IKLAN
Kontak Saya
300x250
Selamat Datang Di BiriBisi

Rabu, 05 April 2017

35 Manfaat Bawang Putih Untuk Kesehatan Dan Kecantikan


Bawang Putih - BiriBisi

Rempah yang satu ini benar-benar merupukan rempah yang tidak asing bagi masyarakat dunia, termasuk bagi masyarakat Indonesia.
Dari mulai orang dewasa sampai anak kecilpun mengenalnya. Itu karena bawang putih selalu tersedia disetiap rumah sebagai salah satu bumbu wajib untuk hampir setiap masakan. Baca juga 26 Manfaat Jahe Untuk Kesehatan.

Sering kali anak-anak dikampung-kampung disuruh oleh ibunya untuk membeli bawang putih untuk bumbu masakan, sehingga mereka sudah akrab dengan bawang putih sejak dini. Nanum kebanyakan orang memanfaatkan bawang putih sebagai bumbu masakan saja, hanya sedikit dari mereka yang tahu manfaatnya sebagai obat.


Padahal bawang putih ini mempunyai segudang manfaat bagi kesehatan dan pengobatan, seperti yang akan kita bahas. Penelitian diberbagai negara telah membuktikan bahwa berbagai macam penyakit bisa dihambat dan bahkan bisa disembuhkan dengan memanfaatkan khasiat dari bawang yang selalu disertakan dengan bawang yang lainnya pada hampir setiap masakan ini.


Saking akrabnya bawang putih dan bawang merah bagi masyarakat Indonesia ini, sampai timbul cerita rakyat dikalangan masyarakat suku Jawa yang melibatkan dua orang saudara tiri yang masing-masingnya bernama Bawang Putih dan Bawang Merah.


Sosok Bawang Putih ini digambarkan sebagai seorang gadis cantik yang baik hati, penurut, dan selalu membuat orang lain yang berada disampingnya atau yang bersahabat dengannya merasa nyaman, sehingga akhirnya dia mendapatkan jodoh seorang pria tampan, kaya, dan baik hati, yaitu sosok pria yang selalu diidam-idamkan oleh setiap wanita. Sementara saudara tirinya, yaitu si Bawang Merah digambarkan sebagai gadis cantik, namun mempunyai karakter yang berbeda dengan si Bawang Putih dan sering membuat orang yang berada disampingnya atau yang bersahabat dengannya menangis, sehingga akhirnya dia kalah bersaing dengan saudara tirinya, yaitu Bawang Putih.


Sebetulnya, cerita rakyat dari masyarakat Jawa ini menggambarkan karakter sesungguhnya dari kedua bawang tersebut. Dimana sifat dari bawang merah akan membuat orang yang mengupas atau mengirisnya mengeluarkan air mata, karena adanya senyawa asam sulfur kuat yang keluar saat bawang merah dikupas atau diiris, senyawa asam sulfur ini bersifat mengiritasi mata, sehingga mata akan terasa perih dan menjadi kemerahan. Sementara sifat bawang putih tidak seperti itu.


Sungguh sebuah karya cerita yang brilyan dari masyarakat Indonesia yang sering membuat edukasi terhadap anak-anak mereka dengan memanfaatkan benda atau kebiasaan yang sangat akrab dikeseharian mereka. Baiklah, kita kembali lagi kefokus pembahasan.


Tanaman Bawang Putih - BiriBisi

Bawang putih (allium sativum) adalah nama tanaman dari genus Allium sekaligus nama dari umbi yang dihasilkan. Mempunyai sejarah penggunaan oleh manusia selama lebih dari 7.000 tahun, terutama tumbuh di Asia Tengah, dan sudah lama menjadi bahan makanan di daerah sekitar Laut Tengah, serta bumbu umum di Asia, Afrika, dan Eropa.

Ditemukan didalam catatan Mesir kuno bahwa bawang putih banyak digunakan, baik sebagai campuran masakan maupun pengobatan. Di Indonesia umbi dari tanaman bawang putih merupakan bahan utama untuk bumbu dasar masakan.


Bawang putih mentah penuh dengan senyawa-senyawa sulfur, termasuk zat kimia yang disebut alliin yang membuat bawang putih mentah terasa getir atau sengar.


Bawang putih (Allium sativum) termasuk genus afflum atau di Indonesia lazim disebut bawang putih. Bawang putih termasuk klasifikasi tumbuhan terna berumbi lapis atau siung yang bersusun.


Bawang putih tumbuh secara berumpun dan berdiri tegak sampai setinggi 30 - 60 cm, mempunyai batang semu yang terbentuk dari pelepah-pelepah daun. Helaian daunnya mirip pita, berbentuk pipih dan memanjang. Akar bawang putih terdiri dari serabut-serabut kecil yang bejumlah banyak. Dan setiap umbi bawang putih terdiri dari sejumlah anak bawang (siung) yang setiap siungnya terbungkus kulit tipis berwarna putih.


Bawang putih yang semula merupakan tumbuhan daerah dataran tinggi, sekarang di Indonesia, jenis tertentu dibudidayakan di dataran rendah. Bawang putih berkembang baik pada ketinggian tanah berkisar 200-250 meter di atas permukaan laut.


Uraian Lengkap Tanaman Bawang Putih - BiriBisi

Habitus : Herba annual (2-4 bulan), tegak, 30 – 60 cm.
Batang : kecil (corpus), 0,5 – 1 cm.
Daun : bangun garis, kompak, datar, lebar 0,4 – 1,2 cm, pangkal pelepah membentuk umbi, bulat telur melebar, anak umbi, bersudut, dibungkus oleh selaput putih, pelepah bagian atas membentuk batang semu.
Bunga : susunan majemuk payung sederhana, muncul disetiap anak umbi, 1-3 daun pelindung, seperti selaput.
Tenda bunga : enam daun, bebas atau berlekatan di pangkal, bentuk memanjang, meruncing, putih-putih kehijauan-ungu (Sudarsono et al., 2006).
Umbi lapis Allium sativum L. berupa umbi majemuk berbentuk hampir bundar, garis tengahnya 4 – 6 cm terdiri dari 8 – 20 siung seluruhnya diliputi 3 – 5 selaput tipis serupa kertas berwarna agak putih, tiap siung diselubungi oleh 2 selaput serupa kertas, selaput luar warna agak putih dan agak longgar, selaput dalam warna merah muda dan melekat pada bagian padat dari siung tetapi mudah dikupas; siung bentuk membulat dibagian punggung, bidang samping rata atau agak bersudut.

Nama-Nama Bawang Putih Diberbagai Daerah Di Indonesia Dan Diberbagai Belahan Dunia - BiriBisi

Ada berbagai macam nama untuk bawang putih, baik nama lokal didaerah di Indonesia ataupun nama internasional diberbagai negara di dunia.

Berikut ini nama bawang putih diberbagai daerah di Indonesia:

Bawang putih (Melayu), lasun (Aceh), dasun (Minangkabau), lasuna (Batak), bacong landak (Lampung), Bawang (Jawa), Bawang bodas (Sunda), Bhabang pote (Madura), Kasuna (Bali), Bawang kasihong (Dayak), Lasuna kebo (Makasar), Lasuna pote (Bugis), Pia moputi (Gorontalo), Incuna (Nusa Tenggara), Bawa Bodudo (Ternate), Kalfeo Foleu (Timor).

Berikut ini nama bawang putih diberbagai negara didunia:

Knoblauch (Jerman), Саримсаг (Mongolia), Toon (Somalia), Czosnek pospolity (Polandia), Hudhra (Albania), Brijeg luk (Bosnia), Ahos (Cebuano), Küüslauk (Estonia), Skordo (Yunani), Yunani (Irlandia), kallik / maneul (Korea), Lasun (Nepali), Alho (Portugis), Ajo (Spanyol), Саримсоқ (Uzbek), الثوم = atstsaum (Arab), Česnov luk (Bulgaria ), Da suan (Cina), Bawang (Filipina), Aglio (Italia), Hvitløk (Norwegia), Krathiam (Thailand), Cay toi (Vietnam), Krak-angsa-hpru (Burma), Ninniku (Jepang), Usturoi ( Rumania), Sudu Luunu (Sinhala), ខ្ទឹមស / Khah Teum (Khah Teum), Česnek (Czech), Ail (Perancis), Chesnok (Rusia), Sarımsak (Turki), Vitlok (Swedia), Fokhagyma (Hungaria), Hvidløg ( Denmark), Bawang putih (Melayu), sȳr (Persia), 大蒜 (Taiwan), Часник (Ukraina), Garlic (English), Lehsan / Lasun (Hindi), Poondu / Vellaipoondu (Tamil), Veluthulli / Vellulli (Malayalam), Vellulli / Vellipaaya (Telugu), Bellulli (Kannada), Rasoon / Rashun (Bengali), Lasan (Gujarati), Lahsun / Losan (Konkani), Lasun / Lusson (Marathi), Rasuna (Oriya), Lassan / Lahsun (Punjabi), Bollulli (Tulu), Ruhan (Kashmiri),Lassun / Leshun (Urudu). Lihat juga 46 Manfaat Mentimun Untuk Kesehatan Dan Kecantikan.

Kandungan Gizi Dan Nutrisi Bawang Putih - BiriBisi

Kandungan kimia dari Allium sativum L. yang memiliki aktivitas biologi dan bermanfaat dalam pengobatan adalah senyawa organosulfur (Martinez, 2007). Kandungan senyawa organosulfur ini antara lain:
a. Senyawa S-ak(en)-il-L-Sistein sulfoksida (ACSOs), contohnya alliin dan γ-glutamilsistein, senyawa yang paling banyak terdapat dalam bawang putih. Alliin bertanggung jawab pada bau dan citarasa bawang putih, asam amino yang mengandung sulfur, dan digunakan sebagai prekusor allicin. Alliin dan senyawa sulfoksida yang lain, kecuali sikloalliin, segera berubah menjadi senyawa thiosulfinat, seperti allicin, dengan bantuan enzim alliinase ketika bawang putih segar dicincang, dipotong, maupun dikunyah secara langsung (Amagase, 2006). Alliin memiliki potensi sebagai antibakteri.
b. Senyawa sulfur yang volatil seperti allicin. Allicin merupakan senyawa yang kurang stabil, adanya pengaruh air panas, oksigen udara, dan lingkungan basa, mudah sekali terdekomposisi menjadi senyawa sulfur yang lain seperti dialil sulfida.
c. Senyawa sulfur yang larut dalam lemak seperti diallyl sulfide (DAS) dan diallyl disulfide (DADS).
d. Senyawa sulfur larut air yang non volatil seperti S- allil sistein (SAC), yang terbentuk dari reaksi enzimatik γ-glutamilsisteine ketika bawang putih diekstraksi dengan air (Amagase, 2001). SAC banyak terdapat dalam berbagai macam sediaan bawang putih, merupakan senyawa yang memiliki aktivitas biologis, sehingga adanya SAC dalam sediaan bawang putih sering dijadikan standar bahwa sediaan bawang putih tersebut layak dikonsumsi atau tidak (Amagase, 2006).

Umbi Allium sativum L. berkhasiat sebagai obat tekanan darah tinggi, meredakan rasa pening di kepala, menurunkan kolesterol,dan obat maag (Sri Sugati et Hutapea, 1991). Disamping itu digunakan pula sebagai ekspektoransia (pada bronkhitis kronis), karminativa (pada keadaan dispepsia dan meteorismus) (Hansel, 1991).


Pengetahuan tentang manfaat Allium sativum L. dalam pengobatan sudah ada sejak tahun 1550 sebelum masehi, dimana orang-orang Mesir menggunakan bawang putih untuk mengobati berbagai penyakit (Yang, 2001).


Bawang Putih mengandung energi sebesar 95 kilokalori, protein 4,5 gram, karbohidrat 23,1 gram, lemak 0,2 gram, kalsium 42 miligram, fosfor 134 miligram, dan zat besi 1 miligram.  Selain itu di dalam Bawang Putih juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,22 miligram dan vitamin C 15 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Bawang Putih, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 88 %.


A. Nilai kandungan gizi bawang putih mentah per 100 gram:

Jumlah Kandungan Energi Bawang Putih = 95 kkal
Jumlah Kandungan Protein Bawang Putih = 4,5 gr
Jumlah Kandungan Lemak Bawang Putih = 0,2 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Bawang Putih = 23,1 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Bawang Putih = 42 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Bawang Putih = 134 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Bawang Putih = 1 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Bawang Putih = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Bawang Putih = 0,22 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Bawang Putih = 15 mg
Bagian Bawang Putih yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 88 %

Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya.


Keterangan :

Riset/penelitian pada Bawang Putih yang berbeda bisa menghasilkan perbedaan hasil yang didapat karena berbagai faktor yang mempengaruhi, seperti hasil penelitian berikut:

B. Nilai Kandungan Gizi Bawang Putih Mentah per 100 g (3.5 oz)

Energi 623 kJ (149 kcal)
Karbohidrat 33,06 g
Gula 1.00g
Diet serat 2,1 g
Lemak 0,5 g
Protein 6,39 g
Beta-karoten 5 mg (0%)
Thiamine (Vit. B1) 0,2 mg (15%)
Riboflavin (Vit. B2) 0,11 mg (7%)
Niacin (Vit. B3) 0,7 mg (5%)
Asam pantotenat (B5) 0,596 mg (12%)
Vitamin B6 1,235 mg (95%)
Folat (B9 Vit.) 3 mg (1%)
Vitamin C 31.2 mg (52%)
Kalsium 181 mg (18%)
Zat Besi 1,7 mg (14%)
Magnesium 25 mg (7%)
Fosfor 153 mg (22%)
Kalium 401 mg (9%)
Sodium 17 mg (1%)
Seng 1,16 mg (12%)
Mangan 1,672 mg
Selenium 14.2 mg
Sumber: USDA Nutrient database.

Di samping itu dari beberapa penelitian umbi bawang putih mengandung zat aktif awcin, awn, enzim alinase, germanium, sativine, sinistrine, selenium, scordinin, nicotinic acid.


Khasiat Dan Manfaat Bawang Putih - BiriBisi

Bawang putih merupakan salah satu rempah yang sangat banyak terdapat di Indonesia, bahkan tidak sedikit yang menjadikannya sebagai herbal tradisional. Tidak heran, karena manfaat tanaman rempah ini tidak hanya untuk masakan, melainkan juga untuk kesehatan. Manfaat Bawang putih antara lain yang paling sering diketahui oleh masyarakat umum adalah untuk menurunkan darah tinggi, untuk ibu menyusui, untuk ibu hamil dan sebagainya. Sedangkan manfaat lainnya dari bawang putih adalah untuk membersihkan wajah dan menghilangkan flek hitam pada kulit. Lihat juga 18 Manfaat Bangle Untuk Keshatan Dan Kecantikan.

Secara spesifik khasiat dan manfaat bawang putih bisa anda lihat dibawah ini:


1. Obat Sakit Tenggorokan.

Bawang putih bisa digunakan sebagai ramuan untuk obat sakit tenggorokan, karena ia memiliki sifat antioksidan dan antibakteri yang dapat membantu menyembuhkan sakit tenggorokan, dan radang tenggorokan.

Radang tenggorokan akan menyebabkan rasa gatal dan nyeri pada tenggorokan dan sering disertai dengan demam. Anda mungkin akan mendapati bintik-bintik merah pada langit-langit mulut, dan amandel yang membengkak.


Itu adalah gejala radang tenggorokan yang paling parah dibanding gejala yang berhubungan dengan jenis lain dari infeksi bakteri yang menyebabkan sakit tenggorokan. Jika anda menguyah sepotong kecil bawang putih atau mencampurnya ke dalam jus wortel atau jus apel, maka rasa sakit anda tidak akan bertahan lebih lama.


2. Mengencerkan Darah.

Bawang putih juga bisa bekerja sebagai pengencer darah atau anti-trombotik, sehingga dapat mencegah pembekuan darah pada pasien yang beresiko mengalami pembekuan.

Sifat pembersih yang terkandung pada bawang putih memungkinkan untuk membersihkan saluran arteri dan vena, yang kemudian akan mengencerkan darah serta melancarkan aliran darah.


Selain itu bawang putih juga dapat meningkatkan produksi oksida nitrat di dalam darah, yang membantu melebarkan pembuluh darah dan membantu melarutkan darah yang mengalami pembekuan.


Namun bagi pasien yang sedang dalam terapi anti-trombotik, sebaiknya berbicara dengan dokter yang merawatnya terlebih dulu sebelum menggunakan bawang putih.


3. Mencegah Kanker.

Bawang putih memiliki sifat anti-kanker alami dan dapat membantu sistem kekebalan tubuh. Karenanya ia mampu mencegah berbagai jenis kanker, seperti kanker usus, kanker pancreas, kanker prostat, kanker perut, dan kanker payudara. Ia juga dikenal dapat menghancurkan pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh manusia.

Beberapa studi menunjukkan hubungan antara asupan bawang putih dan pengurangan resiko kanker tertentu yang disebutkan diatas. Studi dari kelompok penduduk yang menyelidiki penyebab, kejadian, dan penyebaran penyakit atau menguji pengaruh intervensi yang berhubungan dengan kesehatan, asupan makanan dan gizi, atau paparan lingkungan juga menujukkan hal itu.


Sebuah analisis data dari tujuh studi populasi menunjukkan bahwa mengkonsumsi bawang putih mentah ataupun yang dimasak, dapat berkaitkan dengan penurunan resiko perut dan kanker kolorektal.


Studi multinasional yang melibatkan pria dan wanita dari 10 negara yang berbeda. Dimana penelitian ini menyelidiki dampak gizi pada kanker. Dalam studi tersebut menunjukkan, bahwa asupan bawang merah dan bawang putih dapat dikaitkan dengan penurunan resiko kanker usus [European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC)].


Studi juga menyelidiki apakah diet, distribusi lemak tubuh, dan lainnya yang terkait faktor resiko dengan kejadian kanker pada wanita yang lebih tua. Temuan dari penelitian ini menunjukkan hubungan yang kuat antara konsumsi bawang putih dan resiko kanker usus besar. Wanita yang mengkonsumsi bawang putih memiliki resiko 50 persen lebih rendah dari kanker distal usus dibandingkan dengan wanita yang memiliki tingkat terendah konsumsi bawang putih (Iowa Women’s).


Beberapa studi populasi yang dilakukan di Cina yang terfokus pada konsumsi bawang putih dan resiko kanker, dalam satu studi, peneliti menemukan bahwa sering mengkonsumsi bawang putih dan berbagai jenis bawang dan daun bawang dapat dikaitkan dengan penurunan resiko esofagus dan lambung.


Demikian pula, dalam studi lain, konsumsi sayuran allium, terutama bawang putih dan daun bawang, dapat dikaitkan dengan penurunan resiko kanker perut. Dalam sebuah penelitian ketiga, asupan dari sayuran allium, terutama bawang putih dan daun bawang, dapat dikaitkan dengan pengurangan resiko sekitar 50 persen di kanker prostat.


Sebuah studi yang dilakukan di wilayah San Francisco Bay menemukan bahwa resiko kanker pankreas adalah 54 persen lebih rendah pada orang yang makan bawang putih dibandingkan dengan mereka yang tidak.


Selain itu, sebuah studi di Prancis menemukan bahwa peningkatan konsumsi bawang putih secara signifikan dapat dikaitkan dengan statistik penurunan resiko kanker payudara.


Berbagai penelitian epidemiologi yang berkembang menyebutkan bahwa Allium sativum L. dan berbagai tanaman lain yang mengandung senyawa organosulfur dapat mencegah terjadinya kanker pada manusia, termasuk kanker kolon (Reddy et Rao, 1993).


Penelitian lain yang memperkuat bahwa bawang putih dapat digunakan sebagai kemopreventif kanker kolon dilakukan dengan membandingkan antara SAC dan SAMC yang dikandung oleh bawang putih pada sel kanker kolon HT-29 dan SW-480.


Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah SAMC dapat menghambat pertumbuhan serta mengistirahatkan sel pada fase G¬2 – M dan menginduksi terjadinya apoptosis (Shirin et al., 2001).


Bawang putih yang tersedia di pasaran internasional tersedia dalam empat macam bentuk yaitu minyak esensial bawang putih, maserat minyak bawang putih, serbuk bawang putih (yang dikenal sebagai Garlicin), dan aged garlic extract (AGE).


Penelitian yang sudah dilakukan membandingakan antara AGE dengan bentuk olahan bawang putih yang lain seperti jus bawang putih mentah (raw garlic juice), jus bawang putih yang dipanaskan (heated garlic juice), dan serbuk bawang putih masak.


Jika dilihat aksi farmakologinya, maka AGE lebih poten dalam menghambat pertumbuhan sel sarkoma-180 yang ditransplantasi pada tikus, dibanding dengan bentuk olahan bawang putih yang lain (Kasuga et al., 2001).


Efek antikanker dari Allium sativum L. juga dapat diperkuat dengan adanya senyawa organoselenium dibanding senyawa organosulfur yang analog. Organoselenium yang disintesis di laboratorium, dialil selenida, 300 kali lebih efektif jika dibanding dialil sulfida dalam melindungi induksi DMBA pada kanker payudara tikus. Lebih jauh lagi benzil selenosianat dapat menghambat induksi azoxymetana kanker kolon pada tikus (El-Bayoumy et al., 2006).


4. Membantu Dalam Perlawanan Terhadap Infeksi.

Bawang putih mengandung allicin, vitamin C, B6, kalium, kalsium, selenium, magnesium, dan flavonoid yang besar, sehingga dapat membantu untuk melawan infeksi, karena kandungan-kandungan tersebut dapat membunuh bakteri, jamur, dan virus.

Kemampuan bawang putih dalam melawan infeksi dikonfirmasi dalam sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di University of Ottawa yang diterbitkan Phytotherapy Research April 2005. Peneliti menguji 19 produk kesehatan alami yang mengandung bawang putih dan lima ekstrak bawang putih segar untuk senyawa aktif dan aktivitas antimikroba.


Mereka menguji efektivitas zat ini terhadap tiga jenis bakteri yang umum: E. faecalis, yang menyebabkan infeksi saluran kemih ; N. gonorrhoeae, yang menyebabkan penyakit menular seksual gonore ; dan S. aureus, yang bertanggung jawab untuk berbagai jenis infeksi yang umum. Produk yang paling sukses membasmi bakteri ini adalah produ-produk dengan kandungan allicin tertinggi.


Studi, yang diterbitkan dalam “Applied and Experimental Microbiology” 2011, Bawang putih digunakan sebagai berbagai teknik biokimia untuk memeriksa bagaimana beberapa senyawa dalam bawang putih berinteraksi dengan bakteri dan menemukan bahwa bawang putih efektif terhadap bakteri C, jejeuni.


Studi lain yang dipublikasikan dalam “Journal of Medicinal Food,” menemukan bahwa allicin mampu membunuh beberapa patogen bakteri mulut, seperti S. mutans dan P. gingivalis. Baca juga 16 Manfaat Wortel Untuk Kesehatan Dan Kecantikan.


5. Diduga Dapat Mengurangi Kadar Gula Darah (Diabetes).

Diabetes atau penyakit kencing manis adalah salah satu penyakit gangguan metabolisme yang perlu diwaspadai.

Penyakit ini muncul akibat gangguan pada sel pankreas yang menghasilkan insulin maupun pola hidup tidak sehat yang melemahkan kerja hormon insulin. Pada penderita diabetes, insulin tidak dapat bekerja secara optimal dalam mengatur kadar gula dalam darah, karena kehilangan sensitivitasnya.


Bawang putih memiliki potensi untuk mengurangi kadar tinggi glukosa darah dan kadar trigliserida. Dalam hal ini, bawang putih dapat meningkatkan kerja insulin, sehingga dapat membantu penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes.


Walaupun, bukti awal menunjukkan bahwa bawang putih mungkin efektif dalam menurunkan kadar gula darah, seperti menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal “Acta Diabetologica.” edisi Maret 2008. Dalam percobaan kecil, mereka mengumpulkan 60 pasien dengan diabetes tipe 2, subyek penelitian menerima suplemen bawang putih yang disebut Allicor, yang berisi 150 mg bawang putih, kemudian membandingkan dengan kelompok kontrol yang mengambil plasebo, pasien yang memakai Allicor memiliki tingkat lebih rendah dari glukosa dan fruktosamin, indikator lain dari gula darah.


Hasil campuran: Meskipun hasil yang menjanjikan dari penelitian di tahun 2008 yang didokumentasikan dalam “Acta Diabetologica,” Namun masih dibutuhkan lebih banyak penelitian terkait efektivitas bawang putih untuk menurunkan gula darah masih diperlukan.


Banyak penelitian lain telah menemukan bahwa bawang putih tidak efektif dalam menurunkan gula darah, laporan review skala besar penelitian bawang putih yang diterbitkan pada Mei 2001 oleh Badan Penelitian dan Kualitas Kesehatan (Healthcare Research and Quality). Penelitian tambahan diperlukan, khususnya mengenai bahan aktif utama dalam bawang putih dan tindakan mekanisme yang tepat pada tubuh manusia.


6. Manfaat Lain Untuk Penderita Diabetes.

Bawang putih dapat memberikan manfaat lain bagi penderita diabetes. Selain menurunkan kadar gula darah, bawang putih juga dapat membantu mengendalikan faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap diabetes, termasuk kadar kolesterol dan lemak dalam darah, yang dikenal sebagai trigliserida. Banyak penelitian lain telah menemukan bahwa bawang putih efektif dalam menurunkan kolesterol, menunjukkan bahwa efek itu nyata dan dapat diverifikasi, menurut Healthcare Research and Quality report.

Pasien diabetes juga sering mengembangkan aspek-aspek lain dari penyakit kardiovaskular, termasuk tekanan darah tinggi dan pengerasan pembuluh darah, atau aterosklerosis. suplemen bawang putih mungkin efektif dalam menurunkan tekanan darah serta memperlambat perkembangan aterosklerosis, yang dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dari orang-orang yang bermasalah dengan diabetes.


7. Mengobati Sakit Gigi.

Sakit gigi menyebabkan rasa sakit yang tidak berkesudahan pada gigi dan terkadang menciptakan sebuah rongga. Sakit dapat membuat penderitanya malas melakukan aktifitas sehari-hari dan bisa membuatnya menjadi sangat sensitif.
Menurut Suresh Babu, penulis “A Treatise on Home remedies,” anda bisa meredakan sakit gigi dengan menggunakan bawang putih.

Orang-orang Jawa Indonesia telah lama menjadikan bawang putih sebagai obat untuk mengatasi sakit gigi, karena sifat antibakteri dan anesthetizing pada bawang putih dapat mengurangi rasa sakit. Dalam hal ini bawang putih mungkin hanya bertindak sebagai anti-inflamasi saja.


Untuk membuat obat sakit gigi dari bawang putih, anda cukup menyediakan sepotong kecil bawang putih segar, kemudian dihaluskan hingga berbentuk pasta, lalu tempelkan pada gigi yang bermasalah, atau ambil irisan kecil bawang putih, lalu diselipkan pada gigi yang bolong. Bisa juga anda berkumur dengan menggunakan air rebusan bawang putih. Cara ini sangat ampuh dan banyak digunakan masyarakat jaman dulu di Indonesia.


Teori lain yang cukup unik dalam meredakan sakit gigi menggunakan bawang putih yang dilakukan oleh orang didaerah saya, yaitu daerah Jawa Tengah Indonesia adalah bawang putih dijadikan pasta, lalu pasta tersebut ditempelkan pada urat nadi dilengan bagian bawah, yaitu dibagian dimana biasanya anda menggunakan jam tangan.


Jika gigi yang sakit sebelah kanan, maka taruhlah obat tersebut pada nadi kanan, begitu juga sebaliknya, lalu diikat dengan kain dan dibiarkan selam ± ¼ jam, kemudian dibersihkan. Saya tidak mengerti mengapa harus begitu dan apa hubungannya antara sakit gigi dan urat nadi? Terkesan tidak logis memang, tetapi kalau anda mau, bisa juga anda coba. Toh tidak ada ruginya. He he he!


8. Obat Penghilang Kutil.

Kutil adalah bintil merah kecil, seperti jerawat yang terdapat pada kulit.
Kutil kelamin adalah kutil yang terdapat didaerah kelamin atau sekitar dubur akibat infeksi virus papilloma yang dapat meningkatkan resiko terinfeksi HIV.

Bawang putih telah dikonsumsi sebagai makanan dan obat-obatan selama ribuan tahun dan dipercaya efektif untuk penyembuhan penyakit tertentu. Dalam beberapa kali ditemukan bahwa sifat antimikroba yang kuat dari bawang putih adalah karena adanya allicin kompleks, yang dapat membunuh berbagai macam patogen, termasuk virus, yang menyebabkan kutil.


Menurut “Human Biochemistry and Disease.” Allicin dapat membunuh spektrum yang luas dari virus, termasuk HPV, meskipun tidak seperti banyak obat antivirus dan antibiotik, ia tidak menghancurkan koloni bakteri menguntungkan dalam usus.


Senyawa lain dalam bawang putih dapat merangsang fungsi dalam hati dan usus besar, yang meningkatkan detoksifikasi umum dalam tubuh, yang bermanfaat selama infeksi apapun.


Berikut ini cara mengobati kutil dengan bawang puyih:

Keprek bawang putih ( jangan sampai halus ) lalu tempelkan pada kutil dan ikat yang kuat dengan kain atau plester, tunggu sampai 30 menit, jangan terlalu banyak bergerak,maka kulit akan panas dan kutil akan menghitam. Anda akan segera terbebas dari kutil.

Menurut “Medical Herbalism: Prinsip Ilmu dan Praktik Kedokteran Herbal,” rekomendasi umum termasuk menerapkan bawang putih tiga kali sehari selama setidaknya satu minggu, atau sampai kutil mulai mengerut dan kering.


Meskipun mungkin lebih memakan waktu, siung bawang putih bisa dimakan sebagai obat atau kapsul bawang putih dapat diambil secara lisan, yang memungkinkan allicin untuk memasuki aliran darah dan bertindak sebagai antivirus sistemik.


9. Mecegah Dan Memulihkan Kerusakan Hati (Hepatitis/Liver).

Peradangan hati atau lebih dikenal dengan nama hepatitis dapat menyebabkan kematian. Hepatitis adalah proses peradangan pada jaringan hati. Penyakit ini lebih dikenal dengan nama sakit liver atau sakit kuning. Meski demikian, istilah sakit kuning ini dapat menimbulkan kebingungan karena tidak semua sakit kuning disebabkan oleh radang hati.

Dari sekian banyak faktor, viruslah yang menduduki peringkat pertama sebagai penyebab penyakit hepatitis paling banyak. Yang lainnya bisa disebabkan oleh bakteri, parasit, obat-obatan, bahan kimia yang merusak hati, alkohol, cacing, atau juga gizi yang buruk.


Bahan-bahan tanaman obat untuk membantu proses perbaikan fungsi hati biasanya bersifat hepatoprotektif. Bawang putih dapat mencegah dan memulihkan kerusakan hati. Bawang putih adalah tambahan potensi untuk perawatan medis konvensional jika anda memiliki kerusakan hati. Berbicara dengan dokter anda terlebih dahulu tentang obat herbal yang cocok untuk anda.


Menurut Ilmuwan Perancis Louis Pasteur pada tahun 1858 bawang putih memiliki kemampuan untuk mencegah infeksi, menurut dokter Deepak Chopra, MD, penulis “The Chopra Center Herbal Handbook.” Bawang putih, atau Allium sativum, memiliki lebih dari 200 kandungan kimia dan telah menjadi subyek dari ribuan penelitian.


Ini telah menunjukkan kapasitas untuk mengobati penyakit jantung dan untuk memerangi patogen seperti bakteri dan virus. Bawang putih juga telah diteliti untuk potensinya sebagai pengobatan anti-bakteri Helicobacter pylori, bakteri yang menyebabkan peradangan kronis pada lapisan dalam perut (gastritis) pada manusia. Bakteri ini juga dianggap sebagai penyebab umum dari borok di seluruh dunia.


Liver, atau peradangan pada jaringan hati, adalah penyakit yang mengacu pada masalah medis yang menyebabkan fungsi hati berkurang. Menurut Hepatitis B Foundation, hati menjadi disfungsional ketika 75 persen dari jaringan yang terganggu.


Ahli biologi mengkategorikan baik hati sebagai kelenjar dan organ, dan itu adalah organ padat terbesar tubuh. Di antara penyebab kerusakan hati adalah penyalahgunaan alkohol, infeksi virus seperti hepatitis dan penyakit genetik.


Studi yang dipublikasikan “Indian Journal of Experimental Biology”, 2011. Para peneliti memberi makan tikus senyawa timbal selama tujuh hari dan kemudian diukur jumlah luka hati yang diinduksi. Mereka kemudian memberi tikus ekstrak air bawang putih segar, yang bisa mengurangi jumlah kerusakan hati.


Mereka berteori bahwa ini adalah karena kemampuan antioksidan bawang putih. Antioksidan memburu dan menonaktifkan molekul oksigen tidak stabil yang menyebabkan kerusakan sel. Dalam penelitian hewan lain, ilmuwan menggunakan alkohol untuk menginduksi kerusakan hati pada tikus dan kemudian memberi mereka ekstrak bawang putih hitam, yang bisa meningkat antioksidan enzim hati.


Hal ini juga mengurangi kerusakan DNA pada sel-sel darah putih yang disebut kekebalan limfosit, seperti yang diterbitkan “Journal of Medicinal Food.” 2011. Penelitian lebih manusia harus diselesaikan sebelum bawang putih dapat direkomendasikan sebagai terapi untuk penyakit hati.


10. Mencegah Alzheimer.

Alzheimer adalah salah satu penyakit mental yang dikorelasikan dengan pikun atau dementia. Alzheimer biasanya diderita oleh orangtua dan muncul pada usia lanjut.

Penyakit rusaknya saraf otak yang dapat menyebabkan hilangnya memori ini dapat dicegah dengan rutin mengkonsumsi bawang putih. Penelitian yang dilakukan di University of Missouri menunjukkan bahwa karbohidrat yang ditemukan dalam bawang putih adalah kunci untuk klasifikasi sebagai “makanan super".


Para ilmuwan menemukan cara yang berbeda mengenai manfaat bawang putih untuk tubuh manusia. Penelitian terkait, menunjukan bahwa bawang putih dapat menghambat kerusakan sel otak yang disebabkan oleh stres.


Sehingga Bawang putih tidak hanya membantu memperlambat proses penuaan, tetapi juga bisa menjadi efektif untuk mencegah penyakit otak seperti Alzheimer dan Parkinson.


11. Mencegah Serangan Jantung.

Mengkonsumsi bawang putih secara rutin dan teratur akan dapat mengurangi resiko terkena serangan jantung. Hal itu sesuai dengan hasil dari sebuah penelitian yang dilakukan di Los Angeles Biomedical Research Institute di Harbor-UCLA Medical Center.

Dimana pada penelitian tersebut ditemukan bahwa ekstrak bawang putih bisa mengurangi penumpukan plak berbahaya di arteri. Hasil yang telah diperoleh dari penelitian ini diklaim dapat membantu untuk mencegah perkembangan penyakit jantung, yang merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia.


Menurut Dr. Matthew Budoff, studi yang dilakukannya tersebut meruapakn demonstrasi lain dari manfaat suplemen bawang putih dalam mengurangi akumulasi plak dan mencegah pembentukan plak baru di arteri, yang dapat menyebabkan penyakit jantung.


Dalam penelitian lain diketahui bahwa bawang putih juga dapat mencegah serangan jantung. Penelitian yang melibatkan 432 penderita penyakit jantung menunjukkan bahwa mereka yang rajin mengonsumsi bawang putih (2-3 siung per hari) ternyata mampu bertahan hidup lebih lama. Hal tersebut terjadi karena bawang putih mampu mengecilkan sumbatan-sumbatan pada arteri jantung. Karena itu, penggemar menu daging perlu menyertakan bawang putih (dalam bentuk bumbu atau acar) untuk mengurangi dampak buruk dari lemak hewani. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bawang putih juga sangat berkhasiat untuk membunuh parasit cacing di dalam tubuh. Artikel Garlic as an Antinematodal agent di Aquarium Fish, November 1995, menunjukkan bahwa bawang putih menghambat pertumbuhan nematoda (cacing) dalam saluran pencernaan Pterophylum scalare.


12. Menurunkan Kolesterol Dan Menurunkan Tekanan Darah Tinggi.

Kolesterol adalah salah satu jenis lemak atau lipid yang digolongkan menjadi dua jenis yakni kolesterol jahat atau Low Density lipoprotein dan kolesterol baik atau High density lipoprotein (HDL).

Kadar LDL atau kolesterol jahat dalam tubuh yang cukup tinggi dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan penyempitan pembuluh darah atau atherosklerosis.


Bawang putih dalam keadaan mentah mengandung senyawa sulfur termasuk juga senyawa alliin. Ketika bawang putih dimemarkan atau dihaluskan, maka senyawa aliin yang sebenarnya tidak berbau akan terurai.


Dengan dorongan enzim alinase, alliin terpecah menjadi alisin, amonia, dan asam piruvat. Bau tajam alisin disebabkan karena kandungan zat belerang. Aroma khas ini bertambah menyengat ketika zat belerang (sulfur) dalam alisin diterbangkan ammonia ke udara, sebab ammonia mudah menguap.


Senyawa alisin berkhasiat menghancurkan pembentukan pembekuan darah dalam arteri, mengurangi gejala diabetes dan mengurangi tekanan darah.


Selain alisin, bawang putih juga memiliki senyawa lain yang berkhasiat obat, yaitu alil. Senyawa alil paling banyak terdapat dalam bentuk dialil-trisulfida yang berkhasiat memerangi penyakit-penyakit degeneratif dan mengaktifkan pertumbuhan sel-sel baru.


Pada salah satu studi yang diedarkan di “The Journal of The Royal College of Physicians” oleh Silagy CS dan Neil HAW tahun 1994 mengungkapkan bahwa bawang putih merupakan pelopor untuk mengurangi "lemak dalam tubuh dan yang terpenting adalah membantu proses penyembuhan dari kadar kolesterol tinggi. Seseorang yang mengkonsumsi bawang putih secara rutin dan teratur dan mengatur pola makannya dengan baik selama 4 minggu akan mengalami prnurunan kadar kolesterolnya hingga mencapai 12 % dari total kolesterol yang dimilik.


13. Mengobati Impotensi.

Kandugan bawang putih seperti nitrit oksida sintase memiliki sifat afrodisiak dan bisa menyembuhkan para penderita impotensi. Kandugan ini bisa mengatasi lemah syahwat seperti halnya obat-obatan lain.

Konsumsilah bawang putih secara rutin dan teratur agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Pengobatan dengan menggunakan bawang putih ini tentu akan lebih aman dibandingkan dengan pengobatan menggunakan obat-obatan umum.


14. Membantu Daya Ingat Dan Anti Penuaan.

Senyawa sallycylstein ternyata bisa mencegah degenerasi lobus frontal pada otak. Karena itu, mengkonsumsi bawang putih secara rutin dan teratut akan membuat kinerja otak menjadi meningkat dan berkembang dengan baik dan ini juga tentu sangat baik untuk meningkatkan perkembangan otak anak-anak.

Bawang putih juga merupakan power pack antioksidan, memerangi radikal bebas dalam kulit dan menjaga kulit tetap muda. Mengkonsumsi bawang putih akan menghasilkan kolagen, yang dapat mengurangi keriput. Cara penggunaanya adalah bawang putih dihaluskan, kemudian dijadikan masker.


Khasiat bawang putih sebagai bahan pangan tradisional yang menyehatkan telah lama menarik perhatian para ilmuwan. Dr. Saito, salah seorang peneliti Jepang terkemuka mengenai proses penuaan, telah menemukan bahwa bawang putih dapat memperpanjang rentang hidup tikus percobaan yang dipelihara di laboratorium.


Sebuah penelitian di Universitas Tokyo mencatat, bawang putih sangat baik bagi kelompok orang usia lanjut. Tanaman ini mampu meremajakan otak dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.


Ekstrak bawang putih telah terbukti dapat menekan kerusakan sel neuron di otak dan bahkan dapat merangsang pertumbuhan sel-sel neuron baru. Dari percobaan itu dibuktikan bahwa tikus tua yang diberi bawang putih mendapat nilai lebih baik dalam pengujian ingatan dibandingkan yang tidak diberi bawang putih.


15. Mengobati Sinusitis.

Sinusitis adalah penyakit radang pada rongga disekitar hidung. Bawang putih memiliki kandungan seperti allin yang bisa melawan bakteri dan jamur yang menyebabkan infeksi sinus. Karena itu mengkonsumsi bawang putih secara rutin dan teratur akan dapat menyembuh penyakit sinusitis sering menyerang masyarakat. Untuk keperluan ini konsumsilah bawang putih mentah yang dihaluskan dulu agar tidak mengganggu lambung.

16. Membersihkan Racun.

Bawang putih bisa menjadi detok bagi tubuh, karena bawang putih mengandung antioksidan yang berguna untuk membuang racun yang ada dalam tubuh dan telah memberikan efek buruk pada tubuh. Konsumsi bawang putih secara rutin dan teratur.

17. Mengobati Flu dan Batuk.

Karena kandungan sulfur yang dimiliki oleh bawang putih, maka ia memiliki aroma yang khas, namun bisa meningkatkan dan mempercepat kerja membran mucous di saluran pernapasan, sehingga bisa membantu melegakan tenggorokan dan membantu mengeluarkan lendir.

Bawang putih yang mentah mengandung phytochemical yang dapat membantu membunuh bakteri dan virus penyebab penyakit. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 1992 di sebuah Universitas Brigham Young di Utah mengungkapkan bahwa bawang putih yang ditumbuk dan menghasilkan minyak dapat membunuh rhinivirus tipe 2 ( penyebab umum sakit flu ) dan membunuh 2 macam herpes ( penyakit kulit menular ) serta beberapa virus lainnya.


Cara mengobati batuk dengan bawang putih:

Haluskan bawang putih secukupnya, lalu campurkan dengan 1 gelas susu putih dingin, kemudian panaskan sekitar 1-2 menit dan minum selagi hangat.

18. Menghilangkan Bekas Luka.

Bekas luka terjadi karena matinya sel yang ada karena luka. Biasanya luka bakar atau luka sayatan, biasanya bekas luka semacam itu sulit untuk hilang.

Haluskan bawang putih dan campur dengan minyak zaitun, lalu oleskan tamuan tersebut pada bekas luka. Lakukan ini secara rutin, niscaya setelah itu anda bisa merasakan kulit anda yang kembali halus, karena bawang putih mengandung antioksidan yang bisa digunakan untuk meregenerasi sel. Menghilangkan bekas luka memang sulit, tapi bukan berarti bekas luka tidak bisa dihilangkan. Gunakan ramuan ini seminggu 3 kali saja dan jangan gunakan secara berturut-turut, karena jika terlalu keseringan, maka akan menimbulkan iritasi.


19. Membersihkan Telinga.

Di Cina bawang putih sering digunakan sebagai obat pembersih telinga, yaitu dengan cara diotong, lalu disumpalkan ke lubang telinga. Buatlah ukuran yang sesuai agar tidak masuk ketelinga.

Telinga merupakan bagian tubuh yang cukup sulit untuk dibersihkan, karena ia memiliki organ yang tersusun sangat rapat dan juga rentan rusak atau pecah, maka untuk membersihkannya juga tidak semudah membersihkan bagian yang lain. Jangan melakukan pembersihan telinga dengan benda yang keras dan tajam. Bawang putih yang mengandung Zat fosfor yang bisa membantu membersihkan kuman dan bakteri di telinga. Selain itu bawang putih memberikan anti bakteri yang bisa mengusir berbagai penyakit yang kemungkinan menyerang telinga.


20. Obat Sakit Pernafasan.

Pada zaman dahulu masyarakat Mesir, Yunani dan Cina telah menggunakan bawang putih sebagai obat pelega masalah pernapasan, merawat lelah, bronkhitis dan penyakit pernapasan yang lain.

Bawang putih dilaporkan sebagai ramuan lama, aman dan pasti dalam merawat lelah, bronkitis dan penyakit pernafasan yang lain. Berabad-abad lamanya orang-orang Mesir, Yunai dan Cina telah mengklaim bahwa bawang putih dapat menyembuhkan masalah pernafasan.


Analisis penyakit yang berhubungan dengan masalah pernapasan, seperti dibawah ini :




Oleh karenanya bawang putih tidak diragukan lagi dalam mengatasi masalah yang berhubungan dengan pernapasan.


21. Mengurangi Resiko Komplikasi Dalam Kehamilan.

Mengkonsumsi bawang putih selama masa hamil dapat mengurangi resiko komplikasi kehamilan Pre-eclampsia (meningkatkan tekanan darah yang mengandung protein dalam urine) dan membantu menaikkan berat badan bayi selama dalam kandungan.

Dr. D. Sooranna, Ms. J. Hirani dan Dr. I Das di Academic Department of Obsterrics dan Gynaecology, Chelsea dan Westminster Hospital in London UK. Mereka menyimpulkan bahwa walaupun pre-eclampsia dan kelambatan pertumbuhan merupakan kondisi yang kompleks, mengkonsumsi pil/kapsul bawang putih secara teratur dan standar selama masa kehamilan dapat mengurangi kemungkinan–kemungkinan komplikasi pada kelahiran. Mereka memfokuskan pada kelambatan pertumbuhan pada bayi dan pre-eclampsia, kondisi yang sangat berbahaya bagi ibu dan anak yang terjadi pada kira–kira satu diantara sepuluh kehamilan.


Eksperimen menunjukkan bahwa menambahkan ekstrak bawang putih pada sel–sel plasenta yang kemungkinan menderita kondisi–kondisi tersebut terbukti dapat menstimulasi pertumbuhan. Bawang putih juga dapat mengurangi enzim-enzim yang tidak normal selama kehamilan.


22. Mengobati Wasir.

Bawang putih memang memiliki banyak khasiat luar biasa. Ternyata bawang putih dapat membantu dalam penyembuhan bagi para penderita wasir/ambeien. Dengan cara dibuat jus atau dihaluskan dari beberapa siung bawang putih, kemudian bersihkan dahulu anus/dubur dan daerah sekitarnya dengan air hangat dan sabun antiseptik, lalu balurkan rempah bawang putih yang telah dihaluskan pada anus, tunggu beberapa menit lalu bilas kembali dengan bersih tanpa meninggalkan bekas dan tanpa menggunakan sabun.

23. Menyembuhkan Maag.

Beberapa penelitian membuktikan bahwa bawang putih memiliki lebih dari 200 kandungan senyawa yang bisa melawan gas dalam lambung yang meningkat. Selain itu, bawang putih bisa mengobati luka pada lambung. Jika anda memiliki maag kronis (terus menerus berlangsung), maka puasakan diri anda, setelah itu buka menggunakan air putih segelas kemudian minum air rebusan bawang putih. Maka maag anda akan hilang total dalam beberapa bulan. Agar penyembuhan bisa lebih cepat, maka perbaiki juga pola makan anda.

24. Membubuh Cacing.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bawang putih juga sangat berkhasiat untuk membunuh parasit cacing di dalam tubuh. Artikel Garlic as an Antinematodal agent di Aquarium Fish, November 1995, menunjukkan bahwa bawang putih menghambat pertumbuhan nematoda (cacing) dalam saluran pencernaan Pterophylum scalare.

25. Membantu Mengobati Jerawat.

Dengan cara yang benar, bawang putih dapat membantu mengobati jerawat. Bawang putih yang dipotong atau dihaluskan akan melepaskan senyawa yang berguna sebagai pembersihan darah serta memiliki sifat antibiotik. Sehingga mereka akan membantu mengobati jerawat. Meski demikian, kita tetap harus melakukan pengobatan untuk jerawat, karena bawang putih hanya membantu mempercepat proses penyembuhan jerawat.

26. Mengobati Penyakit Kulit Menular Dan Melindungi Kulit Dan Rambut.

Sifat menyegarkan bawang putih dapat melindungi kulit dari efek radikal bebas dan dapat memperlambat "penipisan kolagen" yang menyebabkan hilangnya elastisitas pada kulit yang menua. Bawang putih ini juga merupakan obat yang efektif untuk infeksi jamur, seperti panu dan kurap.

Bawang putih yang mentah mengandung phytochemical yang dapat membantu membunuh bakteri dan virus penyebab penyakit. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 1992 di sebuah Universitas Brigham Young di Utah mengungkapkan bahwa bawang putih yang ditumbuk dan menghasilkan minyak dapat membunuh rhinivirus tipe 2 ( penyebab umum sakit flu ) dan membunuh 2 macam herpes ( penyakit kulit menular ) serta beberapa virus lainnya.


27. Mengurangi Rambut Rontok.

Kehadiran allicin dalam bawang putih membuatnya menjadi obat yang sempurna untuk rambut rontok . Menggosokkan irisan bawang putih pada kulit kepala dapat meningkatkan sirkulasi darah dan membantu menyingkirkan rambut rontok. Selain itu, rendam beberapa potong bawang putih dalam minyak zaitun selama seminggu. Gunakan minyak ini untuk rambut sembari dipijat untuk hasil yang efektif.



28. Anti Ketombe.

Ketombe adalah masalah yang sangat umum. Sifat anti-bakteri dan anti-jamur bawang putih bekerja dengan baik untuk mengobati kulit kepala gatal dan ketombe berlebihan . Selain dari itu, komponen sulfur dalam bawang putih mencegah infeksi dan mengurangi keparahan ketombe.

29. Mengurangi Uban.

Panaskan 3-4 siung bawang putih dengan minyak kelapa dan lada hitam. Biarkan dingin, lalu terapkan pada rambut basah sebagai masker. Diamkan selama 20 menit dan kemudian cuci rambut anda seperti biasa.

30. Memperkuat Kuku.

Kuku yang sudah terkena infeksi akan terlihat berwarna kusam dan kuning. Sifat anti-jamur bawang putih tidak hanya mencegah, tetapi juga melindungi kuku dari infeksi. Rendam bola kapas ke dalam jus bawang putih, kemudian oleskan pada kuku secara merata.

Efek Samping Bawang Putih - BiriBisi


Bawang putih aman bagi kebanyakan orang ketika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar (cukup). Bawang putih telah digunakan dengan aman dalam penelitian selama 7 tahun. Meskipun bawang putih telah digunakan secara aman dalam memasak, namun konsumsi secara berlebihan kemungkinan dapat menyebabkan beberapa efek samping.


Saat dikonsumsi, bawang putih dapat menyebabkan bau mulut, sensasi terbakar di mulut atau perut, mulas, gas, mual, muntah, bau badan, dan diare. Lihat juga 42 Manfaat Kunyit Untuk Kesehatan Dan Kecantikan.


Demikianlah, kupasan mengenai bawang putih yang bisa saya sajikan untuk anda. Semoga bermanfaat. Amin!


Referensi:
Dari berbagai sumber

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: