimiawi, sehingga terjadi gangguan kejernihan lensa. Katarak koplikata dapat terjadi akibat kelainan sistematik yang akan mengenai kedua mata:

1. Katarak akibat kelainan sistematik
Penyakit sistematik akan mengenai kedua mata, seperti:

  • Diabetes melitus, akan menyebabkan katarak pada kedua mata dengan bentuk yang khusus seperti terdapatnya tebaran kapas atau salju di dalam bahan lensa. Kekeruhan lensa dapat berjalan progresif sehingga terjadi gangguan penglihatan yang berat. Katarak diabetes merupakan katarak yang dapat terjadi pada oramg muda akibat terjadinya gangguan keseimbangan cairan di dalam badan kaca atau tubuh secara akut.
  • Hipoparatirodisme, akan menyebabkan kekeruhan pada lensa dengan bentuk katarak kortikal posterior pada kedua mata, katarak ini terjadi akibat gangguan fungsi paratiroid, berjalan progresif lambat dan mengenai seluruh lensa. Kekeruhan akibat hipoparatiroid ini dapat di cegah dengan hormone paratiroid dan kalsium.


2. Katarak akibat kelainan lokal.
Uneitis, akan menimbulkan katarak kortikal posterior dan katarak pada tempat terjadinya senekia anterior.

Glukoma, dimana pada keadaan tekanan bola mata sangat tinggi, maka akan terjadi gangguan permiabilitas kapsul lensa sehingga tetjadi kekeruhan lensa berupa titik‑titik yang tersebar dibawah kapsul anterior atau terjadi katarak pungtataa disiminata subkapsular anterior yan disebut sebagai katarak Vogt.

E. Katarak Sekunder
Pada tindakan bedah lensa dimana terjadi radang yang terakhir dengan terbentuknya jaringan fibrosis sisa lensa yang tertinggal maka keadaan ini disebut sebagai katarak sekunder. Tindakan bedah lensa yang dapat menimbulkan katarak sekunder ada sisas disisio lentis, ekstraksi linier dan ekstraksi lensa ekstra kapsulara, pada sekunder yang menghambat masuknya sinar kedalam bola mata atau mengakibatkan turunnya tajam pengelihatan, maka dilakukan disisio lentis sekunder (kapsulotomi) pada katarak sekunder tersebut.

F. Katarak Traumatik
Kekeruhan lensa dapat terjadi akibat trauma tumpul atau trauma tajam yang menembus kapsul anterior. Tindakan bedah pada katarak traumatik dilakukan setelah mata tentang akibat trauma tersebut. Bila pecahnya kapsul mengakibatkan gejala radang berat, (Sidarta 1, 2004). Baca juga Sipilis - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya.

Penyebab Penyakit Katarak
Katarak berkembang karena berbagai sebab, seperti kontak dalam waktu lama dengan cahaya ultra violet, radiasi, efek sekunder dari penyakit seperti diabetes dan hipertensi, usia lanjut, atau trauma (dapat terjadi lebih awal) dan biasanya akibat denaturasi dari lensa protein. Faktor-faktor genetik sering menjadi penyebab katarak kongenital dan sejarah keluarga yang positif juga mungkin berperan dalam predisposisi seseorang untuk katarak pada usia lebih dini, fenomena "antisipasi" dalam katarak pra-senilis.

Katarak juga dapat diakibatkan oleh cedera pada mata atau trauma fisik. Sebuah studi menunjukan katarak berkembang di antara pilot-pilot pesawat komersial tiga kali lebih besar daripada orang-orang dengan pekerjaan selain pilot. Hal ini diduga disebabkan oleh radiasi berlebihan yang berasal dari luar angkasa. Katarak juga biasanya sering terjadi pada orang yang terkena radiasi inframerah, seperti para tukang (meniup)kaca yang menderita "sindrom Pengelupasan". Eksposur terhadap radiasi gelombang mikro juga dapat menyebabkan katarak. Kondisi atopik atau alergi yang juga dikenal untuk mempercepat perkembangan katarak, terutama pada anak-anak.

Katarak dapat terjadi hanya sebagian atau penuh seluruhnya, stasioner atau progresif, keras atau lembut.

Beberapa obat dapat menginduksi perkembangan katarak, seperti kortikosteron dan Seroquel.

Gejala Penyakit Katarak
Penderita katarak akan mengalami pengelihatan yang buram, ketajaman pengelihatan berkurang, sensitivitas kontras juga hilang, sehingga kontur, warna bayangan dan visi kurang jelas karena cahaya tersebar oleh katarak ke mata. Tes sensitivitas kontras harus dilakukan dan jika kekurangan sensitivitas kontras terlihat makan dianjurkan untuk konsultasi dengan spesialis mata.

Di dunia berkembang, khususnya di kelompok berisiko tinggi seperti penderita diabetes, disarankan untuk mencari konsultasi medis jika 'halo' yang terjadi disekitar lampu jalan di malam hari, terutama jika fenomena ini tampak hanya dengan satu mata.

Gejala-gejala katarak sangat mirip dengan gejala citrosis mata.

Penderita Katarak Dunia Dan Indonesia
Katarak merupakan masalah penglihatan yang serius, karena katarak dapat mengakibatkan kebutaan. Menurut WHO pada tahun 2008 katarak merupakan penyebab kebutaan yang paling utama didunia sebesar 48 % dari seluruh kebutaan yang ada didunia. Di Indonesia sendiri berdasarkan survei kesehatan indera 2004-2005, katarak juga penyebab kebutaan paling utama yaitu sebesar 52 %. (Depkes RI, 2008)

Kebutaan merupakan bencana nasional, Sebab kebutaan menyebabkan kualitas sumber daya manusia rendah. Hal ini berdampak pada kehilangan produktifitas serta membutuhkan biaya untuk rehabilitasi dan pendidikan orang buta. Berdasarkan survei nasional tahun 2008, angka kebutaan di Indonesia mencapai 40 %. Angka ini menempatkan Indonesia pada urutan pertama dalam masalah kebutaan di Asia dan nomor dua didunia.(http:www.depkes.go.id/index.php?option=news&task=viewarticle&sid).

Masalah kebutaan di Indonesia yang sudah mencapai 40 % tidak hanya menjadi masalah kesehatan, namun sudah menjadi masalah sosial, swasta dan partisipasi aktif dari masyarakat. Tanggal 18 februari 2008 WHO mencanangkan komitmen global vision 2020: the Right to Sight, yaitu gangguan penglihatan dan kebutaan yang sebenarnya dapat dicegah melalui rehabilitasi. Pencanangan itu berarti pemberian hak bagi setiap penduduk didunia termasuk Indonesia untuk mendapatkan penglihatan yang optimal pada 2020. (http:www.depkes.go.id/index.php?option=new7task=viewarticle&sid)

Pengobatan Penyakit Katarak 
Pengobatan penyakit katarak bisa dilakukan secara medis ataupun secara tradisional menggunakan obat-obatan alami. Jika dilakukan secara medis, maka cara yang biasa ditempuh dalam pengobatannya adalah dengan melakukan operasi pengangkatan lensa mata yang keruh dan diganti dengan lensa mata buatan. Cara terbaru yang ditemukan adalah dengan menggunakan sinar laser.

Namun, tentu kedua cara tersebut membutuhkan biaya yang mahal, sebanding dengan waktunya yang cepat. Tapi tenang untuk anda yang mengalami kendala dalam biaya, anda bisa mencoba pengobatan alternatif penyakit katarak dengan menggunakan bahan alami yang dipercaya mampu menyembuhkan katarak.

Berikut ini saya sajikan untuk anda resep-resep obat tradisional alami untuk penyakit katarak. Anda bisa memilih resep mana yang paling anda minati dan bisa anda dapatkan dengan mudah disekitar anda:

1. Genjer / Sawah Lettuce (Limnocharis flava).



Genjer adalah salah satu jenis sayuran yang sangat banyak terdapat di Indonesia. Sayuran ini mempunyai kandungan vitamin A yang cukup tinggi, yaitu ± 3800 IU per 100 gram-nya, masih sangat jauh sih bila dibandingkan dengan vitamin A yang terdapat dalam wortel.

Seperti yang telah diketahui bahwa vitamin A ini sangat diperlukan oleh mata untuk menjaga kesehatan dan ketajamannya. Namun disamping itu didalam genjer juga terdapat kandungan zat flavonoid yang bersifat antioksidan dan mampu melindungi mata dari paparan sinar UV yang merupakan salah satu penyebab katarak dan sekaligus mampu mengobatinya dari katarak.

Untuk keperluan ini, anda hanya perlu mengkonsumsi genjer secara rutin dan teratur saja, tidak masalah bila mau dikonsumsi sebagai tumisan, dibuat rujak pecel, ataupun dijadikan lalapan. Terserah.

2. Wortel (Daucus Carota).



Wortel merupakan sayuran yang hanya tumbuh didataran tinggi yang berudara sejuk. Tetapi walau begitu, wortel ini sangat mudah didapatkan dipasar-pasar yang berada didataran rendah, baik pasar tradisional ataupun pasar swalayan, karena penggunaan wortel oleh masyarakat di Indonesia sangat tinggi, terutama banyak digunakan sebagai campuran sayur sop dan kue.

Wortel mengandung vitamin A yang sangat tinggi, yaitu untuk wortel seberat 100 gram terdapat kandungan Vitamin A sebanyak 16.706 IU atau 57% dari kebutuhan gizi harian. Sehingga mengkonsumsi wortel secara rutin dan teratur sangat dianjurkan bagi penderita penyakit katarak.

Manfaat vitamin A adalah:
Merawat mata. Vitamin A memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan indera penglihatan manusia. Vitamin A bekerja dengan cara menyalurkan objek yang ditangkap oleh retina ke otak menjadi suatu gambar. Senyawa yang berperan disini adalah retinol.
Mencegah kanker. Vitamin A dalam wortel dapat menekan pertumbuhan DNA yang memicu pertumbuhan sel kanker.
Antioksidan. Bekerja sebagai antioksidan yang dikenal dengan beta-karoten. Fungsi senyawa ini adalah menangkal radikal bebas yang berasal dari oksidasi tubuh ataupun polusi kendaraan.

Untuk memperoleh manfaat wortel bagi pencegahan dan pengobatan katarak, anda bisa membuatnya menjadi jus, kemudian minum habis sekaligus sebanyak 1 gelas. Sebetulnya bisa juga wortel ini dikonsumsi secara langsun tanpa perlu dijus lagi, tetapi yang paling praktis, ya dibuat jus dulu.

3. Daun Sirih (Piper Betle)



Daun sirih merupakan tanaman asli indenoseia yang hidup merambat. Daun ini banyak ditanam oleh masyarakat dipekarangan atau dihalaman rumah. Hampir semua orang mengenalnya.

Ada berbagai macam jenis daun sirih, tetapi kebanyakan orang hanya mengenalnya dari warnanya saja, yaitu daun sirih hijau dan daun sirih merah.

Khasiat daun sirih sudah lama dikenal oleh bangsa Indonesia yang merupakan negara tropis dari zaman nenek moyang sebagai tanaman obat. Banyak khasiat dan manfaat yang dapat diperoleh dari daun sirih, yaitu diantaranya dapat untuk mengobati sakit mata katarak, rabun, baik rabun dekat maupun rabun jauh.

Caranya, siapkan 3-5 lembar daun sirih segar, bisa yang merah, rebus denga air sebanyak 1 gelas hingga mendidih, angkat, saring, dinginkan. Gunakan untuk merambang mata. Lakukan ini secara rutin dan teratur 2 kali sehari, pagi dan sore.

4. Ki Tolod (Isotoma longiflora).



Tanaman ki tolod merupakan tanaman banyak tumbuh liar, tetapi kadang dijadikan tanaman hias, karena sangat cantik saat berbunga. Tanaman ini tumbuh tegak dengan tinggi bisa mencapai 60 cm, ia memiliki kandungan senyawa alkaloid, yaitu lobelin, isotomin, dan lebelamin. Daunnya mempunyai kandungan alkaloid, flavonoid, polifenol dan saponin.

Tanaman ini tumbuh bercabang dari pangkalnya dan bergetah putih dengan rasa tajam dan beracun, namun bagian tanaman yang lain mempunyai kandungan antikanker (antineoplasmik) dan antiradang (antiflasmasi) yang dapat bermanfaat untuk menyingkirkan nyeri dan menghentikan pendarahan.

Daunnya tunggal, helaian daunnya berbentuk lanset, duduk, dengan ujung runcing, pangkalnya menyepit, tepi daun bergerigi sampai melekuk dan berwarna hijau. Tumbuhan ini banyak ditemui diberbagai tempat dipulau Jawa dan dibanyak pulau lainnya. Tanaman ini bisa bermanfaat untuk mengobati penyakit mata katarak

Caranya, siapkan 3-5 tangkai bunga ki tolod segar, baru dipetik. Masukkan kedalam gelas yang berisih air bersih secukupnya, lalu diamkan ± 5 menit. Ambil ambil 1 tangkai, lalu teteskan ujung tangkai bunga tersebut pada bagian mata yang sakit, masing-masing dua tetes.

Ada efek pada saat menggunakan air tersebut, yaitu mata terasa perih dan sepat, namun itu hanya sebentar. Lakukan hal ini secara berulang mimimal 3 kali sehari.

5. Rumput Mutiara (Hedyotis Corymbosa L. Lamk).



Rumput mutiara merupakan tanaman rumput liar. Ia disebut juga dengan nama rumput siku-siku. Rumput ini tumbuh subur di tanah yang lembap, dikebun kosong yang basah, pinggir jalan, halaman rumah, dan dipinggir-pinggir selokan.

Tanaman rumput mutiara sudah dikenal sejak dari zaman dulu sebagai tanaman yang bisa dimanfaatkan juga untuk obat penyakit mata katarak, baik di Indonesia, India, china, dan negara-negara di asia tenggara.

Tanaman ini juga dapat digunakan untuk menghilangkan sumbatan-sumbatan dalam sistem pembuluh darah halus yang dapat menghambat aliran darah. Dengan mengkonsumsi tanaman ini, maka aliran darah akan menjadi lancar.

Ramuan obat alami rumput mutiara dapat untuk menyembuhkan pembuluh darah pada mata, jika pembuluh darah pada mata dapat berfungsi sebagaimana mestinya, maka penyakit-penyakit pada mata dapat diminimalizir.

Caranya, siapkan 30 gram daun rumput mutiara, rebus dalam dua gelas air hingga mendidih, angkat, saring. Minnum 3 kali sehari masing-masing dua gelas, pagi 1 jam sebelum makan dan sore hari. Lakukan ini secara rutin dan teratur. Baca juga Asma - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya.

6. Daun dewa (Gynura Divaricata)



Di Cina tanaman ini dikenal dengan sebutan samsit. Daun dewa bisa tumbuh tinggi mencapai sekitar 30-40 cm, ia merupakan tumbuhan tegak dengan batang daun lunak pendek dan berbentuk segilima, penanmpang daunnya berbentuk lonjong dan berambut pada sisi luarnya.

Daun dewa sudah dikenal lama sebagai obat tradisional untuk penyakit mata, untuk menurunkan kolestrol tinggi, dan berbagai macam penyakit lainnya. Selain itu daun dewa juga dapat menghancurkan penyumbatan dipembuluh darah sehingga aliran darah mejadi lancar.

Bagi penderita sakit mata yang pernah mengalami musibah atau kecelakaan pada bagian kepala, bisa menggunakan obat yang terbuat dari daun dewa yang dikombinasikan dengan umbinya.

Caranya, siapkan 3-5 lembar daun dewa
Cuci bersih daun dewa dari lumpur atau tanah yang menempel
Tambahkan dengan 15- 30 gram umbi jalar dalam tiga gelas air hingga tersisa satu gelas.
Rebus hingga mendidih
Bila sudah mendidih dinginkan, lalu air rebusannya diminum 2-3 kali dalam sehari.

7. Daun Sendok (Plantago Major)



Tanaman daun sendok banyak kita jumpai di Indonesia, khusunya dipulau Jawa. Di Jawa tanaman ini lebih dikenal dengan sebutan daun ki urat.

Sebagai tanaman obat, daun sendok memiliki banyak manfaat, salah satunya dapat digunakan sebagai obat anti radang, obat peluruh dahak, obat untuj melancarkan air kencing, obat untuk menghentikan batuk, obat untuk memperbaiki pengelihatan yang bermasalah, dan obat untuk menormalkan aktivitas hati yang berlebihan.

Kandungan-kandungan kimia yang terdapat dalam daun sendok diantaranya adalah, polifenol dan flavonoid. Disamping itu, daunnya juga mengandung asam sitrat, vitamin c dan lain sebagainya.

Daun sendok ini dapat dipergunakan untuk mencegah dan juga mengobati berbagai macam penyakit, yang diantaranya adalah penyakit katarak, karena kandungan flavonoidnya berfungsi sebagai antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas akibat paparan sinar UV yang juga bisa menyebabkan terjadinya penyakit katarak.

Caranya, siapkan ½ genggam daun sendok, rebus dengan air sebanyak 3 gelas hingga tersisa 1 gelas, angkat, saring. Minum 3 kali sehari, pagi sebelum makan, sore, dan malam hari sebelum tidur, boleh dicampur dengan madu. Lakukan secara rutin dan teratur sampai katarak sembuh.

8. Boroco (Sansevieria Hyacinthoides)



Tanaman boroco ini dikenal juga dengan nama bayam kucing, karena bentuk bunganya mirip kumis kucing. Tanaman ini cukup populer sebagai tanaman hias untuk ruangan bagian dalam, karena tanaman ini bisa tumbuh dalam kondisi sedikit air dan minim cahaya matahari.

Tanaman boroco tidak hanya dikenal sebagai tanaman hias, tapi dikenal juga sebagai tanaman obat yang memeiliki banyak manfaat yang diantaranya untuk menyembuhkan mata rabun, menyuburkan rambut, mengobati wasir, diabetes, dan kanker ganas.

Caranya, siapkan 10-30 gram biji boroco, rebus dengan air secukupnya hingga mendidih. Gunakan air rebusanny untuk merambang mata, 2-3 kali sehari

9. Bunga Telang (Cilotoria Ternatea L.)



Bunga telang adalah tumbuhan yang mudah kita dapatkan didekat pekarangan atau ditepi hutan. Zaman dulu tanaman ini di tanam dipekarangan sebagai tanaman hias karena bunganya yang unik dan indah.

Selain sebagai tanaman hias, tanaman ini juga memiliki manfaat untuk mnyembuhkan beberapa penyakit, seperti bisul, abses, demam, sakit telinga, busung perut, dan radang mata merah.

Caranya, siapkan 5-7 kuntum bunga telang segar yang berwarna biru, rendam dengan air secukupnya hingga menghasilkan warna biru. Gunakan ir rendaman tersebut untuk mencuci mata, 2-3 kali sehari.

10. Pegagan (Centella Asiatica).



Pegagang adalah tanaman liar yang banyak ditemukan diperkebunan, tepi jalan, ladang, serta disawah. Tanaman yang asli berasal dari daerah Asia tropik ini dikenal sejak dahulu sebagai tanaman obat kulit, seperti keloid (daging tumbuh), gangguan saraf, dan memperlancar sirkulasi darah.

Selain itu tanaman pegangan juga dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan menyembuhkan mata bengkak.

Untuk obat tetes:
Lumatkan daun pegagan secukupnya, peras hingga mengeluarkan cairan hijau. Gunakan cairan yang diperoleh sebagai obat tetes mata. Lakukan 3-4 kali dalam sehari.

Untuk obat minum:
Siapkan 20 helai daun pegagan, rebus dalam 3 gelas air bersih hingga tersisa ¼ gelas, saring. Minum 1 kali sehari.

11. Ginkgo (Ginkgo Biloba).



Tanaman obat ginkgo merupakan tanaman yang pernah tersebar luas di dunia, Pada zaman ini tumbuhan ini diketahui hanya tumbuh liar di Asia Timur Laut, Namun masih banyak kita temui di berbagai tempat yang beriklim sedang lainnya sebagai tanaman hias atau tumbuh liar di pekarangan.

Tanama ini juga merupakan tanaman tertua dan memiliki ekstrak daun yang kaya akan nutrisi yang dapat mengobati berbagai macam penyakit. Daun ginkgo mengandung dua jenis molekul yaitu Terpenoid dan flavonoid yang dianggap sebaga antioksidan potensial.

Antioksidan ini diyakini berperan penting dalam mencegah perkembangan penyakit seperti diabetes melitus, stroke, penyakit jantung, kanker, penyakit Alzheimer dan mata katarak.

Caranya, siapkan daun ginkgo yang masih muda, jemur hingga benar-benar kering. Seduh dengan air mendidih seperti teh. Minum beberapa kali sehari. Untuk menambah khasiatnya, anda dapat mencampur dengan ginseng.

Pencegahan Penyakit Katarak
Banyak orang yang merasa takut akan terkena katarak, mengingat ada banyak jutaan penderita katarak baru yang terus berkembang. Orang-orang yang memiliki resiko tinggi terkena katarak, mungkin memang memiliki angka yang cukup besar untuk terkena katarak. Tapi, pada dasarnya kita bisa merawat mata agar tidak terkena katarak.

Berikut ini adalah beberapa cara menjaga kesehatan mata agar tidak terkena katarak:

  • Konsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung vitamin dan antioksidan yang tinggi. Jenis makanan yang disarankan adalah seperti jeruk, wortel, pepaya, sayuran hijau dan kacang-kacangan.
  • Jaga pola dan gaya hidup yang baik seperti tidak mengkonsumsi alkohol maupun rokok. Bahkan asap rokok yang pekat juga bisa mengganggu mata sehingga Anda bisa menjauhkan diri dari asap rokok agar tidak terkena katarak.
  • Jika Anda keluar pada siang hari, maka lindungi mata dengan memakai kaca mata. Kacamata akan melindungi lensa mata dari paparan sinar matahari yang cukup tajam.
  • Batasi makanan manis yang bisa memicu penyebab diabetes. Diabetes selalu menyebabkan ciri ciir mata katarak, bahkan bisa menjadi ancaman kebutaan permanen yang serius. Untuk mengatasi hal ini maka Anda harus terus mempertahankan gaya hidup yang sehat.

Baca juga Masuk Angin - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi.

Demikianlah penjelasan mengenai katarak, sebab, gejala, pencegahan, dan pengobatannya secara herbal yang bisa saya sajikan untuk anda. Semoga bermanfaat. Amin!

Referensi:
Dari berbagai sumber

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: