IKLAN
Kontak Saya
300x250
Selamat Datang Di BiriBisi
Page Hits Counter

Selasa, 21 Februari 2017

Cacing Kremi Dan Pengobatannya



Kebanyakan penderita penyakit cacing kremi yang dalam bahasa ilmiahnya disebut oxyuriasis ini adalah anak-anak, walau kadang-kadang diderita juga oleh orang dewasa.


Seorang anak bisa diketahui menderita penyakit cacing kremi ini dari kotorannya dan dari perilakunya yang sering mengeluh gatal-gatal pada duburnya, terutama saat tidur malam. Karena pada saat itu cacing-cacing Oxyuriasis yang bersarang didalam usus buntu ini merayap keluar. Baca juga Cacing Tambang.

Cacing kremi adalah salah satu parasit yang ukurannya sangat kecil jika dibandingkan dengan jenis parasit cacing lainnya, seperti cacing tambang dan cacing pita. Pejantannya hanya berukuran 2 sampai 6 mm, sedangkan betinanya berukuran 9 sampai 14 mm.



Cacing ini dapat menginfeksi jaringan tubuh manusia pada bagian sistem pencernaannya melalui telur telurnya yang biasa di sebut dengan tempayak yang terbawa masuk lewat mulut saat memakan makanan atau meminum minuman yang tercemar oleh tempayaknya. Penyakit cacing kremi dapat menyerang anak anak dan orang dewasa dengan cara penularan yang sangat cepat.

Cacing kremi dapat menular dengan cepat melalui air yang tidak bersih, misalnya pada bak kamar mandi yang pernah atau telah dipakai oleh seseorang yang menderita cacing kremi. Jika penderita cacing kremi melakukan kegiatan menggaruk anus lalu langsung mengambil gayung maka kemungkinan telur telur cacing yang terdapat ditelapak tangannya akan berpindah pada gayung dan air yang diambilnya.

Seseorang yang telah menderita cacing kremi akan menderita gatal gatal dibagian anusnya, terutama disaat tidur malam, karena pada saat itu cacing aktif merayap dibagian tersebut. Kondisi tersebut membuat si penderita akan menggaruknya. 

Aktifitas menggaruk garuk dapat mempermudah penyebaran tempayaknya pada apapun yang disentuhnya, seperti baju, celana, sprei tempat tidur, handuk dan lain lain, dan apabila benda benda yang telah tercemari itu tersentuh orang lain, maka akan terjadi perpindahan tempayaknya pada orang tersebut dan akan terjadi resiko penularan.

Tanah dan lantai adalah media paling mudah untuk penyebaran dan penularan cacing kremi pada anak anak, sebab anak anak sangat suka bermain dan berinteraksi dengan benda atau mainan diatasnya. 

Seorang anak yang menderita cacing kremi, ketika duduk atau menggaruk anusnya saat merasa gatal, tangannya yang telah tercemari oleh tempayak cacing kremi kemungkinan besar akan memindahkannya pada lantai dan benda benda lainnya dan bila nantinya benda benda tersebut disentuh oleh anak anak yang lain, maka anak anak tersebut sangat besar kemungkinannya untuk tertular.

Makanan dan minuman yang telah disentuh langsung oleh penderita cacing kremi yang tidak membersihkan tangannnya setelah menggaruk anusnya karena gatal gatal juga akan menyebakan perpindahan telur telur cacing kremi tersebut, sehingga jika makanan tersebut dimakan oleh anak atau orang lain, maka anak atau orang tersebut menjadi tertular.

Seorang penderita cacing kremi juga bisa menularkan tempayak cacing kremi melalui pakaiannya, seperti baju, handuk, selimut, dan lain sebagainya bila pakaian yang telah dipakainya itu dipakai oleh orang lain dan dipakaian tersebut tanpa diketahui ada tempayak atau telur cacing kremi yang menempel. Lihat juga Obat Penyakit Typhus.

Gangguan kesehatan akibat penyakit cacing kremi

Beberapa ahli mengatakan infeksi yang disebabkan oleh cacing kremi pada sistem pencernaan dapat mengakibatkan masalah dan gangguan kesehatan bagi penderitanya, baik anak anak ataupun orang dewasa. Berikut ini beberapa gangguan kesehatan tubuh yang mungkin terjadi akibat infeksi tersebut, yang diantaranya adalah :


  • Insomnia
  • Nafsu makan berkurang
  • Radang pada saluran tuba
  • Merusak dinding usus, arteri jantung dan paru paru
  • Pusing dan mual
  • Perkembangan tubuh anak terhambat
  • Radang usus buntu
  • Peradangan vagina


√Insomnia. Jumlah cacing yang sudah banyak dan terus berkembang biak didalam usus dapat menyebabkan perut merasa mual mual dan perih secara berulang dan berkesinambungan, sedangkan aktifitas cacing yang tidak mau berhenti didalam anus dapat menyebabkan rasa gatal yang terus berkelanjutan. Kondisi tersebut selalu terjadi saat seseorang sedang ingin beristirahat. Kegiatan cacing kremi yang tidak berhenti menyebabkan seseorang akan merasa kesulitan untuk tidur. Jika kondisi ini terus terjadi setiap hari, maka akan menyebabkan seseorang terserang penyakit insomnia.

√Nafsu makan berkurang. Anak anak atau orang dewasa yang terserang cacing kremi dan tidak segera mendapat pengobatan akan kehilangan nafsu makannya yang akhirnya menyebabkan berat badannya terus menurun. Hal ini disebabkan oleh terjadinya iritasi pada jaringan pencernaannya termasuk usus. Seorang anak yang terserang cacing kremi selama berminggu minggu secara perlahan tapi pasti tubuhnya akan semakin kurus dengan perut yang membuncit.

√Radang pada saluran tuba. Aktifitas cacing kremi didalam tubuh dapat menyebabkan peradangan luka yang parah pada saluran tuba yang menyebabkan banyaknya cairan nanah mengendap dalam saluran tersebut, Kondisi tersebut mempermudah bakteri lain bergabung dan sama sama berjalan kearah pembuluh getah bening dan akan menyebabkan pembengkakan.√Merusak dinding usus, arteri jantung dan paru paru. Untuk pencegahan agar terhindar dari penularan cacing kremi yang tertelan lewat mulut dianjurkan untuk mencuci tangan sebagai prioritas utama setelah dan sebelum melakukan aktifitas, Karena cacing yang telah masuk dalam usus halus dan lambung akan merusak dinding usus lalu menjalar kearah pembuluh darah dan akhirnya mengalir kearteri jantung lalu kejaringan paru paru.


√Pusing dan mual. Telur cacing kremi dan cacing kremi dewasa yang telah masuk pada sistem pencernaan akan menyebabkan iritasi dan peradangan yang semakin hari semakin hebat didaerah pencernaan, Kondisi tersebut dapat menyebabkan penderitanya terserang mual mual yang di iringi oleh muntah muntah. Jika kondisi tersebut dibiarkan begitu saja tanpa adanya pengobatan, maka akan dapat menyebabkan pusing kepala, Kondisi ini berhubungan dengan stres karena ketegangan saraf saraf yang ada dibagian kepala.


√Perkembangan tubuh anak terhambat. Anak anak yang terserang cacing kremi dan tidak segera mendapatkan pengobatan, maka perkembangan tubuhnya akan terhambat, seperti ketinggian tubuhnya yang sangat lambat, tubuhnya kurus, tidak bisa gemuk, mudah merasa lelah serta sering merasa lemas dan lesu. Pada kasus tertentu anak anak yang terserang cacing kremi selama berbulan bulan akan sering mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi dalam belajar, ia merasa sulit untuk mengingat sesuatu dan lambat dalam berfikir.


√Radang usus buntu. Tempayak cacing kremi dan cacing kremi dewasa juga dapat membuat iritasi dan membuat luka yang cukup lebar pada umbai usus. Jika luka tersebut meradang dan membuat dinding usus menjadi robek atau pecah, maka isi usus akan tumpah dan mencemari jaringan perut dibagian bawah. Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang mengalami kesakitan pada perutnya.
√Peradangan vagina. Seorang wanita yang menderita cacing kremi juga akan merasakan gatal gatal disekitar anusnya terutama pada malam hari. Kondisi seperti itu akan memaksa seseorang untuk menggaruknya secara berulang ulang. Dan jika dalam menggaruk lokasi gatal yang dipenuhi dengan cacing kremi itu menuju kearea lubang vagina, maka sangat mungkin cacing kremi atau telur cacing akan berpindah kearea vagina tersebut. Cacing kremi yang ada didalam vagina dapat menjadi penyebab gatal gatal dan peradangan yang bisa memicu timbulnya kerusakan ringan pada dindingnya. Lihat juga Obat Bisul.

Pencegahan penyakit cacing kremi

Jangan membiarkan anak membiasakan memasukkan jarinya kedalam mulut sebelum cuci tangan terlebih dulu. Karena jari-jari inilah yang biasanya lebih sering membawa tempayak ( bibit cacing ) ketika bermain dilantai, khususnya tanah dan ketika menggaruk-garuk dubur yang gatal-gatal, terutama saat tidur malam. Dari mulut akan masuk dan kemudian berkembang biak didalam perut.

Membiasakan diri untuk selalu mencuci tangan setelah dan sesudah melakukan aktifitas diluar rumah, aktifitas didalam toilet, sebelum dan sesudah makan juga sangat dianjurkan untuk mencegah penyebaran cacing kremi.

Begitu juga memotong kuku yang dirasa telah memanjang, sebab kuku yang panjang itu bisa menjadi tempat yang ideal bagi tempayak cacing kremi. Sebab pada saat si penderita menggaruk daerah anus yang gatal sangat mungkin tempayak cacing kremi terbawa dan terselip dibalik kuku yang panjang tersebut.

Selalu membersihkan semua mainan anak anak yang selalu dipergunakan juga sangat dianjurkan untuk mencegah penularan telur cacing kremi yang menempel akibat pergerakan udara, angin , debu dan tangan orang orang yang telah menderita penyakit cacing kremi.

Membersihkan tempat tidur setiap hari, mencuci sprei, selimut, sarung bantal atau guling juga sangat dianjurkan untuk mencegah penularan tempayak cacing kremi. Barang barang tersebut sangat mungkin tercemari oleh tempayak cacing kremi apabila pernah ditiduri oleh penderitanya, karena sangat mungkin pada pakaian yang dipergunakan oleh si penderita terdapat tempayak cacing kremi dan dari pakaian yang dikenakannya itu tempayak berpindah tempat kebarang barang tersebut.

Memperbanyak penggunaan bawang putih pada setiap menu masakan juga baik, Karena antiseptik dan antibiotik aktif yang ada didalaamnya akan mampu mencegah pertumbuhan tempayak cacing kremi dan memblokir pergerakan cacing kremi dewasa yang telah terlanjur berada didalam tubuh. Bagi orang yang tidak terserang cacing kremi bawang putih juga dapat mencegah penularan cacing kremi dengan sangat baik.

Rajin menguras dan membersihkan bak mandi juga sangat dianjurkan untuk mencegah perkembang biakan dan penularan cacing kremi. Membersihkan lantai rumah setiap hari dengan bahan bahan anti bakteri khusus lantai adalah cara terbaik untuk mempersempit gerak kuman dan telur cacing kremi untuk semakin berkembang biak.

Jangan biarkan anak anak keluar rumah tanpa alas kaki agar perpindahan telur cacing yang terbawa dari luar lingkungan tidak beralih pada lantai. Lantai adalah media paling mudah untuk migrasi telur cacing kremi dan perkembang biakannya. Perlu diketahui bahwa perpindahan telur cacing pada tubuh anak anak biasanya terjadi saat anak anak bermain dan berinteraksi diatas lantai.

Membiasakan makan sayur pare setidaknya seminggu sekali juga merupakan kebiasaan yang baik, sebab sayur pare (paria) yang enak tapi pahit rasanya itu memiliki kemampuan untuk menyembuhkan penderita cacingan, khususnya cacing kremi. Buah pare itu mempunyai kemampuan untuk mencegah, memblokir pergerakan cacing, menghentikan dan menghancurkan pertumbuhan telur cacing kremi dan cacing kremi dewasa.

Rajin mengkonsumsi buah semangka dan pepaya juga merupakan kebiasaan yang baik, karena kedua buah tersebut dapat menyehatkan sistem pencernaan yang merupakan area perkembang biakan yang paling ideal yang ada dalam tubuh manusia bagi cacing kremi dan sejenisnya, sehingga cacing kremi dapat dengan mudah dikeluarkan.

Kandungan vitamin A, lycopene dan serat yang tinggi yang terdapat dalam buah semangka dan pepaya itu dapat mengikat pergerakan cacing kremi dan mempermudah cacaing tersebut mengendap pada tinja atau kotoran yang siap dikeluarkan. Baca juga tentang Rematik Dan Pengobatannya.

Pengobatan penyakit cacing kremi

Apabila serangan cacing kremi melanda tubuh anak atau keluarga, maka segeralah diobati, jangan dibiarkan dan disepelekan begitu saja agar tidak berakibat seperti yang telah disebutkan diatas. Berikut ini resep obat herbal yang sangat mudah dibuat dan bisa dipergunakan untuk membasmi cacing kremi dan tempayaknya :

√1. Wortel 3 jari diparut, diremas dengan santan kental sebanyak ½ gelas, lalu diperas, disaring, dan diberi sedikit garam. Minum habis saat akan tidur malam.






√2. Untuk obat luarnya: Tembakau yang masih baru (bersih) sebanyak sebatang rokok, diremas dengan air 1 sendok makan, diperas airnya untuk melumasi seputar dubur.



Demikianlah pembahasan mengenai penyakit cacing kremi dan pengobatannya yang bisa saya sajikan untuk anda. Semoga bermanfaat. Amin!

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: