IKLAN
Kontak Saya
300x250
Selamat Datang Di BiriBisi

Rabu, 10 Mei 2017

Bisul - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi


Bisul (Wudun / Udun) - BiriBisi
Bisul (wudun / udun) merupakan sebuah benjolan merah pada kulit yang terasa sakit dan berisi nanah.
Benjolan ini dapat muncul disebabkan karena adanya infeksi bakteri yang memicu inflamasi pada folikel rambut, yaitu lubang tempat dimana rambut tumbuh. Baca juga Sipilis - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya.

Bisul dapat tumbuh di kulit mana saja, tapi hanya kulit yang berbulu atau berambut. Oleh karenanya, tidak pernah dijumpai bisul yang tumbuh dibagian telapak tangan, kaki, bibir, lidah, dan bagian lainnya.

Biasanya bisul sangat sering menyerang bagian ketiak, kepala, leher, paha, dan bahkan wajah. Hal ini dapat terjadi karena bagian tersebut sering berkeringat dan mendapatkan banyak gesekan. Selain itu, bisul juga bisa tumbuh di bagian kelopak mata, yang selanjutnya disebut dengan bintitan atau timbilen.

Bisul (abscessus) adalah sekumpulan nanah (neutrofil mati) yang telah terakumulasi di rongga di jaringan setelah terinfeksi sesuatu (umumnya karena bakteri atau parasit) atau barang asing (seperti luka tembakan/tikaman). Bisul adalah reaksi ketahanan dari jaringan untuk menghindari menyebarnya barang asing di tubuh.

Organisme atau barang asing membunuh sel sekitarnya, mengakibatkan keluarnya toksin. Toksin tersebut menyebabkan radang, sel darah putih mengalir menuju tempat tersebut dan kemudian meningkatkan aliran darah di tempat tersebut.

Struktur terakhir bisul adalah dinding bisul yang terbentuk oleh sel sehat untuk mencegah barang asing tersebut masuk kedalam tubuh dan mencegah terkenanya sel lain. Namun, enkapsulasi ini berfungsi untuk mencegah sel imun untuk menyerang bakteri atau barang asing di bisul.

Bisul harus dibedakan dengan empyema. Empyema mengacu pada akumulasi nanah didalam kavitas yang telah ada sebelumnya secara normal, sedangkan bisul mengacu pada akumulasi nanah di dalam kavitas yang baru terbentuk melalui proses terjadinya bisul tersebut.

Bisul (Furunkel)
Bisul (furunkel) adalah infeksi kulit yang meliputi seluruh folikel rambut dan jaringan subkutaneus disekitarnya. Penyebabnya adalah bakteri stafilokokus, tetapi bisa juga disebabkan oleh bakteri lainnya atau jamur.

Paling sering ditemukan di daerah leher, payudara, wajah dan bokong. Akan terasa sangat nyeri jika timbul di sekitar hidung atau telinga atau pada jari-jari tangan.

Furunkel berawal sebagai benjolan keras berwarna merah yang mengandung nanah. Lalu benjolan ini akan berfluktuasi dan tengahnya menjadi putih atau kuning (membentuk pustula). Bisul bisa pecah spontan atau dipecahkan dan mengeluarkan nanahnya, kadang mengandung sedikit darah.

Bisa disertai nyeri yang sifatnya ringan sampai sedang. Kulit disekitarnya tampak kemerahan atau meradang. Kadang disertai demam, lelah dan tidak enak badan. Jika furunkel sering kambuhan maka keadaannya disebut furunkulosis.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Pembiakan contoh jaringan kulit bisa dilakukan untuk memastikan bahwa penyebabnya adalah stafilokokus.

Jika bisul timbul di sekitar hidung biasanya akan diberikan antibiotik per-oral (melalui mulut) karena infeksi bisa dengan segera menyebar ke otak

Bisul (Karbunkel)
Bisul (karbunkel) adalah sekumpulan bisul yang menyebabkan pengelupasan kulit yang luas serta pembentukan jaringan parut. Penyebabnya adalah bakteri stafilokokus.

Pembentukan dan penyembuhan karbunkel terjadi lebih lambat dibandingkan bisul tunggal dan bisa menyebabkan demam serta lelah karena merupakan infeksi yang lebih serius.

Lebih sering terjadi pada pria dan paling banyak ditemukan dileher bagian belakang. Karbunkel juga cenderung mudah diderita oleh penderita diabetes, gangguan sistem kekebalan dan dermatitis.

Beberapa bisul bersatu membentuk massa yang lebih besar, yang memiliki beberapa titik pengaliran nanah. Massa ini letaknya bisa lebih dalam dibawah kulit dibandingkan dengan bisul biasa.

Infeksi ini menular, bisa disebarkan ke bagian tubuh lainnya dan bisa ditularkan keorang lain. Tidak jarang beberapa orang dalam sebuah rumah menderita karbunkel pada saat yang sama.

Faktor resiko terjadinya karbunkel adalah:

  • Tingkat kebersihan yang buruk
  • Keadaan fisik yang menurun
  • Gesekan dengan pakaian
  • Pencukuran.


Pada kulit yang terkena ditemukan beberapa bisul yang bersatu disertai nyeri yang sifatnya ringan atau sedang. Kulit tampak merah dan membengkak. Karbunkel yang pecah akan mengeluarkan nanah lalu mengering dan membentuk keropeng.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Untuk menentukan penyebabnya, bisa dilakukan biopsi atau pembiakan contoh jaringan yang terinfeksi.

Untuk mengendalikan infeksi diberikan sabun anti-bakteri, antibiotik topikal (salep atau krim) dan antibiotik per-oral.

Kompres hangat bisa membantu mempercepat penyembuhan. Jangan pernah memencet atau mencoba memecahkan karbunkel di rumah, karena bisa memperburuk dan menyebarkan infeksi.

Jika nanahnya sudah mengering, luka yang tertinggal harus sering dibersihkan dan sesudah menangani karbunkel, tangan harus dicuci bersih-bersih. Baca juga Asma - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya.

Penyebab dan Komplikasi Bisul



Penyebab utama munculnya bisul adalah bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri ini dapat ditemukan di dalam kulit dan dalam hidung manusia tanpa menyebabkan infeksi apa pun. Infeksi akan terjadi apabila bakteri tersebut masuk hingga kefolikel melalui luka gores dan gigitan serangga.

Bakteri dari bisul (karbunkel) terkadang bisa menyebar ke bagian tubuh yang lain. Jika menyebar dilapisan kulit akan timbul selulitis, impetigo (luka melepuh), dan bahkan dapat menyebar ke tulang (osteomielitis). Penyebaran semacam ini dapat mengakibatkan sepsis yang berpotensi memicu infeksi organ-organ tubuh, misalnya jantung.

Faktor Resiko Bisul
Bisul dapat menyerang siapa saja dan ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan resiko seseorang. Faktor-faktor resiko tersebut antara lain:

  • Kontak langsung dengan pengidap. Risiko penyakit menular ini akan semakin meningkat jika kamu sering berhubungan langsung dengan pengidap, misalnya tinggal serumah.
  • Usia dan jenis kelamin. Bisul lebih sering menyerang anak remaja, terutama mereka para lelaki.
  • Kebersihan yang tidak terjaga, baik pribadi ataupun lingkungan.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, contohnya mengidap HIV, menjalani kemoterapi, atau mengidap diabetes melitus.
  • Sering mengalami masalah kulit. Misalnya seperti jerawatan dan komedoan. 


Gejala (Tanda) Bisul
Gejala utama bisul adalah munculnya benjolan merah pada kulit. Pada tahap awal ukuran bisul biasanya kecil, dan kemudian disertai dengan:
Kulit disekitar benjolan memerah, bengkak, dan bila disentuh terasa hangat. Ini mengindikasikan bahwa infeksi sudah menyebar ke kulit sekelilingnya.

Benjolan bertambah besar dan berisi nanah.
Terbentuknya titik putih tepat di puncak benjolan yang sering disebut mata bisul.
Kondisi semacam ini sangat jarang sekali membutuhkan penanganan medis. Tanpa bantuan dokter bisul biasanya bisa sembuh dengan sendirinya.

Meski demikian, sebaiknya anda memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami bisul yang:

  • Menyebabkan demam.
  • Terus menerus membesar (diameter di atas 5 cm) dan terasa sangat sakit.
  • Tumbuh lebih dari satu buah benjolan di lokasi yang sama. Jenis ini dikenal dengan sabut atau karbunkel, dan kondisi ini tergolong infeksi yang lebih serius.
  • Tumbuh di dalam hidung, wajah, dan tulang belakang.
  • Tidak kunjung sembuh selama lebih dari 14 hari.
  • Sering kambuh.
  • Memiliki masalah dengan sistem imun atau dalam pengobatan yang menganggu sistem imun dan muncul bisul.


Pencegahan Bisul
Menjaga kebersihan kulit dengan sabun cair yang mengandung zat anti-bakteri merupakan cara terbaik untuk mencegah terjadinya infeksi atau mencegah penularan. Bisul bisa menyerang siapa saja dan dari golongan usia berapa saja. Tetapi yang paling sering diserang adalah bayi dan anak-anak. Jadi salah kalau bisul itu disebabkan kebanyakan makan telur. Bila lingkungan kurang bersih, infeksi pun akan mudah terjadi. 

Sementara anak-anak itu identik dengan dunia bermain, termasuk main yang kotor-kotor semisal main tanah. Belum lagi habis main si anak langsung pegang ini dan pegang itu tanpa cuci tangan lebih dulu. Jadi, kalau kebersihan anak dan bayi tidak dijaga dan diperhatikan oleh orang tua, maka itu akan mempermudah terjadinya suatu penyakit, termasuk bisul.

Selain itu, anak-anak biasanya sering menggaruk karena rasa gatal yang ditimbulkan akibat banyak keringat dan biang keringat. Padahal, garukan tersebut dapat merusak kulit sehingga memudahkan masuknya kuman, sehingga akan menyebabkan timbulnya infeksi. Itulah kenapa anak-anak yang sering berkeringat, apalagi keringat buncret mudah terkena bisulan.

Yang jelas, karena penyebab bisulan itu infeksi, maka bisul termasuk penyakit menular. Menularnya bisa karena garukan tangan, kemudian tangan tersebut memindahkan kuman dari satu tempat ke tempat lainnya. Tak heran jika ada orang yang bilang bisulnya jadi beranak.

Jangan Dibiarkan Membesar
Seringkali bisul dibiarkan begitu saja, tidak segera diobati, ditunggu sampai matang dulu sebelum dipencet atau dikeluarkan nanah dan matanya. Itulah fakta yang sering terjadi dimasyarakat. Padahal, justru sebetulnya kalau bisa bisul jangan sampai bernanah, karena bisa terjadi kerusakan jaringan yang lebih parah dan banyak lagi. Kulit bisa berongga.

Jika bisul hanya satu atau beberapa dan masih kecil di permukaan biasanya bisa disembuhkan dengan salep antibiotik. Pemakaian obat dalam bentuk salep atau krim yang dioleskan dikulit lebih efektif ketimbang pengobatan jenis lain. Obat-obatan semacam salep ini sangat dianjurkan untuk kulit karena dibuat dengan daya serap yang cukup efektif terhadap kulit. Tapi, jika sudah membesar, agak dalam dan banyak, anak perlu diberi obat antibiotik yang diminumkan juga.

Penisilin juga merupakan salah satu obat pilihan. Cuma, bakteri staphylococcus aureus penyebab bisul bisa mengakibatkan resisten terhadap penisilin, karena kuman tersebut mengeluarkan enzim sehingga penisilinnya tak berfungsi lagi. Akibatnya banyak yang menjadi resisten. Karena itu, anjur itu lebih baik berikan obat antibiotik yang tahan terhadap enzim yang dikeluarkan kuman tadi, supaya efektif. Selain itu, penisilin juga merupakan salah satu obat yang relatif sering menimbulkan reaksi alergi.

Bila sudah terjadi abses, sebaiknya nanahnya dikeluarkan. Biasanya dokter akan menginsisi/mengiris dengan pisau tajam sehingga penyembuhannya akan lebih sempurna. Bila pecah sendiri akan menimbulkan kerusakan kulit dan akan berbekas. Begitu pula bila dipaksa dikeluarkan, misalnya dengan dipencet, penyembuhannya akan menimbulkan bekas yang tak sedap dipandang.

Bekas pada jaringan kulitnya akan meninggalkan parut, bisa lekukan atau yang lebih tinggi lagi. Tak mungkin akan normal kembali. Walaupun pada anak kulitnya masih berkembang, namun tetap saja tak akan normal kembali karena jaringannya yang rusak akan membekas.

Manifestasi Peradangan
Karena abses merupakan salah satu manifestasi peradangan, maka manifestasi lain yang mengikuti abses dapat merupakan tanda dan gejala dari proses inflamasi, yakni: kemerahan (rubor), panas (calor), pembengkakan (tumor), rasa nyeri (dolor), dan hilangnya fungsi.

Abses dapat terjadi pada setiap jaringan solid, tetapi paling sering terjadi pada permukaan kulit, pada paru-paru, otak, gigi, ginjal, dan tonsil. Komplikasi mayor abses adalah penyebaran abses ke jaringan sekitar atau jaringan yang jauh dan kematian jaringan setempat yang ekstensif (gangren).

Pada sebagian besar bagian tubuh, abses jarang dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga tindakan medis secepatnya diindikasikan ketika terdapat kecurigaan akan adanya abses. Suatu abses dapat menimbulkan konsekuensi yang fatal (meskipun jarang) apabila abses tersebut mendesak struktur yang vital, misalnya abses leher dalam yang dapat menekan trakhea.

Perwatan Bisul
Abses luka biasanya tidak membutuhkan penanganan menggunakan antibiotik. Namun, kondisi tersebut butuh ditangani dengan intervensi bedah, debridemen, dan kuretase.

Suatu abses harus diamati dengan teliti untuk mengidentifikasi penyebabnya, utamanya apabila disebabkan oleh benda asing, karena benda asing tersebut harus diambil. Apabila tidak disebabkan oleh benda asing, biasanya hanya perlu dipotong dan diambil absesnya, bersamaan dengan pemberian obat analgesik dan mungkin juga antibiotik.

Drainase abses dengan menggunakan pembedahan biasanya diindikasikan apabila abses telah berkembang dari peradangan serosa yang keras menjadi tahap nanah yang lebih lunak. Hal ini dinyatakan dalam sebuah aforisme Latin: Ubi pus, ibi evacua.

Apabila menimbulkan resiko tinggi, misalnya pada area-area yang kritis, tindakan pembedahan dapat ditunda atau dikerjakan sebagai tindakan terakhir yang perlu dilakukan. Drainase abses paru dapat dilakukan dengan memposisikan penderita sedemikian hingga memungkinkan isi abses keluar melalui saluran pernapasan. Memberikan kompres hangat dan meninggikan posisi anggota gerak dapat dilakukan untuk membantu penanganan abses kulit.

Karena sering kali abses disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus, antibiotik antistafilokokus seperti flucloxacillin atau dicloxacillin sering digunakan. Dengan adanya kemunculan Staphylococcus aureus resisten Methicillin (MRSA) yang didapat melalui komunitas, antibiotik biasa tersebut menjadi tidak efektif. Untuk menangani MRSA yang didapat melalui komunitas, digunakan antibiotik lain: clindamycin, trimethoprim-sulfamethoxazole, dan doxycycline.

Adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan bahwa penanganan hanya dengan menggunakan antibiotik tanpa drainase pembedahan jarang merupakan tindakan yang efektif. Hal tersebut terjadi karena antibiotik sering tidak mampu masuk ke dalam abses, selain bahwa antibiotik tersebut seringkali tidak dapat bekerja dalam pH yang rendah.

Namun, walaupun sebagian besar buku ajar kedokteran menyarankan untuk dilakukan insisi pembedahan, sebagian dokter hanya menangani abses secara konservatif dengan menggunakan antibiotik. Baca juga Masuk Angin - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya.

Pengobatan Bisul
Sebelum bisul membesar dan lebih parah, maka segeralah diobati. Berikut ini saya sajikan kepada anda sekaligus beberapa resep obat bisul tradisional alami, sehingga anda bisa memilih resep yang paling mudah anda dapatkan disekitar anda:

Obat luar
1. Penanganan Pertama.

  • Mengobati bisul ringan sebenarnya tidak harus melibatkan bantuan dokter atau medis. Kamu bisa mencoba pengobatan bisul sendiri secara sederhana dirumah. Beberapa cara untuk melakukan penhobatan bisul ringan sendiri dirumah antara lain:
  • Mengompres bisul dengan air hangat. Gunakan waslap lembut, lalu basahi dengan air hangat. Tempelkan ke bagian bisul minimal 3 kali sehari. Selain membantu mengurangi rasa sakit, pengompresan ini juga dapat membuat nanah berkumpul di puncak benjolan.
  • Bersihkan bisul yang pecah dengan menggunakan kain kasa berserta alkohol dan sabun antibakterial. Jangan lupa bubuhi dengan obat oles dan bungkus bisul yang pecah dengan memakai kain kasa steril.
  • Gantilah perban sesering mungkin (dua hingga tiga kali sehari).
  • Jangan lupa cuci tangan setelah mengobati bisul agar bakterinya tidak menginfeksi bagian tubuh yang lain.
  • Pastikan kamu tidak memecahkan bisul secara paksa. Perlakuan semacam itu justru dapat mengakibatkan infeksi semakin parah, sekaligus menyebarkan bakteri sehingga dapat memicu komplikasi. Sangat disarankan untuk menunggu sampai bisul pecah dengan sendirinya.


2. Lidah buaya.
Tidak hanya mengompres saja, mengobati bisul juga bisa kamu lakukan dengan memakai lidah buaya. Seperti kita ketahui bersama, bahwa lidah buaya itu memiliki kandungan mineral alami, vitamin, antioksidan, dll, sehingga ia kaya akan manfaat.

Dan salah satu manfaat dari lidah buaya adalah ia berguna untuk mengatasi bisul, bahkan untuk bisul yang dalam kondisi parah sekalipun. Caranya, oleskan daging lidah buaya kearea bisul. Lakukan ini secara terus menerus. Bila perlu, tempelkan halusan daging lidah buaya kemudian tutup dengan kain halus.



3. Mentimun Dan Biji Pala.
Timun diperkaya oleh kandungan anti-inflamasi tinggi yang berguna mencegah peradangan pada kulit. Sementara biji pala mempunyai kandungan anti-bakterial yang dapat melawan infeksi.

Caranya, haluskan mentimun berserta kulitnya, lalu campur dengan biji pala yang telah dihaluskan. Bungkus ramuan tersebut dengan menggunakan daun pisang. Panggang bungkusan sampai hangat. Lalu oleskan kearea bisul secara merata. Diamkan sampai kering, lalu bilas dengan air hangat sampai bersih.




4. Bawang Putih.
Menyembuhkan bisul sebetulnya mudah, salah satunya dengan menggunakan bawang putih. Bumbu dapur ini terkenal dengan kandungan antibiotiknya yang cukup tinggi. Selain berkhasiat untuk mengatasi bisul, bawang putih juga sangat ampuh untuk mengobati sakit gigi berlubang.

Caranya, haluskan  1-2 butir bawang putih. Tempelkan ke area bisul yang sudah dikompres air hangat. Tutup dengan perban, lalu tunggu sampai meresap sempurna. Biasanya terasa sakit, tapi tak perlu cemas karena itu termasuk proses penyembuhan.


5. Bawang Merah.
Apabila di rumah tak ada bawang putih, maka anda bisa menggantinya dengan bawang merah. Pada dasarnya mereka berdua memiliki manfaat sama, cuman bawang merah lebih kepada mempercepat proses pengeringan bisul.

Caranya, parut 2-3 bawang merah. Tempelkan ke area bisul yang sudah dikompres air hangat. Tunggu kurang lebih 1-2 jam, kemudian bilas air hangat juga.


6. Asam Kawak.
Asam kawak (asam jawa) juga bisa anda pergunakan untuk mengatasi bisul, yaitu asam jawa yang sudah disimpan cukup lama, sehingga warnanya cenderung lebih hitam, bukan coklat lagi. Asam kawak sangat efektif jika dijadikan sebagai obat luar atau oles.

Caranya, campur asam kawak, minyak kelapa, dan garam secukupnya. Kemudian tempelkan pada bisul yang sudah dibersihkan. Tunggu sampai mengering agar ramuan meresap sempurna. Setelah itu, bilas dengan memakai air hangat sampai bersih. Baca juga Katarak - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya.




7. Tempuyung (Jombang).
Tempuyung atau tanaman jombang terkenal sangat baik untuk mengobati kencing batu. Itulah sebabnya kenapa tempuyung ini disebut juga dengan gempur Batu. Tetapi sebetulnya bukan cuma itu saja manfaatnya, sebab tempuyung (jombang) juga bisa dipergunakan untuk mengobati penyakit-penyakit lainnya, termasuk bisul.

Caranya, haluskan daun dan batang tempuyung dengan cara digiling atau diparut. Peras hasil parutan tersebut. Kemudian oleskan air perasannya kebagian bisul. Sedangkan ampasnya bisa anda tempelkan. Tunggu sampai mengering sempurna, kemudian bilas dengan air hangat.



8. Daun Sirsak.
Akhir-akhir ini dunia dikejutkan dengan penemuan senyawa antioksidan tinggi dalam daun sirsak yang konon katanya ampuh untuk mengatasi kanker dan tumor. Ternyata setelah diteliti lebih dalam, kandungan tersebut juga berkhasiat untuk mengobati bisul secara alami.

Caranya, sediakan daun sirsak segar secukupnya, kemudian tumbuk halus. Tempelkan halusan daun sirsak tersebut ke bagian bisul sampai kering. Setelah itu bilas dengan memakai air hangat sampai benar-benar bersih.


9. Daun Bayam Duri.
Cara selanjutnya bisa dengan memakai daun bayam duri. Daun ini dapat membantu mengatasi rasa nyeri, perih, dan panas akibat peradangan bisul. Kombinasikan dengan garam halus supaya mendapatkan hasil maksimal.

Caranya, sediakan 3-5 lembar daun bayam duri yang masih segar dan ½ sendok teh garam halus. Remas daun bayam bersama dengan garam sampai hancur dan tercampur rata. Tempelkan ke area bisul secara merata. Kemudian diamkan kurang lebih 1-2 jam. Akhiri dengan membilasnya memakai air hangat.


10. Daun Sirih.
Daun sirih sangat sering sekali diekstrak menjadi antibiotik untuk merawat daerah kewanitaan. Kandungan antibiotik inilah yang bisa membantu mengobati bisul secara alami. Selain itu, daun sirih juga dapat mencegah penyebaran bakteri bisul ke area kulit lainnya.

Caranya, siapkan tiga lembar daun sirih yang sudah dicuci bersih. Tumbuk daun sirih sampai halus. Tempelkan halusan daun sirih ke area bisul, lalu tutup dengan perban. Diamkan selama 1-2 jam, setelah itu bilas dengan air hangat sampai bersih.


11. Eceng Gondok (Enceng Gondok).
Selain dapat menyembuhkan gangguan pada saat buang air kecil karena adanya penyumbatan, sehingga air kencingnya tidak lancar dan bisa untuk mengobati gangguan rasa panas yang terasa pada tenggorokan, eceng gondok juga bisa untuk mengobati gatal-gatal pada kulit yang disebabkan oleh ulat ataupun hewan lainnya dan bisa untuk mengobati sakit bisul.

Seluruh bagian tanaman eceng gondok mampu mengeringkan bisul serta megurangi rasa nyeri yang menyertainya. Caranya, tumbuk tanaman eceng gondok secukupnya lalu campur dengan garam. Gunakan ramuan ini untuk membalur bisul dan tutup dengan kasa steril. Lakukan terus menerus hingga bisul kering dan ganti 2 kali sehari.


Obat Dalam (Minum)
12. Temulawak.
Sejak zaman dulu temulawak banyak diolah menjadi minuman herbal yang berkhasiat, khususnya untuk menjaga kesehatan tubuh. Seperti halnya kunyit, jahe, kencur, lengkuas, dan rempah lainnya, temulawak pun memiliki khasiat besar, salah satunya bisa kamu jadikan sebagai obat bisul alami.

Caranya, sediakan satu ruas jari temulawak, kemudian iris-iris tipis. Rebus dengan menggunakan air sebanyak 2 gelas hingga mendidih, tambahkan gula aren secukupnya. Angkat dari api, lalu masukan seibu jari asam jawa. Setelah agak dingin saringlah. Kemudian minum 2 kali sehari, pagi ± ½ jam sebelum makan dan sore hari.


13. Akar Pule Pandak.
Tanaman pule pandak ini memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan atau manfaat sebagai obat tradisional, mulai dari untuk mengobati hipertensi, untuk mengatasi susah tidur, untuk menyembuhkan peradangan, untuk menghilangkan gatal-gatal, sampai dengan untuk menyembuhkan bisul. Manfaat luar biasa ini muncul disebabkan karena pule pandak memiliki banyak senyawa yang positif bagi tubuh.

Caranya siapkan akar pule pandak yang sudah kering sempurna. Rebus akar pule pandak dengan 1 gelas air. Tunggu sampai air rebusan menjadi setengahnya, angkat, saring. Minum sekaligus 1 hari sekali.



Sedangkan untuk mengatasi bisul yang berukuran besar atau karbunkel, bantuan dokter umum sangat dibutuhkan. Dokter biasanya akan membedah bisul guna mengeluarkan nanah dan darah kotor. Namun, obat antibiotik juga akan diresepkan bagi yang mengalami bisul:
Dengan infeksi yang cukup parah
Yang sering kambuh
Menyebabkan demam
Disertai dengan komplikasi tertentu.

Itulah beberapa cara mengobati bisul secara alami dengan benar.Anda tidak perlu menggunakan semua bahan diatas, cukup pilih salah satu yang menurut Anda paling mudah untuk didapatkan, kemudian jangan lupa lakukan secara rutin. Jika ada yang kurang jelas atau ingin bagi pengalaman, sampaikan saja melalui kolom komentar dibawah. Baca juga Wasir - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya.

Demikianlah informasi lengkap mengenai bisul, sebab, gejala, dan pengobatannya. Semoga bermanfaat. Amin!

Referensi:
Dari berbagai sumber.

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: