IKLAN
Kontak Saya
300x250
Selamat Datang Di BiriBisi
Page Hits Counter

Jumat, 24 Maret 2017

26 Manfaat Jahe Untuk Kesehatan


Jahe (Jae) - BiriBisi Kalau kita mendengar kata jahe, maka yang terbersit dalam benak adalah sebuah rempah-rempah yang sangat populer, yang mempunyai rasa pedas, yang banyak digunakan sebagai bumbu dapur, banyak digunakan sebagai minuman dan juga banyak digunakan sebagai bahan jamu atau obat-obatan.

Jahe memang merupakan salah satu jenis rempah-rempah yang sangat populer didunia, khususnya di Indonesia. Jenis rempah-rempah yang satu ini sering dijadikan minuman yang sudah sangat populer dimasyarakat Indonesia, yaitu minuman yang disebut dengan sebutan wedang jahe, Lihat juga Khasiat Dan Manfaat Jeruk Nipis Bagi Kesehatan Dan Kecantikan.

Wedang jahe, yaitu jahe yang diparut, dimasak dengan air sampai mendidih, disaring, lalu diberi gula pasir secukupnya. Minuman ini dipercaya dapat menghindarkan masuk angin dan menjaga tubuh tetap bugar walaupun menghadapi stres, cuaca buruk, dan kegiatan fisik yang melelahkan. Komponen bioaktif utama dalam jahe, yaitu "gingerol", merupakan senyawa yang tahan panas.


Namun didaerah Jawa Tengah Indonesia, dimana saya tinggal umbi tanaman ini sering kali dijadikan minuman yang sedikt berbeda dan mempunyai rasa yang sangat lezat, apalgi bila dikonsumsi pada saat malam hari, dimana pada saat itu udara terasa dingin. Orang-orang didaerah saya biasa menyebut minuman tersebut dengan sebutan "Wedang Bajigur". Anda ingin merasakan sensasi minum wedang bajigur?


Berikut ini saya sajikan untuk anda resep wedang bajigur yang nikmat, lezat dan menghangatkan badan:


Wedang Bajigur Nikmat Dan Menghangatkan


Bahan Kuah Bajigur:



  • Santan dari 1 butir kelapa 700 ml
  • Gula merah 150 gram, disisir halus
  • Gula pasir 50 gram
  • Jahe emprit 100 gram, bakar dan dimemarkan
  • Kayu manis 4 cm
  • Daun pandan 1 helai, ikat simpul
  • Garam ½ sendok teh
  • Kopi bubuk 1 sendok makan
  • Vanili secukupnya


Bahan Pelengkap Bajigur:



  • Kolang-kaling 50 gram, iris tipis
  • Daging kelapa muda 100 gram, dikerok
  • Roti tawar secukupnya, iris kotak


Cara Membuat:



  • Didihkan santan, gula merah, gula pasir, jahe bakar, kayu manis, dan daun pandan, aduk-aduk perlahan agar santan tidak pecah.
  • Tambahkan vanili, garam dan kopi bubuk, aduk rata, angkat, diamkan beberapa saat hingga bubuk kopi mengendap, saring. Masukkan irisan kolang-kaling dan kerokan daging kelapa muda kedalam gelas saji, tuangkan kuah bajigur sampai penuh. 
  • Hidangkan hangat-hangat dengan ditaburi potongan roti tawar.
  • Selamat Mencoba!


Dewasa ini kesadaran masyarakat akan kesehatan semakin meningkat, seiring dengan meningkatnya pengetahuan tentang berbagai macam penyakit yang ditimbulkan oleh pola hidup yang tidak seimbang, baik akibat mengkonsumsi panganan tercemar, polusi udara, asap rokok, maupun panganan yang mengandung zat-zat kimia berbahaya bagi tubuh yang dapat menyebabkan reaksi oksidasi di dalam tubuh.


Jenis penyakit tersebut yaitu berupa penyakit degeneratif seperti kanker, jantung koroner, kardiovaskular, maupun tumor ganas.


Oleh karena itu diperlukan tindakan pencegahan agar kesehatan badan terjaga. Tindakan pencegahan yang dilakukan yaitu dengan berolah raga, mengkonsumsi makanan bergizi seimbang dan mengkonsumsi zat antioksidan maupun senyawa lainnya, seperti fenol. Senyawa fenol salah satunya dapat ditemukan pada rempah-rempah.


Indonesia adalah negara yang kaya akan rempah-rempah dan sudah sejak lama masyarakatnya memanfaatkan rempah-rempah tersebut untuk dijadikan ramuan tradisional yang berkhasiat bagi kesehatan tubuh.


Rempah-rempah umumnya mengandung komponen bioaktif yang bersifat antioksidan (zat pencegah radikal bebas yang menimbulkan kerusakan pada sel-sel tubuh), dan dapat berinteraksi dengan reaksi-reaksi fisiologis, sehingga mempunyai kapasitas antimikroba, anti pertumbuhan sel kanker, dan sebagainya.


Dari kelompok bahan pangan rempah-rempah, jahe (Zingiber officinale) merupakan komoditi yang paling banyak digunakan. Luasnya penggunaan jahe disebabkan karena aromanya yang khas, dapat diterima, dan dinikmati dalam lauk, kue, manisan, permen, maupun minuman.


Secara ilmiah jahe telah diteliti mampu meningkatkan aktifitas salah satu sel darah putih (Zakaria et al., 1999). Hasil ini mendukung data empiris yang dipercaya masyarakat bahwa jahe mempunyai kemampuan sebagai anti masuk angin, suatu gejala menurunnya daya tahan tubuh sehingga mudah terserang oleh virus influenza.


Jahe juga memiliki aktivitas antioksidan. Studi pada mahasiswa yang diberi minuman jahe menunjukkan adanya perbaikan sistem imun (kekebalan tubuh) (Zakaria et al., 2000).  Umbi jahe mengandung senyawa oleoresin yang lebih dikenal sebagai gingerol yang bersifat sebagai antioksidan.


Sifat inilah yang membuat jahe disebut-sebut berguna sebagai komponen bioaktif antipenuaan. Dalam oloeresin jahe banyak terkandung senyawa fenolik seperti gingerol dan shogaol yang mempunyai aktivitas antioksidan yang tinggi melebihi aktivitas antioksidan vitamin E. Baca juga Khasiat Dan Manfaat Jambu Biji Merah Untuk Kesehatan Dan Kecantikan.


Tanaman Jahe


Jahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung diruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan oleh terdapatnya senyawa keton bernama zingeron didalamnya.


Jahe termasuk suku zingiberaceae (temu-temuan). Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi, dari bahasa Sanskerta, singaberi.


Sejarah Jahe


Jahe diperkirakan berasal dari India. Namun ada pula yang mempercayai jahe berasal dari Republik Rakyat Tiongkok Selatan. Dari India, jahe dibawa sebagai rempah-rempah perdagangan hingga Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, hingga Timur Tengah. Kemudian pada zaman kolonialisme, jahe yang bisa memberikan rasa hangat dan pedas pada makanan segera menjadi komoditas yang populer di Eropa.


Jahe (Zingiber officinale Rosc.) merupakan salah satu jenis tanaman yang termasuk kedalam suku Zingiberaceae. Nama Zingiber berasal dari bahasa Sansekerta “singabera” (Rosengarten 1973) dan Yunani “Zingiberi” (Purseglove et al. 1981) yang berarti tanduk, karena bentuk rimpang jahe mirip dengan tanduk rusa. Officinale merupakan bahasa latin (officina) yang berarti digunakan dalam farmasi atau pengobatan (Janson 1981).


Jahe dikenal dengan nama umum (Inggris) ginger atau garden ginger. Nama ginger berasal dari bahasa Perancis: gingembre, bahasa Inggris lama: gingifere, Latin: ginginer, Yunani (Greek): zingiberis (ζιγγίβερις). Namun kata asli dari zingiber berasal dari bahasa Tamil inji ver. Istilah botani untuk akar dalam bahasa Tamil adalah ver, jadi akar inji adalah inji ver.


Di Indonesia jahe memiliki berbagai nama daerah. Di Sumatra disebut halia (Aceh), beuing (Gayo), bahing (Karo), pege (Toba), sipode (Mandailing), lahia (Nias), sipodeh (Minangkabau), page (Lubu), dan jahi (Lampung). Di Jawa, jahe dikenal dengan jahe (Sunda), jae (Jawa), jhai (Madura), dan jae (Kangean).


Di Sulawesi, jahe dikenal dengan nama layu (Mongondow), moyuman (Poros), melito (Gorontalo), yuyo (Buol), siwei (Baree), laia (Makassar), dan pace (Bugis). Di Nusa Tenggara, disebut jae (Bali), reja (Bima), alia (Sumba), dan lea (Flores). Di Kalimantan (Dayak), jahe dikenal dengan sebutan lai, di Banjarmasin disebut tipakan. Di Maluku, jahe disebut hairalo (Amahai), pusu, seeia, sehi (Ambon), sehi (Hila), sehil (Nusalaut), siwew (Buns), garaka (Ternate), gora (Tidore), dan laian (Aru). Di Papua, jahe disebut tali (Kalanapat) dan marman (Kapaur). 


Adanya nama daerah jahe di berbagai wilayah di Indonesia menunjukkan penyebaran jahe meliputi seluruh wilayah Indonesia. Karena jahe hanya bisa bertahan hidup di daerah tropis, penanamannya hanya bisa dilakukan di daerah katulistiwa seperti Asia Tenggara, Brasil, dan Afrika.


Saat ini Equador dan Brasil menjadi pemasok jahe terbesar di dunia. Dalam sistematika tumbuhan, tanaman jahe termasuk dalam kingdom Plantae, Subkingdom Tracheobionta, Superdivisi: Spermatophyta, Divisi: Magnoliophyta/Pteridophyyta, Subdivisi: Angiospermae, Kelas: Liliopsida-Monocotyledoneae, Subkelass: Zingiberidae, Ordo: Zingiberales, Suku/Famili: Zingiberaceae, Genus: Zingiber P. Mill. Species: Zingiber officinale (Roscoe, 1817) (US National Plant Database 2004). Sinonim nama jahe adalah : Amomum angustifolium Salisb., dan Amomum zingiber L.


Ada sekitar 47 genera dan 1.400 jenis tanaman yang termasuk dalam suku Zingiberaceae, yang tersebar di seluruh daerah tropis dan sub tropis. Penyebaran Zingiber terbesar di belahan timur bumi, khususnya Indo Malaya yang merupakan tempat asal sebagian besar genus Zingiber (Lawrence 1951: Purseglove 1972).


Di Asia Tenggara ditemukan sekitar 80-90 jenis Zingiber yang diperkirakan berasal dari India, Malaya dan Indonesia. Namun hingga saat ini, daerah asal tanaman jahe belum diketahui.


Jahe kemungkinan berasal dari China dan India (Grieve 1931; Vermeulen 1999) namun keragaman genetik yang luas ditemukan di Myanmar (Jatoi et al. 2008) dan India, yang diduga merupakan pusat keragaman jahe (Ravindran et al. 2005). 


Jahe memiliki jumlah kromosom 2n=2x=22, namun beberapa kultivar jahe diketahui sebagai poliploid (Kubitzki, 1998). Darlington dan Ammal (1945) dalam Peter et al. (2007) melaporkan terdapat jenis Z. officinale yang memiliki jumlah kromosom sebanyak 28. 


Darlington dan Wylie (1955) juga menyatakan bahwa pada jahe terdapat 2 kromosom B. Rachmandran (1969) melakukan analisis sitologi pada 5 spesies Zingiber dan menemukan pada seluruh spesies memiliki jumlah kromosom 2n=22.


Ratnabal (1979) mengidentifikasi kariotipe 32 kultivar jahe (Z. officinale) dan menemukan seluruh kultivar jahe memiliki kromosom somatik berjumlah 22 dan ditemukan pula adanya kromosom asimetris (kromosom B) pada seluruh kultivar kecuali kultivar Bangkok dan Jorhat.


Beltram dan Kam (1984) dalam Peter et al. (2007) mengobservasi 9 Zingiber spp. dan menemukan bahwa Z. officinale bersifat aneuploid (2n=24), polyploid (2n=66) dan terdapat B kromosom (2n= 22+2B). Tetapi Etikawati dan Setyawan (2000), Z. officinale kultivar jahe putih kecil (emprit), gajah dan merah memiliki jumlah kromosom 2n=32. 


Eksomtramage et al. (2002) mengamati jumlah kromosom 3 spesies Z. officinale asal Thailand dan menemukan 2n=2x=22. Yulianto (2010) menyatakan jumlah kromosom jahe putih dan jahe merah yakni 2n=24=22+2B.


Rachmandran (1969) melakukan analisis sitologi pada 5 spesies Zingiber, selain menemukan jumlah khromosom pada seluruh spesies 2n=22 juga membuktikan adanya struktur pindah silang akibat peristiwa inversi.


Observasi pada fase metaphase mitosis menemukan bahwa jahe diploid (2n=2x=22) memiliki panjang kromosom rata-rata 128.02 μm dan lebar 5.82 μm. Rasio lengan kromosom terpanjang dan terpendek adalah 2.06:1, hampir 45,5% kromosom memiliki 2 lengan dan terdapat 2 kromosom yang berbeda (Zhi-min et al. 2006).


Adanya variasi pada jumlah kromosom merupakan suatu mekanisme adaptasi dan pembentukan spesies pada tanaman. Hal ini juga menjadi penyebab terjadinya variasi genetik pada jahe. 


Selain itu ditemukannya struktur pindah silang diduga menjadi penyebab rendahnya fertilitas tepung sari yang menyebabkan pembentukan buah dan biji pada jahe jarang terjadi. Lihat juga 30 Manfaat Tomat Untuk Kesehatan Dan Kecantikan.


Ciri-ciri Jahe


Batang jahe merupakan batang semu dengan tinggi 30 hingga 100 cm. Akarnya berbentuk rimpang dengan daging akar berwarna kuning hingga kemerahan dengan bau menyengat. Daun menyirip dengan panjang 15 hingga 23 mm dan panjang 8 hingga 15 mm. Tangkai daun berbulu halus.

Bunga jahe tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur dengan panjang 3,5 hingga 5 cm dan lebar 1,5 hingga 1,75 cm. Gagang bunga bersisik sebanyak 5 hingga 7 buah. Bunga berwarna hijau kekuningan. Bibir bunga dan kepala putik ungu. Tangkai putik berjumlah dua.


Pengolahan dan pemasaran Jahe


Rimpang jahe, terutama yang dipanen pada umur yang masih muda tidak bertahan lama disimpan di gudang. Untuk itu diperlukan pengolahan secepatnya agar tetap layak dikonsumsi. Untuk mendapatkan rimpang jahe yang berkualitas, jahe dipanen pada umur tidak terlalu muda juga tidak terlalu tua.


Jahe segar Selain dipasarkan dalam bentuk olahan jahe, juga dipasarkan dalam bentuk jahe segar, yaitu setelah panen, jahe dibersihkan dan dijual kepasaran.


Terdapat beberapa hasil pengolahan jahe yang terdapat di pasaran, yaitu:

Jahe kering
Awetan jahe
Jahe bubuk
Minyak jahe
Oleoresin jahe

Jahe kering.

Merupakan potongan jahe yang dikeringkan dengan irisan memotong serat irisan tipis (digebing). Jenis ini sangat populer di pasar tradisional.

Awetan jahe.

Merupakan hasil pengolahan tradisional dari jahe segar. Yang paling sering ditemui di pasaran adalah, tingting jahe (permen jahe), acar, asinan, sirup, dan jahe instan. Beberapa jenis olahan jahe ini disukai konsumen dari daerah Asia dan Australia.

Bubuk jahe.

Merupakan hasil pengolahan lebih lanjut dari jahe menggunakan teknologi industri, jahe dikeringkan selanjutnya digiling dengan kehalusan butiran bubuk yang ditentukan. Bubuk jahe diperlukan untuk keperluan farmasi, minuman, alkohol dan jamu. Biasanya menggunakan bahan baku jahe kering.

Oleoresin jahe.

Adalah hasil pengolahan lebih lanjut dari tepung jahe. Warnanya cokelat dengan kandungan minyak asiri 15 hingga 35%.

Habitat Tanaman Jahe


Jahe tumbuh subur di ketinggian 0 hingga 1500 meter di atas permukaan laut, kecuali jenis jahe gajah di ketinggian 500 hingga 950 meter.


Untuk bisa berproduksi optimal, dibutuhkan curah hujan 2500 hingga 3000 mm per tahun, kelembapan 80% dan tanah lembap dengan PH 5,5 hingga 7,0 dan unsur hara tinggi. Tanah yang digunakan untuk penanaman jahe tidak boleh tergenang.


Varietas Tanaman Jahe


Terdapat tiga jenis jahe yang populer di pasaran, yaitu:


Jahe gajah

Merupakan jahe yang paling disukai di pasaran internasional. Bentuknya besar gemuk dan rasanya tidak terlalu pedas. Daging rimpang berwarna kuning hingga putih.

Jahe kuning

Merupakan jahe yang banyak dipakai sebagai bumbu masakan, terutama untuk konsumsi lokal. Rasa dan aromanya cukup tajam. Ukuran rimpang sedang dengan warna kuning.

Jahe merah

Jahe jenis ini memiliki kandungan minyak atsiri tinggi dan rasa paling pedas, sehingga cocok untuk bahan dasar farmasi dan jamu. Ukuran rimpangnya paling kecil dengan kulit warna merah, serat lebih besar dibanding jahe biasa.

Produk Olahan Jahe


Jahe biasanya digunakan untuk meredakan masuk angin.

Dimasyarakat barat, ginger ale merupakan produk yang digemari. Sementara Jepang dan Tiongkok sangat menyukai asinan jahe. Sirup jahe disenangi masyarakat Tiongkok, Eropa dan Jepang.


Di Indonesia, sekoteng, bandrek, dan wedang jahe merupakan minuman yang digemari karena mampu memberikan rasa hangat di malam hari, terutama di daerah pegunungan.


Kandungan Jahe


A. Kandungan Kimia Jahe:

Rimpang jahe mengandung 19 komponen bioaktif yang berguna bagi tubuh. Komponen yang paling utama adalah gingerol yang bersifat "ANTIKOAGULAN", yaitu mencegah penggumpalan darah.

Jadi mencegah tersumbatnya pembuluh darah, penyebab utama stroke, dan serangan jantung. Gingerol diperkirakan membantu menurunkan kadar kolesterol.


Komponen lain yang terdapat pada rimpang jahe adalah minyak atsiri, damar, mineral sineol, fellandren, kamfer, borneol, zingiberin, zingiberol, gigerol ( misalnya di bagian-bagian merah), zingeron, lipidas, asam aminos, niacin, vitamin A, B1, C dan protein. 


Minyak jahe berwarna kuning dan kental. Minyak ini kebanyakan mengandung terpen, fellandren, dextrokamfen, bahan sesquiterpen yang dinamakan zingiberen, zingeron damar, dan pati. Jahe juga memiliki kandungan aktif yaitu oleoresin.


Oleoresin adalah minyak dan damar yang merupakan campuran minyak atsiri sebagai pembawa aroma dan sejenis damar sebagai pembawa rasa. Oleoresin jahe mengandung komponen gingerol, paradol, shogaol, zingerone, resin dan minyak atsiri.


Persenyawaan zingerone tidak dalam bentuk persenyawaan keton bebas, melainkan dalam bentuk persenyawaan aldehid alifatis jenuh, terutama senyawa n-heptanal (Ravindran et al., 2005).


Selain komponen-komponen tersebut diatas jahe juga mengandung dua enzim pencernaan yang penting. Pertama, protease yang berfungsi memecah protein. Kedua, lipase yang berfungsi memecah lemak. Kedua enzim ini membantu tubuh mencerna dan menyerap makanan.


B. Kandungan gizi dan nutrisi dari jahe mentah per 100 gram:


Jahe adalah bahan makanan maupun minuman yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.  Jahe mengandung energi sebesar 51 kilokalori, protein 1,5 gram, karbohidrat 10,1 gram, lemak 1 gram, kalsium 21 miligram, fosfor 39 miligram, dan zat besi 2 miligram.


Selain itu di dalam Jahe juga terkandung vitamin A sebanyak 30 IU, vitamin B1 0,02 miligram dan vitamin C 4 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Jahe, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 97 %.


Jumlah Kandungan Energi Jahe = 51 kkal

Jumlah Kandungan Protein Jahe = 1,5 gr
Jumlah Kandungan Lemak Jahe = 1 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Jahe = 10,1 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Jahe = 21 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Jahe = 39 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Jahe = 2 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Jahe = 30 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Jahe = 0,02 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Jahe = 4 mg
Bagian Jahe yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 97 %
Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya.

Keterangan :

Riset/penelitian pada Jahe yang berbeda bisa menghasilkan perbedaan hasil yang didapat karena berbagai faktor yang mempengaruhi, seperti berikut ini:

C. Kandungan gizi dan nutrisi dari Jahe mentah per 100 gram:
Kandungan Umum:
Energi yang dihasilkan: 80 kcal (kilo kalori)
Air: 78.89 gram
Protein: 1.82 gram
Lemak (lipid): 0.75 gram
Karbohidrat: 17.77 gram
Serat: 2.0 gram
Gula: 1.70 gram

Mineral yang Dikandung:

UKalsium / Calsium (Ca): 16 mg (mili gram)
Besi / Ferrum (Fe): 0.60 mg 
Magnesium (Mg): 43 mg
Fosfor / Phosphorus (P): 34 mg
Potassium / Kalium, K: 415 mg
Sodium / Natrium (Na): 13 mg
Seng / Zinc (Zn): 0.34 mg

Vitamin yang Dikandung:

Vitamin C, jumlah asam askorbat: 5.0 mg
Thiamin: 0.025 mg
Riboflavin: 0.034 mg
Niacin: 0.750 mg
Vitamin B6: 0.160 mg
Asam Folat, DFE: 11 pg
Vitamin B12: 0.00 pg
Vitamin A: 0 IU
Vitamin E (alfa-tokoferol): 0.26 mg
Vitamin D (D2 + D3): 0.0 pg
Vitamin D: 0 IU
Vitamin K (phylloquinone): 0.1 pg
Lemak yang Dikandung:
Asam lemak, jumlah jenuh: 0.203 gram
Asam lemak, jumlah monounsaturated: 0.154 gram
Asam lemak, jumlah tak jenuh ganda: 0.154 gram
Kolesterol: 0 mg
Kafein yang Dikandung: 0 mg

Manfaat Jahe Untuk Kesehatan Tubuh


Menurut Farmakope Belanda, Zingiber Rhizoma (Rhizoma Zingiberis- akar jahe) yang berupa umbi Zingerber officinale mengandung 6% bahan obat-obatan yang sering dipakai sebagai rumusan obat-obatan atau sebagai obat resmi di 23 negara.


Menurut daftar prioritas WHO, jahe merupakan tanaman obat-obatan yang paling banyak dipakai di dunia. Di negara Indonesia, Filipina dan Malaysia telah banyak ditemukan manfaat therapeutis. 


Sejak dulu jahe dipergunakan sebagai obat, atau bumbu dapur dan aneka keperluan Iainnya. Jahe dapat merangsang kelenjar pencernaan, baik untuk membangkitkan nafsu makan dan pencernaan. 


Jahe berguna sebagai obat gosok untuk penyakit encok dan sakit kepala. Jahe segar yang ditumbuk halus dapat digunakan sebagai obat luar untuk obat mulas. Rasa pedas dan aromanya dapat menghangatkan tubuh dan mengeluarkan keringat.


Minyak atsirinya bermanfaat untuk menghilangkan nyeri, anti inflamasi dan anti bakteri. Air perasan umbinya (akar tongkat) digunakan untuk penyakit katarak.


Pada umumnya jahe dipakai sebagai pencampur beberapa jenis obat yaitu sebagai obat batuk, mengobati Iuka luar dan dalam ,melawan gatal (umbinya ditumbuk haIus) dan untuk mengobati gigitan ular. Lihat juga 35 Manfaat Mengkudu Untuk Kesehatan.


Cara Praktis Membuat Ramuan Jahe


Ada berbagai macam cara dalam mengkonsumsi rimpang jahe, namun cara yang paling praktis dalam mengkonsumsi rimpang jahe adalah dengan cara dibuat sirup terlebih dahulu, kemudian dikonsumsi setiap pagi paling cepat ¼ jam sebelum sarapan, dengan dosis 1 sendok makan. Berikut ini saya sajikan untuk anda cara membuat sirup jahe:


Sirup Jahe


Bahan:



  • Jahe 1 kg
  • Gula aren 1kg


Cara Membuat:



  • Haluskan jahe yang sudan dicuci bersih berikut kulitnya, dengan cara digiling, ditumbuk, atau diparut.
  • Sisir tipis-tipis gula aren agar mudah larut.
  • Masukkan kedua bahan dalam wadah semacam toples, aduk-aduk hingga gula larut. Jangan dicampur air sedikitpun.
  • Tutuplah wadah tersebut rapat-rapat pakai kertas agar udara bisa keluar melalui pori-pori kertas. Jangan pakai plasti atau semacamnya.
  • Diamkan selama 7 hari, kemudian diperas untuk diambil airnya yang berupa sirup.
  • Untuk menjaga kesehatan minunlah sirup temu lawak ini sebanyak 1 sendok makan ± 30 menit sebelum sarapan pagi setiap hari. Untuk pengobatan, minumlah sirup temu lawak ini sebanyak 1 sendok makan setiap pagi dan sore hari, setiap hari.


Secara spesifik khasiat dan manfaat jahe bisa anda lihat dibawah ini:


√1. Awet Muda.

Umbi jahe mengandung senyawa oleoresin yang lebih dikenal sebagai gingerol yang bersifat sebagai antioksidan. Sifat inilah yang membuat jahe disebut-sebut berguna sebagai komponen bioaktif "antipenuaan".

Dalam oloeresin jahe banyak terkandung senyawa fenolik seperti gingerol dan shogaol yang mempunyai aktivitas antioksidan yang tinggi melebihi aktivitas antioksidan vitamin E.


√2. Melindungi Sistem Pencernaan, Meredakan Nyeri Lambung Dan Memulihkan Radang Sendi.

Minuman jahe juga melindungi sistem pencernaan (1) dengan menurunkan keasaman lambung.

Senyawa aseton dan methanol pada jahe juga mampu menghambat terjadinya iritasi pada saluran pencernaan. Manfaatnya, nyeri lambung (2) bisa dikurangi dengan mengkonsumsi jahe. 


Peradangan pada arthritis/radang sendi (3) juga bisa ditanggulangi dengan mengkonsumsi jahe secara rutin dan teratur, karena jahe bisa menghambat produksi prostaglandin, hormon dalam tubuh yang dapat memicu peradangan.


√3. Mencegah Masuk Angin, Menjaga Kebugaran Dan Obat Masuk Angin.

Minuman jahe yang populer di masyarakat Indonesia adalah wedang jahe, Wedang jahe yaitu jahe yang diparut, dimasak dengan air sampai mendidih, disaring, lalu diberi gula pasir secukupnya.

Minuman ini dipercaya dapat menghindarkan masuk angin (1) dan menjaga tubuh tetap bugar (2) walaupun menghadapi stres, cuaca buruk, dan kegiatan fisik yang melelahkan.


Minuman jahe terbukti berkhasiat sebagai karminativum atau dapat merangsang keluarnya gas dari perut sehingga mampu mengobati masuk angin (3).


√4. Meredakan Mual, Meringankan Batuk, Dan Mencegah Flu.

Ini karena sifat jahe yang bisa menghangatkan tubuh. Secara ilmiah jahe telah diteliti mampu meningkatkan aktifitas salah satu sel darah putih (Zakaria et al., 1999). Hasil ini mendukung data empiris yang dipercaya oleh masyarakat bahwa jahe mempunyai kemampuan sebagai anti masuk angin, suatu gejala menurunnya daya tahan tubuh sehingga mudah terserang oleh virus influenza. Lihat juga 37 Manfaat Temulawak Untuk Kesehatan.

√5. Meningkatkan Nafsu Makan.

Sebuah penelitian menyebutkan, kandungan enzim protease dan lipase yang terkandung dalam jahe berfungsi memecah protein dan lemak. Enzim inilah yang membantu mencerna dan menyerap makanan sehingga meningkatkan napsu makan.

√6. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi.

Jahe juga dapat merangsang pelepasan hormon adrenalin yang dapat memperlebar pembuluh darah sehingga tubuh menjadi hangat, darah mengalir lebih lancar dan tekanan darah menurun.

√7. Mengatasi Ejakulasi Dini, Meningkatkan Kejantanan, Mencegah Kemandulan, Dan Memperkuat Daya Tahan Sperma.

Jahe juga mengandung senyawa cineole dan arginine yang mampu mengatasi ejakulasi dini (1). Senyawa ini juga merangsang ereksi (2), mencegah kemandulan (3) dan memperkuat daya tahan sperma (4).

√8. Obat Kanker Indung Telur.

Jahe merupakan salah satu senjata yang efektif dalam pengobatan kanker indung telur.

Menurut Hendra Priantono (2010) dalam artikelnya menyebutkan bahwa jahe dapat digunakan untuk membunuh sel kanker ovarium sementara komponen yang terdapat pada cabai diduga dapat mengecilkan atau menyusutkan tumor pankreas.


√9. Mencegah kanker kolon.

Karena jahe juga bisa memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker kolorektal.

√10. Menyembuhkan Mual Saat Hamil.

Hasil review dari beberapa studi menunjukkan, jahe juga sama efektifnya dengan vitamin B6 dalam mengatasi mual yang dipicu oleh kehamilan.

Membiasakan minum jahe sangat dianjurkan bagi ibu hamil, khususnya di masa awal kehamilannya, karena biasanya pada masa itu ibu hamil sering mengalami mual pada pagi hari yang dalam dunia medis dikenal dengan istilah morning sickness.


√11.  Meredakan Migrain.

Penelitian menemukan, jahe bisa meredakan rasa sakit migrain dengan cara menghentikan kerja prostaglandin, penyebab rasa sakit dan peradangan di pembuluh darah.

√12.  Meredakan Kram.

Dalam sistem pengobatan China, jahe juga digunakan untuk mengatasi kram akibat menstruasi.
 √13. Mencegah Rasa Sakit Karena Diabetes.
Sebuah studi yang dilakukan pada tikus penderita diabetes menemukan, tikus yang diberikan jahe mengalami penurunan kejadian rasa sakit akibat diabetes.

√14. Memperbaiki Sistem Imun.

Minum jahe dapat memperbaiki sistem imun (kekebalan tubuh). Jahe juga memiliki aktivitas antioksidan. Studi pada mahasiswa yang diberi minuman jahe menunjukkan adanya perbaikan sistem imun (kekebalan tubuh) (Zakaria et al., 2000).

Mekanisme Ekstrak Jahe sebagai peningkat sistem imun (kekebalan tubuh). Masuk angin secara ilmiah merupakan gejala melemahnya sistem kekebalan tubuh sehingga memungkinkan virus yang senantiasa berada pada tubuh kita mulai menang dan berada di atas angin.


Sistem imunitas kita melemah, sehingga perlawanan menjadi goyah. Bila kondisi ini terus berlanjut, kemenangan virus dalam menjajah tubuh kita akan segera diikuti oleh kemenangan bakteri lainnya sehingga tubuh kita akan bereaksi dengan menghasilkan demam tinggi yang dikenal dengan "infeksi".


Infeksi ini bisa dimulai dari saluran pernapasan dan berlanjut sampai ke saluran pencernaan. Apabila tidak tertahan, dapat bersifat fatal. Hubungan antara melemahnya sistem imun tubuh dan kepercayaan mengonsumsi minuman jahe telah menarik perhatian banyak peneliti.


Hasil penelitian ilmiah mengenai khasiat jahe telah mulai dipublikasikan semenjak 20 tahun yang lalu. Jahe ternyata mengandung berbagai senyawa fenolik yang dapat diekstrak dengan pelarut organik dan menghasilkan minyak yang disebut oloeresin. Dalam oloeresin jahe banyak terkandung senyawa fenolik seperti gingerol dan shogaol yang mempunyai aktivitas antioksidan yang tinggi melebihi aktivitas antioksidan vitamin E.


Penelitian yang dilakukan di Institut Pertanian Bogor dan didanai dengan dana proyek hibah Pascasarjana mengamati dampak jahe pada sel-sel imun tikus percobaan yang dilanjutkan dengan penelitian pada manusia.


Pada tikus percobaan, hewan diberi minuman jahe setara dengan dua atau tiga gelas minuman jahe dengan rasa yang dapat diterima manusia selama enam minggu.


Pada akhir percobaan, sel-sel imun dari limfa tikus dikeluarkan lalu dikultur secara in vitro dengan media pertumbuhan sintetik. Dengan cara ini performa sel-sel imun tikus yang telah diberi minuman jahe dapat diamati.


Hasil pengamatan menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan pertumbuhan sel imun secara sangat signifikan dari tikus yang mendapat minuman jahe. Adapun jenis sel imun yang peningkatan pertumbuhannya paling tinggi adalah jenis sel imun yang disebut natural killer (NK).


Sel imun ini amat penting karena NK merupakan sel imun yang bertugas menghancurkan sel-sel tubuh yang terinfeksi virus sehingga virus ikut mati. Selain itu, sel NK juga bertugas menghancurkan sel-sel tubuh yang telah mengalami mutasi genetik.


Sebagaimana diketahui, satu saja sel tubuh yang mengalami mutasi dan berkesempatan untuk hidup terus dapat menjadi cikal bakal sel-sel kanker.


Penemuan khasiat jahe pada tikus dinilai perlu mendapat perhatian sehingga penelitian yang setara dilanjutkan dengan percobaan pada manusia. 


Penelitian pada manusia melibatkan 22 mahasiswa pria sehat sebagai responden yang dibagi dalam dua kelompok. Hasil yang diperoleh memperlihatkan sifat yang sama dari jahe, yaitu sel-sel imun dari mahasiswa yang mendapat minuman jahe setiap sore tumbuh lebih banyak dibandingkan dengan yang tidak mendapat minuman jahe.


Lebih lanjut lagi, sel NK diuji secara in vitro dengan cara diadu dengan sel-sel kanker darah atau leukemia. Hasilnya sekali lagi menunjukkan kemampuan sel NK membunuh sel kanker yang dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan sel NK dari mereka yang tidak mendapat minuman jahe.


Seperti telah dijelaskan di atas, sel NK adalah sel imun yang tugas utamanya adalah membasmi virus yang telah berhasil masuk dalam sel tubuh dan menghancurkan sel yang telah termutasi sehingga bahan atau senyawa yang dapat meningkatkan kemampuan sel imun ini dapat diartikan meningkatkan pencegahan terhadap virus dan penyakit kanker.


Perlu diperhatikan bahwa kemampuan sel-sel imun yang terlihat pada kedua hasil penelitian ini tidak ditentukan hanya oleh minuman jahe saja. Baik tikus percobaan maupun mahasiswa responden yang terlibat penelitian ini mendapat perlakuan yang baik, artinya tenteram, tidak stres, dan mendapat makanan yang bergizi seimbang.


Kemampuan sel-sel imun sangat tergantung pada zat-zat gizi yang dibawa oleh makanan. Bila zat-zat gizi telah cukup, tambahan suplemen seperti minuman jahe akan lebih meningkatkan kemampuan sel-sel imun dalam usahanya melawan berbagai mikro-organisme yang masuk dalam tubuh kita, yaitu virus dan bakteri.


√15. Mencegah Kanker Dan Perkembangan Sel Kanker.

Jahe mempunyai sifat antioksidan dan antikanker. Komponen pembawa rasa pedas pada jahe yakni gingerol, paradol, shogaol, dan zingerone memiliki aktivitas anti-intlamasi dan efek kemopreventif yang menunjukkan pencegahan timbulnya kanker (1) pada percobaan karsinogenesis (Shukla, 2007).

Disamping itu, gingerol dan paradol juga bersifat dan anti-tumor yang dapat menahan tumbuh suburnya sel kanker (2) pada tubuh manusia (Surh, 1999).


Pada penelitian yang dilakukan Dr. Rebecca Liu, asisten profesor pada bidang obstetri and ginekologi di Universitas Michigan Comprehensive Cancer Center, AS, dan timnya, yang melakukan tes terhadap bubuk jahe yang dilarutkan dan diberikan pada kultur sel kanker ovarium.


Hasil studi itu menyebutkan bahwa terdapat bukti berbagai makanan pedas atau panas bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan kanker. Studi itu meneliti efektivitas jahe terhadap sel penderita kanker. Meskipun demikian, studi ini masih merupakan langkah pertama.


Dikatakan, jahe dapat membunuh sel kanker dengan dua jalan, yaitu proses penghancuran yang dinamakan apoptosis dan autophagy, proses pemakanan sel. Menurut Dr. Rebecca, banyak penderita kanker yang mengalami resistensi terhadap kemoterapi standar, di mana tindakan kemoterapi merupakan proses apoptosis. Sementara jahe yang memiliki kemampuan memakan sel (autophagy) dapat membantu mereka yang mengalami resistensi terhadap kemoterapi. 


American Cancer Society melaporkan kanker ovarium membunuh 16.000 dari 22.000 wanita AS. Jahe terbukti dapat mengontrol keadaan inflamasi, yang berhubungan dengan perkembangan sel kanker ovarium.


Dalam penelitian lain menggunakan tikus yang diberikan capsaicin (salah satu kandungan pada cabai), Sanjay Srivastava dari Universitas Pittsburgh School of Medicine, AS, mendapati bahwa capsaicin ternyata dapat mematikan sel kanker pankreas. Capsaicin membuat sel-sel kanker mati dan memiliki kemampuan memperkecil ukuran tumor.


√16. Mencegah Stroke, Serangan Jantung Dan Menurunkan Kadar Kolesterol.
Mengkonsumsi jahe secara rutin dan teratut juga dapat mencegah stroke dan serangan jantung, karena didalam jahe terdapat kandungan komponen gingerol yang bersifat anti-koagulan, yaitu mencegah penggumpalan darah.


Jadi gingerol mampu mencegah tersumbatnya pembuluh darah, penyebab utama stroke, dan serangan jantung. Gingerol juga diperkirakan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.

Mekanisme Ekstrak Jahe dalam Menghambat Sel Kanker


Menurut  Ahmad Eka Ramadhan (2010) Terdapat banyak fakta yang mendukung bahwa kemoterapi tradisional dapat diaplikasikan untuk mencegah sekaligus menghambat pertumbuhan kanker. Keuntungan utama dari penggunaan kemoterapi tradisional adalah rendah racun dan efek samping yang sangat kecil. Kandungan aktif dari beberapa tanaman telah dipelajari untuk mengetahui besarnya efek kandungan aktif tersebut dalam mencegah aktivitas NFκB yang berperan sebagai agen pembentuk kanker.


Jahe (Zingiber Officinale) secara luas telah digunakan sebagai bumbu dalam masakan sehari-hari. Jahe merupakan sebuah bahan alami yang banyak mengandung komponen phenolic aktif seperti shogaol dan gingerol yang memiliki efek antioksidan dan anti-kanker (Surh, 2003).


Efek anti-kanker ekstrak jahe pada sel-sel kanker hati dapat kita amati melalui pengaruhnya terhadap NFκB dan TNF-α. NFκB (Nuclear Factor kappa B) adalah sebuah stimulan berupa sinyal-sinyal yang dapat mengaktivasi sel normal sehingga menyebabkan peradangan dan karsinogenesis (Lin, 2003).


Adanya NFκB ini membuat sebuah imbas utama yaitu munculnya agen baru TNF- α (Tumour Necrosis Factor Alpha). TNF- α ini merupakan penyebab munculnya tumor pada berbagai model percobaan karsinogenesis (Philip, 2004). Dengan demikian, menghambat sinyal NFκB merupakan sebuah strategi untuk mengobati kangker dengan menggunakan agen kemopreventif seperti jahe (Kim, 2004).


Cara mencegah pengaktifan sel oleh ekstrak jahe adalah dengan cara menghambat datangnya sinyal NFκB dan mencegah translokasi NFκB ke inti serta mencegah pengikatan dimer-dimer DNA (Aggarwal, 2006). Dengan adanya pencegahan aktivitas NFκB ini sebenarnya kita secara tidak langsung juga menghambat pertumbuhan sel tumor serta mencegah terjadinya metastasis dan angiogenesis.


√16. Anti Radikal Bebas.

Rempah-rempah umumnya mengandung komponen bioaktif yang bersifat antioksidan (zat pencegah radikal bebas yang menimbulkan kerusakan pada sel-sel tubuh), dan dapat berinteraksi dengan reaksi-reaksi fisiologis, sehingga mempunyai kapasitas antimikroba, anti pertumbuhan sel kanker, dan sebagainya. 

Antioksidan didefinisikan sebagai senyawa yang dapat menunda, memperlambat, dan mencegah proses oksidasi lipid. Dalam arti khusus, antioksidan adalah zat yang dapat menunda atau mencegah terjadinya reaksi antioksidasi radikal bebas dalam oksidasi lipid (Kochhar dan Rossell, 1990). 


Sumber-sumber antioksidan dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu antioksidan sintetik (antioksidan yang diperoleh dari hasil sintesa reaksi kimia) dan antioksidan alami (antioksidan hasil ekstraksi bahan alami). 


Senyawa antioksidan alami tumbuhan umumnya adalah senyawa fenolik atau polifenolik yang dapat berupa golongan flavonoid, turunan asam sinamat, kumarin, tokoferol dan asam-asam organik polifungsional.


Golongan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan meliputi flavon, flavonol, isoflavon, kateksin, flavonol dan kalkon. Sementara turunan asam sinamat meliputi asam kafeat, asam ferulat, asam klorogenat, dan lain-lain. 


Pada Jahe (Zingiber officinale Roscoe) komponen-komponen pedas dari jahe seperti 6 gingerol dan 6-shogaol dikenal memiliki aktivitas antioksidan yang cukup. 


Dari ekstrak jahe yang telah dibuang komponen volatilnya dengan destilasi uap, maka dari fraksi non volatilnya setelah pemurnian, ditemukan adanya empat senyawa turunan gingerol dan empat macam diarilheptanoid yang memiliki aktivitas antioksidan kuat (Nakatani,1992). Baca juga 21 Manfaat Nanas Untuk Kesehatan.


Demikianlah penjelasan mengenai jahe yang bisa saya sajikan untuk anda. Semoga bermanfaat. Amin!



Dari berbagai sumber


Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: