IKLAN
Kontak Saya
300x250
Selamat Datang Di BiriBisi
Page Hits Counter

Jumat, 28 April 2017

Masuk Angin - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi


Badan terasa tidak nyaman (meriang/menggigil), selalu merasa kedinginan (terutama di ujung jari kaki dan tangan), cegukan, perut kembung,
mudah lelah, sering mengantuk, batuk-batuk, pilek, demam, diare, mual dan muntah, keringat dingin, sulit untuk mengeluarkan kentut maupun bersendawa, nafsu makan berkurang, dan lain-lain itu adalah keluhan atau gejala yang sering dialami oleh orang yang terkena penyakit masuk angin. Baca juga Cacar - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi.

Yang sering menderita penyakit masuk angin ini kebanyakan adalah orang atau anak-anak yang perutnya lemah, karena kurang gerak badan atau tidak mau berlatih menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan disekitarnya, dan juga orang yang perutnya tidak dapat dengan mudah untuk mengecil dan membesar, perut yang semacam ini dapat dengan mudah kemasukan udara, karena aliran darah keperut sering kurang lancar.

Masuk Angin - BiriBisi
Masuk angin adalah suatu "PENYAKIT" yang disebabkan karena berkumpulnya gas yang tidak merata di dalam tubuh. Masuk angin diyakini menjadi penyakit yang nyata, namun saat ini belum ada bukti medis untuk mendukung klaim ini. Penyakit ini mirip influenza karena gejala dan penyebabnya hampir sama. Masuk angin biasanya dianggap sekadar mitos di dunia kedokteran tetapi kenyataannya banyak sekali penderitanya.

Penyebab Masuk Angin
Biasanya, penyebab utamanya adalah udara dingin yang berlebihan, seperti terlalu lama di ruangan ber-AC, bermain hujan-hujanan, cuaca yang dingin, dan lainnya. Penyebab lainnya adalah terlalu banyak tertawa, salah makan, kurang kentut, atau karena terlalu lelah.

Pada umumnya orang-orang akan langsung menyebut masuk angin setiap kali badan merasa tidak enak. Badan tidak enak yang disebabkan oleh masuk angin, umumnya terjadi pada masa pergantian cuaca dari musim kemarau kemusim penghujan atau sebaliknya. Musim tersebut di Indonesia biasa disebut dengan istilah musim "PANCAROBA".

Pada masa peralihan itu, angin seringkali bertiup sangat kencang. Angin sering disalahkan oleh banyak orang, karena masuk ketubuh mereka tanpa permisi dan menyebabkan badan terasa tidak enak. Angin sering dituduh masuk ketubuh tanpa permisi, ketika tubuh diterpa oleh angin yang bertiup kencang.

Saat dimusim bukan pancaroba pun "angin tidak diundang" ini sering menghinggapi orang-orang tertentu. Penyakit ini acapkali singgah di mtubuh orang yang sering begadang, kurang tidur atau kurang istirahat. Gara-gara angin, penderitanya jadi merasa tidak enak badan ketika bangun di pagi hari. Baca juga Malaria - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya.

Masuk angin sebenarnya merupakan kumpulan gejala yang terjadi akibat gabungan kelelahan fisik, terlambat makan, dan pikiran stres. Karena gabungan ketiga hal itu, terjadilah pembentukan gas berlebihan di lambung dan usus. Kemudian timbul perasaan penuh sesak diusus, lalu terjadi mulas, yang terkadang diikuti oleh mual dan muntah. Kalau sudah begini, maka inilah yang disebut masuk angin.

Sebenarnya penyebab masuk angin itu bukanlah udara dingin atau cuaca buruk, bukan angin yang memicu terjadinya masuk angin. Udara dingin yang menyergap tubuh menimbulkan mekanisme vasoconstriction atau penyempitan pembuluh darah. Sebenarnya penyempitan pembuluh darah ini merupakan mekanisme tubuh untuk menjaga agar tidak terjadi pengeluaran kalori berlebihan dari tubuh, sehingga tubuh tidak perlu mengalami penurunan suhu atau hipotermia. Namun, dampak kurang menyenangkan dari penyempitan pembuluh darah ini, peredaran darah menjadi kurang lancar. Akibatnya, hasil metabolisme, berupa asam laktat, terakumulasi pada otot. Inilah yang membuat badan jadi terasa pegal-pegal.

Udara dingin dapat menyebabkan rambut-rambut sel di saluran napas lambat bergerak. Padahal, mereka berfungsi untuk mengeluarkan lendir, bakteri, dan virus. Perlambatan ini juga menyebabkan seseorang menjadi rentan terkena infeksi seperti batuk, pilek, dan lain-lain.

Perihal perut kembung terisi gas, bisa terjadi akibat udara dingin yang menyebabkan perlambatan gerak peristaltik usus. Perlambatan inilah yang menyebabkan gas tertampung disaluran cerna, sehingga perut terasa kembung dan penuh sesak (begah). Dan akhirnya perut akan tertekan oleh gas dan menyebabkan rasa mual sehingga menekan nafsu makan.

Gejala Masuk Angin
Gejala masuk angin antara lain adalah:

  • Tubuh terasa tidak nyaman (meriang/menggigil)
  • Selalu merasa kedinginan (terutama di ujung jari kaki dan tangan)
  • Cegukan
  • Perut kembung
  • Mudah lelah
  • Sering mengantuk
  • Pilek
  • Demam
  • Diare
  • Mual dan muntah
  • Berkeringat dingin
  • Sulit untuk mengeluarkan kentut maupun bersendawa
  • Nafsu makan berkurang


Pengobatan Masuk Angin
Masuk angin ini termasuk salah satu penyakit yang sering diderita oleh banyak orang. Namun istilah penyakit masuk angin ini diluar negeri tidak dikenal, walau di Indonesia banyak sekali penderitanya. Dan sebetulnya penyakit masuk angin ini termasuk salah satu penyakit yang terkadang bisa hilang sendiri, tetapi terkadang juga bisa menjadi penyakit yang sangat berbahaya dan bisa mengancam jiwa penderitanya.

Pengobatan yang biasa dilakukan adalah dengan cara kerokan, diurut, digosok dengan minyak gosok, atau minum air hangat, teh manis hangat atau air jahe hangat. Bisa juga dengan meminum teh peppermint, karena peppermint berfungsi sebagai dekongestan, ekspektoran dan antivirus yang dapat meredakan nyeri tenggorokan dan melegakan batuk. Selama menderita masuk angin, penderita tidak boleh berada terkena udara dingin, tidak boleh berada didalam ruangan yang ber-AC dan tidak boleh terlalu lelah. Karena ini, banyak orang yang tewas akibat heatstroke, yang merupakan kondisi medis yang nyata. Secara medis, dokter akan memberi parasetamol, vitamin, dan obat penenang. Dan tentu saja pasien dianjurkan untuk beristirahat.

Mengatasi gejala greges-greges, kembung, batuk pilek, pusing, mual, dan lain-lainnya dengan memakan sup panas, minum obat flu yang dijual bebas, dan beristirahat di tempat tidur yang hangat itu adalah merupakan tindakan yang sebetulnya akan dianjurkan oleh dokter, jika anda berkunjung untuk berkunsultasi dengannya. Anjuran untuk memilih sup ayam ini, karena sup ayam berguna sebagai anti radang dan bisa meredakan gejala masuk angin.

Orang-orang Jawa biasa mengatasi masalah masuk angin ini diantaranya dengan minum wedang teh hangat atau minum wedang jahe hangat, dengan tujuan agar tubuh menjadi hangat dan bisa mengusir angin dari dalam tubuh, atau dengan cara membaluri tubuh menggunakan parutan jahe, parutan bangle, minyak telon atau minyak kayu putih. Tetapi tindakan yang paling populer dikalangan masyarakat Jawa untuk mengusir angin dari dalam tubuh adalah kerokan. Baca juga Kencing Nanah - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi.

Jahe yang merupakan rempah yang sudah lama disebut-sebut dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Selain mampu menghindarkan dari masuk angin minuman jahe juga mampu melindungi sistem pencernaan, dengan menurunkan keasaman lambung. Senyawa aseton dan methanol pada jahe juga mampu menghambat terjadinya iritasi pada saluran pencernaan. Manfaatnya, nyeri lambung bisa dikurangi dengan mengkonsumsi jahe. Peradangan pada arthritis (radang sendi) juga bisa ditanggulangi dengan mengkonsumsi jahe secara rutin dan teratur, karena jahe bisa menghambat produksi prostaglandin, hormon dalam tubuh yang dapat memicu peradangan.

Bawang Putih yang mengandung senyawa allicin, terbukti punya fungsi antibakteri dan antijamur. Meminum Jus Jeruk, karena buah jeruk penuh dengan vitamin C. Vitamin C merupakan antioksidan alami serta dapat membantu tubuh untuk melawan infeksi.

Penderita yang akan sembuh biasanya ditandai dengan keluarnya angin melalui anus (kentut) atau melalui mulut (bersendawa), dan terkadang bisa juga ditandai dengan muntah, hanya 1-2 kali, bukan terus-menerus. Dan umumnya bau kentut penderita masuk angin hampir atau tidak menyengat sama sekali.

Berikut ini saya sajikan untuk anda sekaligus beberapa resep obat tradisional yang biasa dipergunakan untuk mengatasi masuk angin, sehingga anda bisa memilih resep mana yang paling mudah bisa anda dapatkan disekitar anda:


1. Cobalah lakukan kerokan, kalau anda menyukainya.

2. Atau gosokkan minyak kayu putih atau parutan jahe pada punggung, dada, dan seluruh perut, sambil diurut-urut untuk melancarkan aliran darah dan mengeluarkan anginnya.





3. Minumlah 1 gelas air rebusan temulawak yang diberi asam, boleh ditambahkan gula kelapa, 3 kali sehari.





4. Temu kunci 15 gram, Adas 1 sendok teh, Pulasari 2 jari. Semuanya dihaluskan, campur jadi satu, lalu gosokkan ramuan ini pada perut, dada, dan punggung. Lakukan 1-2 kali sehari.




5. Wedang Jahe.
Minuman jahe yang populer di masyarakat Indonesia adalah wedang jahe, Wedang jahe yaitu jahe yang diparut, dimasak dengan air sampai mendidih, disaring, lalu diberi gula pasir secukupnya. Baca juga Sipilis - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi.

Minuman ini dipercaya dapat menghindarkan masuk angin dan menjaga tubuh tetap bugar walaupun menghadapi stres, cuaca buruk, dan kegiatan fisik yang melelahkan.

Minuman jahe terbukti berkhasiat sebagai karminativum atau dapat merangsang keluarnya gas dari perut sehingga mampu mengobati masuk angin.

6. Bangle (Bengle).
Jenis minyak asiri yang terkandung dalam bangle yang sudah diketahui adalah sineol (sejenis terpena) yang agak pedas seperti yang ditemukan dalam umbi jahe dan kunyit. Zat inilah yang berperan dalam menghangatkan tubuh dan mengatasi demam.

Resep A. Rebus 15 gram rimpang bangle yang telah diparut dan telah dicuci bersih dengan 1 gelas air hingga tersisa setengahnya, dinginkan, saring. Tambahkan perasan 1 buah jeruk nipis dan 1 sendok makan madu. Minum 2 kali sehari.




Resep B. 15 gram rimpang bangle yang segar dicuci lalu diparut. Tambahkan ½ cangkir air panas, diperas dan disaring. Tambahkan 2 sendok makan madu. Diaduk merata lalu diminum. Lakukan 2 kali sehari.

7. Lempuyang.

10 gram rimpang segar lempuyang wangi, setelah dicuci, diparut, diperas dan disaring, kemudian hasil saringan ditambah 2 sendok makan madu dan ½ gelas air matang (panas), diaduk, dibagi dua sama banyak, diminum dua kali sehari pagi sebelum sarapan dan sore hari.


Pencegahan Masuk Angin
Upaya pencegahan masuk angin dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • 1. Jauhi makanan dan minuman dingin. Masuk angin biasanya disebabkan oleh suhu di sekitar kita yang rendah atau dingin. Karena itu, pada saat udara dingin, usahakan untuk menghindari makanan dan minuman yang dingin agar terhindar dari masuk angin.
  • 2. Pola makan yang teratur. Perut yang kosong bisa menyebabkan masuk angin, karena udara bisa memenuhinya. Makan tiga kali sehari pada pagi, siang dan malam hari adalah cara paling mudah untuk mencegah masuk angin.
  • 3. Memakai jaket saat berkendara. Jika kita akan melakukan perjalanan jauh dengan mengendarai motor, maka kita harus memakai jaket yang tebal untuk menghindari datangnya masuk angin.

Penting:
Latihlah diri anda sedikit demi sedikit dengan keadaan udara dilingkungan anda, juga lakukanlah gerak badan setiap hari. Niscaya perut anda akan menjadi terbiasa atau kebal terhadap angin.

Para pelaut, nelayan, petani, buruh tambang, orang-orang gunung, dan lain-lain jarang sekali terserang masuk angin, meskipun selalu buka baju atau tidak berselimut dimalam hari yang dingin, karena banyak gerak dan bisa menyesuaikan diri dengan udara dilingkungannya. Baca juga Asma - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi.

Demikianlah uraian tentang masuk angin, sebab, gejala, dan pengobatannya yang bisa saya sajikan untuk anda. Semoga bermanfaat. Amin!

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: