IKLAN
Kontak Saya
300x250
Selamat Datang Di BiriBisi

Senin, 17 April 2017

Malaria - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi


Penyakit Malaria - BiriBisi
Penyakit malaria adalah serangan panas dingin yang berlangsung 1-3 jam, yakni suhu badan penderita naik, tetapi justru dia menggigil merasa kedinginan, pucat, dan lemas.
Penyakit ini di sebabkan oleh bibit malaria yang bernama Plasmodium yang dibawa dan dijangkitkan oleh nyamuk Anopheles ketika menggigit seseorang. Baca Juga Sakit Gigi - Gejala, Penyebab Dan Mengobati.

Bangkitnya demam itu selalu terulang lagi ( kumat ) dalam sehari, 2 hari, atau 3 hari sekali tergantung pada jenis penyakit malarianya.

Penyebab Penyakit Malaria
Penyakit Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa dari genus plasmodium. Penyakit malaria mudah dikenali dari gejalanya, yaitu panas dingin menggigil dan demam berkepanjangan. Penyakit malaria tidak ditularkan secara kontak langsung dari satu manusia ke manusia yang lainnya.

Pada saat nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi menggigit manusia, ia akan memasukkan air liurnya yang mengandung parasit ke dalam peredaran darah manusia, kemudian parasit tersebut masuk ke dalam sel-sel hati, dimana ia akan tumbuh menjadi dewasa dan bereproduksi, lalu sekitar 1 hingga 2 minggu setelah gigitan, parasit kembali memasuki keperedaran darah.

Selanjutnya ia akan menyerang sel darah merah dan mulai memakan hemoglobin, yaitu bagian darah yang membawa oksigen. Pecahnya sel darah merah yang terinfeksi plasmodium ini dapat menyebabkan timbulnya gejala demam disertai menggigil. Dan karena banyak sel darah merah yang pecah, maka hal itu bisa menyebabkan anemia.

Jenis-Jenis Penyakit Malaria
Lima spesies Plasmodium dapat menginfeksi dan disebarkan oleh manusia. Sebagian besar kematian disebabkan oleh P. falciparum, karena P. vivax, P. ovale, dan P. malariae umumnya menyebabkan bentuk yang lebih ringan dari penyakit malaria. 

Spesies P. knowlesi jarang menyebabkan penyakit pada manusia. Malaria biasanya didiagnosis dengan pemeriksaan mikroskopis darah menggunakan film darah, atau dengan uji diagnostik cepat berdasarkan-antigen.

Penyakit malaria memiliki 4 jenis, dan masing-masing jenis disebabkan oleh spesies parasit yang berbeda, yaitu:
1. Malaria Tertiana
Penyebab: Plasmodium vivax
Malaria tertiana adalah penyakit malaria yang paling ringan, ia merupakan penyakit yang disebabkan oleh Plasmodium vivax, dengan gejala demam dapat terjadi setiap dua hari sekali setelah gejala pertama terjadi atau terjadi setelah terinfeksi selama 2 minggu. 
2. Demam Rimba (jungle fever) / Malaria Tropika
Penyebab : Plasmodium falcipatrum
Malaria aestivo-autumnal atau disebut juga malaria tropika, disebabkan oleh Plasmodium falcipatrum merupakan penyebab sebagian besar kematian akibat malaria. Jenis penyakit malaria ini adalah yang terberat, karena dapat menyebabkan berbagai komplikasi berat seperti cerebral malaria (malaria otak), anemia berat, syok, gagal ginjal akut, perdarahan, sesak nafas, dan lain-lain.

Penderita Malaria jenis ini mengalami demam tidak teratur dengan disertai gejala terserangnya bagian otak, bahkan memasuki fase koma dan kematian yang mendadak.
3. Malaria Kuartana
Penyebab : Plasmodium Malariae
Memiliki masa inkubasi lebih lama daripada penyakit malaria tertian atau tropika. Gejala pertama biasanya terjadi antara 18 sampai 40 hari setelah terinfeksi. Gejala tersebut kemudian akan terulang kembali setiap 3 hari.
4. Malaria Pernisiosa
Penyebab : Plasmodium ovale
Pada masa inkubasi malaria, protozoa tumbuh didalam sel hati, beberapa hari sebelum gejala pertama terjadi, organisme tersebut menyerang dan menghancurkan sel darah merah sejalan dengan perkembangannya, sehingga menyebabkan penyakit malaria. Malaria jenis ini jarang sekali dijumpai, umumnya banyak di Afrika dan Pasifik Barat. Baca juga Diare - Gejala, Penyebab, Dan Mengobati.

Penularan Penyakit Malaria



Penularan pertama terjadi karena parasit plasmodium yang menginfeksi manusia melalui nyamuk anopheles betina. Ketika nyamuk menggigit seseorang yang terinfeksi malaria, nyamuk tersebut menyedot parasit yang disebut gametocytes.

Parasit tersebut menyelesaikan siklus pertumbuhannya di dalam tubuh nyamuk dan kemudian merambat ke kelenjar ludah nyamuk. Pada saat menggigit seseorang, nyamuk ini menyuntikan parasit ke aliran darahnya. 

Parasit bergerak menuju kehati, di mana ia akan tumbuh menjadi dewasa dan bereproduksi, lalu sekitar 1 hingga 2 minggu setelah gigitan, parasit kembali memasuki keperedaran darah. Selanjutnya ia akan menyerang sel darah merah dan mulai memakan hemoglobin, yaitu bagian darah yang membawa oksigen. 

Orang–orang yang dapat terinfeksi penyakit malaria adalah:
  • 1. Orang yang mempunyai imunitas rendah terhadap malaria, seperti anak-anak dan bayi
  • 2. Pelancong yang datang dari wilayah tanpa malaria
  • 3. Wanita hamil dan janinnya

Cara penularan penyakit malaria dari manusia ke manusia yang lain adalah:
  • Lewat transplantasi organ yang berasal dari pengidap penyakit malaria. Untuk itulah, orang yang akan melakukan transplantasi organ harus mengecek kesehatannya dengan benar-benar.
  • Pemakaian dari jarum suntuk yang dilakukan dengan bergantian
  • Lewat donor darah atau transfusi darah
  • Dari ibu hamil yang menderita penyakit malaria yang kemungkinan juga akan menularkan penyakit malaria pada bayi yang sedang dikandungnya. Dan kasus seperti ini juga disebut dengan istilah penyakit malaria turunan atau penyakit bawaan lahir.

Penderita Penyakit Malaria Di Dunia
Penyakit ini tersebar luas di daerah tropis dan subtropis yang ada dipeta lebar sekitar khatulistiwa. Ini termasuk banyak dari Afrika Sub-Sahara, Asia, dan Amerika Latin.

Pada 2015, ada 214 juta kasus malaria di seluruh dunia. Hal ini mengakibatkan sekitar 438.000 kematian, 90% di antaranya terjadi di Afrika. Tingkat penyakit menurun dari tahun 2000 hingga 2015 sebesar 37%, namun meningkat dari 2014 di mana ada 198 juta kasus.

Malaria umumnya terkait dengan kemiskinan dan memiliki efek negatif yang besar pada pembangunan ekonomi. Di Afrika, malaria diperkirakan mengakibatkan kerugian sebesar US$12 miliar setahun karena meningkatnya biaya kesehatan, kehilangan kemampuan untuk bekerja, dan efek negatif pada pariwisata.

Penderita Penyakit Malaria Di Indonesia
Indonesia bersama negara-negara lain di seluruh dunia bergabung dalam sebuah komitmen global yakni Millenium Development Goals (MDGs) untuk memberantas sejumlah penyakit, salah satunya malaria.

Angka kejadian malaria pada suatu wilayah ditentukan dengan Annual Parasite Incidence (API) per tahun. API sendiri merupakan jumlah kasus positif malaria per 1.000 penduduk setiap tahunnya.

Program MDGs ini terus menunjukkan keberhasilan, yang ditunjukkan dengan API malaria di Indonesia yang terus mengalami penurunan sejak 2011 hingga 2015. Pada tahun 2011, terdapat 1.75 kasus malaria per 1.000 penduduk, sedangkan pada tahun 2015, angka menurun menjadi 0.85 kasus malaria per 1.000 penduduk.

Meskipun telah mengalami penurunan yang cukup signifikan, Indonesia masih belum bebas dari malaria, terutama di Indonesia bagian Timur. Wilayah seperti Papua, NTT, Maluku, dan Bengkulu merupakan penyumbang terbanyak angka kejadian malaria di Indonesia. Baca juga Stroke - Gejala, Penyebab, Dan Pengobatannya.

Gejala Penyakit Malaria
Gejala orang yang terinfeksi penyakit malaria, untuk orang dewasa biasanya ditandai dengan terjadinya:
  • Sakit kepala.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Diare.
  • Menggigil.
  • Demam tinggi.
  • Berkeringat secara berlebihan seiring menurunnya suhu tubuh.
  • Mengalami ketidaknyamanan dan kegelisahan (malaise).

Sedangkan untuk anak-anak biasanya ditandai dengan terjadinya:
  • Pernapasan dangkal dan cepat.
  • Batuk.
  • Demam yang disertai kejang.

Gejala Penyakit Malaria Ringan Dan Berat
Gejala penyakit malaria ringan (Penyakit malaria tanpa Komplikasi) terbagi menjadi 3 stadium, yaitu:
  • a. Stadium dingin. Pada stadium dingin, biasanya penderita akan merasakan gejala seperti dingin dan juga menggigil yang luar biasa, selain itu denyut nadinya akan terasa lebih cepat, namun terjadi dengan lemah. Selain itu, bibir dan jarinya akan terlihat berwarna kebiruan,
  • b. Stadium demam. Untuk fase stadium ini, penderita biasanya akan merasakan panas, mukanya kemerah-merahan, kulitnya agak kering, muntah dan juga sakit kepala. Suhu tubuh biasanya bisa mencapai sekitar 40 derajat celcius dan bahkan lebih. Terkadang penderita juga akan mengalami kejang-kejang. Gejala seperti ini biasanya akan berlangsung paling tidak selama 2-4 jam lebih.
  • c. Stadium berkeringat. Pada stadium berkeringat biasanya penderita penyakit malaria akan merasakan tubuhnya selalu berkeringat. Suhu tubuhnya biasanya dibawah rata-rata, sehingga akan mengakibatkan suhu tubuh berubah menjadi dingin. Karena seringnya berkeringat, maka biasanya penderita sering merasa haus dan merasa keadaan tubuhnya lemah.

Sedangkan gejala penyakit malaria berat adalah sebagai berikut:
  • Pingsan atau hilangnya kesadaran.
  • Sering mengigau.
  • Bicara dengan kata-kata yang salah dan tidak bisa terkontrol dengan baik.
  • Mengalami kejang-kejang.
  • Dehidrasi.
  • Sesak nafas atau bernapas dengan cepat.

Komplikasi Penyakit Malaria
Malaria memiliki beberapa komplikasi yang serius. Di antaranya adalah pengembangan gangguan pernapasan, yang terjadi di hingga 25% dari orang dewasa dan 40% dari anak-anak dengan malaria P. falciparum parah. 

Kemungkinan penyebab termasuk kompensasi pernapasan asidosis metabolik, edema paru nonkardiogenik, pneumonia bersamaan, dan anemia berat. Meskipun jarang terjadi pada anak-anak dengan malaria berat, sindrom gangguan pernapasan akut terjadi pada 5-25% dari orang dewasa dan sampai 29% dari wanita hamil.

Koinfeksi HIV dengan malaria meningkatkan angka kematian. Gagal ginjal adalah fitur dari demam air hitam, dimana hemoglobin dari sel darah merah yang pecah bocor ke dalam urin.

Infeksi P. falciparum dapat mengakibatkan malaria serebral, bentuk malaria berat yang melibatkan ensefalopati. Hal ini terkait dengan memutihnya retina, yang mungkin merupakan tanda klinis yang berguna dalam membedakan malaria dari penyebab lain dari demam.

Splenomegali, sakit kepala parah, hepatomegali (pembesaran hati), hipoglikemia, dan hemoglobinuria dengan gagal ginjal dapat terjadi. Komplikasi dapat mencakup perdarahan spontan dan koagulopati. Dapat menyebabkan syok.

Malaria pada ibu hamil merupakan penyebab penting dari lahir mati, kematian bayi, aborsi dan berat badan lahir rendah, terutama pada infeksi P. falciparum, tetapi juga dengan P. vivax. Baca juga 8 Penyebab Stroke Bisa Dihindari Dengan Pola Makan Dan Pola Hidup Sehat.

Pengobatan Penyakit Malaria
Kalau ada tablet kina atau semacamnya, maka minumlah 2 atau 3 kali sehari 1 tablet atau menurut petunjuk penggunaan yang ada. Untuk anak-anak separohnya. Kalu tidak ada, maka buatlah resep obatnya sebagai berikut:

√1. Kulit pohon kina 7 gram, Babakan pule 7 gram, Kencur bubuk 10 gram, Merica (lada) hitam 3 gram, Temu lawak bubuk 15 gram, Kayu manis (keningar) 10 gram. Semua dalam keadaan kering, direbus dengan air sebanyak 4 cangkir hingga tersisa ± 3 cangkir. Minum sebelum makan selama 2 minggu berturut-turut dengan dosis sebagai berikut:
Anak umr 6 – 8 tahun, 3 kali, sehari masing-masing  ¼ cangkir.
Anak umur 9 – 12 tahun, 3 kali sehari, masing-masing 1/3 cangkir.
Dewasa, 3 kali sehari, masing-masing 1 cangkir.








√2. Untuk minum sehari-hari kalau haus: Jeruk nipis 1 buah dibelah, Daun pepaya ½ pelepah, Kencur 1 jari dipukul-pukul. Semua direbus dengan air 3 gelas hingga mendidih, boleh dibubuhi gula aren secukupnya.







√3. Sambiloto ½ genggam, Kulit batang pule 1 jari tangan, Temu hitam (Temu ireng) 1 jari tangan. Cuci semua bahan, potong-potong kecil temu hitam dan kulit batang pule. Rebus semua bahan dengan air  4 gelas hingga tersisa sekitar 3 gelas, angkat dan saring. Minum sebelum makan selama 2 minggu berturut-turut dengan dosis sebagai berikut:
Anak umur 6 – 8 tahun, 3 kali, sehari masing-masing  ¼ gelas.
Anak umur 9 – 12 tahun, 3 kali sehari, masing-masing 1/3 gelas.
Dewasa, 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.




√4. Batang brotowali 2 jari tangan, Temulawak 1 jari, Kulit batang pule 2 jari tangan. Cuci semua bahan, potong kecil-kecil. Kemudian  rebus semua bahan dengan air sebanyak  4 gelas hingga tersisa sekitar 3 gelas, angkat dan sarin. Minum sebelum makan selama 2 minggu berturut-turut dengan dosis sebagai berikut:
Anak umr 6 – 8 tahun, 3 kali, sehari masing-masing  ¼ gelas.
Anak umur 9 – 12 tahun, 3 kali sehari, masing-masing 1/3 gelas.
Dewasa, 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.



√5. Daun pepaya yang agak muda 1 lembar, Meniran 3 batang, Temu hitam 1 jari tangan, Lengkuas merah 1 jari tangan. Cuci semua bahan, potong kecil-kecil daun pepaya serta meniran juga iris-iris tipis temu hitam, lengkuas merah. Kemudian rebus semua bahan dengan air sebanyak 4 gelas hingga tersisa sekitar 3 gelas. Angkat dan saring.
Minum ramuan sebelum makan selama 2 minggu berturut-turut dengan dosis sebagai berikut:
Anak umr 6 – 8 tahun, 3 kali, sehari masing-masing  ¼ gelas.
Anak umur 9 – 12 tahun, 3 kali sehari, masing-masing 1/3 gelas.
Dewasa, 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.





√6. Temulawak sebesar ¾ jari, cuci sampai bersih lalu tumbuk sampai hancur tambahkan air matang 2 sendok makan, aduk-aduk sampai rata, lalu saring ambil airnya, tambahkan madu 4 sendok makan aduk-aduk. Minum air ramuan alami tersebut 3 kali sehari dengan dosis sekali minum dua sendok makan. Lakukan terapi tersebut dengan rutin sampai malaria yang anda derita sembuh.

√7. Daun pare segar yang cukup tua 1 genggam, cuci sampai bersih lalu tumbuk sampai lumat, seduh dengan air matang sebanyak 1 cangkir, lalu tambahkan garam dapur secukupnya, aduk-aduk, lalu saring. Minum 1 kali sehari satu gelas. Minum sebelum makan.



Pencegahan Penyakit Malaria
Cara mencegah penyakit malaria yang bisa dilakukan adalah menghindarkan diri serangan nyamuk, dengan cara menjaga kebersihan diri dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar kediaman, agar nyamuk tidak bisa melakukan perkembang biakan. Menjauhi sumber penularan. Semua sarang nyamuk dibasmi. Kalau tidur, pakailah tirai ( kelambu ) berselimut. Anggota badan yang terbuka boleh digosok dengan minyak sereh/serai (anti nyamuk).

Jika akan melakukan kunjungan kedaerah yang terkenal sebagai tempat endemis penyakit malaria, maka sebaiknya minumlah obat anti malaria dulu agar tidak bisa terjangkiti parasit malaria yang dibawa oleh nyamuk. Baca juga Cacar - Sebab, gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi.

Demikianlah informasi mengenai penyakit cacar, sebab, gejala, dan pengobatannya yangbisa saya sajikan untuk anda. Semoga bermanfaat. Amin!

Referensi:
Dari berbagai sumber.

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: