IKLAN
Kontak Saya
300x250
Selamat Datang Di BiriBisi

Jumat, 21 April 2017

Asma - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya - BiriBisi


Penyakit Asma - BiriBisi
Yang dimaksud asma disini adalah asma Bronchiale atau disebut juga bengek atau mengi. Jadi bukan asma yang disebabkan oleh penyakit jantung, yaitu asma cardiale.

Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Baca juga 8 Penyebab Stroke Bisa Dihindari Dengan Pola Makan Dan Pola Hidup Sehat.

Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi. Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.

Meskipun penyebab pasti asma belum diketahui secara jelas, namun ada beberapa hal yang kerap memicunya, seperti asap rokok, debu, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, infeksi virus, atau bahkan terpapar zat kimia.

Bagi seseorang yang memiliki penyakit asma, saluran pernapasannya lebih sensitif dibandingkan orang lain yang tidak memilikinya. Ketika paru-paru teriritasi pemicu di atas, maka otot-otot saluran pernapasan penderita asma akan menjadi kaku dan membuat saluran tersebut menyempit. Selain itu, akan terjadi peningkatan produksi dahak yang menjadikan bernapas makin sulit dilakukan.

Asma (bengek, mengi) (dalam bahasa Yunani ἅσθμα, ásthma, "terengah") merupakan peradangan kronis yang umum terjadi pada saluran napas yang ditandai dengan gejala yang bervariasi dan berulang, penyumbatan saluran napas yang bersifat reversibel, dan spasme bronkus. Gejala umum meliputi mengi, batuk, dada terasa berat, dan sesak napas.

Asma pada awalnya diperkirakan disebabkan oleh kombinasi faktor genetika dan lingkungan. Diagnosis biasanya didasarkan atas pola gejala, respons terhadap terapi pada kurun waktu tertentu, dan spirometri.

Asma diklasifikasikan secara klinis berdasarkan seberapa sering gejala muncul, volume ekspirasi paksa dalam satu detik (FEV1), dan puncak laju aliran ekspirasi. Asma dapat pula diklasifikasikan sebagai atopik (ekstrinsik) atau non-atopik (intrinsik), dimana atopi dikaitkan dengan predisposisi perkembangan reaksi hipersensitivitas tipe 1.

Terapi untuk gejala akut biasanya dengan menghirup beta-2 agonist reaksi cepat (misalnya salbutamol) dan kortikosteroid oral. Pada kasus yang sangat parah mungkin diperlukan pemberian kortikosteroid intravena, magnesium sulfat dan perawatan di rumah sakit.

Gejala ini dapat dicegah dengan menghindari pencetusnya, seperti misalnya alergen dan iritan, dan dengan penggunaan kortikosteroid hirup. Beta agonist reaksi lambat (LABA) atau leukotrien antagonis dapat ditambahkan, selain pemberian kortikosteroid hirup bila gejala asma tidak dapat dikontrol.

Prevalensi asma mengalami peningkatan secara signifikan sejak tahun 1970an. Pada tahun 2011, 235–300 juta orang terserang asma secara global, termasuk adanya 250.000 kematian.

Penderita Asma Di Indonesia
Laporan riset kesehatan dasar oleh Kementrian Kesehatan RI tahun 2013 memperkirakan jumlah pasien asma di Indonesia mencapai 4.5 persen dari total jumlah penduduk. Provinsi Sulawesi Tengah menduduki peringkat penderita asma terbanyak sebanyak 7.8 persen dari total penduduk di daerah tersebut.

Menurut data yang dikeluarkan WHO pada bulan Mei tahun 2014, angka kematian akibat penyakit asma di Indonesia mencapai 24.773 orang atau sekitar 1,77 persen dari total jumlah kematian penduduk. Setelah dilakukan penyesuaian umur dari berbagai penduduk, data ini sekaligus menempatkan Indonesia di urutan ke-19 di dunia perihal kematian akibat asma.

Penyebab Penyakit Asma



Asma disebabkan oleh interaksi lingkungan dan genetika yang merupakan kombinasi yang rumit dan belum sepenuhnya dimengerti. Semua faktor ini memengaruhi, baik dalam tingkat keparahan ataupun juga dalam respons terhadap terapi.

Adanya peningkatan laju penderita asma belakangan ini disebabkan oleh perubahan faktor epigenetik (terwariskan selain adanya hubungan dengan urutan DNA) dan lingkungan hidup yang berubah. Baca juga Cacar - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya.

Lingkungan
Berbagai faktor lingkungan yang dihubungkan dengan timbulnya asma dan eksaserbasi asma yaitu alergen, polusi udara, dan senyawa kimiawi lingkungan lainnya. 

Merokok selama masa kehamilan dan setelah melahirkan dihubungkan dengan resiko yang lebih besar untuk gejala mirip asma. kualitas udara buruk, dari polusi kendaraan atau kadar ozon yang tinggi, selalu dihubungkan dengan timbulnya asma dan peningkatan keparahannnya.

Pajanan (pembiaran terbuka) terhadap uap senyawa organik dalam ruangan dapat memicu asma; pajanan formaldehida (gas berbau menyengat yang digunakan dalam pembuatan bahan celup, plastik, serta resin tiruan) misalnya, menunjukkan hubungan yang positif.

Selain itu, ftalat pada PVC juga dihubungkan dengan asma pada anak-anak dan dewasa sebagai sumber pajanan terhadap konsentrasi endotoksin (racun yg terdapat didalam kuman dan yg baru keluar bila kuman itu rusak) tinggi.

Asma dihubungkan dengan pajanan terhadap alergen dalam ruangan. Alergen dalam ruangan yang umum di antaranya adalah: tungau debu, kecoa, ketombe hewan, dan jamur.

Berbagai upaya untuk mengurangi tungau debu ternyata tidak efektif. Infeksi virus tertentu pada saluran napas dapat meningkatkan resiko timbulnya asma apabila terjadi saat masih anak-anak seperti misalnya: respiratory syncytial virus dan rinovirus. Akan tetapi beberapa jenis infeksi lain dapat menurunkan resiko.

Hipotesis Kebersihan
Hipotesis kebersihan adalah suatu teori yang mencoba untuk menjelaskan kenaikan laju penderita asma di seluruh dunia sebagai hasil langsung dan tidak terduga dari berkurangnya pajanan terhadap bakteri dan virus non-infeksi selama masa kanak-kanak.

Hal ini telah diungkapkan bahwa berkurangnya pajanan terhadap bakteri dan virus, sebagian, disebabkan oleh meningkatnya tingkat kebersihan dan jumlah keluarga pada masyarakat modern. 

Bukti yang mendukung hipotesis kebersihan ini di antaranya adalah rendahnya penderita asma di tanah pertanian dan rumah tangga yang memiliki hewan peliharaan.

Penggunaan antibiotik pada usia dini juga dihubungkan dengan timbulnya asma. Proses melahirkan melalui bedah sesar juga diasosiasikan dengan meningkatnya resiko asma (diperkirakan antara 20–80%). 

Peningkatan resiko ini dihubungkan dengan berkurangnya koloni bakteri sehat yang seharusnya didapatkan bayi yang lahir melalui saluran kelahiran. Dapat dilihat adanya keterkaitan antara asma dan tingkat kemakmuran.

Serangan Penyakit Asma



Beberapa individu akan menderita asma tanpa gejala/stabil selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan dan kemudian secara mendadak dalam perjalanannya berkembang menjadi episode asma akut. 

Individu yang berbeda akan bereaksi berbeda pula terhadap berbagai faktor. Pada sebagian besar individu dapat terjadi peningkatan intensitas gejala suatu penyakit yang berat akibat dari sejumlahpemicu. .

Ada banyak faktor di rumah yang dapat menjad penyebab munculnya serangan asma asma yang meliputi debu, binatang ketombe(terutama rambut kucing dan anjing), kecoa alergen dan jamur.

Parfum merupakan penyebab serangan asma yang paling umum pada wanita dan anak-anak. infeksi viral dan bakteri s pada saluran pernapasan atas, keduanya dapat memperburuk penyakit ini.

Faktor psikologi seperti stress dapat memperburuk gejalanya. Diperkirakan stres dapat mengubah sistem imunitas dan selanjutnya meningkatkan reaksi peradangan saluran napas sebagai respons terhadap alergen dan iritan.

Asma merupakan kondisi yang diakibatkan inflamasi kronis pada saluran napas yang kemudian dapat meningkatkan kontraksi otot polos.di sekeliling saluran napas.

Hal ini, bersama dengan faktor lain menyebabkan penyempitan saluran napas sehingga menimbulkan gejala klasik berupa mengi. Penyempitan saluran napas biasanya dapat pulih dengan atau tanpa pemberian terapi.Adakalanya saluran napas itu sendiri yang berubah.

Biasanya terjadinya perubahan di saluran napas, termasuk meningkatnya eosinofil dan penebalan lamina retikularis. Dalam jangka waktu lama, otot polos saluran napas bisa bertambah ukurannya bersamaan dengan bertambahnya jumlah kelenjar lendir.

Jenis sel lain yang terlibat yaitu: Limfosit T, makrofag, dan neutrofil. Kemungkinan ada juga keterkaitan komponen lain sistem imun yaitu: antara lain sitokin, kemokin, histamin, and leukotrien. Baca juga Malaria - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya.

Tanda-Tanda Dan Gejala Asma



Asma ditandai dengan adanya episode berulang dari mengi, sesak napas, dada terasa berat, dan batuk. Dahak bisa saja terbentuk diparu-paru, karena batuk tetapi sulit untuk dikeluarkan.

Penderita asma mengeluarkan nafas lebih berat dari pada menghirupnya, karena pada penyakit ini otot-otot lingkar pada cabang-cabang tenggorok berkerut, juga selaput lendir membengkak hingga jalan pernafasan menjadi sempit. Akibatnya penderita merasa tertekan pada daerah tekak dan nafasnya disertai bunyi peluit.

Selama masa penyembuhan setelah serangan mungkin terbentuk apa yang disebut mirip nanah yang disebabkan oleh tingginya kandungan sel darah putih yang disebut eosinofil. Gejala biasanya memburuk pada waktu malam atau pagi hari atau sebagai respons terhadap kegiatan olahraga atau udara dingin.

Pada sejumlah penderita asma ada yang jarang menunjukkan gejala, sebagai respons terhadap pemicu, sedangkan sejumlah penderita asma yang lain mungkin menunjukkan gejala yang nyata dan persisten.

Kondisi Yang Berkaitan Dengan Asma
Sejumlah kondisi kesehatan lain yang sering muncul pada mereka yang menderita asma adalah:
Penyakit refluks gastroesofagus (GERD), rinosinusitis, dan apnea tidur obstruktif.
Gangguan psikologis juga sangat umum dengan munculnya gangguan kecemasan antara 16–52% dan gangguan suasana hati pada 14–41%. Namun tidak diketahui dengan pasti apakah asma menyebabkan gangguan psikologis atau masalah psikologis menyebabkan asma.

Penyakit asma ini tidak ditimbulkan oleh suatu bakteri. Jadi tidak menular dan timbulnya secara berkala. Mungkin karena pembawaan penderita yang tidak tahan terhadap keadaan sekeliling, misalnya debu, bulu kucing, makanan berbentuk tepung atau disebabkan oleh pengaruh kejiwaan, faktor keturunan dan lain-lain.

Pengobatan Penyakit Asma
Bagi penderita asma perlu sekali melakukan latihan-latihan pernafasan secara teratur pada setiap pagi dan sore hari. Jangan makan makanan yang berwujud tepung.

Gunakan masker ditempat-tempat yang banyak debu, seperti saat mengendarai sepeda motor, menumbuk padi dilumbung dan lain-lain. Disamping itu, yang lebih utama adalah melakukan pengobatan secara rutin dan teratur.

Berikut ini saya sajikan untuk anda resep-resep obat tradisional Jawa untuk penyakit asma (bengek, mengi). Anda bisa memilih resep mana yang bisa anda dapatkan dengan mudah disekitar anda:

√1. Daun kecubung 10 helai, dijemur sampai kering dijadikan serbuk untuk bumbu rokok semacam wur. Rokok ini dihisap saat datangnya serangan astma.



√2. Bunga kecubung 10 kuntum dirajang dan dikeringkan seperti tembakau, dibuat rokok dengan dilinting menggunakan daun nipah atau kulit jagung. Dihisap saat astma kumat.





√3. Untuk obat luar:
Daun sirih 10 helai, Lada putih 1 sendok teh. Keduanya ditumbuk halus, dicampur minyak kayu putih ½ sendok teh. Untuk melumas dada dan leher bila asma datang.




√4. Daun randu muda ⅓ genggam dipipis halus, diberi air masak ½ gelas, diperas, disaring. Minum 1 kali sehari ½ gelas supaya asma tidak akan kumat lagi. Baca juga Kencing Nanah - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya.



√5. Madu



Madu sangat baik untuk mengencerkan lendir yang menghambat saluran pernafasan, hingga kemudian dapat dikeluarkan. Anda dapat mengonsumsi madu dengan air putih hangat.

Jangan dengan air dingin, karena biasanya justru akan memperburuk kondisi pernafasan, dan jangan dengan air panas, karena akan merusak nutrisi yang terkandung didalamnya.

Caranya, campurkan 2-3 sedok makan madu kedalam air hangat sebanyak 100 cc, aduk rata. Minum habis sekaligus.

√6. Bawang putih 2 siung, Kayu manis bubuk ½ sendok teh, Kunyit bubuk ¼ sendok teh. Rebus semua bahan dengan air sebanyak 2 gelas hingga tersisa 1 gelas, saring, tambahkan madu 2 sendok makan. Minum 1 kali sehari sebanyak 1 gelas, pagi sebelum sarapan. Jika tidak ada kunyit bubuk, maka bisa diganti dengan kunyit segar yang dihaluskan.







√7. Jahe.
Jahe cukup terkenal sebagai tanaman herbal yang dapat menghangatkan badan. Jahe juga bisa dijadikan sebagai salah satu obat asma tradisional yang cukup ampuh, karena jahe dapat membantu mengatasi peradangan, asma sendiri disebabkan karena adanya peradangan pada saluran nafas bawah.

Caranya, memarkan jahe, rebus dengan air sebanyak 1 gelas hingga mendidih, angkat, saring, tambahkan 1-2 sendok makan madu atau gula. Minum 1 kali sehari sebanyak 1 gelas.



√8. Daun sirih 25 gram, Kencur 25 gram, Alang alang 10 gram, Jeruk nipis 1 buah. Rebus semua bahan dengan air sebanyak 500 cc hingga tersisa setengahnya, angkat, saring, tambahkan 1 sendok makan air perasan jeruk nipis dan 2 sendok makan madu. Minum habis saat malam menjelang tidur.




√9. Daun kembang sepatu 3 lembar, Bunga kembang sepatu 3 kuntum. Rebus dengan air sebanyak 2 gelas hingga tersisa 1 gelas, angkat, saring. Minum 2 kali sehari 1 gelas, pagi sebelum sarapan dan sore hari.


√10. Batang atau cabang tampal besi (Phyllanthus reticulatus) 15 gram. Rebus dengan air sebanyak 3 gelas hingga tersisa 1 gelas, angkat, saring. Minum 2 kali sehari ½ gelas.


√11. Daun seledri (Apium graveolens) 3 tangkai, Daun randu (Ceiba pentandra) 3 lembar, Garam secukupnya, Gula aren secukupnya. Tumbuk daun seledri dan daun randu sampai halus, tambahkan air matang sebanyak ½ gelas, saring, tambahkan gula aren dan garam secukupnya. Minum habis sebelum sarapan pagi. Lakukan secara rutin dan teratur.


√12. Akar tapak dara (Cantharanthus roseus) 1 genggam. Rebus dengan air sebanyak 2 gelas hingga tersisa 1 gelas, angkat, saring. Minum 1 kali sehari 1 gelas.



√13. Daun patikan kerbau 2 genggam. Rebus dengan air sebanyak 2 gelas hingga tersisa 1 gelas, angkat, saring. Minum 1 kali sehari 1 gelas, pagi sebelum sarapan.


√14. Buah pare (Momordica charantia) 3 buah, buang bijinya, tumbuk hingga halus, peras, saring, tambahkan 1 sendok makan madu. Minum 1 kali sehari. Lakukan pengobatan ini selama 3 bulan.


√15. Buah cermai 6 butir, Buah kelengkeng 8 butir, Bawang putih 2 siung. Rebus dengan air sebanyak 2 gelas hingga tersisa 1 gelas, angkat, saring. Minum 1 kali sehari sebanyak 1 gelas. Lakukan secara rutin dan teratur.





√16. Daun ki tolod
Obat asma selanjutnya adalah dengan menggunakan daun ki tolod. Mungkin Anda cukup asing dengan jenis tanaman obat yang satu ini. Namun meskipun begitu daun ini sangat ampuh untuk mengobati asma. Caranya, siapkan siapkan daun ki tolod dengan 2 gelas air. setelah daun tersebut dicuci hingga bersih, Anda bisa merebusnya dengan 2 gelas air dan biarkan hingga tersisa setengahnya. Setelah dingin Anda bisa meminumnya dua kali sehari.



√17. Bunga kenanga kering 3 kuntum. Rebus dengan air sebanyak 2 gelas hingga tersisa 1 gelas, angkat, saring. Minum 1 kali sehari sebanyak 1 gelas, pagi sebelum sarapan. Baca juga Sipilis - Sebab, Gejala, Dan Pengobatannya.



Demikianlah informasi mengenai penyakit asma, sebab-sebab, gejala-gejala, dan pengobatannya menggunakan resep-resep obat tradisional Jawa yang bisa saya sajikan untuk anda. Semoga bermanfaat. Amin!

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: