IKLAN
Kontak Saya
300x250
Selamat Datang Di BiriBisi

Jumat, 14 April 2017

8 Penyebab Stroke Bisa Dihindari Dengan Pola Makan Dan Pola Hidup Sehat - BiriBisi


Penyakit Stroke - BiriBisi
Stroke adalah suatu kejadian rusaknya sebagian dari otak. Stroke bisa terjadi apabila pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke otak tersumbat, atau robek atau bocor.


Stroke, atau cerebrovascular accident (CVA), adalah hilangnya fungsi-fungsi otak dengan cepat, karena gangguan suplai darah ke otak. Hal ini dapat terjadi karena "iskemia" (berkurangnya aliran darah) dikarenakan oleh penyumbatan (thrombosis, arterial embolism), atau adanya haemorrhage (pendarahan). Baca juga 35 Manfaat Mengkudu Untuk Kesehatan yang diantara manfaatnya adalah melancarkan sistem peredaran darah, karena buah mengkudu mengandung zat "SCOPOLETIN" yang berkhasiat untuk melebarkan pembuluh darah.

Stroke iskemik biasanya disebabkan oleh diabetes, ia menjadi mayoritas pada penderita stroke dan bisa mencapai 85 persen, sedangkan stroke pendarahan hanya 15 persen, tetapi stroke pendarahan dapat menyebabkan kematian pada 40 persen pasiennya. Yang perlu diperhatikan juga adalah stroke iskemik ringan yang gejalanya mirip stroke, tetapi akan hilang dengan sendirinya dalam 24 jam (transient ischemic attacks (TIA).

Hal ini terjadi karena penyumbatan pembuluh darah hanya terjadi sementara. Tetapi bagaimanapun, jika hal ini terjadi, maka kemungkinan terjadinya stroke berikutnya yang lebih berat dapat terjadi.

Di Indonesia, stroke terjadi pada 12 dari 1.000 orang, bahkan lebih tinggi dan satu dari 7 pasien yang mengalami stroke akan meninggal.

Indonesia menempati urutan pertama dari negara-negara dengan penderita stroke terbanyak didunia. Data WHO Mei 2014, menunjukkan bahwa 200/100.000 penduduk negara Indonesia meninggal karena stroke. 

Mengkhawatirkan! Ini yang meninggal, sudah tentu yang cacat atau lumpuh dan yang masih hidup lebih banyak lagi. Link source: http://www.worldlifeexpectancy.com/cause-of-death/stroke/by-country/.

Jenis-jenis Stroke
Stroke dibagi menjadi dua jenis yaitu stroke iskemik dan stroke hemorragik. "Sebuah prognosis hasil sebuah penelitian di Korea menyatakan bahwa, 75,2% stroke iskemik diderita oleh kaum pria dengan prevalensi berupa hipertensi, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol". Berdasarkan sistem TOAST, komposisi terbagi menjadi 20,8% LAAS, 17,4% LAC, 18,1% CEI, 16,8% UDE dan 26,8% ODE.

Diagnosis Stroke Dan Penanganan Cepat
Stroke memerlukan tindakan darurat medis (medical emergency) pada masa emasnya (golden period) yang maksimum hanya berlangsung beberapa jam saja setelah terjadinya stroke. Hal ini diperlukan untuk mencegah terjadinya kerusakan tetap atau kerusakan yang lebih parah.

Dan jika tidak ditangani, bahkan bisa mengakibatkan kematian. Stroke adalah penyebab ketiga terbesar kematian dan yang pertama dalam menyebabkan kecacatan pada orang dewasa di Amerika Serikat dan Eropa.

Deteksi secepatnya dalam masa 'Golden Period' beberapa jam setelah serangan stroke sangat berarti bagi kesehatan pasien pasca stroke.

Untuk stroke iskemik, karena terjadinya penyumbatan, maka harus diberi obat pengencer darah untuk melancarkan sumbatan dalam waktu tidak lebih dari 3 jam setelah serangan stroke.

Sedangkan untuk stroke hemorragik, dimana terjadi pendarahan, maka harus segera dilakukan pembedahan untuk membersihkan darah dari otak. Jika terlambat penangannya, maka pasien akan menderita pasca stroke yang lebih berat.

Stroke Iskemik
Dalam stroke iskemik, "penyumbatan bisa terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah arteri yang menuju ke otak". Darah ke otak disuplai oleh dua arteri karotis interna dan dua arteri vertebralis. Arteri carotis interna merupakan cabang dari arteri carotis communis sedangkan arteri vertebralis merupakan cabang dari arteri subclavia.



Stroke Hemorragik
Dalam stroke hemorragik, "pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya". Pendarahan dapat terjadi di seluruh bagian otak seperti caudate putamen; talamus; hipokampus; frontal, parietal, dan occipital cortex; hipotalamus; area suprakiasmatik; cerebellum; pons; dan midbrain. "Hampir 70 persen kasus stroke hemorrhagik menyerang penderita hipertensi".

Stroke hemorragik terbagi menjadi subtipe intracerebral hemorrhage (ICH), subarachnoid hemorrhage (SAH), cerebral venous thrombosis, dan spinal cord stroke. ICH lebih lanjut terbagi menjadi parenchymal hemorrhage, hemorrhagic infarction, dan punctate hemorrhage. Baca juga 37 Manfaat Temulawak Untuk Kesehatan yang diantara manfaatnya adalah untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah dan mencegah stroke.




9 Penyebab Penyakit Stroke
Faktor-faktor yang meningkatkan resiko terjadinya stroke adalah:

  1. Usia
  2. Tekanan darah tinggi
  3. Stroke sebelumnya (sudah pernah terkena stroke)
  4. Diabetes
  5. Kolesterol tinggi
  6. Merokok
  7. Atrial fibrillation
  8. Migraine dengan aura
  9. Thrombophilia (cenderung thrombosis).


Dari semua faktor-faktor tersebut yang paling mudah dikendalikan adalah tekanan darah tinggi dan merokok. Namun 80 persen stroke dapat dihindari dengan pengelolaan faktor-faktor resiko.

Gejala Umum Stroke
Gejala-gejala stroke meliputi:

  • Hemiplegia (ketidakmampuan untuk menggerakkan satu atau lebih anggota badan dari salah satu sisi badan). Lengan si penderita mengalami kelumpuhan, karena itu ia tidak mampu mengangkat salah satu atau bahkan kedua lengannya.
  • Aphasia (ketidakmampuan untuk mengerti atau berbicara), atau tidak mampu untuk melihat salah satu sisi dari luas pandang (visual field). Cara bicara si penderita tidak jelas atau kacau, bahkan ada juga penderita yang tidak bisa bicara sama sekali, walau ia terlihat sadar. Mata dan mulut pada salah satu sisi wajah penderita terlihat turun.


Pencegahan Penyakit Stroke
Stroke dapat dicegah melalui penerapan pola hidup sehat. Resiko mengalami stroke akan berkurang jika anda makan makanan sehat, berolahraga secara teratur, tidak merokok, dan tidak minum alkohol. 

Berusaha menurunkan tingkat kolesterol dan tekanan darah tinggi dengan obat-obatan juga bisa mengurangi resiko terkena stroke. Pada sebagian orang, obat-obatan untuk mencegah pembekuan darah serta obat untuk menjaga kadar normal gula darah juga penting untuk mencegah terjadinya stroke.

Dalam manusia tanpa faktor resiko stroke dengan umur di bawah 65 tahun, resiko terjadinya serangan stroke dalam 1 tahun berkisar pada angka 1%. Setelah terjadinya serangan stroke ringan atau TIA, penggunaan senyawa anti-koagulan seperti warfarin, salah satu obat yang digunakan untuk penderita fibrilasi atrial, akan menurunkan risiko serangan stroke dari 12% menjadi 4% dalam satu tahun.

Sedangkan penggunaan senyawa anti-keping darah seperti aspirin, umumnya pada dosis harian sekitar 30 mg atau lebih, hanya akan memberikan perlindungan dengan penurunan risiko menjadi 10,4%. Kombinasi aspirin dengan dipyridamole memberikan perlindungan lebih jauh dengan penurunan resiko tahunan menjadi 9,3%. Lihat juga 26 Manfaat Jahe Untuk Kesehatan yang diantara manfaatnya adalah untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah.

Cara yang terbaik untuk mencegah terjadinya stroke adalah dengan mengidentifikasi orang-orang yang beresiko tinggi dan mengendalikan faktor resiko stroke sebanyak mungkin, seperti kebiasaan merokok, hipertensi, dan stenosis (penyempitan saluran) di pembuluh karotid, mengatur pola makan yang sehat dan menghindari makanan yang mengandung kolesterol jahat (LDL), serta olaraga secara teratur.

Stenosis merupakan efek vasodilasi endotelium yang umumnya disebabkan oleh turunnya sekresi NO oleh sel endotelial, dapat diredam asam askorbat (vitamin yg larut dalam air, terdapat dl jeruk, tomat, arbei, dan buah-buahan serta sayuran; vitamin C) yang meningkatkan sekresi NO oleh sel endotelial melalui lintasan NO sintase atau siklase guanilat, mereduksi nitrita menjadi NO dan menghambat oksidasi LDL di lintasan aterosklerosis.

Beberapa institusi kesehatan seperti American Heart Association atau American Stroke Association Council, Council on Cardiovascular Radiology and Intervention memberikan panduan pencegahan yang dimulai dengan penanganan saksama berbagai penyakit yang dapat ditimbulkan oleh aterosklerosis, penggunaan senyawa anti-trombotik untuk kardioembolisme dan senyawa anti-keping darah bagi kasus non-kardioembolisme, diikuti dengan pengendalian faktor resiko seperti arterial dissection, patent foramen ovale, hiperhomosisteinemia, hypercoagulable states, sickle cell disease; cerebral venous sinus thrombosis; stroke saat kehamilan, stroke akibat penggunaan hormon pasca menopause, penggunaan senyawa anti-koagulan setelah terjadinya cerebral hemorrhage; hipertensi, hipertensi, kebiasaan merokok, diabetes, fibrilasi atrial, dislipidemia, stenosis karotid, obesitas, sindrom metabolisme, konsumsi alkohol berlebihan, konsumsi obat-obatan berlebihan, konsumsi obat kontrasepsi, mendengkur, migrain, peningkatan lipoprotein dan fosfolipase.

Biasanya di Indonesia CT Scan dan MRI baru dilakukan, setelah terjadinya stroke. Jarang angiography menggunakan kedua alat itu untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya stroke dilakukan.

Sekarang ini sudah mulai banyak laboratorium klinik, klinik stroke, pembuluh darah dan penyakit kardiovaskular yang memiliki Transcranial Doppler, karena alatnya kecil/portabel dan relatif murah dengan biaya pemeriksaan menggunakan alat itu hanya sekitar Rp 500.000 atau seperempat sampai seperdelapan biaya penggunaan CT Scan atau MRI.

Transcranial doppler tidak seakurat kedua alat yang mahal tersebut, tetapi salah satu keuntungannya, yaitu tidak mengandung radiasi, sehingga dapat dilakukan secara berulang, misalnya untuk pamantauan selama dan sesudah/pasca stroke dan juga dapat dilakukan pada pasien yang kritis, tidak sadar, di ruang ICU. Mengingat biayanya yang relatif murah, maka pemantauan kemungkinan terjadinya stroke juga sudah banyak dilakukan menggunakan Transcranial doppler, terutama di Amerika Serikat.

Komplikasi stroke
Stroke dapat menyebabkan munculnya berbagai komplikasi, dan beberapa diantaranya dapat membahayakan nyawa si penderita. Contoh dari komplikasi tersebut diantaranya adalah hidrosefalus atau tingginya produksi cairan serebrospinal, disfagia atau kesulitan menelan, dan trombosis vena dalam atau penggumpalan darah pada kaki.

Metode Pengobatan Stroke
Pengobatan stroke tergantung dari jenisnya, stroke iskemik atau hemoragik. Pengobatan juga disesuaikan pada area otak mana stroke terjadi. Pada umumnya stroke diobati dengan obat-obatan, termasuk obat pencegahan untuk menurunkan tekanan darah, menurunkan tingkat kolesterol, dan menghilangkan pembekuan darah. Dalam beberapa kasus, operasi diperlukan untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh stroke hemoragik atau menghilangkan lemak di arteri.

Resep Obat Tradisional Penyakit Stroke
√1. Daun cermai  20 gram, Jahe merah 20 gram, Daun dewa 30 gram, Mengkudu 40 gram. Iris kecil semua bahan, rebus dengan air sebanyak 4 gelas air hingga tersisa  setengahnya. Minum 1 gelas, 2 kali sehari, pagi sebelum sarapan dan sore hari. Lakukan tiap hari tanpa henti sampai benar-benar sembuh.






√2. Daun dan akar pegagan 20 gram. Rebus dengan air sebanyak 3 gelas hingga tersisa setengahnya, saring. Minum ½ gelas, 3 kali sehari, pagi sebelum sarapan, sore , dan malam hari menjelang tidur. Lakukan tiap hari tanpa henti sampai benar-benar sembuh.



√3. Asam jawa 2 ruas atau sekitar 2 jari, Sambiloto 30 gram, Temu lawak 30 gram, Bawah putih 7-8 siung. Iris semua bahan dan rebus dengan air sebanyak 2 gelas hingga tersisa setengahnya, saring. Minum ½ gelas, 2 kali sehari. Lakukan tiap hari tanpa henti sampai benar-benar sembuh.






√4. Sambiloto 25 gram. Rebus dengan air sebanyak 3 gelas hingga tersisa setengahnya, saring. Minum ½ gelas, 3 kali sehari, pagi sebelum sarapan, siang, dan malam hari menjelang tidur. Lakukan tiap hari tanpa henti sampai benar-benar sembuh.

√5. Bawang merah 6 butir, Daun salam segar 7 lembar, Jamur kuping hitam 1 genggam. Iris semua bahan dan rebus dengan air sebanyak 6 gelas hingga tersisa setengahnya, saring. Minum 1 gelas, 3 kali sehari, pagi sebelum sarapan, siang, dan malam hari menjelang tidur. Lakukan tiap hari tanpa henti sampai benar-benar sembuh.





Perhatian:
Perbaiki pola makan, ganti pola makan lama dengan pola makan baru yang sehat.
Lihat juga 35 Manfaat Bawang Putih Untuk Kesehatan Dan Kecantikan yang diantara manfaatnya adalah anti-trombolik, sehingga dapat mencegah pembekuan darah pada pasien yang beresiko mengalami pembekuan darah.

Demikianlah, penjelasan mengenai stroke, jenis, penyebab, gejala, pencegahan, dan pengobatannya. Semoga bermanfaat. Amin!

Referensi:
Dari berbagai sumber

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: