IKLAN
Kontak Saya
300x250
Selamat Datang Di BiriBisi
Page Hits Counter

Minggu, 19 Maret 2017

37 Manfaat Temulawak Untuk Kesehatan


Temulawak (Temu Lawak) - BiriBisi

Temu lawak adalah tumbuhan dengan batang lunak tidak berkayu atau hanya mengandung jaringan kayu sedikit sekali (terna), sehingga pada akhir masa tumbuhnya akan mati sampai ke pangkalnya tanpa ada bagian batang yang tertinggal sedikitpun di atas tanah, kecuali dalam bentuk onggokan daun kering.

Di Indonesia tumbuhan ini menjadi favorit dalam dunia kesehatan, khususnya dalam dunia pengobatan herbal alami atau ramuan-ramuan tradisional yang biasa disebut dengan jamu, baik dalam bentuk jamu kering ataupun dalam bentuk jamu cair.

Pemanfaatan temu lawak yang merupakan salah satu tanaman obat untuk obat herbal atau jamu ini sangat marak di Indonesia, dari mulai rakyat biasa sampai presidennya pun mau memanfaatkan khasiat dan manfaat dari tanaman ini.


Sehingga jika anda berkunjung ke Indonesia, maka anda akan dengan mudahnya mendapatkan penjual-penjual jamu, khususnya didaerah Jawa yang dalam tradisi masyarakatnya menjadikan jamu sebagai ramuan untuk merawat kesehatan, kecantikan, dan pengobatan. Lihat juga Khasiat Dan Manfaat Jambu Biji Merah Untuk Kesehatan Dan Kecantikan.


Dan diantara jamu yang populer dikalangan masyarakat Jawa adalah jamu gendong. Berikut ini saya sajikan resep jamu gendong yang berbahan dasar temu lawak:


Jamu Sari Temulawak

Bahan:
  • Temulawak 200 gram
  • Asam kawak (asam Jawa) tanpa biji 40 gram
  • Air masak 200 mililiter
  • Daun pandan 4 lembar
  • Gula aren 200 gram
  • Jinten 20 gram
  • Kencur 50 gram
  • Air bersih 2 liter


Cara Membuat:

  • Iris tipis-tipis temu lawak dan kencur agar keluar sarinya, sangrai beberapa saat.
  • Blender sampai halus temu lawak, kencur, asam kawak, dan jinten dengan dicampur air matang sebanyak 200 mililiter.
  • Rebus gula dan daun pandan sampai mendidih dan gula menjadi larut.
  • Masukkan campuran temulawak ke dalam rebusan air gula dan pandan, aduk sampai benar-benar merata, saring.
  • Minum 1 gelas sehari 1 kali. Untuk 6 gelas. Sisanya bisa disimpan dalam freezer.
  • Selamat menikmati!

Temu lawak (Curcuma xanthorrhiza) adalah tumbuhan obat yang tergolong dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). Ia berasal dari Indonesia, khususnya Pulau Jawa, kemudian menyebar ke beberapa tempat di kawasan wilayah biogeografi Malesia.

Saat ini, sebagian besar budidaya temu lawak berada di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Saat ini tanaman temu lawak selain bisa ditemukan di Asia Tenggara dapat ditemukan juga di China, Indochina, Barbados, India, Jepang, Korea, Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa.


Tanaman temu lawak ini di Indonesia mempunyai beberapa nama daerah, diantaranya di Jawa disebut temulawak, di Sunda disebut koneng gede, sedangkan di Madura disebut temu labak.


Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada dataran rendah sampai dataran dengan ketinggian mencapai 1500 meter di atas permukaan laut (dpl) dan berhabitat di hutan tropis. Rimpang (umbi / akar yg bercabang-cabang seperti jari) temu lawak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada tanah yang gembur.


Ciri-ciri Temu Lawak

Terna berbatang semu dengan tinggi hingga lebih dari 1 m tetapi kurang dari 2 m. Batang semu merupakan bagian dari pelepah daun yang tegak dan saling bertumpang tindih, warnanya hijau atau coklat gelap.

Rimpang terbentuk dengan sempurna dan bercabang kuat, berukuran besar, bercabang-cabang, dan berwarna cokelat kemerahan, kuning tua atau berwarna hijau gelap.


Tiap tunas dari rimpang membentuk daun 2 – 9 helai dengan bentuk bundar memanjang sampai bangun lanset, warna daun hijau atau coklat keunguan terang sampai gelap, panjang daun 31 cm – 84 cm dan lebar 10 cm – 18 cm, panjang tangkai daun termasuk helaian 43 cm – 80 cm, pada setiap helaian dihubungkan dengan pelepah dan tangkai daun agak panjang.


Bunganya berwarna kuning tua, berbentuk unik dan bergerombol yakni perbungaan lateral. tangkai ramping dan sisik berbentuk garis, panjang tangkai 9cm – 23cm dan lebar 4cm – 6cm, berdaun pelindung banyak yang panjangnya melebihi atau sebanding dengan mahkota bunga.


Kelopak bunga berwarna putih berbulu, panjang 8mm – 13mm, mahkota bunga berbentuk tabung dengan panjang keseluruhan 4.5cm, helaian bunga berbentuk bundar memanjang berwarna putih dengan ujung yang berwarna merah dadu atau merah, panjang 1.25cm – 2cm dan lebar 1cm.


Sedangkan daging rimpangnya berwarna jingga tua atau kecokelatan, beraroma tajam yang menyengat dan rasanya pahit.


Pemanfaatan Temu Lawak

Rimpang temu lawak banyak dijual di pasar-pasar, khususnya dipasar-pasar tradisional. Di Indonesia satu-satunya bagian dari temu lawak yang dimanfaatkan adalah rimpangnya untuk dibuat jamu, baik jamu kering atau jamu cair. 

Rimpang ini mengandung 48-59,64 % zat tepung, 1,6-2,2 % kurkumin dan 1,48-1,63 % minyak asiri dan dipercaya dapat meningkatkan kerja ginjal serta anti inflamasi. Manfaat lain dari rimpang tanaman ini adalah sebagai obat jerawat, meningkatkan nafsu makan, anti kolesterol, antiinflamasi, anemia, antioksidan, pencegah kanker, dan antimikroba.


Sentra Penanaman Temu Lawak

Tanaman ini ditanam secara konvensional dalam skala kecil dengan menggunakan teknologi budidaya yang sederhana, karena itu sulit menentukan letak sentra penanaman temulawak di Indonesia. 

Hampir di setiap daerah pedesaan, terutama di dataran sedang dan tinggi, dapat ditemukan temulawak terutama di lahan yang teduh, dipekarangan-pekarangan didekat daerah-daerah pemukiman penduduk.


Aspek Budidaya Temulawak

Bibit temu lawak diperoleh dari perbanyakan secara vegetatif yaitu anakan yang tumbuh dari rimpang tua yang berumur 9 bulan atau lebih, kemudian bibit tersebut ditunaskan terlebih dahulu di tempat yang lembab dan gelap selama 2-3 minggu sebelum ditanam.

Cara lain untuk mendapatkan bibit adalah dengan memotong rimpang tua yang baru dipanen dan sudah memiliki tunas (setiap potongan terdiri dari 2-3 mata tunas), kemudian dikeringkan dengan cara dijemur selama 4-6 hari. Temulawak sebaiknya ditanam pada awal musim hujan agar rimpang yang dihasilkan besar, sebaiknya tanaman juga diberi naungan.


Lahan penanaman diolah dengan cangkul sedalam 25-30 sentimeter, kemudian dibuat bedengan berukuran ¾ meter dengan panjang sesuai dengan ukuran lahan, untuk mempermudah drainase agar rimpang tidak tergenang dan membusuk.


Lubang tanam dibuat dengan ukuran 20 sentimeter x 20 sentimeter x 20 sentimeter dengan jarak tanam 100 sentimeter x 75 sentimeter, pada setiap lubang tanam dimasukkan 2-3 kilogram pupuk kandang. 


Penanaman bibit dapat pula dilakukan pada alur tanam/rorak sepanjang bedengan, kemudian pupuk kandang ditaburkan di sepanjang alur tanam, kemudian masukkan rimpang bibit sedalam 7.5-10 sentimeter dengan mata tunas menghadap ke atas.


Pemeliharaan tanaman dilakukan dengan penyiangan gulma sebanyak 2-5 kali, tergantung dari pertumbuhan gulma, sedangkan pembumbuhan tanah dilakukan bila terdapat banyak rimpang yang tumbuh menyembul dari tanah.


Waktu panen yang paling baik untuk temu lawak yaitu pada umur 11-12 bulan karena hasilnya lebih banyak dan kualitas lebih baik daripada temu lawak yang dipanen pada umur 7-8 bulan[5]. Pemanenan dilakukan dengan cara menggali atau membongkar tanah disekitar rimpang dengan menggunakan garpu atau cangkul.


Pertumbuhan Temu Lawak

Secara alami temu lawak akan tumbuh dengan baik di lahan-lahan yang teduh dan terlindung dari teriknya sinar matahari. Di habitat alami rumpun tanaman ini tumbuh subur di bawah naungan pohon bambu atau jati.

Namun temulawak juga dapat dengan mudah ditemukan di tempat yang terik seperti tanah tegalan. Secara umum tanaman ini memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap berbagai cuaca di daerah beriklim tropis.


Suhu udara yang baik untuk budidaya tanaman ini antara 19-30 oC. Tanaman ini memerlukan curah hujan tahunan antara 1.000-4.000 mm/tahun.


Media Tanam Temu Lawak

Perakaran temulawak dapat beradaptasi dengan baik pada berbagai jenis tanah baik tanah berkapur, berpasir, agak berpasir maupun tanah-tanah berat yang liat. Namun untuk memproduksi rimpang yang optimal diperlukan tanah yang subur, gembur dan berdrainase baik.

Dengan demikian pemupukan anorganik dan organik diperlukan untuk memberi unsur hara yang cukup dan menjaga struktur tanah agar tetap gembur. Tanah yang mengandung bahan organik diperlukan untuk menjaga agar tanah tidak mudah tergenang air.


Tempat Budidaya Temu Lawak

Temulawak dapat tumbuh pada ketinggian tempat 5-1.000 m/dpl dengan ketinggian tempat optimum adalah 750 m/dpl. Kandungan pati tertinggi di dalam rimpang diperoleh pada tanaman yang ditanam pada ketinggian 240 m/dpl.

Temulawak yang ditanam di dataran tinggi menghasilkan rimpang yang hanya mengandung sedikit minyak atsiri. Tanaman ini lebih cocok dikembangkan di dataran sedang.


Hama Dan Penyakit Tanaman Temu Lawak

Hama tanaman temu lawak adalah:
Ulat jengkal (Chrysodeixis chalcites Esp),
Ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn) dan
Lalat rimpang (Mimegrala coerulenfrons Macquart)
Cara pengendaliannya dengan penyemprotan insektisida Kiltop 500 EC atau Dimilin 25 WP dengan konsentrasi 0.1-0.2 %.

Penyakit tanaman temu lawak:

1. Jamur Fusarium, disebabkan oleh fungus oxysporum Schlecht dan Phytium sp, serta bakteri Pseudomonas sp yang berpotensi untuk menyerang perakaran dan rimpang temulawak, baik di kebun atau setelah panen.
Gejala Fusarium dapat menyebabkan busuk akar rimpang dengan gejala daum menguning, layu, pucuk mengering dan tanaman mati. Akar rimpang menjadi keriput dan berwarna kehitam-hitaman dan bagian tengahnya membusuk.

2. Jamur Phytium, menyebabkan daun menguning, pangkal batang dan rimpang busuk, berubah warna menjadi coklat dan akhirnya keseluruhan tanaman menjadi busuk. Cara pengendalian dengan melakukan pergiliran tanaman yaitu setelah panen tidak menanam tanaman yang berasal dari keluarga Zingiberaceae. Fungisida yang dapat dipakaikan adalah Dimazeb 80 WP atau Dithane M-45 80 WP dengan konsentrasi 0.1 - 0.2 %.


3. Penyakit layu, disebabkan oleh Pseudomonas sp, gejala berupa kelayuan daun bagian bawah yang diawali menguningnya daun, pangkal batang basah dan rimpang yang dipotong mengeluarkan lendir seperti getah. Cara pengendaliannya dengan pergiliran tanaman dan penyemprotan Agrimycin 15/1.5 WP atau grept 20 WP dengan konsentrasi 0.1 -0.2%.


Gulma (tumbuhan pengganggu)

Gulma (tumbuhan yang termasuk bangsa rumput yang merupakan pengganggu bagi kehidupan tanaman utama) potensial pada pertanaman temu lawak adalah gulma kebun pada umumnya, antara lain adalah rumput teki, alang-alang, ageratum, dan gulma berdaun lebar lainnya.

Pengendalian hama / penyakit secara organik

Dalam pertanian organik yang tidak menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya melainkan dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan biasanya dilakukan secara terpadu sejak awal pertanaman untuk menghindari serangan hama dan penyakit tersebut yang dikenal dengan PHT (Pengendalian Hama Terpadu) yang komponennya adalah sbb:
Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat yaitu memilih bibit unggul yang sehat bebas dari hama dan penyakit serta tahan terhadap serangan hama dari sejak awal pertanaman
Memanfaatkan semaksimal mungkin musuh-musuh alami


Kandungan dan Manfaat Temu Lawak

Kandungan utama rimpang temulawak adalah protein, karbohidrat, dan minyak atsiri yang terdiri atas kamfer, glukosida, turmerol, dan kurkumin. Kurkumin bermanfaat sebagai anti inflamasi (anti radang) dan anti hepototoksik (anti keracunan empedu).

Temu lawak memiliki efek farmakologi yaitu, hepatoprotektor (mencegah penyakit hati), menurunkan kadar kolesterol, anti inflamasi (anti radang), laxative (pencahar), diuretik (peluruh kencing), dan menghilangkan nyeri sendi. Manfaat lainnya yaitu, meningkatkan nafsu makan, melancarkan ASI, dan membersihkan darah. Baca juga Obat Bersih Darah.


Selain dimanfaatkan sebagai jamu dan obat, temu lawak juga dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat dengan mengambil patinya, kemudian diolah menjadi bubur makanan untuk bayi dan orang-orang yang mengalami gangguan pencernaan.


Di sisi lain, temu lawak juga mengandung senyawa beracun yang dapat mengusir nyamuk, karena tumbuhan tersebut menghasilkan minyak atsiri yang mengandung linelool, geraniol yaitu golongan fenol yang mempunyai daya repellan nyamuk Aedes aegypti.


Banyak cara dalam pengolahan rimpang temu lawak agar dapat mengambil khasiat dan manfaat yang terkandung didalamnya bagi kesehatan, baik untuk penjagaan ataupun pengobatan. Berikut ini cara pengambilan manfaat temu lawak yang sangat praktis dan simpel, yaitu dengan cara dibuat sirup:


Sirup Jamu Temulawak

Bahan:
  • Temu Lawak 1 kg
  • Gula aren 1kg


Cara Membuat:

  • Haluskan temu lawak yang sudan dicuci bersih berikut kulitnya, dengan cara digiling, ditumbuk, atau diparut
  • Sisir tipis-tipis gula aren agar mudah larut
  • Masukkan kedua bahan dalam wadah semacam toples, aduk-aduk hingga gula larut. Jangan dicampur air sedikitpun
  • Tutuplah wadah tersebut rapat-rapat pakai kertas agar udara bisa keluar melalui pori-pori kertas. Jangan pakai plasti atau semacamnya
  • Diamkan selama 7 hari, kemudian diperas untuk diambil airnya yang berupa sirup.
  • Untuk menjaga kesehatan minunlah sirup temu lawak ini sebanyak 1 sendok makan sebelum sarapan pagi setiap hari. Untuk pengobatan, minumlah sirup temu lawak ini sebanyak 1 sendok makan setiap pagi dan sore hari, setiap hari
  • Simpan sirup jamu temulawak ini dibagian freezer kulkas, jangan dipendinginnya agar tidak basi, karena untuk sekali buat bisa dipakai selama berbulan-bulan

Temu lawak sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, baik untuk perawatan ataupun pengobatan penyakit.


Telah banyak orang yang sudah membuktikan khasiat dan manfaat dari tanaman yang satu ini, baik digunakan secara mandiri ataupun diramu dengan tanaman obat lainnya untuk berbagai macam keperluan pengobatan.


Temulawak dipercaya sebagai antioksidan yang mampu memelihara kesehatan tubuh serta mampu mengatasi radikal bebas yang menyerang tubuh.


Temulawak dapat menurunkan lemak darah dengan adanya kandungan kurkuminoid didalamnya. Dan juga pada fraksi kurkuminoid mampu menurunkan trigliserida, kadar kolesterol total serta mampu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).


Temu lawak juga dapat merangsang nafsu makan disebabkan oleh adanya efek dari minyak atsiri yang memiliki sifat karminativum.


Keampuhan temu lawak untuk menanggulangi penyakit itu diperoleh karena zat-zat yang terkandung didalamnya yang diantaranya adalah:

Pati 48.18% – 59.64% – membantu proses metabolisme.
Protin 29.00% – 30.00%
Abu 5.26% – 7.07%
Serat 2.58% – 4.83% – memulihkan kebugaran badan
Kurkumin 1.60% – 2.20% – dapat melancarkan proses pencernaan
Minyak asiri 6.00% – 10.00% – dapat meningkatkan fungsi ginjal
Phelandren – membantu melancarkan pengeluaran toksin tubuh melalui air kencing
Kamfer
Turmerol – membantu proses metabolisme
Borneol – membantu memulihkan kesehatan tubuh akibat penyakit
Sineal
Xanthorrhizol


Berikut ini gangguan-gangguan kesehatan yang bisa ditanggulangi oleh keampuhan temu lawak:


1. Mengatasi Gangguan Pencernaan.

Khasiat dan manfaat temu lawak untuk kesehatan yang pertama adalah bisa mamperbaiki fungsi pencernaan serta dapat mengatasi dan mengobati berbagai ganggaun sistem pencernaan, seperti perut kembung, dyspepsia, dan indisgestion.

Disamping itu juga umbi atau rimpang tanaman yang satu ini mampu meningkatkan aktivitas cairan yang ada didalam lambung yang dapat membantu proses metabolisme pencernaan serta mengurangi kontraksi pada usus halus.


Penelitian yang dilakukan Clinical Gastroenterology and Hepatology pada tahun 2006, menyatakan bahwa pasien yang mengalami gangguan kesehatan pada ulcerative colitis mendapati penyakitnya semakin membaik dengan mengkonsumsi suplemen temulawak secara teratur.


2. Meringankan Osteoartritis.

Osteoartritis adalah penyakit sendi degeneratif yang dapat mengakibatkan tulang tulang rawan sendi rusak dan berkembang lambat.

Khasiat dan manfaat temulawak berikutnya ternyata sudah masyhur di India sejak ratusan tahun yang lalu, yaitu memiliki kemampuan untuk meredakan peradangan, seperti dalam penyakit osteoartritis.


3. Mengatasi Kanker.

Temulawak juga efektif dalam mengatasi penyakit kanker, seperti kanker payudara, kanker usus, dan kanker prostat. Dari jurnal ilmiah “The Prostate”, diketahui bahwa kandungan curcumin dalam temulawak dapat menghambat pertumbuhan kanker prostat.

The University of Maryland Medical center menjelaskan hal tersebut dengan membuat hipotesis bahwa curcuma bekerja menghentikan pembuluh darah yang menyuplai pertumbuhan kanker.


4. Mengatasi Sakit Limpa.

Limpa adalah organ tubuh yang terletak di dalam rongga perut sebelah kiri atas, yang menghasilkan cairan yang membantu pencernaan makanan dan membersihkan darah.

Bahan:

  • Temulawak 2 rimpang
  • Lengkuas ½ rimpang
  • Daun meniran 1 genggam


Cara Membuat:

  • Parut temulawak dan lengkuas, kemudian direbus dengan air sebanyak 1 liter sampai mendidih, saring
  • Minum 1 cangkir, satu kali sehari


5. Mengatasi Sakit Ginjal.
Ginjal / buah pinggang adalah (sepasang) organ tubuh, berbentuk seperti biji kacang merah, terletak di dekat tulang belakang, berfungsi mengeluarkan atau memisahkan produk buangan metabolisme dari darah.

Bahan:

  • Temulawak 2 rimpang
  • Daun kumis kucing 1 genggam
  • Daun keji beling 1 genggam


Cara Membuat:

  • Iris-iris tipis temulawak, kemudian rebus bersama dengan bahan-bahan lainnya dengan air sebanyak 1 liter hingga mendidih, saring
  • Untuk diminum 3 kali sehari


6. Mengatasi Sakit Pinggang.
Pinggang adalah bagian tubuh antara perut dan dada (di sebelah belakang atau di sisi). Jika anda mengalami sakit didaerah ini, maka obatilah dengan ramuan temu lawak berikut:

Bahan:

  • Temulawak 1 rimpang
  • Kunyit 1 rimpang, sebesar ibu jari
  • Daun kumis kucing 1 genggam


Cara Membuat:

  • Iris-iris tipis temu lawak, kemudian rebus dengan bahan-bahan lainnya dengan air sebanyak 1 liter hingga mendidih saring
  • Minum 1 gelas, 1 kali sehari




7. Mengobati Penyakit Asma.
Penyakit asma (bengek/sesak napas) adalah gangguan pernapasan yg sering bersifat alergis, ditandai dengan sulit bernapas dan rasa sesak dl dada. Berikut ini resep obat untuk mengatasinya:

Bahan:

  • Temulawak 1 ½ rimpang
  • Gula aren 1 potong


Cara Membuat:

  • Iris-iris tipis temulawak, keringkan
  • Setelah kering direbus dengan air sebanyak 5 gelas, tambahkan 1 potong gula aren, didihkan hingga air tersisa 3 gelas, saring
  • Untuk diminum 3 kali sehari




8. Mengatasi Sakit Kepala dan masuk angin.
Jika anda sakit kepala atau masuk angi, maka resep berikut ini bisa menjadi solusinya:

Bahan:

  • Temulawak beberapa rimpang

Cara Membuat:
  • Temulawak diiris tipis-tipis, dikeringkan dan ditumbuk halus menjadi tepung
  • Ambil tepung temu lawak kurang lebih 2 genggam, rebus dengan air sebanyak 4-5 gelas sampai mendidih hingga tinggal 3 gelas, saring
  • Untuk diminum dalam 1 hari

Baca juga Obat Sakit Kepala.

9. Mengobati Sakit Maag.

Jika seseorang lambungnya bermasalah, maka biasanya sering mengalami perut kembung dan masuk angin. Dan tentu itu akan mengganggu aktifitasnya sehari-hari dan lama-lama akan mudah terserang penyakit lainnya, karena akan mengganggu pencernaannya yang akhirnya akan menurunkan kekebalan tubuhnya. 

Bahan:

  • Temu lawak 1 rimpang.

Cara Membuat:

  • Temulawak diiris tipis-tipis dan diangin-anginkan sebentar, kemudian direbus dengan 5-7 gelas air sampai mendidih, saring
  • Minum 1 kali sehari, 1 gelas

10. Mengatasi Sakit Perut & Sakit Perut Saat Haid.

Bahan:

  • Temulawak 1 rimpang
  • Asam Jawa 3 jari
  • Gula kelapa 1 gelondong
  • Garam secukupnya

Cara Membuat:
  • Temulawak diparut, kemudian direbus bersama bahan lainnya dengan air sebanyak 3-4 gelas hingga tersisa 2 gelas, saring
  • Untuk diminum 2 kali sehari, 1 cangkir, pagi dan sore







11. Menghilangkan Bau Amis Saat Haid.

Bahan:

  • Temulawak 1 rimpang
  • Asam kawak 5 ruas
  • Gula kelapa 1 gelondong

Cara Membuat:
  • Temulawak diiris tipis-tipis dan diangin-anginkan, kemudian masukkan kedalam wadah bersama bahan lainnya, diberi 2 gelas air panas dan ditutup rapat selama kurang lebih 15 menit, lalu disaring
  • Untuk diminum 3 kali, 1 kali sehari

12 Memperbanyak ASI.

Bahan:

  • Temu lawak 1 jari (± 8 g)
  • Tepung daun saga manis secukupnya


Cara Membuat:

  • Temulawak diparut, kemudian kedua bahan tersebut dicampur jadi satu, lalu ditambah air panas secukupnya sehingga menjadi bubur
  • Untuk dimakan biasa




13. Memacu ASI Yang Macet.

Bahan :

  • Temulawak 1 jari (± 8 g) diparut
  • Gula kelapa secukupnya
  • Tepung sagu 2-3 sendok makan

Cara Membuat :
  • Semua bahan dicampur jadi satu, kemudian direbus dengan air sebanyak 1 liter air sampai mendidih, lalu disaring.
  • Untuk diminum 2 kali sehari 1 cangkir secara rutin dan teratur

14. Mengatasi Kesulitan BAB (Sembelit).

Bahan:
  • Temulawak 1 jari (± 10 g)
  • Asam kawak 3 mata (± 10g)
  • Gula kelapa secukupnya

Cara Membuat :

  • Temulawak diiris tipis-tipis dan diangin-anginkan sampai kering, kemudian diseduh dengan air panas sebanyak 1 gelas bersama bahan-bahan lainnya, diamkan beberapa saat, lalu disaring
  • Untuk diminum 1 kali sehari

15. Menambah nafsu makan.
Adanya zat aktif yang terkandung dalam temulawak, yaitu kurkuma, dapat mempercepat pengosongan lambung, sehingga mengkonsumsi temulawak dalam dosis rendah akan menambah nafsu makan. Tidak heran jika temulawak sering digunakan sebagai obat alami penambah nafsu makan bagi anak-anak yang susah makan. Caranya adalah sebagai berikut:

Bahan:

  • Temulawak 3 jari (± 25 g) diiris tipis-tipis
  • Asam jawa 3 jari (± 10 g)
  • Gula merah secukupnya


Cara Membuat:

  • Semua bahan direbus dengan air sebanyak 600 cc hingga tersisa sekitar 300 cc, saring
  • Dibagi dua, untuk diminum 2 kali sehari


16. Menjaga Organ Liver (Hati) Dan Mengobati Penyakit liver.

Orang yang secara rutin mengkonsumsi temulawak, kesehatan organ hatinya akan terjaga dengan baik. Itu terjadi karena tanaman temulawak itu mengandung zat katagoga.

Dimana fungsi dari zat tersebut adalah membantu organ hati untuk memproduksi cairan ampedu dan merangsang organ ampedu untuk mengosongkan dirinya dari cairan tersebut.


Temulawak juga mengurangi kerja enzim GOT (glutamate oksaloasetat transaminase) dan menurunkan kerja enzim GPT (glutamate piruvat transaminase) yang baik. Hasil uji klinis menunjukkan bahwa dosis yang pakai untuk menurunkan kadar SGOT dan juga SGPT adalah 15-30 mg kurkumin.


Penderita penyakit liver dilarang makan makanan berlemak.

Bahan:
  • Temulawak 1 rimpang (± 25 g)
  • Daun serut / mirten ½ genggam (±30 g)


Cara Membuat:

  • Kedua bahan direbus dengan air sekitar 600 cc, kemudia rebus hingga tersisa 300 cc, saring
  • Dibagi dua, untuk diminum 2 kali sehari, pagi dan sore hari




17. Mengatasi Radang Kandung Empedu.
Empedu adalah organ pelengkap sistem pencernaan yang berisi zat yg dihasilkan hati yg berguna untuk mencerna lemak.

Bahan:

  • Temulawak sekitar 30 gram

Cara Membuat:
  • Iris tipis-tipis temu lawak, lalu rebus dengan air sebanyak 500 cc hingga tersisa 200 cc, kemudian saring
  • Untuk diminum dipagi hari sebelum sarapan, 1 kali sehari


18. Mengatasi Pegal Linu, Radang Sendi, Dan Rematik.  

Pegal linu berasa kaku dan ngilu (tentang tulang-sendi dsb): karena terlalu banyak bekerja, seluruh anggota badan ngilu. Baca juga khasiat dan manfaat jeruk nipis bagi kesehatan dan kecantikan

Radang sendi adalah penyakit kerusakan jaringan tubuh yg ditandai oleh demam dan pembengkakan. Jika sudah lanjut disertai keluar getah bening, darah, atau nanah.


Rematik adalah penyakit yang ditandai oleh rasa nyeri atau radang pada otot, sendi-sendi, atau jaringan-jaringan badan. Biasa disebut juga dengan penyakit encok atau penyakit tulang.


Bahan:

  • Temu lawak 200 gram, iris tipis-tipis
  • Jahe merah 20 gram, iris tipis-tipis

Cara Membuat:
  • Rebus temu lawak dan jahe dengan air ± 400 cc hingga tersisa ± 200 cc
  • Minum habis setiap pagi ½ jam sebelum sarapan, 1 kali sehari




19. Mengatasi Batu Empedu.
Batu empedu adalah batu endapan dalam kandung empedu atau saluran empedu.

Bahan:

  • Temulawak 25 gran, diiris tipis-tipis
  • Meniran 30 gram
  • Gula aren secukupnya


Cara Membuat:

  • Rebus semua bahan dengan air sebanyak 500 cc, saring
  • Untuk diminum 2 kali sehari, 1 gelas pagi dan sore hari

20. Mengatasi Batuk Dan Radang Saluran Pernapasan.
Batuk adalah penyakit pada jalan / saluran pernapasan atau paru-paru yg kerap kali menimbulkan rasa gatal pada tenggorok, sehingga merangsang penderitanya untuk mengeluarkan bunyi yg keras seperti menyalak.

Bahan:

  • Temulawak 25 gram
  • Jeruk nipis 1 buah
  • Madu secukupnya

Cara Membuat:
  • Temu lawak diparut, lalu tambahkan air matang secukupnya, kemudian peras dan saring
  • Tambahkan air perasan dari 1 buah jeruk nipis dan madu secukupnya
  • Minum 2 kali sehari, pagi dan sore hari





21. Mengurangi Kemungkinan Terjadinya Radang Persendian.
Orang yang secara rutin dan teratur mengkonsumsi temulawak, akan lebih bisa terhindar dari kemungkinan terjadinya radang pada persendiannya. Itu terjadi karena tanaman temulawak itu mengandung zat kurkumin yang pungsi utamanya adalah anti inflamasi atau untuk mengurangi kemungkinan terjadinya radang pada persendian.

22. Menurunkan Lemak Darah.

Dengan adanya kandungan kurkuminoid didalam rimpang temulawak. maka rimpang temulawak dapat digunakan sebagai obat penurun lemak darah.

Dan juga pada fraksi kurkuminoid yang dihasilkan dari tanaman temulawak ini sangat bermanfaat untuk menurunkan trigliserida, kadar kolesterol total serta mampu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), sehingga akan meningkatkan kesehatan tubuh orang yang mengkonsumsinya secara rutin dan teratur dan menghindarkannya dari terjadinya kegemukan.


23. Mencegah Penggumpalan Darah.

Manfaat lain dari umbi temulawak ini diantaranya adalah dapat mencegah terjadinya penggumpalan darah, karena dalam temulawak terkandung zat kurkumin yang berfungsi menghambat pembentukan tromboksan B-2 yang merupakan senyawa yang memiliki fungsi sebagai penggumpal darah.

24. Mengobati Jerawat.

Jerawat adalah bisul kecil-kecil yang berisi lemak, terutama pada muka. Jerawat batu adalah jerawat yang besar dan keras. Jerawat nasi adalah jerawat yang kecil yang apabila dipijit, maka akan keluar benda putih seperti butiran nasi.

Bahan:

  • Temu lawak 1 ibu jari
  • Madu murni secukupnya

Cara Membuat:
  • Iris tipis-tipis temu lawak, kemudian rebus dengan air sebanyak 4 gelas hingga tersisa 2 gelas, saring
  • Masukkan madu murni secukupnya
  • Minum 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas

25. Menangkal Radikal Bebas.
Radikal bebas adalah molekul yang kehilangan elektron, sehingga menjadi tidak stabil dan selalu berusaha mengambil elektron dari molekul atau sel lain, dihasilkan dari hasil metabolisme tubuh dan faktor eksternal, seperti asap rokok dan hasil penyinaran ultraviolet.

Kurkumin yang terkandung pada temu lawak bermanfaat sebagai antioksidan yang mampu menangkal berbagai macam radikal bebas, misalnya seperti anion superoksid dan juga radikal hidroksil sehingga dapat membantu menjaga kesehatan.


Caranya adalah gunakan ekstrak kering temulawak kemudian direbus , minum 3 kali dalam sehari, kurang lebih 250 – 500 mg.


26. Obat Penyembuhan Hepatitis (Radang Hati).


Bahan:

  • Temu lawak 2 jari (±10 g), iris tipis-tipis
  • Gula aren secukupnya

Cara Membuat:
  • Rebus temu lawak dengan air sebanyak ½ liter air, saring
  • Tambahkan gula aren secukupnya, aduk hingga larut
  • Minum 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas


27. Menyembuhkan bisul.

Bisul (barah) adalah bintil yang membengkak pada kulit yang berisi nanah dan bermata.

Bahan:

  • Temulawak 10 gram, Iris tipis-tipis
  • Asam Jawa 1 ibu jari
  • Gula aren secukupnya

Cara Membuat:
  • Rebus temu lawak dan asam dengan air sebanyak 2 gelas hingga tersisa 1 gelas, saring
  • Tambahkan gula aren, aduk sampai gula larut
  • Minum sekaligus, 1 kali sehari

28. Untuk Mengontrol Kolesterol.
Temu lawak juga berfungsi untuk dapat meningkatkan aliran empedu dari dalam kandung empedu ke hati. Cairan pada empedu yang pahit dan berwarna hijau tersebut berperan dalam proses penyerapan sari makanan agar tidak terganggu, sehingga dapat mengontrol dan menormalkan kolesterol jahat yang ada dalam darah.

29. Mengobati alergi.

Alergi adalah perubahan reaksi tubuh terhadap kuman-kuman penyakit. Atau keadaan sangat peka terhadap penyebab tertentu (zat, makanan, serbuk, keadaan udara, asap, dsb) yg dalam kadar tertentu tidak membahayakan untuk sebagian besar orang.

Bahan:

  • Temulawak kira-kira 2 jari (± 15 g), iris tipis-tipis
  • Daun meniran ½ genggam
  • Daun kumis kucing ½ genggam
  • Daun sambiloto ½ genggam

Cara Membuat:
  • Rebus semua bahan dengan air sebanyak 4 gelas hingga tersisa setengahnya, ± 2 gelas
  • Minum 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas



30. Mencegah Serangan Jantung.
Penyebab utama penyakit jantung koroner adalah penimbunan lemak dalam arteri atau aterosklerosis. Selain dapat mengurangi suplai darah ke jantung, aterosklerosis juga dapat memicu terbentuknya trombosis atau penggumpalan darah. 

Pengumpalan darah ini memblokir suplai darah ke jantung. Jadi, orang yang menderita angina, lebih rentan terkena serangan jantung. Temulawak dapat menurunkan lemak darah dengan adanya kandungan kurkuminoid didalamnya


31. Mencegah Penyakit Stroke.

Penyebab stroke adalah karena terjadinya penyumbatan, penyempitan, serta pecahnya pembuluh darah yang menuju ke otak sehinga asupan darah dan juga oksigen menuju ke otak semakin menurun dan bisa menyebabkan serangkaian dari terjadinya reaksi biokimia yang bisa membuat sel-sel saraf otak menjadi mati.

Temu lawak memiliki efek farmakologi yaitu, hepatoprotektor (mencegah penyakit hati), menurunkan kadar kolesterol, anti inflamasi (anti radang), laxative (pencahar), diuretik (peluruh kencing), dan menghilangkan nyeri sendi. Manfaat lainnya yaitu, meningkatkan nafsu makan, melancarkan ASI, dan membersihkan darah.


32. Mencegah Berkembangnya Bakteri Perusakk Gigi.

Mengkonsumsi temu lawak secara rutin dan teratur bisa menguatkan gigi dan mencegah berkembangnya bakteri perusak gigi. Ini bisa terjadi karena dalam temu lawak terkandung zat antikariogenik (bahan yang menyebabkan kerusakan gigi) yang mampu mencegah berkembangnya bakteri perusak gigi.

Caranya, minum sirup jamu temulawak setiap pagi sebelum sarapan, sebanyak 1 sendok makan.


33. Mengobati Luka Bakar.

Mengkonsumsi temu lawak juga bisa mempercepat penyembuhan luka bakar, sebab dalam temu lawak terandung zat antiseptik dan antibakteri, sehingga ridak sampai terjadi infeksi pada luka tersebut.

34. Meningkatkan Vitalitas Tubuh.

Vitalitas adalah kemampuan untuk bertahan hidup atau daya hidup. Seperti perkataan " Aku harus mempertahankan diriku sebagai laki-laki perkasa, penuh vitalitas."
Baca juga 30 Manfaat Tomat Untuk Kesehatan.

Untuk mendapatkan khasiat dan manfaat ini dari temu lawak, anda cukup mengkonsumsi sirup temu lawak secara rutin dan teratur setiap pagi  setidaknya ± ¼ jam sebelum sarapan, dengan dosis sebanyak 1 sendok makan saja.


Demikianlah penjelasan tentang khasiat dan manfaat temu lawak yang bisa saya sajikan untuk anda. Semoga bermanfaat. Amin!


Referensi:
Dari berbagai sumber

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: