IKLAN
Kontak Saya
300x250
Selamat Datang Di BiriBisi
Page Hits Counter

Selasa, 11 April 2017

Diare - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - Biribisi


Penyakit Diare - BiriBisi

Berak-berak terus, kotorannya encer dan berbusa, tetapi tidak terdapat darah atau ingus, biasanya disertai juga dengan perut mulas.
Mungkin itu disebabkan oleh karena tidak tahan terhadap makanan-makanan tertentu dan mungkin juga karena angin dan lain-lain. Baca juga Obat Perut Mules.

Biarkanlah semua kotorannya keluar, jangan ditahan. Untuk membersihkan perut, pilihlah resep obat herbal yang paling mudah anda dapatkan disekitar anda. Resep-resep tersebut berada dibagian akhir artikel ini, yaitu pada bab Resep Obat Herbal Alami Untuk Mengatasi Diare.

Pengertian Diare - BiriBisi
  
Diare (diarrhea) adalah sebuah penyakit di saat tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam. Di negara berkembang, diare adalah penyebab kematian paling umum untuk balita, dan juga membunuh lebih dari 2,6 juta orang setiap tahunnya.

Menurut WHO pengertian diare adalah buang air besar dengan konsistensi cair (mencret) sebanyak 3 kali atau lebih dalam satu hari (24 jam). Ingat, dua kriteria penting harus ada yaitu BAB cair dan sering, jadi misalnya buang air besar sehari tiga kali tapi tidak cair, maka tidak bisa disebut diare. Begitu juga apabila buang air besar dengan tinja cair tapi tidak sampai tiga kali dalam sehari, maka itu bukan penyakit diare.

Penyakit Diare merupakan masalah global yang menjadi penyebab kematian pada anak nomor dua setelah pneumonia. Berdasarkan data, hampir sembilan juta anak usia di bawah lima tahun meninggal setiap tahun akibat penyakit ini. Kebanyakan orang yang meninggal akibat diare disebabkan oleh dehidrasi berat dan kehilangan cairan. Anak-anak yang kekurangan gizi atau memiliki gangguan kekebalan serta orang-orang dengan HIV adalah yang paling berisiko terhadap komplikasi kematian.

Diare sering dikaitkan dengan infeksi gastrointestinal (saluran cerna), yang dapat disebabkan oleh berbagai macam organisme seperti bakteri, virus dan parasit. Mikrorganisme tersebut menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, atau bisa juga dari orang ke orang sebagai akibat dari kebersihan yang buruk, misalnya tidak cuci tangan sebelum memegang makanan atau makan tanpa cuci tangan terlebih dahulu.

Penyebab Diare - BiriBisi

Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa salah satu penyebab diare adalah infeksi, namun ada juga penyebab lainnya, ringkasnya sebagai berikut:

  • Infeksi. Dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, dan parasit. Sumber penyebaran yang paling sering adalah memalui air yang terkontaminasi oleh tinja atau kotoran. Dengan demikian penyakit ini lebih sering terjadi pada lingkungan dengan sanitasi air bersih yang kurang memadai, baik untuk minum, memasak dan mencuci (terutama peralatan makan). Rotavirus dan Bakteri Escherichia coli merupakan dua agen penyebab diare yang paling sering di negara berkembang.
  • Malnutrisi. Anak-anak yang kekurangan gizi akan lebih berisiko tinggi terkena penyakit ini, dan diare itu sendiri akan menyebabkan gejala yang lebih buruk bagi mereka. Karena setiap terkena mencret, maka sudah pasti akan membuat mereka kekurangan gizi yang lebih buruk. Maka tak heran bahwa gizi buruk pada anak balita paling sering disebankn oleh diare kronis.
  • Penyebab Diare lainnya. Mencret juga dapat menular dari orang ke orang, diperburuk oleh kebersihan pribadi yang buruk. Makanan merupakan penyebab utama diare ketika disiapkan atau disimpan dalam kondisi yang tidak higienis. Air dapat mengkontaminasi makanan selama pencucian. Ikan dan seafood dari air yang tercemar juga dapat menyebabkan diare.

Sebuah mikrograf elektron dari rotavirus, penyebab hampir 40% dari diare pada anak di bawah umur 5 tahun. Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (fructose, lactose), kelebihan vitamin C, dan mengonsumsi buah-buahan tertentu. 

Biasanya disertai sakit perut dan seringkali mual dan muntah. Ada beberapa kondisi lain yang melibatkan tetapi tidak semua gejala diare, dan definisi resmi medis dari diare adalah defekasi yang melebihi 200 gram per hari.

Memakan makanan yang asam, pedas, atau bersantan sekaligus secara berlebihan dapat menyebabkan diare juga karena membuat usus kaget.

Hal ini terjadi ketika cairan yang tidak mencukupi diserap oleh usus besar. Sebagai bagian dari proses digestasi, atau karena masukan cairan, makanan tercampur dengan sejumlah besar air.

Oleh karena itu makanan yang dicerna terdiri dari cairan sebelum mencapai usus besar. Usus besar menyerap air, meninggalkan material yang lain sebagai kotoran yang setengah padat. Bila usus besar rusak atau radang, penyerapan tidak terjadi dan hasilnya adalah kotoran yang berair.

Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi virus tetapi juga seringkali akibat dari racun bakteria. Dalam kondisi hidup yang bersih dan dengan makanan mencukupi dan air tersedia, pasien yang sehat biasanya sembuh dari infeksi virus umum dalam beberapa hari dan paling lama satu minggu. Namun untuk individu yang sakit atau kurang gizi, diare dapat menyebabkan dehidrasi yang parah dan dapat mengancam-jiwa bila tanpa perawatan.

Diare dapat menjadi gejala penyakit yang lebih serius, seperti disentri, kolera atau botulisme, dan juga dapat menjadi indikasi sindrom kronis seperti penyakit Crohn. Meskipun penderita apendisitis umumnya tidak mengalami diare, diare menjadi gejala umum radang usus buntu.

Diare juga dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, terutama dalam seseorang yang tidak cukup makan. jadi apabila mau mengkonsumsi alkohol lebih baik makan terlebih dahulu.

Kondisi cuaca yang tidak stabil, sanitasi tempat pengungsian yang buruk serta kondisi rumah yang masih kotor terkena genangan air, juga sulitnya mendapat air bersih menyebabkan mudahnya terjadi wabah diare setelah banjir.

Penyakit diare yang terlihat ringan justru bisa membahayakan jiwa, karena saat tubuh kekurangan cairan, maka semua organ akan mengalami gangguan. Diare akan semakin berbahaya jika terjadi pada anak-anak. Baca juga Obat Muntah.

Gejala Diare - BiriBisi

Selain tinja encer dengan frekuensi buang air besar tiga kali atau lebih, tanda dan gejala diare lainnya dapat berupa:
  • Kram perut atau melilit

  • Nyeri perut

  • Demam atau panas

  • Keluar Darah bercampur tinja

  • Rasa melayang atau pusing karena dehidrasi

Penyakit Diare yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri juga dapat menyebabkan muntah. Disamping itu, gejala khas berupa tinja encer bercampur darah dan lendir paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri, disebut disentri.

Gejala yang ringan biasanya berlangsung beberapa jam sampai beberapa hari. Maka apabila mencret berlangsung selama lebih dari beberapa hari dianggap sebagai diare kronis dan mungkin merupakan tanda dari penyakit yang mendasarinya, seperti penyakit radang usus atau infeksi yang berat.

Jika berkepanjangan (kronis), diare dapat menyebabkan dehidrasi dan dapat mengancam nyawa sehingga membutuhkan perawatan dokter. Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan terlalu banyak cairan dan elektrolit – garam kalium dan natrium. Cairan dan elektrolit yang hilang selama diare perlu diganti segera karena tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik tanpa cairan tersebut.


Hal yang membuat diare berbahaya adalah dehidrasi yang bisa terjadi akibat banyaknya cairan yang hilang dari tubuh. Baca juga Obat Masuk Angin.

Diagnosis Diare - BiriBisi

Untuk menegakkan diagnosis diare, dokter akan melakukan anamnesis atau wawancara terhadap riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Jika dibutuhkan dokter juga akan menganjurkan pasien untuk tes laboratorium dengan menggunakan sampel urin, darah dan feses.

Pemeriksaan tambahan untuk menentukan penyebab diare antara lain:
  • Tes pencitraan untuk memeriksa peradangan dan kelainan struktur pada usus, melalui USG, rongsen, CT scan dan sebagainya

  • Kultur tinja untuk memeriksa bakteri, parasit atau tanda-tanda penyakit lainnya

Dalam kasus diare parah atau kronis, dokter mungkin menganjurkan kolonoskopi atau sigmoidoskopi untuk menentukan apakah ada masalah usus yang menjadi penyebabnya:
  • Kolonoskopi untuk melihat seluruh usus dari tanda-tanda kelainan ataupun penyakit.

  • Sigmoidoskopi untuk memeriksa rektum dan kolon yang lebih rendah.

Pengobatan Dan Perawatan Diare - BiriBisi

Sebagian besar diare dapat sembuh dengan sendirinya setelah dua sampai tiga hari, dan paling sering membutuhkan waktu satu hingga dua minggu.

Satu-satunya pengobatan diare yang paling diperlukan adalah mencegah dehidrasi, yang dapat dilakukan dengan minum cairan pengganti dan campuran elektrolit (Oralit). 

Kecukupan mineral seperti natrium, magnesium, kalsium dan kalium sangat penting dalam menjaga fungsi tubuh dan kelistrikan jantung agar tetap berdetak normal.

Obat-obatan yang fungsinya menghentikan diare tidak dianjurkan untuk orang-orang dengan diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau parasit karena dapat memperpanjang infeksi dan membuat mencret malah menjadi lama tak sembuh-sembuh.

Pada kasus seperti ini, dokter bisanya meresepkan antibiotik. Sedangkan diare yang disebabkan oleh virus akan sembuh dengan sendirinya dengan atau tanpa obat.

Jika diare disertai adanya darah dan lendir, maka segeralah berobat kedokter, karena besar kemungkinan penyebabnya adalah bakteri.

Perawatan untuk diare melibatkan pasien mengonsumsi sejumlah air yang mencukupi untuk menggantikan yang hilang, lebih baik bila dicampur dengan elektrolit untuk menyediakan garam yang dibutuhkan dan sejumlah nutrisi.

Oralit dan tablet zinc adalah pengobatan pilihan utama yang diperkirakan telah menyelamatkan 50 juta anak dalam 25 tahun terakhir. Untuk banyak orang perawatan lebih lanjut dan medikasi resmi tidak dibutuhkan.

Jika tidak tersedia oralit bubuk, maka oralit dapat dibuat sendiri, seperti dalam bab berikut. Baca juga Obat Badan Lemah.

Resep Obat Tradisional Diare - BiriBisi

1. Oralit.
  • 200 ml atau segelas seukuran belimbing air matang

  • 2 sendok teh gula pasir

  • 1/2 sendok teh garam halus

  • Campur semua bahan hingga larut lalu minumkan pada penderita diare. Minum oralit dengan ketentuan sebagai berikut:

Tabel Pemberian Larutan Oralit Terhadap Penderita Diare





2. Minumlah wedang teh pahit dan kental 1 gelas, tanpa gula.



3. Buah sawo muda 1 biji, ditumbuk, diperas airnya. Minum habis, boleh dicampur air masak.


4. Beras 2-3 sendok makan, goreng sangan ( tanpa minyak ) sampai hangus, gerus, seduh dengan air panas 1 gelas, minum airnya. Khasiatnya sama dengan norit.


5. Lempuyang pahit 4 gram, Lempuyang wangi 5 gram, Kedawung 7 gram, Adas 7 gram, Pulasari 7 gram, Bawang merah 7 gram. Semua dihaluskan, direbus dengan air sebanyak satu gelas. Minum 3 kali sehari 1 sendok makan.








6. Pisang klutuk (pisang batu) mentah 2 buah, diparut, peras, bubuhi sedikit garam, minum.


Pantangan: 
Makanan terlalu kecut atau asam, cabe atau yang pedas-pedas, minum air sungai mentah, air susu sapi, lotis dan sebagainya. Sebaiknya tidak makan buah-buahan dulu sebelum sembuh.

Pencegahan Diare - BiriBisi

Meskipun penyebab diare itu bermacam-macam, namun kita dapat mencegahnya melalui langkah-langkah berikut ini:
Cuci tangan lebih sering.
Gunakan sabun untuk mencuci tangan selama 20 detik.
Gunakan pembersih tangan saat tidak ada air dan sabun.
Mudahkan akses ke air minum yang bersih dan aman.
Sediakan sanitasi air yang baik.
Pada bayi, terapkan ASI eksklusif selama enam bulan.
Kebersihan pribadi yang baik dan mengonsumsi hanya makanan yang bersih.
Vaksinasi rotavirus.

Dengan memahami seluk beluk penyakit diare, saya berharap pembaca sekalian dapat lebih terarah harus bagaimana bertindak dalam hal pencegahan dan mencari pertolongan yang tepat apabila ada yang mengalami penyakit ini. Baca juga Obat Nafas Bau.

Demikianlah, penjelasan mengenai diare dan cara pengobatannya yang bisa saya sajikan untuk anda. Semoga bermanfaat. Amin!

Referensi:
Dari berbagai sumber.

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: