IKLAN
Kontak Saya
300x250
Selamat Datang Di BiriBisi

Rabu, 19 April 2017

Sipilis - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi


Tanda-tandanya, di bagian kelamin pria atau wanita terdapat benjolan kecil.
Kulit diatasnya menjadi luka bulat dengan bagian tepinya meninggi dan keras, yang disebabkan oleh suatu bakteri yang disebut Spirochaeta pallida, yaitu akibat penularan dari persetubuhan dengan orang yang berpenyakit sipilis (raja singa). Pada mulanya gangguan penyakit ini ringan-ringan saja, karena masa tunasnya berlangsung beberapa minggu. Baca juga Strok - Gejala, Penyebab, Dan Pengobatannya - BiriBisi.

Kalau tidak diobati akan meningkat dan berkembang terus dalam setahun, dua tahun, atau lebih, sampai pada titik yang mengancam jiwa dan tidak dapat di sembuhkan dengan segala macam obat apapun.

Penyakit Sipilis (Raja Singa) - BiriBisi



Sipilis (raja singa) adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri spiroset treponema pallidum sub-spesies pallidum yang dapat menginfeksi kulit, mulut, alat kelamin, serta sistem saraf. Sipilis dikenal juga dengan nama sifilis atau raja singa.

Rute utama penularannya melalui kontak seksual, infeksi ini juga dapat ditularkan dari ibu ke janin selama kehamilan atau saat kelahiran, yang menyebabkan terjadinya sipilis kongenital. Penyakit lain yang diderita manusia yang disebabkan oleh Treponema pallidum termasuk frambusia atau patek (subspesies pertenue), pinta (sub-spesies carateum), dan bejel (sub-spesies endemicum).

Tanda dan gejala sipilis bervariasi bergantung pada fase mana penyakit tersebut muncul (primer, sekunder, laten, dan tersier). Fase primer secara umum ditandai dengan munculnya chancre tunggal (ulserasi keras, tidak menimbulkan rasa sakit, tidak gatal di kulit), sipilis sekunder ditandai dengan ruam yang menyebar yang seringkali muncul di telapak tangan dan tumit kaki, sipilis laten biasanya tidak memiliki atau hanya menunjukkan sedikit gejala, dan sipilis tersier dengan gejala gumma, neurologis, atau jantung.

Namun, penyakit ini telah dikenal sebagai "peniru ulung" karena kemunculannya ditandai dengan gejala yang tidak sama. Diagnosis biasanya dilakukan melalui tes darah, namun bakteri juga dapat dilihat melalui mikroskop.

Sipilis dapat diobati secara efektif dengan antibiotik, khususnya dengan suntikan penisilin G (yang disuntikkan untuk neurosifilis), ataupun seftriakson, dan bagi pasien yang memiliki alergi berat terhadap penisilin, doksisiklin atau azitromisin dapat diberikan secara oral.

Sipilis diyakini telah menginfeksi 12 juta orang di seluruh dunia pada tahun 1999, dengan lebih dari 90% kasus terjadi di negara berkembang.

Setelah jumlah kasus menurun secara dramatis sejak ketersediaan penicilin di seluruh dunia pada 1940an, angka infeksi kembali meningkat sejak pergantian milenium di banyak negara, terkadang muncul bersamaan dengan human immunodeficiency virus (HIV).

Angka ini disebabkan sebagian oleh praktik seks yang tidak aman di antara laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki, seks bebas dan angka prostitusi tinggi, serta penurunan penggunaan proteksi pelindung.

Sebab-Sebab Penyakit Sipilis



Treponema pallidum subspesies pallidum adalah bakteri berbentuk spiral, gram-negatif, yang bergerak lincah. Tiga penyakit terkait lain manusia disebabkan oleh Treponema pallidum, di antaranya frambusia atau patek (subspesies pertenue), pinta (subspesies carateum) dan bejel (subspesiesendemicum).

Tidak seperti subtipe pallidum, penyakit-penyakit tersebut tidak menyebabkan penyakit neurologis. Manusia dikenal sebagai satu-satunya penampung alami untuk subspesies pallidum. Subspesies “pallidum” tidak mampu bertahan tanpa inang selama lebih dari beberapa hari.

Itu dikarenakan genomnya yang kecil (1.14 MDa) mengalami kegagalan untuk menyandikan jalur-jalur metabolisme yang diperlukan untuk membuat sebagian besar makronutriennya. Pembuatan mikronutriennya dua kali lebih lambat waktunya jauh lebih lama berjam-jam dari 30 .

Penularan Penyakit Sipilis
Sipilis terutama ditularkan melalui kontak seksual atau selama kehamilan dari ibu ke janinnya; spiroseta mampu menembus membran mokusa utuh atau ganguan kulit. Oleh karena itu dapat ditularkan melalui mencium area di dekat lesi, serta seks oral, vagina, dan anal.

Sekitar 30 sampai 60% dari mereka yang terkena sipilis primer atau sekunder akan terkena penyakit tersebut. Contoh penularannya, seseorang yang disuntik dengan hanya 57 organisme mempunyai peluang 50% terinfeksi. Sebagian besar (60%) dari kasus baru di United States terjadi pada laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki.


Penyakit tersebut dapat ditularkan lewat produk darah. Namun, produk darah telah diuji di banyak negara dan risiko penularan tersebut menjadi rendah. Resiko dari penularan karena berbagi jarum suntik tidaklah banyak. Sifilis tidak dapat ditularkan melalui dudukan toilet, aktifitas sehari-hari, bak panas, atau berbagi alat makan serta pakaian.

Tanda Dan Gejala Penyakit Sipilis
Sipilis dapat muncul pada satu di antara empat fase yang berbeda; primer, sekunder, laten, dan tersier, dan bisa juga terjadi secara congenital. Fase ini disebut sebagai "peniru yang hebat" oleh Sir William Osler dikarenakan kemunculannya yang bervariasi.

Sipilis Primer
Sipilis primer umumnya diperoleh dari kontak seksual secara langsung dengan orang yang terinfeksi ke orang lain.

Sekitar 3 sampai 90 hari setelah awal kedapatan (rata-rata 21 hari) luka di kulit dinamakan chancre, tampak pada saat kontak. Lesi ini biasanya (40 % dari waktu) tunggal, kokoh, tanpa rasa sakit, pemborokan kulit tanpa rasa gatal dengan dasar yang bersih serta berbatasan tajam antara ukuran 0,3 dan 3,0 cm.

Walau bagaimanapun luka bisa dikeluarkan hampir dalam bentuk apapun. Pada bentuk yang umum, luka baerkembang dari macule ke papule dan akhirnya ke erosion atau ulcer.

Kadang-kadang, lesi ganda mungkin muncul (~40%). Lesi ganda lebih umum ketika koinfeksi dengan HIV. Lesi mungkin nyeri atau perih (30%), dan bisa terjadi di luar kelamin (2–7%).

Letak paling umum pada wanita adalah di cervix (44%), penis laki-laki heteroseksual (99%), dan anal serta rektal umumnya secara relatif (laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki) (34%). 

Pelebaran nodus limfa (80%) sering kali terjadi di sekitar daerah infeksi, terjadi selama 10 hari setelah pembentukan tukak. Lesi dapat bertahan selama tiga hingga enam minggu tanpa pengobatan.

Sipilis Sekunder
Sifilis sekunder seringnya terjadi empat sampai sepuluh minggu setelah infeksi primer. Sementara penyakit sekunder dapat dikenal dalam berbagai cara secara nyata, gejala-gejala paling umum berkaitan dengan kulit, selaput lendir, dan nodus limfa.

Disana mungkin terdapat kesamaan, kemerah-merahan-pink, ruam yang tidak gatal pada batang dan ekstrem, termasuk pada telapak tangan dan soles. Ruam bisa menjadi makulopapular atau pustular. Itu bisa berbentuk datar, lebar, keputih-putihan, lesi mirip kutil dikenal sebagai kondiloma latum pada selaput lendir.

Semua dari endapan bakteri lesi terinfeksi. Gejala lain termasuk demam, sakit tenggorokan, malaise, berat badan turun, rambut rontok, dan sakit kepala. Jenis penyakit lainnya yang jarang terjadi termasuk hepatitis, ginjal penyakit, radang sendi, periostitis , optik neuritis, uveitis, dan interstitial keratitis.

Gejala akut biasanya diatasi setelah tiga hingga enam minggu, namun sekitar 25% orang bisa kambuh gejala sekunder. Banyak orang yang mengalami sipilis sekunder (40-85% dari wanita, 20-65% dari laki-laki) tidak melaporkan mengalami chancre dari sipilis primer sebelumnya.

Sipilis Laten
Sipilis laten didefinisikan seperti mengalami bukti serologis dari infeksi tanpa gejala-gejala dari penyakit. Penyakit ini dijelaskan lebih lanjut sebagai lebih awal (kurang dari 1 tahun setelah sipilis sekunder) atau akhir (lebih dari 1 tahun setelah sipilis sekunder) di Amerika serikat.

Amerika serikat memanfaakkan memotong dari dua tahun dini dan akhir sipilis laten. Awal sipilis laten bisa mempunyai gejala- gejala kambuh. Akhir sipilis laten adalah asimptomatik, dan tidak menular seperti awal sipilis laten.

Sipilis Tersier
Sipilis tersier bisa terjadi kira-kira 3 hingga 15 tahun setelah infeksi awal, dan bisa dibagi kedalam tiga bentuk berbeda; sipilis gummatous (15%), akhir neurosifilis (6.5%),dan kardiovaskular sifilis (10%). Tanpa pengobatan, ketiga dari orang yang terinfeksi berkembang ke penyakit tersier. Orang dengan sipilis tersier adalah bukan penular.

Sipilis gummatous atau sipilis akhir benign biasanya terjadi 1 hingga 46 tahun setelah infeksi awal, dengan rata-rata 15 tahun. Fase ini ditandai oleh pembentukan gumma kronik, yang lembut,mirip peradangan bola tumor yang bisa bermacam-macam dan sangat signifikan bentuknya gumma umumnya mempengaruhi kulit, tulang, dan liver, tetapi bisa terjadi dimanapun.

Neurosifilis merujuk pada infeksi yang melibatkan sistem saraf pusat yang bisa terjadi dini, menjadi tak bergajala atau dalam bentuk dari meningitis sifilistik yang berhubungan dengan keseimbangan yang lemah dan nyeri kilat pada ekstrimitas lebih rendah. Akhir neurosifilis umumnya terjadi 4 hingga 25 tahun setelah infeksi awal.

Sipilis meningovaskular umumnya muncul dengan apati dan sawan, serta telah umum dengan demensia dan dorsalis. Juga di sana mungkin terdapat pupil Argyll Robertson, tempat pupil kecil bilateral menyempit ketika orang fokus pada objek dekat, tetapi tidak menyempit ketika terkena cahaya terang.

Sipilis kardiovaskular biasanya terjadi 10-30 tahun setelah infeksi awal. Komplikasi yang paling umum adalah syphilitic aortitis, yang dapat mengakibatkan pembentukan aneurisme. Baca juga 8 Penyebab Stroke Bisa Dihindari Dengan pola Makan Dan Pola Hidup Sehat.

Sipilis Kongenital
Sipilis kogenital bawaan sejak lahir dapat terjadi selama kehamilan atau selama kelahiran. Dua dari tiga bayi sipilis lahir tanpa gejala.

Gejala umum yang kemudian berkembang dari kehidupan beberapa tahun pertama meliputi: hepatosplenomegali (70%), ruam (70%), demam (40%), neurosyphilis (20%), dan pneumonitis (20%).

Jika terobati sipilis kongenital tahap akhir dapat terjadi di 40% meliputi: hidung; pelana kelainan bentuk, tanda Higoumenakis, saber shin, atau persendian Clutton di antara lainnya.

Diagnosis Penyakit Sipilis
Penampilan awal sipilis sulit didiagnosisis secara klinis. Penegakkan diagnosisnya melalui tes darah atau pemeriksaan visual secara langsung menggunakan mikroskop. Pemeriksaan darah adalah cara yang umum digunakan, karena lebih mudah dilakukan. Tes diagnostik, bagaimanapun juga, tidak mampu membedakan antara tahap-tahap penyakit.

Tes darah
Tes darah dibagi menjadi nontreponemal dan tes treponemal. Tes Nontreponemal digunakan mulanya, dan mencakup riset laboratorium penyakit kelamin (VDRL) dan tes rapid plasma reagin.

Bagaimanapun, tes-tes tersebut hanya sesekali false positives, konfirmasi diperlukan melalui tes treponemal, seperti partikel aglutinasi treponemal palidum (TPHA) atau fluorescent treponemal antibody absorption test (FTA-Abs).

False positives pada tes nontreponemal dapat terjadi bersamaan dengan beberapa infeksi sepertivarisela dan campak, serta dengan limfoma, tuberkulosis, malaria, endokarditis, penyakit jaringan ikat, dan kehamilan. Tes antibodi treponemal biasanya menjadi positif dua sampai lima minggu setelah infeksi awal.

Neurosifilis didiagnosis dengan menemukan tingginya angka leukosit (terutama limfosit) dan tingkat protein yang tinggi pada cairan tulang belakang kondisi dari infeksi sipilis yang dikenal.

Pengujian langsung
Mikroskop medan gelap cairan serosa dari tukak dapat digunakan untuk membuat diagnosis langsung. Namun, rumah sakit tidak selalu mempunyai perlengkapan atau anggota staf yang berpengalaman, sementara pengujian harus dilakukan dalam waktu 10 menit dalam perolehan sampel. 

Sensitivitas telah dilaporkan hampir 80%, sensitivitas dan spesifitas hanya dapat digunakan untuk konfirmasi diagnosis tetapi bukan satu-satunya aturan. Dua tes lain dapat dilakukan pada sampel dari cangker: pengujian antibodi neon langsung dan tesamplifikasi asam nukleat.

Tes neon langsung menggunakan tagantibodi dengan fluorescein, yang disispkan untuk protein sifilis spesifik, sedangkan amplifikasi asam nukleus menggunakan teknik, seperti reaksi berantai polimerase, untuk mendeteksi adanya gen sifilis spesifik. Tes-tes tersebut tidak seperti waktu-sensitif, sebagaimana tes-tes tersebut tidak memerlukan bakteri hidup untuk membuat diagnosis.

Infeksi akhir Sipilis
Bagi neurosifilis, akibat penetrasi yang lemah dari penisilin G ke dalam sistem saraf pusat, mereka yang terkena dampak direkomendasikan untuk diberikan penisilin intravena dosis tinggi minimal untuk 10 hari. 

Jika orang mengalami alergi, ceftriakson bisa digunakan atau desensitisasi penisilin dapat dicoba. Kemunculan akhir lain dapat diobati dengan penisilin G intramuskular sekali seminggu selama tiga minggu.

Jika alergi, seperti pada kasus awal penyakit, doksisiklin atau tetrasiklin dapat digunakan, sekalipun untuk jangka waktu lebih lama. Perawatan pada fase ini membatasi perkembangan lebih lanjut, tetapi hanya mempunyai efek relatif kecil pada kerusakan yang sudah terjadi.

Satu efek samping yang dapat terjadi akibat pengobatan ini adalah reaksi Jarisch-Herxheimer. Reaksi Jarisch- Herxheimer seringkali dimulai setelah satu jam dan bertahan selama 24 jam, dengan gejala demam, nyeri otot, sakit kepala, dan takikardia. Takikardia disebabkan oleh sitokin yang dikeluarkan oleh sistem kekebalan tubuh sebagai respons terhadap lipoprotein yang dikeluarkan dari bakteri sifilis yang pecah.

Penderita Penyakit Sipilis Di Dunia
Sipilis diyakini telah menginfeksi 12 juta orang pada 1999, dengan lebih dari 90% kasus terjadi di negara berkembang. Penyakit ini memengaruhi 700.000 hingga 1,6 juta kehamilan setiap tahunnya, mengakibatkan aborsi mendadak, kematian janin dalam kandungan, dan sipilis kongenital.

Pada Afrika sub-Sahara, sipilis berkontribusi pada kira-kira 20% dari kematian perinatal. Angkanya rata-rata lebih tinggi pada pengguna narkoba suntik, mereka yang terinfeksi HIV, dan laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki.

Di Amerika Serikat, angka sipilis sejak 2007 enam kali lebih tinggi pada laki-laki daripada perempuan, dan hampir sama pada 1997. Hampir setengah dari kasus pada 2010 terdiri dari Warga Amerika keturunan Afrika.

Sipilis banyak terjadi di Eropa selama abad ke-18 hingga abad ke-19. Di negara maju selama abad ke-20, infeksinya menurun secara cepat dengan semakin menyebarnya penggunaan antibiotik, hingga 1980an dan 1990an. Sejak tahun 2000, angka sipilis meningkat di AS, Kanada, Inggris, Australia dan Eropa, terutama di antara laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki. 

Namun, angka sipilis di antara perempuan Amerika, tetap stabil selama periode ini, dan angka di antara perempuan Inggris meningkat, namun masih di bawah angka kasus pada laki-laki.

Angka yang meningkat di antara heteroseksual terjadi di Cina dan Rusia sejak 1990an. Ini dikaitkan dengan praktik seks yang tidak aman, seperti bergonta-ganti pasangan seks, prostitusi, dan menurunnya penggunaan proteksi.

Jika tidak diobati, angka mortalitas mencapai 8% hingga 58%, dengan angka kematian lebih tinggi ada laki-laki. Keparahan gejala sifilis berkurang selama abag ke-19 dan 20, sebagian karena semakin banyaknya ketersediaan pengobatan efektif dan karena penurunan virulens dari spirochaete. 

Dengan pengobatan dini, komplikasi lebih sedikit. Sipilis meningkatkan risiko penularan HIV dua hingga lima kali, dan infeksi lainnya juga banyak terjadi (30–60% jumlahnya di pusat kota). Baca juga Cacar - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi.

Sejarah Penyakit Sipilis
Lukisan Gerard de Lairesse karya Rembrandt van Rijn,circa 1665–67, lukisan di atas kanvas - De Lairesse, adalah pelukis dan ahli teori seni, menderita sipilis kongenital yang berakibat fatal pada kerusakan wajah dan akhirnya mengakibatkan kebutaan padanya.

Asal-muasal sipilis tidak diketahui. Dari dua hipotesis utama, satu di antaranya mengusulkan bahwa sipilis terbawa ke Eropa oleh awak kapal yang kembali dari pelayaran Christopher Columbus ke Amerika, hipotesis lainnya menyebutkan bahwa sipilis sudah ada sebelumnya di Eropa, namun tidak dikenali.

Ini disebut sebagai hipotesis "Columbus" dan "pra-Columbus" secara berurutan. Hipotesis Columbus sangat didukung oleh bukti yang ada. Catatan tertulis dari kejadian luar biasa sipilis di Eropa terjadi pada 1494/1495 di Naples, Italia, selama invasi Perancis.

Karena disebarkan oleh pasukan Perancis yang kembali, pada awalnya penyakit ini disebut sebagai "French disease", demikian nama tradisionalnya. Pada 1530, nama "sipilis" pertama kali digunakan oleh dokter dan penyair Italia Girolamo Fracastoro sebagai judul puisinya dalam bahasa Latin dalam heksameter dactylic yang menggambarkan kerusakan akibat penyakit sipilis di Italia. Dalam sejarah peristiwa tersebut disebut juga sebagai "Great Pox" (“Cacar Hebat”).

Organisme penyebabnya, Treponema pallidum, pertama kali diidentifikasi oleh Fritz Schaudinn dan Erich Hoffmann pada 1905. Pengobatan pertama yang efektif (Salvarsan) dikembangkan pada 1910 oleh Paul Ehrlich, yang diikuti oleh percobaan penisilin dan konfirmasi keefektifannya pada 1943.

Sebelum penemuan pengobatan efektif lainnya, merkuri dan isolasi banyak digunakan, dengan pengobatan yang lebih buruk dari penyakitnya. Banyak tokoh sejarah, termasuk Franz Schubert, Arthur Schopenhauer, Édouard Manet dan Adolf Hitler, diyakini menderita penyakit sipilis.

Masyarakat dan kebudayaan
Karya seni Eropa yang paling awal menggambarkan sipilis Syphilitic Man karya Albrecht Dürer, potongan kayu yang diyakini mewakili Landsknecht, tentara Eropa Utara. Mitos femme fatale atau "perempuan beracun" dari abad ke-19 diyakini berasal dari penderitaan akibat sipilis, dengan contoh klasik dalam kesusastraan termasuk John Keats' La Belle Dame sans Merci.

Seniman Jan van der Straet melukis pemandangan seorang laki-laki kaya raya yang menerima pengobatan sifilis dengan kayu tropis guaiacum pada kira-kira tahun 1580. Judul karya seni tersebut adalah "Preparation and Use of Guayaco for Treating Syphilis".

Mengapa seniman tersebut memilih untuk memasukkan gambar ini dalam rangkaian karyanya yang merayakan Dunia Baru menunjukkan kepada kaum elit Eropa tentang betapa pentingnya pengobatan sipilis, meskipun tidak efektif pada saat itu. 

Karya yang penuh warna dan detail menggambarkan empat pelayan yang sedang mempersiapkan racikan ketika seorang dokter melihat, menyembunyikan sesuatu di belakang punggungnya ketika pasien yang minum.

Penelitian Tuskegee Dan Guatemala
Satu dari kasus yang paling terkenal di Amerika Serikat tentang etika medis yang dipertanyakan pada abad ke-20 adalah penelitian sipilis Tuskegee. Penelitian tersebut dilakukan di Tuskegee, Alabama, dan didukung oleh U.S.

Public Health Service (PHS) bekerja sama dengan Tuskegee Institute. Penelitian tersebut dimulai pada 1932, saat sipilis menjadi masalah yang tersebar dan tidak ada pengobatan yang aman dan efektif. Penelitian tersebut dirancang untuk mengukur perkembangan sipilis yang tidak diobati.

Pada 1947, penisilin divalidasi sebagai obat yang efektif untuk sipilis dan digunakan secara luas untuk mengobati penyakit tersebut. Namun, direktor penelitian, melanjutkan penelitian tersebut dan tidak menawarkan pengobatan dengan penisilin kepada para peserta penelitian. Ini diperdebatkan, dan beberapa orang mengetahui bahwa penisilin diberikan kepada banyak subjek. Penelitian tersebut tidak berakhir hingga 1972.

Eksperimen sipilis juga dilakukan di Guatemala sejak 1946 hingga 1948. Ekperimen tersebut disponsori oleh eksperimen manusia Amerika Serikat, dilakukan selama pemerintahan Juan José Arévalo bekerja sama dengan kementerian dan pegawai kesehatan Guatemala.

Dokter menginfeksi tentara, tahanan, dan pasien RSJ dengan sifilis dan penyakit yang ditularkan secara seksual lainnya, tanpa surat izin dari subjek, kemudian mengobati mereka dengan antibiotik. Pada Oktober 2010, A.S secara resmi meminta maaf kepada Guatemala karena telah melakukan eksperimen ini.

Pengobatan Penyakit Sipilis Dengan Obat Tradisional
Berikut ini saya sajikan untuk anda resep-resep obat tradisional Jawa untuk penyakit sipilis (raja singa). Anda bisa memilih resep mana yang bisa anda dapatkan dengan mudah disekitar anda:

√1. Bratawali 2 gram, Temulawak 15 gram, Daun meniran 10 gram, Masoyi 5 gram, Pegagan 30 gram, Daun jinten 10 gram, Gadung Cina 10 gram. Semuanya dalam keadaan basah atau segar. Semua di rebus dengan air 3 gelas hingga tinggal setengahnya. Minum 3 kali sehari ½ gelas. Lakukan itu setiap hari sampai sembuh.










√2. Lidah Buaya.
Lidah buaya (Aloe Vera Linn / Aloe barbadensis, Mill. Aloe vulgaris, Lamk). Nama Lokal : Lidah buaya (Indonesia), Crocodiles tongues (Inggris); Jadam (Malaysia).Kandungan : Aloin, barbaloin, isobarbaloin, aloe-emodin, aloenin, aloesin.

Caranya, siapkan beberapa helai dari daun dan batang lidah buaya. Cuci bersih, lalu kupas kulit dan ambil dagingnya. Rebus dengan menggunakan air secukupnya, angkat, saring. Minum selagi masih hangat 3 kali sehari secara rutin dan teratur. Baca juga Malaria - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi.



√3. Daun Sirih.
Daun Sirih. Minyak atsiri dari daun sirih mengandung minyak terbang (betIephenol), seskuiterpen, pati, diatase, gula dan zat samak dan kavikol yang memiliki daya mematikan  kuman, antioksidasi dan fungisida, anti jamur.

Caranya senyiapkan 30 lembar daun sirih bersama tangkainya, 1/4 gula aren, garam secukupnya. Cuci daun sirih dengan air bersih, rebus dengan 2 liter air sampai mendidih, tambahkan gula dan garam aduk hingga larut, saring. Minum selagi masih hangat, 3 kali sehari. Lakukan secara rutin dan teratur.







√4. Remujang (kumis kucing) 200 gram, Kayu Anyang-anyang 100 gram, Adas 50 gram, Pulosari 50 gram. Cuci semua bahan yang sudah disediakan, rebus dengan menggunakan air minum secukupnya, saring. Minum 3 kali sehari satu gelas. Konsumsi ramuan secara rutin dan teratur.






√5. Akar tembelekan ¼ genggam, Adas ¾ sendok teh, Pulosari 6 cm, Kayu timur (soga / flamboyang kuning) 8 cm, Gula aren secukupnya. Cuci bersih bahan yang harus dicuci, potong bahan yang sudah disiapkan, kemudian rebus menggunakan air ¾ gelas, angkat, diamkan hingga dingin, saring. Minum 3 kali sehari, ¾ gelas. Lakukan terapi ini secara rutin dan teratur.




√6. Biji kemukus kering ± 1 sendok teh, tumbuk sampai halus, tambahkan air hangat, saring. Minum ramuan ini sesering mungkin. Buatlah pola makan dan pola hidup sehat dan jaga kebersihan alat kelamin anda.



√7. Daun Murbei.
Murbei biasanya hidup didataran rendah. Meski tidak terkenal sebagai tanaman obat, tetapi ternyata daun murbei mempunyai khasiat yang sangat ampuh untuk menyembuhkan penyakit Sipilis. Caranya adalah dengan mengambil beberapa daun murbei, cuci bersih dan rebus dengan air seckupnya hingga mendidih, lalu saring dan minum selagi hangat 3 kali sehari. Lakukan secara rutin dan teratur.



√8. Akar Jali.
Tanaman jali biasanya banyak tumbuh didaerah pedesaan. Caranya cukup ambil beberapa batang dan akarnya sekaligus, cuci bersih dan rebus dengan menggunakan air bersih, Saring dan minum selagi hangat. Selain untuk penyakit sipilis, akar jali ini sangat ampuh juga untuk mengobati kencing nanah.



√9. Akar Alang-Alang.
Sudah sejak jaman dahulu akar alang-alang diketahui sebagai tanaman sejuta khasiat. Terutama untuk menyembuhkan sipilis dan kencing nanah dengan tanpa efek samping. Dengan memanfaatkan akar alang-alang ini secara rutin dan teratur, penyakit yang anda derita akan segera sembuh.

Caranya sama dengan akar jali, yaitu ambil akar alang-alang secukupnya,cuci dan rebus, saring dan minum selagi masih hangat. Lakukan secara rutin dan tertur, baik pria maupun wanita.

Waspadailah penyakit sipilis ini! Karena meki bukan kategori penyakit yang mematikan, tetapi penyakit ini sangat berbahaya. Itulah kenapa penyakit sipilis ini dikenal juga dengan sebutan penyakit Raja Singa.



√10. Daun Sendok.
Tanaman sendok hidup didataran rendah, ia mempunyai segudang manfaat. Dan salah satu manfaat daun sendok adalah cukup ampuh dan mujarab untuk mengobati penyakit sipilis. Caranya sangat gampang, anda tinggal ambil daun sendok beberapa helai, cuci, rebus, dan saring. Minum selagi masih hangat 3 kali sehari sebelum makan. Lakukan secara rutin dan teratur setiap hari sampai sembuh.


√11. Sambiloto.
Sipilis adalah penyakit seksual yang menular yang jika terlambat dalam pengobatannya, maka penyakit ini akan menunjukan gejala luka dan bintik-bintik dikelamin, selangkangan, tangan dan punggung. 

Sambiloto adalah salah satu tanaman yang sangat ampuh dan aman untuk mengobati penyakit sipilis. Caranya sama dengan daun sendok, yaitu anda tinggal ambil daun sambiloto secukupnya, cuci, rebus, dan saring. Minum selagi masih hangat 3 kali sehari sebelum makan. Dan yang terpenting anda harus melakukannya rutin dan teratur sampai penyakit sipilis anda benar-benar sembuh. Jaga juga kebersihan tubuh anda, terutama dibagian kelamin.


√12. Bunga Jengger Ayam.
Setelah dicuci bersih dan direbus dengan air ± 1 gelas hingga mendidih, lalu disaring. Minum 3 kali sehari dan lakukan secara rutin dan teratur setiap hari sampai sembuh. 

Bunga jengger ayam ini bisa anda jumpai dihalaman rumah warga. Bentuknya yang indah dan persis mirip dengan jengger ayam jantan ini membuatnya banyak dijadikan tanaman hias dihalaman depan rumah warga.


√13. Bayam Duri
Agar sipilis sembuh dengan total secara alami, maka anda bisa juga mencoba obat herbal yang satu ini. Bayam duri bisa anda jumpai dipekarangan rumah dan pinggir-pinggir jalan. Ambil batang dan akar bayam duri, cuci dan rebus menggunakan air sebanyak 1 gelas hingga tersisa separuhnya, saring. Minum selagi masih hangat 3 kali sehari, ½ gelas. Lakukan secara rutin dan tertatur, maka sipilis yang anda derita akan segera sembuh dan tidak akan kambuh lagi.


√14. Kumis Kucing (Remujung).
Tanaman dengan bunga yang sangat imut ini selain bisa menyembyuhkan penyakit diabets juga bisa menyembuhkan penyakit sipilis secara aman dan dalam waktu yang singkat. Kumis kucing juga ampuh dan aman menghilangkan kencing nanah secara total. Cukup direbus dan diminum secar rutin dan teratur.

√15. Bawang Putih.
Sejak jaman dulu, beribu-ribu tahun yang lalu orang Mesir telah menggunkan bawang putih untuk berbagai keperluan, termasuk pengobatan. Baunya yang khas ternyata mengandung minyak astiri sebagai antibakteri dan antiseptik. Caranya cukup mudah ambil 1 siung bawang putih, kupas kulit, kunyah-kunyah dan makan 3x sehari secara rutin. Kalau anda lurang suka dengan baunya maka anda bisa memotong kecil-kecil, lalu dihaluskan, kemudian ditelan.


√16. Daun Binahong
Ambil 11 lembar daun binahong, cuci bersih dan rebus dengan air secukupnya, saring. Minum selagi masih hangat secara. Lakukan pengobatan ini secara rutin dan teratur. Daun binahong sangat mujarab untuk menyembuhkan penyakit sipilis, karena didalamnya terdapat kandungan antioksidan, zat alkoloid dan saponin.


√17. Astragalus.
Astragalus adalah tanaman herbal yang sangat populaer untuk menghancurkan virus dan bakteri. Ia sangat aman dan efektif untuk menyembuhkan penyakit sipilis. Astragalus juga dapat digunakan untuk mengobati infeksi virus HIV-AIDS dan Herpes Genital. Ekstark astragalus bisa dikonsumsi secara langsung. Caranya, ambil satu sendok astragalus kering, didihkan dengan segelas air, angkat, saring. Minum secara rutin dan teratur setiap pagi sebelum sarapan dan sore hari.


Pantangan Bagi Penderita Penyakit Sipilis
Daging, ikan, cuka, yang pedas-pedas, gemuk dan obat-obatan keras. Buang air besar dan kecil hendaknya lancar tiap hari.

Perawatan Kesehatan Penderita Penyakit Sipilis
Penderita tiap hari harus mandi berrendam dalam ember besar dengan air hangat panas yang diberi Sulfas Magnesic 2 sendok makan untuk setiap liternya ( beli di apotik ) selama 30 menit, pagi dan sore.

Pilihan perawatan pertama bagi sipilis, satu dosis intramuskular penisilin G atau satu dosis oral azitromisin. Doksisiklin dan tetrasiklin adalah pilihan lainnya, namun, karena terdapat resiko kelainan pada janin dosisiklin dan tetrasiklin tidak direkomendasikan untuk wanita hamil. 

Resistensi terhadap antibiotik telah berkembang pada sejumlah agen, termasuk makrolid, klindamisin, dan rifampin. Ceftriakson, generasi ketiga sefalosporin antibiotik, mungkin saja seefektif perawatan berbasis penisilin. Azitromisin termasuk dalam jenis antibiotik Macrolides, dimana obat generiknya tersedia di Indonesia.

Jika satu dosis/cure belum sembuh, maka ada baiknya dilakukan tes resistensi antibiotik (kultur) untuk mengetahui jenis antibiotik apa yang masih mempan, tetapi untuk melakukan kultur perlu mencari laboratorium klinik yang melakukan tes dengan cukup lengkap.

Caranya dengan bertanya apakah laboratorium klinik tersebut mengetes azitromisin atau tidak, jika mengetes, maka laboratorium klinik tersebut biasanya juga akan mengetes antibiotik lainnya yang diperkirakan mempan untuk bakteri gram positip seperti sifilis, misalnya erytromisin yang juga termasuk antibiotik jenis macrolides dan mengetes pula moxyfloxasin dan levofloxasin yang termasuk jenis antibiotik Quinolones atau sejenis dengan ciprofloxasin, tetapi cipro seringkali sudah resisten (tidak mempan).

Pencegahan Penyakit Sipilis
Tidak ada vaksin yang efektif untuk pencegahan. Berpantang dari kontak fisik intim dengan orang yang terinfeksi secara efektif mengurangi penularan sipilis, seperti penggunaan yang tepat dari kondom lateks. 

Namun penggunaan kondom tidak sepenuhnya menghilangkan resiko. Oleh karena itu, Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan hubungan jangka panjang dengan satu pasangan yang tidak terinfeksi dan menghindari zat seperti alkohol dan zat terlarang lainnya yang dapat meningkatkan risiko perilaku seksual.

Sipilis bawaan pada bayi dapat dicegah dengan penapisan ibu selama awal kehamilan dan mengobati mereka yang terinfeksi. United States Preventive Services Task Force (USPSTF) sangat merekomendasikan penapisan universal pada semua wanita hamil.

Sedangkan Organisasi Kesehatan Dunia menyarankan agar semua wanita dites pada kunjungan pertama antenatal dan sekali lagi pada trimester ketiga. Jika mereka positif, mereka menganjurkan agar pasangan mereka juga dirawat.

Meskipun demikian, sipilis bawaan masih banyak terjadi di negara berkembang, karena banyak wanita yang sama sekali belum menerima perawatan antenatal, dan bahkan perawatan lain sebelum melahirkan yang diterima tidak termasuk penapisan, dan ini terkadang masih terjadi di negara maju.

Karena mereka yang kemungkinan besar tertular sipilis (melalui penggunaan obat-obatan terlarang, dll.) adalah yang paling sedikit menerima perawatan selama kehamilan. Beberapa langkah untuk meningkatkan akses ke tes tampaknya efektif untuk mengurangi tingkat sipilis bawaan di negara berpendapatan rendah sampai menengah.

Sipilis adalah penyakit yang harus dilaporkan di beberapa negara, termasuk di Kanada, Uni Eropa, dan Amerika Serikat. Ini berarti penyedia layanan kesehatan diwajibkan untuk memberitahukan kepada otoritas Kesehatan Masyarakat, yang idealnya nanti akan memberikan pemberitahuan pasangan kepada pasangan pasien.

Dokter juga dapat mendorong pasien untuk mengirim pasangan pasien untuk mencari perawatan kesehatan. CDC merekomendasikan laki-laki yang aktif secara seksual yang melakukan hubungan seks dengan laki-laki dites sekurang-kurangnya sekali dalam setahun. Baca juga Kencing Nanah - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi.

Cara yang paling pasti untuk mencegah penyebaran penyakit seksual menular ini adalah sebagai berikut:
  • Tidak melakukan hubungan seksual dengan penderita penyakit sipilis (raja singa).
  • Menjauhi sumber penularan, yaitu kompleks pelacuran, baik resmi atau liar.
  • Pencegahan yang 100% efektif adalah menikah dengan perawan yang sehat. Jika belum dapat, lampiaskan birahi dengan melakukan masturbasi.
  • Penggunaan kondom dapat mengurangi resiko penularan penyakit.
  • Pastikan toilet yang digunakan higienis, hindari penggunaan toilet duduk di tempat umum.
  • Segera obati bila ada keluhan seperti di atas.

Demikianlah informasi mengenai penyakit sipilis atau raja singa, sebab, gejala, dan pengobatannya yang bisa saya sajikan untuk anda. Semoga bermanfaat. Amin!

Referensi:
Dari berbagai sumber.

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: