IKLAN
Kontak Saya
300x250
Selamat Datang Di BiriBisi

Selasa, 02 Mei 2017

24 Manfaat Genjer Untuk Kesehatan


Genjer / Sawah Lettuce / Sawah Flower Rush - BiriBisi
Apabila kata genjer disebutkan, maka terbayangkan dalam pikiran saya,
sebuah sayuran yang cukup lunak bila sudah dimasak, dengan rasa cukup enak dan sedikit kepahit-pahitan, namun tidak sepahit daun pepaya. Baca juga 35 Manfaat Bawang Putih Untuk Kesehatan Dan Kecantikan.

Didaerah Jawa genjer sering dijadikan sayur oseng yang banyak digemari, karena mempunyai cita rasa yang unik dan cukup enak. Disamping itu sayuran genjer ini sering dijadikan juga sebagai sayuran campuran dalam rujak pecel dan rujak gado-gado yang sangat terkenal dimasyarakat.

Berikut ini saya sajikan untuk anda resep rujak pecel yang sangat lezat dan nikmat bila dikonsumsi saat matahari telah mulai terik.

Rujak Pecel Sayuran Spesial
Bahan:
250 gram kacang tanah, goreng, haluskan
350 ml air panas
2 sendok makan air asam Jawa

Bumbu halus:
3 buah cabai merah besar, rebus
3 buah cabai rawit merah, rebus
5 siung bawang putih, rebus
1/2 sendok teh terasi bakar
2 cm kencur
1 sendok teh garam
75 gram gula merah

Bahan sayuran:
1 ikat kangkung
1 ikat genjer
250 gram kol
150 gr kacang panjang
100 gram tauge
150 gram mentimun

Pelengkap:
Lontong
Tahu
Krupuk

Cara membuat:
1. Campur kacang tanah yang sudah dihaluskan dan bumbu halus aduk sampai tercampur rata.
2. Masukkan air panas dan air asam jawa sedikit demi sedikit sambil diaduk rata.
3. Rebuslah sayuran yang sudah di cuci bersih sampai matang saja.Untuk tauge hanya direbus setengah matang saja.
4. Setelah matang tiriskan sayuran sampai airnya habis.
5. Sajikan beserta pelengkapnya
Selamat menikmati!

Tanaman Genjer (Limnocharis flava)
Indonesia merupakan salah satu negara yang tidak hanya kaya akan fauna, tetapi juga flora. Jenis Flora di Indoesia juga sangat bergam, mulai dari flora yang berhabitat di darat hingga flora yang berhabitat di perairan. Salah satu contoh tumbuhan Indonesia yang berhabitat diperairan adalah Genjer.

Genjer di Sumatra dikenal dengan nama  haleyo dan eceng, sedangkan di Pulau Jawa dikenal dengan nama saber dan centongan. Selain itu genjer juga memiliki nama  scientific yaitu Limnocharis flava yang  banyak tumbuh dirawa atau kolam  berlumpur dengan air melimpah (Hermanto et al., 2011).

Tanaman genjer digolongkan sebagai tanaman sayur-sayuran, dimanfaatkan oleh masyarakat di Asia (khususnya Indonesia, Thailand dan India) sebagai sayuran pendamping saat makan. Berdasarkan hasil penelitian Biotrop (2008), tumbuhan ini  memiliki kandungan serat dan gizi yang  tinggi sehingga baik untuk kesehatan.

Kandungan Gizi Dan Nutrisi Genjer



Genjer adalah bahan makanan sayur-sayuran nabati yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Genjer mengandung energi sebesar 33 kilokalori, protein 1,7 gram, karbohidrat 7,7 gram, lemak 0,2 gram, kalsium 62 miligram, fosfor 33 miligram, dan zat besi 2 miligram.  Selain itu di dalam Genjer juga terkandung vitamin A sebanyak 3800 IU, vitamin B1 0,07 miligram dan vitamin C 54 miligram. Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Genjer, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 70 %.

A. Kandungan Gizi Dan Nutrisi Pada Genjer per 100 gram:
Bagian Genjer yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 70 %
Jumlah Kandungan Energi Genjer = 33 kkal
Jumlah Kandungan Protein Genjer = 1,7 gr
Jumlah Kandungan Lemak Genjer = 0,2 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Genjer = 7,7 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Genjer = 62 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Genjer = 33 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Genjer = 2 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Genjer = 3800 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Genjer = 0,07 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Genjer = 54 mg

Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya.

Keterangan :
Riset/penelitian pada Genjer yang berbeda bisa menghasilkan perbedaan hasil yang didapat karena berbagai faktor yang mempengaruhi. Baca juga 31 Manfaat Alpukat Untuk Kesehatan Dan Kecantikan.

B. Kandungan gizi dan nutrisi genjer per 100 gram:
1. Energi: 39 kkal
2. Karbohidrat: 7,7 g
3. Protein: 1,7 g
4. Zat besi: 2,1 mg
5. Kalsium: 62 mg
6. Fosfor: 33 g

Selain itu daun genjer juga mengandung flavonoida dan polifenol. Flavonoid dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri atau virus. Dan polifenol memiliki peran sebagai antioksidan yang baik untuk kesehatan. Antioksidan polifenol dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah dan kanker.

Kesehatan manusia sangat tergantung pada flavonoid sebagai antioksidan untuk mencegah kanker. Manfaat utama flavonoid adalah untuk melindungi struktur sel, membantu memaksimalkan manfaat vitamin C, mencegah keropos tulang, sebagai antibiotik dan anti-inflamasi (Winarsi 2007 dalam Sudirman 2011).

Flavonoid juga dapat berperan dalam pencegahan dan pengobatan penyakit umum lainnya, yaitu periodontitis (infeksi pada gusi yang merusak jaringan lunak, menghancurkan tulang yang menyangga gigi, dapat menyababkan kerusakan gigi atau bahkan peningkatan resiko serangan jantung, strok, dan masalah kesehatan serius lain),, wasir (ambeien), encok, rematik, diabetes melitus, katarak dan asma. 

Deskripsi Dan Klasifikasi Tanaman Genjer 
Genjer / sawah lettuce  (L. flava) merupakan tanaman yang  hidup dirawa atau kolam berlumpur yang  banyak airnya. Tanaman ini walau banyak ditemukan di Amerika, terutama dibagian negara yang beriklim tropis, tetapi dari beberapa nama yang terkenal didunia internasional, yaitu "Sawah-lettuce dan Sawah flower rush", maka kayaknya tanaman genjer ini asli Indonesia. Sawah lettuce berarti salada sawah, bukankah kata sawah itu merupakan bahasa Jawa Indonesia?

Selain daunnya, bunga genjer muda juga enak dijadikan masakan. Genjer cocok diolah menjadi tumisan, lalap, pecel, atau campuran gado-gado. Biasanya ditemukan bersama-sama dengan eceng gondok (Bergh 1994).

Klasifikasi Tanaman Genjer
klasifikasi tanaman genjer menurut Plantamor (2008) adalah:
kingdom: Plantae
subkingdom: Tracheobionta
superdivisi: Spermatophyta
divisi: Magnoliophyta
kelas: Liliopsida
subkelas: Alismatidae
ordo: Alismatales
famili: Limnocharitaceae
genus: Limnocharis
spesies: L. flava (L.) Buch

Nama-Nama Genjer
Genjer dalam bahasa internasional dikenal  sebagai limnocharis, sawahflower rush,  sawah-lettuce, velvetleaf, yellow bur-head,  atau cebolla de chucho. Tumbuhan ini tumbuh di permukaan perairan dengan akar yang masuk kedalam lumpur.

Tinggi  tanaman genjer dapat mencapai setengah  meter, memiliki daun tegak atau miring,  tidak mengapung, batangnya panjang dan  berlubang, dan bentuk helainya bervariasi.  Genjer memiliki mahkota bunga berwarna  kuning dengan diameter 1,5 cm dan kelopak bunga berwarna hijau (Steenis 2006).

Tanaman genjer dapat bereproduksi secara vegetatif dan dengan biji. Biji yang  terkandung dalam kapsul matang atau  folikel merupakan biji yang ringan. Kapsul  yang menekuk ke arah air, menyediakan biji-biji untuk dilepas.

Kapsul yang kosong dapat berkembang menjadi tanaman vegetatif yang membentuk tanaman inang atau mengapung untuk menetap ditempat lain. Tanaman ini selalu berbunga sepanjang tahun diwilayah dengan  kelembaban yang cukup. Namun, tanaman ini dapat menjadi tanaman tahunan dimana kelembaban bersifat musiman (Department of Primary Industries and Fisheries 2007)

Anatomi Dan Jaringan Pada Tumbuhan Genjer
Secara umum, tumbuh-tumbuhan terdiri dari organ vegetatif dan merupakan organ pokok tubuh tumbuhan yaitu akar, batang, dan daun. Akar tumbuh ke dalam tanah  sehingga memperkuat berdirinya tumbuhan. Akar juga berfungsi untuk mengambil air  mdan garam mineral dari dalam tanah.

Seperti halnya beberapa organ lain pada  tumbuhan, akar juga berfungsi untuk menyimpan makanan. Batang memiliki daun yang berfungsi menghasilkan makanan melalui fotosintesis dan mengeluarkan air melalui proses respirasi. Selain itu, batang berperan untuk lewatnya hasil fotosintesis dari daun keseluruh bagian tumbuhan (Mulyani 2006).

Daun
Daun termasuk dalam organ pokok pada tubuh tumbuhan. Pada umumnya berbentuk pipih bilalateral, berwarna hijau,  dan merupakan tempat utama terjadinya fotosintesis (Sumardi et al. 2006). Fungsi  utama daun adalah melakukan fotosintesis untuk menghasilkan bahan organik dengan memanfaatkan matahari.

Fotosintesis terjadi di dalam organel sel khusus yang disebut kloroplas, yang didalamnya terdapat pigmen klorofil. Struktur luar dan dalam daun berkaitan dengan perannya dalam proses fotosintesis dan transpirasi. Daun biasanya rata dan tipis sehingga memudahkan masuknya sinar matahari ke dalam sel.

Luasnya permukaan daun juga memungkinkan terjadinya pertukaran gas (Mulyani 2006). Secara umum daun terdiri  dari sistem jaringan dermal, yakni  epidermis, jaringan pembuluh dan jaringan dasar yang disebut mesofil.

Epidermis
Epidermis daun dari tumbuhan yang berbeda beragam dalam hal jumlah lapisan, bentuk, struktur, susunan stomata, penampilan, dan susunan trikoma, kutikula Epidermis atas Epidermis bawah Bunga  karang Palisade Xilem Floem Pembuluh daun Celah utama Celah utama Ruang kosong sub stomata Sel penutup serta  adanya sel khusus.

Struktur daun biasanya pipih. Jaringan epidermis atas berbeda dengan epidermis bawah. Permukaan atas daun disebut permukaan adaksial dan permukaan bawah disebut abaksial (Mulyani 2006). Sifat penting daun adalah susunan selnya yang kompak dan adanya kutikula dan stomata.

Stomata bisa ditemukan di kedua sisi daun (daun amfistomatik), atau hanya pada satu sisi, yakni pada sebelah atas atau adaksial (daun epistomatik) atau hanya lebih sering di sebelah bawah atau sisi abaksial. Letak stomata tersebar pada daun yang lebar kelompok dikotil.

Stomata sering tersusun dalam deretan memanjang yang sejajar dengan sumbu daun pada monokotil dan gymnospermae. Sel penutup pada stomata dapat berada di tempat yang sama tingginya, lebih tinggi, atau lebih rendah dari epidermis (Hidayat 1995).

Epidermis tumbuhan air tidak berfungsi untuk perlindungan, tetapi untuk pengeluaran zat makanan, senyawa air, dan pertukaran gas. Kutikula dan dinding selnya  sangat tipis. Sel epidermis berisi kloroplas.  Daun yang mengapung mempunyai  stomata hanya pada permukaan atas daun. Daun yang tenggelam biasanya tidak mempunyai stomata.

Beberapa tumbuhan air yang tenggelam mempunyai sekelompok sel yang disebut hydropotes, yang berfungsi untuk memudahkan pengangkutan air dan garam keluar dan kedalam tumbuhan. Hidrofit yang tenggelam mempunyai sangat sedikit sklerenkim atau bahkan tidak mempunyai sklerenkim (Mulyani 2006). Baca juga 52 Manfaat Pepaya Untuk Kesehatan Dan Kecantikan.

Jaringan Pembuluh
Sistem jaringan pembuluh tersebar di seluruh helai daun dan menunjukkan adanya hubungan ruang yang erat dengan mesofil. Jaringan pembuluh membentuk sistem yang saling berkaitan, dan terletak  dalam bidang median, sejajar dengan permukaan daun.

Berkas pembuluh daun biasanya disebut tulang daun dan sistemnya adalah sistem tulang daun (Hidayat 1995). Jaringan pembuluh bersama jaringan non pembuluh disekelilingnya sering dinamakan tulang daun atau vena. Ada tumbuhan  yang  mempunyai tulang daun tunggal, misalnya pada coniferalas dan equisetum.

Pteridophyta tingkat tinggi dan sebagian  besar angiospermae mempunyai  sejumlah  tulang daun. Susunan tulang daun pada  daun disebut pertulangan daun atau venation (Mulyani 2006).

Angiospermae memiliki empat tipe pertulangan daun, yaitu menyirip atau reticulate, sejajar atau pararel, menjari  atau  pelmatus, dan melengkung. Tumbuhan  dikotil mempunyai pertulangan daun  menyirip dengan tulang daun yang  ukurannya berbeda, tergantung pada  tingkat percabangannya.

Tumbuhan monokotil mempunyai daun dan pertulangan sejajar. Ibu tulang daun terus melalui seluruh daun dan hampir sejajar  dengan panjang daun. Tulang daun yang  lain bergabung dengan ibu tulang daun  pada bagian ujung dan pangkal daun. Pertulangan sejajar ini saling berhubungan  dengan ikatan yang sangat tipis dan tersebar di seluruh helai daun (Mulyani 2006).

Daun menunjukkan kolerasi penting antara sifat sistem pembuluh dan sifat struktural  dan jaringan non pembuluh yang dapat  mempengaruhi konduksi. Diantara jaringan  non pembuluh, epidermis dan jaringan spons dapat dianggap teradaptasi lebih baik bagi konsumsi lateral di bandingkan dengan jaringan tiang yang hubungan selnya terjadi dalam arah abaksial dan adaksial.

Sesuai dengan konsep tersebut, rasio jaringan  tiang terhadap jaringan spons berkaitan  erat dengan luas ruang antara tulang daun,  makin besar rasio ini makin rapat tulang daunnya. Telah ada bukti bahwa perluasan  seludung pembuluh yang bersifat parenkimatis mengkonduksi air ke arah epidermis (Hidayat 1995).

Mesofil
Mesofil daun terletak di sebelah dalam epidermis dan tersusun dari jaringan parenkim. Bentuk sel parenkim antara lain polihedral, sel dengan lipatan atau tonjolan,  bentuk bintang, ataupun memanjang.  Bentuk dan susunannya itu menyebabkan parenkim memiliki ruang-ruang antar sel. Umumnya sel parenkim berdinding  tipis  tetapi ada juga yang berdinding tebal.  Dinding tebal ini merupakan tempat  terakumulasinya hemiselulosa sebagai  cadangan makanan. Mesofil mengalami  diferensiasi menjadi jaringan palisade dan  bunga karang (Bold et al. 1980).

Bagian utama helai daun adalah mesofil yang mengandung kloroplas dan ruang  antar sel. Mesofil dapat bersifat homogen  atau terbagi menjadi jaringan tiang (palisade) dan jaringan spons (bunga karang). Jaringan tiang lebih kompak daripada jaringan spons  yang memiliki ruang antarsel yang luas. Jaringan tiang terdiri dari sejumlah sel yang memanjang tegak lurus terhadap permukaan helai

Ekologi Genjer
Tanaman genjer biasa hidup di air, sawah ataupun rawa-rawa. Tanaman ini mempunyai akar serabut. Akar lembaga  dari tanaman ini dalam perkembangan selanjutnya mati atau kemudian disusul oleh  sejumlah akar yang kurang lebih sama besar dan semuanya keluar dari pangkal batang.

Akar-akar ini bukan berasal dari calon akar  yang asli yang dinamakan akar liar,  bentuknya seperti serabut, dinamakan akar serabut (radix adventicia). Tanaman genjer merupakan tanaman yang mempunyai  daun yang termasuk kategori daun lengkap, memiliki ujung daun meruncing dengan pangkal yang tumpul, tepi daun rata, panjang 5-50 cm, lebar 4-25 cm, pertulangan daun sejajar, dan berwarna hijau.

Batang tanaman genjer memiliki panjang 5-75 cm, tebal, berbentuk segitiga dengan banyak uang udara, terdapat pelapis pada bagian dasar. Berdasarkan pada letaknya, bunga pada tanaman genjer ini terdapat diketiak daun (flos lateralis atau  flos  axillaries), majemuk, berbentuk payung, terdiri dari 3-15 kuntum, kepala putik bulat, ujung melengkung ke arah dalam, dan berwarna kuning (Anonim 2009).

Berdasarkan hasil analisis penelitian Ikawati (2012), menjelaskan bahwa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan genjer yaitu faktor fisika dan kimia. Diantara faktor kimia yang mempengaruhi pertumbuhan genjer adalah oksigen terlarut (DO) berkisar antara 3,31–  6,73  mg/L dan pH dengan nilai optimum yaitu 6,5 sampai 7,5. Namun pada hasil penelitian tersebut menjelaskan bahwa genjer mampu hidup pada kondisi pH 5 – 6. Sedangkan faktor fisika yang berpengaruh dalam pertumbuhan genjer adalah suhu optimum berkisar antara 100–380  C.

Distribusi Penyebaran Pertumbuhan Genjer
Tanaman genjer biasa hidup di air, sawah ataupun rawa-rawa. Tanaman ini mempunyai akar serabut. Akar lembaga dari tanaman ini dalam perkembangan selanjutnya mati atau kemudian disusul oleh sejumlah akar yang kurang lebih sama besar dan semuanya keluar dari pangkal batang. Akar-akar ini bukan berasal dari calon akar yang asli yang dinamakan akar liar, bentuknya seperti serabut, dinamakan akar serabut (radix adventicia).

Tanaman genjer merupakan tanaman yang mempunyai daun yang termasuk kategori daun lengkap, memiliki ujung daun meruncing dengan pangkal yang tumpul, tepi daun rata, panjang 5-50 cm, lebar 4-25 cm, pertulangan daun sejajar, dan berwarna hijau. Batang tanaman genjer memiliki panjang 5-75 cm, tebal, berbentuk segitiga dengan banyak ruang udara, terdapat pelapis pada bagian dasar. Berdasarkan pada letaknya, bunga pada tanaman genjer ini terdapat di ketiak daun (flos lateralis atau flos axillaries), majemuk, berbentuk payung, terdiri dari 3-15 kuntum, kepala putik bulat, ujung melengkung ke arah dalam, dan berwarna kuning (Anonim 2009).

Khasiat Dan Manfaat Genjer Untuk Kesehatan



1. Mencegah Kanker Kolon Dan Sembelit (Melancarkan Pencernaan).
Serat yang tinggi pada Genjer bermanfaat mencegah kanker kolon dan mencegah sembelit. Kanker kolon biasanya terjadi akibat pola makan yang tidak benar dan berdampak akibat pada tidak lancarnya pencernaan. Genjer mengandung serat yang tinggi sehingga berfungsi dalam melancarkan pencernaan.

Seseorang yang mengonsumsi genjer secara rutin, dapat dikatakan bahwa dia akan jauh dari risiko terkena kanker kolon. Selain itu berdasarkan sebuah penelitian, bahwa orang yang rutin dalam mengonsumsi genjer tidak akan terkena sembelit (susah buang air besar).

2. Mengurangi Resiko Penyakit Jantung Dan Kanker.
Zat Polifenol pada Genjer membantu mengurangi resiko penyakit jantung dan sebagai anti kanker. Kandungan polifenol dalam genjer dapat berperan sebagai antioksidan, sehingga dapat mencegah terkena penyakit jantung dan kanker.

Senyawa flavonoid yang terdapat didalam genjer juga dapat bertindak sebagai antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas dan kanker.

3. Melindungi Struktur Sel.
Kandungan protein yang terdapat dalam tanaman genjer dapat berperan dalam membantu memproduksi sel-sel yang terdapat didalam tubuh. Seperi yang sudah diketahui bahwa tubuh selalu memproduksi jutaan sel setiap harinya, untuk menggantikan sel-sel yang sudah tidak berfungsi. Protein inilah yang dapat berperan dalam membantu produksi sel-sel tubuh.

4. Mencegah Dan Mengobati Periodontitis.
Periodontitis adalah infeksi pada gusi yang merusak jaringan lunak, menghancurkan tulang yang menyangga gigi, dapat menyababkan kerusakan gigi atau bahkan peningkatan resiko serangan jantung, strok, dan masalah kesehatan serius lain.

Mengkonsumsi genjer secara rutin dan teratur juga mampu mencegah dan mengobati periodontitis, karena didalam genjer terdapat kandungan flavonoid, senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari infesi gusi dan menjaga kesehatan gusi dan gigi. Baca juga 17 Manfaat Eceng Gondok Untuk Kesehatan.

5. Mencegah Tulang Keropos (Osteoporosis).
Kalsium pada Genjer Bisa Memperkuat tulang. Berdasarkan data diatas, bahwa salah satu kandungan nutrisi genjer adalah kalsium. Jika pada anak-anak kalsium berperan dalam pertumbuhan tulang, berbeda halnya dengan orang dewasa kalsium berperna dalam memperkuat tulang dan mengurangi resiko terkena osteoporosis. Disamping itu, karena dalam genjer terdapat kandungan senyawa flavonoid yang juga dapat mencegah tulang keropos.

6. Mencegah Dan Mengobati Rematik (Encok, & Nyeri Sendi).
Mengkonsumsi genjer secara rutin dan teratur dapat mengatasi rematik, encok, dan nyeri sendi. Hal ini dapat terjadi karena dalam genjer terdapat senyawa flavonoid yang bertindak sebagai antioksidan untuk melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dan beberapa penyakit lain.

Secara empiris manfaat genjer telah dirasakan oleh seseorang yang mengalami gejala-gejala ngilu pada persendiannya. Kemudian dia mulai mengkonsumsi genjer dan sungguh sangat mengagumkan, ternyata saat dia baru mengkonsumsinya dalam sehari saja, ngilu-ngilu dipersendiaannya tersebut langsung hilang. Ini tentu merupakan kabar gembira bagi penderita rematik. Siapa tahu dengan genjer ini penyakitnya bisa sembuh dengan cepat.

Cara mengkonsumsi genjer yang mudah dan simpel adalah rebuslah genjer yang banyak sekaligus hingga matang, kemudian dibagi sesuai kebutuhan setiap harinya, lalu tiap-tiap bagian dimasukkan dalam plastik, lalu dibekukan dalam freezer. Berikutnya, setiap hari anda hanya perlu mengambil 1 plastik genjer beku, dihangatkan dalam magicjar, lalu disantap. Dengan cara ini anda bisa irit tenaga dan waktu.

7. Penambah Nafsu Makan.
Daun dan bunga genjer berkhasiat sebagai penambah nafsu makan. Untuk penambah nafsu makan dipakai ±15 gram daun segar genjer, dicuci dan dikukus sampai setengah matang lalu dimakan sebagai lalapan.

8. Mengatasi Anemia.
Dalam 100 gr sayur genjer terkandung 2,1 mg zat besi. Karenanya mengkonsumsi genjer secara rutin dan teratur dapat membantu pembentukan sel darah merah dalam darah, sehingga akan terhindar dari penyakit anemia.

9. Obat Antibiotik Alami.
Mengkonsumsi genjer juga bisa bermanfaat untuk mengusir kuman pada tubuh. Hal ini bisa terjadi karena dalam genjer terdapat kandungan flovanoid yang bermanfaat sebagai anti kuman (antibiotik).

10. Baik Untuk Ibu Hamil.
Bagi ibu hamil, genjer juga bermanfaat untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisinya. Kandungan protein pada genjer berguna untuk membantu menambah kebutuhan energi pada ibu hamil serta membantu dalam pembentukan sel-sel otot pada janin.

11. Mengatasi Keracunan Jengkol.
Apabila seseorang mengalami keracunan jengkol, maka genjer dapat menjadi solusinya. Anda bisa menggunakan genjer sebagai obat untuk mengatasinya. Caranya mudah, ambil saja 5-10 lembar daun genjer mentah, kemudian jadikanlah sebagai lalapan.

12. Mencegah Asma Dan Mengobatinya.
Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. 

Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi. Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.

Meskipun penyebab pasti asma belum diketahui secara jelas, namun ada beberapa hal yang kerap memicunya, seperti asap rokok, debu, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, infeksi virus, atau bahkan terpapar zat kimia.

Mengkonsumsi genjer secara rutin dan teratur dapat mencegah terkena penyakit asma dan dapat mengobatinya. Hal ini bisa terjadi, karena genjer mengandung senyawa flavonoid yang salah satu fungsinya adalah anti inflamasi (anti-peradangan) dan asma terjadi karena peradangan dan penyempitan saluran napas.

13. Mencegah Diabetes Melitus Dan Mengobatinya.
Pada penderita kencing manis, kelenjar yang menyaring zat gula, tidak mampu bekerja dengan sempurna. Mungkin disebabkan karena penderita terlalu banyak makan dan minum yang manis-manis (bergula) selama beberapa tahun, hingga sedikit demi sedikit gula tertimbun dalam darahnya, lalu keluar melalui buah pinggang atau karena pembawaan ginjal yamg lemah dan lain-lain.

Gejala-gejalanya: Badan menjadi sangat lemah dan kurus; selalu merasa dahaga atau ingin minum terus dan sebentar-bentar kencing. Berat atau ringannya penyakit Diabetes ini tergantung pada banyak atau sedikitnya kadar gula yang terkandung dalam air seni dan darah.

Untuk mengetahuinya, periksakanlah air seni dan juga darah anda ke Laboratorium dirumah sakit-rumah sakit yang peralatannya lengkap.

Salah satu manfaat genjer adalah dapat mencegah dan mengobati kencing manis, karena didalam genjer terdapat kandungan zat flavonoid. Anda hanya perlu mengkonsumsi genjer secara rutin dan teratur saja. Mau dibikin lalapan, bisa, mau dibikin tumisan juga bisa, yang penting tidak manis (bergula).

14. Mencegah Katarak Dan Mengobatinya.
Katarak adalah lensa mata yang menjadi keruh, sehingga cahaya tidak dapat menembusnya, bervariasi sesuai tingkatannya dari sedikit sampai keburaman total. Dalam perkembangannya katarak yang terkait dengan usia penderita dapat menyebabkan pengerasan lensa, menyebabkan penderita menderita miopi, berwarna kuning menjadi coklat/putih secara bertahap dan keburaman lensa dapat mengurangi persepsi akan warna biru. Katarak biasanya berlangsung perlahan-lahan menyebabkan kehilangan penglihatan dan berpotensi membutakan jika katarak terlalu tebal. Kondisi ini biasanya memengaruhi kedua mata, tetapi hampir selalu satu mata dipengaruhi lebih awal dari yang lain.

Sebuah katarak senilis, yang terjadi pada usia lanjut, pertama kali akan terjadi keburaman dalam lensa, kemudian pembengkakan lensa dan penyusutan akhir dengan kehilangan transparasi seluruhnya. Selain itu, seiring waktu lapisan luar katarak akan mencair dan membentuk cairan putih susu, yang dapat menyebabkan peradangan berat jika pecah kapsul lensa dan terjadi kebocoran. Bila tidak dioperasi, katarak dapat menyebabkan glaukoma.

Kandungan flavonoid yang ada dalam dapat mencegah dan mampu mengobati penyakit katarak. Sedangkan kandungan vitamin A yang tinggi yang terdapat didalamnya dapat menjaga kesehatan mata dan mepertajam pendangannya. Untuk mendapatkan manfaat sayuran genjer tersebut, anda hanya perlu mengkonsumsinya secara rutin dan teratur saja.

15. Mencegah Wasir Dan Mengobatinya.
Wasir atau ambeien adalah kondisi patologis membengkak atau meradangnya Hemorrhoid, struktur vaskular dalam saluran anus yang membantu kontrol buang air besar. Dalam kondisi fisiologisnya, bagian ini bertindak sebagai bantalan yang tersusun atas saluran arterio-vena dan jaringan ikat.

Gejala patologis wasir bergantung pada jenisnya. Wasir internal biasanya timbul bersama perdarahan rektum tanpa rasa nyeri, sedangkan wasir eksternal dapat menunjukkan beberapa gejala atau jika terkena trombosis akan ada nyeri signifikan dan pembengkakan di area anus.

Banyak orang secara keliru menganggap semua gejala yang muncul di sekitar area anus dan rektum sebagai "wasir" dan bahwa penyebab serius gejala tersebut harus disingkirkan.

Sementara penyebab wasir yang sesungguhnya belum diketahui, sejumlah faktor yang meningkatkan tekanan intra-abdomen, khususnya konstipasi, dipercaya mempunyai andil dalam perkembangan kondisi ini.

Mencegah terjadinya suatu penyakit harus diutamakan, namun jika sudah terlanjur terkena penyakit wasir atau ambeien, maka janganlah terlalu khawatir, karena jika anda mengkonsumsi genjer secara rutin dan teratur, maka genjer akan memberi manfaat pada tubuh, yaitu berupa pencegahan dan penyembuhan terhadap penyakit wasir (ambeien).

Hal ini bisa terjadi, karena didalam genjer terdapat kandungan zat flavonoid yang nerupakan senyawa antioksidan yang berfungsi melindungi tubuh dari radikal bebas, mencegah dan mengobati beberapa penyakit, termasuk wasir (ambeien).

16. Anti-inflamasi.
Salah manfaat dari sayuran genjer adalah anti-inflamasi, karena didalamnya terkandung zat flavonoid yang berguna juga sebagai anti-inflamasi (anti peradangan). Karena itu, mengkonsumsi genjer secara rutin dan teratur dapat mengurangi resiko terjadinya penyakit-penyakit yang dipicu oleh peradangan, seperti rematik, asma, dan lain-lain.

Efek Samping Genjer
Untuk efek samping genjer, sejauh ini masih tidak ditemukan, asalkan dikonsumsi secara wajar dan tidak berlebihan maka sayur genjer relatif aman buat kesehatan anda. Baca juga 28 Manfaat Lempuyang Untuk Kesehatan.

Demikianlah uraian tentang genjer dan manfaatnya untuk kesehatan yang bisa saya sajikan untuk anda. Semoga bermanfaat. Amin!

Referensi:
Dari berbagai sumber.

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: